Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN MENCUCI TANGAN PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS MARTAPURA Evi Risa Mariana; Agustine Ramie; Yeni Mulyani
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.309 KB) | DOI: 10.31602/ann.v4i1.1018

Abstract

Clean and Healthy Behaviors (PHBS) are all done on the health behaviors of consciousness so that a family member or family can help themselves in the field of health and can play an active role in the activities - activities play an active role in the health and health-related activities in the community. This study aims to gain knowledge about the relationship between the mother wash his hands who have children with diarrhea in health centers and using design korasional Martapura. The population in this study were all mothers who have children in the Public Health Centre Martapura with a sample size of 35 respondents and using accidental sampling technique. The results showed that most respondents had a good knowledge about the level of knowledge about hand washing that is equal to 71.43%. Also known mothers who have a good level of knowledge that toddler had diarrhea by 40%, whereas mothers who have a good level of knowledge that toddler does not have diarrhea by 60%. Based on the chi-square statistic show P value 0,283 > P α 0,05. It shows us that no correlation between mother’s knowledge with diarhea cases.
GAMBARAN PENANGANAN IBU PADA BALITA DENGAN RIWAYAT FEBRIS BERDASARKAN ASPEK BUDAYA PIJAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN Akhmad Faisal Dani; Ainun Sajidah; Evi Risa Mariana
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 6, No 2 (2019): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v6i2.2682

Abstract

Penyakit yang paling sering menyerang balita salah satunya adalah demam. World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam di seluruh dunia mencapai 16-33 juta dengan 500-600 ribu kematian setiap tahunnya. Seorang ibu dalam menangani demam sangat dipengaruhi oleh budaya dan perilaku lingkungan sekitar dimana ibu berada. Penanganan demam dengan cara di pijat memang tidak salah, akan tetapi apabila penanganan demam dengan cara pijat yang lebih diutamakan dibandingkan pengananan farmakologis hal ini akan berdampak buruk bagi anak, bahkan dapat membahayakan keselamatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penanganan demam pada balita berdasarkan aspek budaya pijat di wilayah kerja Puskesmas Terminal Banjarmasin Tahun 2018. Desain penelitian ini non eksperimen dengan jenis deskriptif. Populasi ibu yang memiliki balita dengan riwayat febris berjumlah 115 orang dan sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 53 orang. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan penanganan ibu pada balita dengan riwayat febris berdasarkan aspek budaya pijat sebagian besar dengan kategori negatif sebanyak 32 responden (60.4%). Hendaknya ibu mengikuti kegiatan kesehatan seperti posyandu dan penyuluhan lainnya agar ibu memiliki keterampilan yang tepat dalam menangani balita yang demam dirumah serta lebih diefektifkannya sarana untuk penyuluhan mengenai penanganan demam oleh petugas kesehatan.
GAMBARAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN KEADAAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Ikvini Saida; Evi Risa Mariana
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i1.6891

Abstract

Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2016 prevalensi balita stunting nasional mencapai angka 27,5%. Beberapa faktor dan informasi menyebutkan bahwa anak yang banyak menderita stunting merupakan 60% dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI secara eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pemberian ASI eksklusif dan keaadaan stunting pada anak usia 12-59 bulan di Puskesmas Banjarbaru Selatan tahun 2018. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah anak usia 12-59 bulan yang ada di Puskesmas Banjarbaru Selatan sebanyak 2.933 anak pada tahun 2017. Teknik sampling menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah sampel penelitian adalah sebagian anak usia 12-59 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Banjarbaru Selatan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan anak yang diberikan ASI eksklusif ada 139 orang (83,2%), anak yang tidak menderita stunting sebanyak 151 orang (90,4%). Pada tabulasi silang ada 12 anak (7,2%) diberi ASI eksklusif berstatus stunting. Dan 4 anak (2,4%) tidak diberi ASI eksklusif berstatus stunting. Peran Ibu selalu memberikan gizi yang seimbang dan adekuat kepada anaknya terutama pemberian ASI eksklusif dan bagi Puskesmas agar lebih meningkatkan penyuluhan terutama memasukkan materi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan materi gizi seimbang untuk anak. 
PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI SADARI DI DESA MANIAPUN Evi Risa Mariana; Syarniah Syarniah; Siti Norhemalisa
Jurnal Pendidikan Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jpk.v7i1.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran pengetahuan wanita usia subur atau WUS tentang SADARI dalam upaya deteksi dini kanker payudara berdasarkan karakteristik di Desa Maniapun Kecamatan Pengaron kalimantan Selatan tahun 2017. Rancangan penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah WUS yang berjumlah 352 orang. Teknik sampling menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan WUS kategori cukup sebesar 50,5 persen, kategori kurang 39,0 persen, kategori baik sebesar 10,5 persen. Berdasarkan karakteristik usia paling banyak dewasa akhir kategori baik sebesar 14,3 persen, berdasarkan karakteristik pendidikan paling banyak pendidikan menengah kategori baik sebesar 20 persen dan berdasarkan karakteristik pekerjaan paling banyak yang tidak bekerja kategori baik sebesar 13,3 persen.
Gambaran Tingkat Kepatuhan Masyarakat Dalam Penggunaan Obat Antibiotik Ridha, Magfiratul; Mariana, Evi Risa; Hammad, Hammad
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Resistensi antibiotik di Indonesia merupakan masalah yang cukup mengkhawatirkan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan tidak patuh merupakan penyebab resistensi, resistensi menyebabkan kerja obat menjadi tidak efektif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan masyarakat dalam penggunan obat antibiotik di Puskesmas Rawat Inap Cempaka Tahun 2018. Metode : desain penelitian ini menggunakan konsep deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah pasien yang mendapat resep obat antibiotik di Puskesmas Cempaka, untuk sampel berjumlah 135 orang dengan menggunakan Purposive Sampling. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil : tingkat kepatuhan masyarakat dalam penggunaan obat antibiotic mayoritas cenderung cukup patuh sebanyak 50,4%. Kesimpulan : tingkat kepatuhan masyarakat dalam penggunaan obat antibiotik di Puskesmas Rawat Inap Cempaka Tahun 2018 yaitu cukup patuh. Kata Kunci : Kepatuhan, antibiotik
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 DI KELURAHAN SUNGAI TIUNG KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Fauziah, Erna; Mariana, Evi Risa; Sajidah, Ainun
Jurnal Skala Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v13i2.362

Abstract

ABSTRACT: Corona Virus Disease (COVID-19) is a new type of virus that attacks the body’s immunity and can cause death. The virus spreads quickly in various regions of Indonesia, placing in the highest number of cases in Southeast Asia and Asian region. As the positive cases increases, the government must immediately take policies so that transmissions of this disease are reduced. One of the policies is the provision of vaccines to the community. This aims to determine public perceptions of the administration of vaccine in Sungai Tiung Village, Cempaka District, Banjarbaru City. This data is describing on perceptions from the public based on age, education and occupation about the vaccine. The population of this research is those who live in RT. 14/004 Sungai Tiung Village, Cempaka District, Banjarbaru City, using probability sampling technique, namely simple random sampling, obtained 50 people who are willing to become respondents. The results of the study are presented in the form of frequency distribution table. The results showed that there were still 4 people (8%) public perception based on age had negative perceptions, public perceptions about the vaccine giving based on education still had negative perceptions as many as 1 person (2%) and people’s perception about the delivery of vaccine based on work there are still 9 people who have a negative perception (18%). The researcher suggests the Public Health Center, especially the health promotion, to increase socialization and education about transmission of COVID-19 and benefits of the vaccine. Key words: Public Perception, COVID-19 Vaccine
Faktor Yang Mempengaruhi Peminatan Metode Implan Di Desa Awang Bangkal Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Munada, Laily; Sajidah, Ainun; Mahdalena, Mahdalena; Mariana, Evi Risa
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v11i1.14201

Abstract

Banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi peminatan metode KB imlpan di desa Awang Bangkal Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Rancangan penelitian ini menggunakan noneksperimen penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel adalah Simplerandom sampling. Sampel kasus pada penelitian ini adalah Akseptor KB di Desa Awang Bangkal Barat Tahun 2021 sebanyak 87 responden. Analisa data menggunakn chi-square dengan instrument  kuesioner. Hasil penelitian didapatkan adalah umur ibu sebanyak 62.1%, pengetahuan yang kurang sebanyak 40.2%, efek samping sebagai faktor tidak berminat pada implan ada 59.8%, dan dukungan suami 60.9%. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan hubungan umur (ρ=0,000), pengetahuan (ρ= 0,000), efek samping (ρ= 0,000)  dan dukungan suami (ρ= 0,000) dengan minat peserta KB Implan. Kesimpulannya ada hubungan yang signifikan antara umur, pengetahuan, efek samping dan dukungan suami terhadap minat menggunakan KB Implan di Desa Awang Bangkal Barat tahun 2021. Sarannya diharapkan mendapatkan wawasan pengetahuan lebih banyak tentang Metode KB Implan
The Effect Of Elderly Gymnastics On Blood Pressure In Hypertensive Elderly Salsabila, Noor; Sajidah, Ainun; Mariana, Evi Risa; Nurhayati, Nurhayati; Suroto, Suroto
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 12 No 2 (2024): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v12i2.359

Abstract

Hypertension in the elderly generally comes from changes in the condition of arterial blood vessels that become harder and less elastic. To prevent hypertension, one of them is doing elderly gymnastics. The purpose of this study was to analyse the effect of elderly gymnastics on blood pressure in hypertensive elderly at Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Martapura. The research method uses Pre-Experimental research type with one group pretest and posttest design. Sampling using purposive sampling with a sample size of 11 respondents. Analysis using paired sample t-test statistical test with ɑ 0.05. The results showed that there was an effect of elderly gymnastics on systolic blood pressure with a p value of 0,029 (<0.05) and no effect of elderly gymnastics on diastolic blood pressure with a p value of 0,185 (>0.05). It can be concluded that there is an effect of elderly gymnastics on blood pressure in hypertensive elderly. It is hoped that hypertensive elderly people will always routinely participate in elderly gymnastics and maintain health patterns to avoid hypertension.
Identification of Families with Stunting in the Working Area of the Astambul Martapura Community Health Center, Banjar Regency fauziah, erna fauziah; Mariana, Evi Risa; Pratiwi, Niken; Hutagaol, Ruthmauli; Nurhadijah, Sitti; Fratama, Ferry Fadli
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 12 No 2 (2024): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v12i2.366

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem and is an important problem in Indonesia. The emergence of the problem of stunting can have a fatal impact on children if it is not addressed. One of the main causes of stunting is a lack of nutritional intake in the first 1000 days of life or a lack of nutritional intake for a long time. This causes children to experience growth disorders, namely height that is not appropriate for their age, decreased productivity, health problems, and ultimately can cause generation loss in Indonesia. The impact of stunting is metabolic disorders in the body. The research results show that from the results of the questionnaire, it was found that the risk factors that cause stunting in families with stunting are: Nutritional Status, and the results of the questionnaire conducted using in-depth interviews show that visits to Posyandu are not routinely attended every month, the processing and presentation of children's food is less varied. , low in protein and low in nutritional value.
The Health Counseling On Hypertension and Blood Pressure Checking in Sungai Tiung RT.32 Communities Working Area Of Cempaka Community Health Center Fauziah, Erna; Mariana, Evi Risa; Sajidah, Ainun; Annisa, Mutia; Dilla, Silviya
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Rakat Sehat: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.568 KB) | DOI: 10.31964/jrs.v2i1.11

Abstract

ABSTRAK Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal which results in morbidity and mortality. Hypertension is often referred to as the silent killer because it is deadly without being accompanied by its symptoms as a warning to its victims. With the Implementation of Community Service Activities it is hoped that the Lecturers of the Nursing Department of the Banjarmasin Ministry of Health Poltekkes can contribute to the community to improve health status, especially in the health sector of Non-Communicable Diseases (PTM). The implementation of Community Service Activities was carried out with 2 main activities starting with the first activity, namely the Implementation of Health Education about Hypertension once, followed by an evaluation in the form of distributing questionnaires to participants and providing opportunities to ask questions. In the second activity, namely Checking Blood Pressure in the Community. The targets of this activity consisted of 6 young women, 21 adult women, and 13 elderly women who are residents of the Sungai Tiung sub-district, RT. 32 Banjarbaru City. After counseling the PKM participants had good knowledge about hypertension as many as 30 people (75%) and there were still 10 people (25%) who had sufficient knowledge. Questionnaire question number 8 (hypertension always causes symptoms/complaints) received the most wrong answers from counseling participants (the community/mothers) as many as 36 people (90%) this means that people still think that hypertension always causes symptoms/complaints, so it is necessary to hold health promotion about hypertension which does not always cause symptoms, as well as motivating people to check their blood pressure regularly even if there are no symptoms.