Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

UPAYA MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL DISEKOLAH Diyah Setiyani; Jasiah Jasiah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59255

Abstract

Kekerasan seksual di sekolah masih menjadi persoalan serius karena dapat muncul melalui ucapan, sentuhan, isyarat, relasi kuasa, dan media digital yang menghilangkan rasa aman peserta didik. Kajian terdahulu banyak menekankan sosialisasi sesaat, sedangkan integrasi pendidikan seksual, budaya sekolah aman, pelaporan ramah korban, peran guru, orang tua, dan TPPK belum dibahas secara utuh. Rumusan masalah artikel ini ialah bagaimana upaya mencegah kekerasan seksual di sekolah, dengan tujuan merumuskan model pencegahan berbasis ekologi sekolah secara konkret. Data diolah melalui studi pustaka kualitatif dengan menyeleksi jurnal, regulasi, dan dokumen kasus, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, triangulasi sumber, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan enam unsur pencegahan utama, yaitu literasi tubuh, literasi digital, psikoedukasi, pelatihan guru, pelibatan orang tua, serta kanal pelaporan dan pendampingan korban. Kajian ini menyimpulkan bahwa pencegahan efektif harus mengubah sekolah dari ruang reaktif menjadi ekosistem preventif yang aman, terukur, dan berpihak pada martabat peserta didik secara berkelanjutan melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan lembaga perlindungan anak terdekat.
MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PISIKOLOGI SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN : TINJAUAN PUSTAKA Ahda Barori; Jasiah Jasiah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59365

Abstract

Penelitian tinjauan pustaka ini mengkaji secara komprehensif keterkaitan dinamis antara motivasi belajar dan kesiapan psikologis siswa dalam proses pembelajaran, menyoroti bahwa motivasi belajar, baik intrinsik maupun ekstrinsik, merupakan fondasi krusial yang membentuk dimensi-dimensi kesiapan psikologis seperti atensi, kepercayaan diri, ketekunan, pengelolaan kecemasan, dan sikap terhadap belajar. Temuan menunjukkan bahwa motivasi intrinsik secara signifikan mendorong kesiapan psikologis yang positif, sementara kesiapan psikologis yang memadai, pada gilirannya, memelihara dan memperkuat motivasi belajar, menciptakan siklus yang saling menguntungkan bagi keberhasilan akademis. Selain itu, faktor-faktor kontekstual seperti lingkungan belajar, metode pengajaran guru, dukungan keluarga, dan pemanfaatan teknologi juga teridentifikasi memiliki pengaruh signifikan, menekankan perlunya pendekatan holistik dalam pendidikan. Implikasi praktisnya menggarisbawahi pentingnya strategi yang menumbuhkan motivasi intrinsik, membangun self-efficacy, mengelola kecemasan, dan membina ketekunan, serta pentingnya institusi pendidikan dalam menciptakan budaya yang mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh, meskipun kompleksitas arah kausalitas dan variabilitas temuan mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menggali faktor moderator dan mediator serta studi intervensi yang terarah.
ANALISIS MINIMNYA KESEMPATAN DISKUSI KEAGAMAAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS Siti Zahra Maulani; Jasiah Jasiah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59513

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kesempatan diskusi keagamaan dalam proses pembelajaran dikelas. Kondisi pembelajaran dikelas pendidikan agama islam di perguruan tinggi menunjukkan adanya kecenderungan yang belum sepenuhnya mendukung terciptanya suasana diskusi yang optimal. Proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah yang berpusat pada dosen. Mahasiswa lebih banyak berperan sebagai penerima informasi dari pada sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Situasi ini menyebabkan interaksi akademik menjadi terbatas dan tidak memberikan ruang yang cukup bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau minimnya kesempatan berdiskusi keagamaan dalam proses pembelajaran pendidikan agama islam dikelas yang dilakukan dengan metode kualitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode kualitatif yang digunakan dalam artikel ini yaitu penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan kesempatan diskusi tersebut berimplikasi pada rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa, khususnya dalam hal menganalisis, mengevaluasi, dan mengemukakan argumentasi keagamaan secara rasional. Dengan demikian, pembelajaran pendidikan agama islam mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa serta mengembangkan kemempuan berpikir kritis secara komprehensif.
Analisis Efektivitas Penggunaan Platform Game-Based Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa di Era Digital Hesty Rabi'ah; Jasiah Jasiah
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i2.4709

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital menuntut inovasi pembelajaran yang relevan bagi generasi Z dan Alpha. Tantangan utama yang dihadapi pendidik saat ini adalah penurunan atensi serta rendahnya keterlibatan siswa dalam model pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Game-Based Learning (GBL) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa serta mengidentifikasi elemen permainan yang paling berpengaruh terhadap dorongan belajar mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan melakukan analisis sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah serta jurnal terkait teknologi gim dalam pendidikan. Data dianalisis melalui proses reduksi, sintesis, dan komparasi untuk menghasilkan kesimpulan komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan GBL sangat efektif dalam meningkatkan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Elemen permainan seperti poin, level, tantangan, dan papan peringkat (leaderboards) terbukti menciptakan atmosfer belajar yang interaktif dan kompetitif. Selain itu, fitur umpan balik instan membantu siswa memantau progres belajar, yang secara langsung meningkatkan rasa percaya diri sekaligus mereduksi kebosanan terhadap materi kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Game-Based Learning merupakan instrumen strategis untuk mengubah paradigma belajar menjadi lebih menyenangkan. Keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan konten kurikulum ke dalam mekanika permainan yang tepat.
Analisis Etika Digital dan Tantangan Pendidik dalam Memfilter Informasi Internet Demi Membentuk Karakter Siswa Cerdas Nadziratul Athiyyah; Jasiah Jasiah
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i2.4711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan teknologi informasi yang pasif di era digital membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan, terutama terkait penyebaran informasi yang tidak terfilter dan degradasi moral. Menganalisis urgensi etika digital serta peran strategis pendidik dalam memfilter informasi internet sebagai upaya membentuk karakter siswa yang cerdas dan berintegritas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur terkait literasi digital, peran guru penggerak, dan pendidikan nilai. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidik harus berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya menguasai teknologi seperti AI dan media digital, tetapi juga menjadi kurator informasi dan teladan dalam penerapan etika digital. Strategi penguatan karakter melalui empat pilar literasi digital etika, budaya, keterampilan, dan keamanan terbukti efektif dalam membantu siswa memilah informasi yang valid dan positif. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara kecerdasan teknologi dan fondasi etika sangat krusial untuk melahirkan generasi yang cerdas secara digital namun tetap berpijak pada nilai-nilai moral.
EKSPLORASI KOMPENSASI ISLAMI DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT DALAM MEMBANGUN KINERJA PEGAWAI BERBASIS NILAI AL-MA'UN PADA AMAL USAHA AISYIYAH Dewi Kumala Sari; Dwi Agustin; Sardimi Sardimi; Asmawati Asmawati; Jasiah Jasiah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12101

Abstract

This study aims to explore the role of Islamic compensation and employee engagement in building employee performance based on Al-Ma'un values at Amal Usaha Aisyiyah in Palangka Raya City. This research employs a descriptive qualitative approach located at the Regional Leadership of Aisyiyah (Pimpinan Daerah Aisyiyah) of Palangka Raya City and TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Palangka Raya. Research informants were determined through purposive sampling, consisting of three policymakers and institutional managers. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, which encompasses data condensation, data display, and conclusion drawing. The results demonstrate that Islamic compensation grounded in the principles of justice (keadilan), trustworthiness (amanah), and appreciation fosters a sense of being valued and enhances employee work motivation. Employee engagement is built through active participation in organizational activities, training, and decision-making, thereby strengthening dedication and organizational commitment. The Al-Ma'un value serves as a moral foundation directing employees to interpret work as a form of worship (ibadah) and social service. The integration of Islamic compensation, employee engagement, and Al-Ma'un values is proven to shape employee performance characterized by increased responsibility, productivity, and service quality. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran kompensasi Islami dan employee engagement dalam membangun kinerja pegawai berbasis nilai Al-Ma'un pada Amal Usaha Aisyiyah di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Palangka Raya dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Palangka Raya. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling yang terdiri atas tiga orang pengambil kebijakan dan pengelola lembaga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi Islami yang berlandaskan prinsip keadilan, amanah, dan penghargaan mampu menumbuhkan rasa dihargai serta meningkatkan motivasi kerja pegawai. Keterlibatan pegawai dibangun melalui partisipasi aktif dalam kegiatan organisasi, pelatihan, dan pengambilan keputusan sehingga memperkuat dedikasi dan komitmen organisasi. Nilai Al-Ma'un berperan sebagai fondasi moral yang mengarahkan pegawai untuk memaknai pekerjaan sebagai bentuk ibadah dan pelayanan sosial. Integrasi kompensasi Islami, employee engagement, dan nilai Al-Ma'un terbukti membentuk kinerja pegawai yang ditandai oleh meningkatnya tanggung jawab, produktivitas, dan kualitas pelayanan.    
Actualization of the Values of Gratitude and Moderation of Consumption through the Free Nutritious Meal Program Titania Amilia Putri; Jasiah Jasiah
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v7i2.25103

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) aims to improve students' nutritional quality and has the potential to serve as a medium for instilling Islamic educational values, particularly gratitude and consumption moderation. This study aims to analyze the actualization of these values through the MBG Program based on Surah Al-A'raf verse 31 and Surah An-Nahl verse 114. This study employed a qualitative approach with a case study method in an early childhood education institution. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings show that the MBG Program actualizes gratitude through praying, appreciating food, and recognizing food as a blessing from Allah SWT. Consumption moderation is actualized through eating sufficiently, finishing meals, and avoiding food waste. Teachers and parents play an important role in strengthening these habits. The study concludes that the MBG Program not only supports children's nutritional needs but also serves as a medium for Islamic character education.