Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Tetap Aktif Saat Menstruasi Dengan Akupresure Yasi Anggasari; Ratna Ariesta Dwi Andriani; Fauziyatun Nisa'; Warda El Maida Rusdi
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.221 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v4i2.67

Abstract

Abstrak Dismenorhea merupakan keluhan yang sering dialami tiap wanita ketika memasuki siklus menstruasi. Dalam menangani dismenorea, pada umumnya masyarakat masih menggunakan obat-obat analgesic untuk meringankan rasa nyeri pada saat menstruasi. Padahal penggunaan analgesik dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya apabila digunakan dalam jangka waktu Panjang. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah pengetahuan serta ketrampilan WUS tentang dismenore dan cara penanganan nyeri menstruasi melalui teknik akupresure. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di PMB Nanik Cholid Sidoarjo dengan melibatkan Wanita Usia Subur sebanyak 18 orang yang dilakukan selama 1 bulan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi dalam bentuk video tentang dismenore dan cara penanganannya dengan teknik akupresure dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab. Sebelum pemberian edukasi, peserta diberikan pretest dan setelah pemberian edukasi, diberikan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuannya. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Wanita usia subur mempunyai tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi tentang dismenore dan penanganannya dengan Teknik akupresure, dengan rata-rata skor pre test 33,3% sedangkan hasil post test nilai rata-rata peserta adalah 83,3% sehingga ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan WUS tentang cara mengurangi dismenore dengan menggunakan Teknik akupresure. Sehingga diharapkan Wanita Usia Subur dapat melaksanakan akupresure secara mandiri apabila sedang mengalami nyeri haid. Kata kunci : Dismenorea, Akupresure, WUS Abtract Dysmenorrhea is a condition experienced by every woman when entering the menstrual cycle. In dealing with dysmenorrhea, most Indonesian people still use analgesic drugs to relieve pain during menstruation. Though these drugs can cause dangerous side effects when used in the long term. The purpose of implementing this community service activity is to increase the knowledge, understanding and skills of WUS about dysmenorrhea and how to handle menstrual pain with acupressure techniques. This community service was carried out at PMB Nanik Cholid Sidoarjo by involving 18 women of childbearing age for 1 month. This community service activity is carried out by providing education in the form of videos about dysmenorrhea and how to treat it with acupressure techniques using the lecture method, question and answer. Before giving education, participants were given a pretest and after giving education, they were given a posttest for measure their level of knowledge. The results of this activity indicate that women of childbearing age have a good level of knowledge after being given education about dysmenorrhea and its treatment with acupressure techniques, with an average pre-test 33.3% while the post-test have an average score of 83.3%. so that there is an increase in WUS knowledge and skills on how to reduce dysmenorrhea by using acupressure techniques. So it is hoped that women of childbearing age can carry out acupressure independently when they are experiencing menstrual pain. Keywords : Dysmenorrhea, Acupressure, WUS
PENGUATAN INTENSI IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF SEJAK MASA KEHAMILAN Fauziyatun Nisa’; Esty Puji Rahayu; Uke Maharani Dewi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.203

Abstract

Pemberian ASI sangat berperan penting dalam menyiapkan generasi penerus suatu negara. ASI merupakan sumber kehidupan bagi sang bayi pada periode pasca kelahiran. Pemberian ASI secara ekslusif bermanfaat bagi kesehatan bayi seperti menjaga kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit, membunuh kuman dalam tubuh bayi, serta dapat mengurangi resiko kematian pada bayi. Cakupan ASI eksklusif masih rendah. Untuk itu perlu adanya upaya penguatan niat/intensi ibu menyusui untuk memberikan ASI eksklusif melalui motivasi dan edukasi. Hal ini akan efektif dilakukan sejak masa kehamilan hingga menyusui. Jika tidak ada niat, perilaku akan menjadi lemah dan bahkan semu; banyak faktor yang mempengaruhi niat termasuk pekerjaan, orang perkotaan menganggap bahwa orang - termasuk wanita - harus bekerja, karena ketika dia tidak memiliki pekerjaan, dia akan diremehkan; oleh karena itu perempuan lebih memilih bekerja dan membatasi kesempatan mereka untuk menyusui secara eksklusif. Ibu menyusui dengan persepsi, niat dan kontrol perilaku yang kuat akan menghentikan perilaku menyusui eksklusifnya ketika ruang menyusui tidak tersedia, tempat kerja jauh, dan cuti menyusui tidak memadai. Niat juga dipengaruhi oleh media dan promosi susu formula.
Optimalisasi Breastfeeding Self Efficacy Melalui E-Konseling Masa Pandemic Covid-19 Fauziyatun Nisa; Uke Maharani Dewi; Nanda Fadhilah Witris Salamy
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.339 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.874

Abstract

Menyusui memerlukan kondisi emosional yang stabil, mengingat faktor psikologis ibu sangat mempengaruhi produksi ASI. Efikasi diri menyusui merupakan kekuatan seorang ibu yang mempengaruhi respon dalam menyusui seperti usaha dan pikiran yang kemudian mempengaruhi inisiasi dan tenaga dari perilaku menyusui. Efikasi diri ibu yang kuat akan mendorong ibu dalam mempelajari hal-hal baru. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan self efficacy ibu menyusui agar bayi mendapat asupan gizi yang optimal serta tercapainya program pemberian Asi eksklusif. Metode penelitian ini diawali dengan koordinasi dengan kader untuk mengetahui jumalh ibu menyusui di Kelurahan Wonokromo, Surabaya. Karena kondisi pandemi kami mengumpulkan ibu menyusui secara online sejumlah 30 ibu menyusui melalui media zoom untuk menjelaskan pentingnya self efficcay menyusui. Setelah itu secara intens kami mengirimkan edukasi secara online dengan memberikan link yutub yang berisi tentang hal-hal yang bisa meningkatakan self efficacy ibu dalam memberikan ASI terutama ASI eksklusif. Hasil dari pengabdian masyarakat ini meningkatkan keyakinan ibu untuk tetap menyusui sesering mungkin. Budaya di masyarakat maupun mitos yang kurang mendukung akan mudah ditepis jika informasi-informasi tentang menyusui cukup dipahami. Hal ini tentu akan meningkatkan keyakinan ibu untuk memberikan ASI eksklusif sehingga program pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan bisa tercapai. Dapat disimpulkan bahwa Ibu yang memiliki efikasi diri yang kuat permasalahan menyusuinya lebih sedikit, memiliki persepsi yang baik tentang kepuasan bayi saat menyusu, dan selalu berusaha untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai laktasi.
THE EFFECT OF SUPPORTING EDUCATION IN THIRD TRIMESTER PREGNANT WOMEN TO PREPARATION FOR EXCLUSIVE BREASTFEEDING Fritria Dwi Anggraini; Nur Zuwariah; ika mardiyanti; Fauziyatun Nisa'; Layla Imroatu Zulaikha
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol 6 No 3 (2022): VOLUME 6 ISSUE 3 DECEMBER 2022
Publisher : Bina Sehat Press. Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2022/Vol6/Iss3/409

Abstract

The achievement of exclusive breastfeeding is still a world problem whose target has not been achieved. The achievement rate of exclusive breastfeeding in Indonesia is still far below the national target. Therefore, breastfeeding must be prepared early so that the obstacles that are often experienced at the beginning of breastfeeding can be prevented and anticipated. The purpose of this study was to analyze the effect of providing supportive behavior education on the preparation for breastfeeding in third trimester pregnant women in the working area of ​​BPM Ulfa Surabaya. The design of this study used a Quasy experimental design with one-group pre-test-post-test design. The independent variable is supportive education about breastfeeding, while the dependent variable is the mother's behavior in the preparation of breastfeeding. The intervention was carried out 1 time each for 30 minutes. The data collection instrument used a questionnaire. The results showed an increase in the score of good readiness from 33.8% before the provision of supportive education to 69.4% after the provision of supportive education. Providing information as well as motivation (supportive education) on maternal readiness has an effect on the level of knowledge of pregnant women about breastfeeding.
OPTIMALISASI SELF LEADERSHIP IBU MENYUSUI DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Fauziyatun Nisa; Yunik Windarti; Uliyatul Laili; Rizki Amalia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17646

Abstract

Fenomena yang ada menunjukkan bahwa masih banyak ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif. Kemampuan ibu dalam memimpin dirinya sendiri (Self leadership) mempunyai peran penting terhadap paradigma dan modal psikis ibu (Psychologycal capital) dalam berperilaku. Pengabdian masyarakat yang dilajkan dengan melakukan edukasi guna mengoptimalkan self leadership ibu menyusui ini meningkatkan pengetahuan dan kekeuatan ibu dalam memberikan ASI eksklusif serta bagi kader kesehatan agar bisa selalu memotivasi ibu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan Kesehatan tentang pentingnya self leadership ibu menyusui. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 22 ibu menyusui dan kader kesehatan. Sebelum diberikan edukasi, dilakukan pre test dan post test mengenai self leadership dan ASI eksklusif. Didapatkan sebagian besar 77% ibu menyusui dan kader memiliki tingkat pengetahuan dan self leadership yang baik setelah dilakukan edukasi. Seorang Ibu menyusui yang mampu memimpin dan memotivasi dirinya secara terus menerus untuk menyusui bayinya secara on demand sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan apapun akan berhasil memberikan ASI eksklusif.
Penguatan Kelas Ibu pasca salin dan Menyusui sebagai upaya Pemenuhan Nutrisi Rizki Amalia; Achmad Syafiuddin; Fauziyatun Nisa’; Yunik Windarti; Ulliyatul Laili; Winawati Eka Putri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6911

Abstract

Postpartum mothers really need nutrition because nutrition can affect breast milk production, postpartum recovery, and other influences on the postpartum mother's survival. If a postpartum mother experiences malnutrition, the postpartum mother can suffer from diseases such as anemia. This incident has an impact on the baby, namely that it can experience growth and development problems, young babies get sick and get infections. Recovery during the postpartum period can be accelerated by fulfilling nutrition for postpartum mothers which includes good nutrition, balanced nutrition, and increasing breast milk production. If nutritional disorders such as malnutrition, iron deficiency and anemia can inhibit wound healing. Community service activities were carried out for 1 month with 28 postpartum mothers participating in the Wonokromo subdistrict RW hall. This activity involves providing health education using power point media, LCD and leaflets about fulfilling nutrition during postpartum using the lecture and question and answer method. Measuring the level of knowledge by conducting a pre-test before providing education, followed by a post-test after providing education. The results of this community service activity showed that the level of knowledge during the pre-test was obtained with a score of 32.1%, while during the post-test the level of knowledge increased to 89.3%. The conclusion of this community service activity is that there is an increase in the knowledge of postpartum mothers in fulfilling nutrition.
PELATIHAN 3R DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI RAMAH LINGKUNGAN DI PP. AL FITRAH AS-SALAFIYAH SURABAYA Mochamad Faishal Riza; Wiwik Winarningsih; Endah Prayekti; Fauziyatun Nisa; Akbar Reza Muhammad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21787

Abstract

Pondok pesantren menjadi salah satu tempat dengan jumlah volume sampah harian yang besar. Tanpa pengelolaan sampah yang baik, sampah dapat mencemari lingkungan hingga menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) yang tepat oleh santri dapat membantu pengelolaan sampah di tingkat dasar sehingga menjadi ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Santri juga diberikan pembelajaran patisipatif dengan kegiatan pelatihan penerapan 3R mulai dari individu hingga perkamar dan perkelas. Mitra PKM yang ikut serta sebanyak 40 santri dan santriwati Pondok Pesantren Alfitrah Assalafiyah Surabaya. Hasil pengabdian masyarakat diketahui bahwa santri lebih mudah memahami penerapan prinsip 3R dengan partisipasi langsung. Santri yang hadir juga menunjukkan antusiasme tinggi dengan datang tepat waktu dan aktif bertanya sekaligus diskusi. Kesimpulan yang didapatkan adalah santri yang memiliki pengetahuan dan memahami penerapan prinsip 3R mampu membantu pengelolaan sampah di pondok pesantren sehingga berkontribusi mencegah kerusakan lingkungan
PENGUATAN INTENSI IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF SEJAK MASA KEHAMILAN Fauziyatun Nisa’; Esty Puji Rahayu; Uke Maharani Dewi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.203

Abstract

Pemberian ASI sangat berperan penting dalam menyiapkan generasi penerus suatu negara. ASI merupakan sumber kehidupan bagi sang bayi pada periode pasca kelahiran. Pemberian ASI secara ekslusif bermanfaat bagi kesehatan bayi seperti menjaga kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit, membunuh kuman dalam tubuh bayi, serta dapat mengurangi resiko kematian pada bayi. Cakupan ASI eksklusif masih rendah. Untuk itu perlu adanya upaya penguatan niat/intensi ibu menyusui untuk memberikan ASI eksklusif melalui motivasi dan edukasi. Hal ini akan efektif dilakukan sejak masa kehamilan hingga menyusui. Jika tidak ada niat, perilaku akan menjadi lemah dan bahkan semu; banyak faktor yang mempengaruhi niat termasuk pekerjaan, orang perkotaan menganggap bahwa orang - termasuk wanita - harus bekerja, karena ketika dia tidak memiliki pekerjaan, dia akan diremehkan; oleh karena itu perempuan lebih memilih bekerja dan membatasi kesempatan mereka untuk menyusui secara eksklusif. Ibu menyusui dengan persepsi, niat dan kontrol perilaku yang kuat akan menghentikan perilaku menyusui eksklusifnya ketika ruang menyusui tidak tersedia, tempat kerja jauh, dan cuti menyusui tidak memadai. Niat juga dipengaruhi oleh media dan promosi susu formula.
Penguatan Kelas Ibu pasca salin dan Menyusui sebagai upaya Pemenuhan Nutrisi Rizki Amalia; Achmad Syafiuddin; Fauziyatun Nisa’; Yunik Windarti; Ulliyatul Laili; Winawati Eka Putri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6911

Abstract

Postpartum mothers really need nutrition because nutrition can affect breast milk production, postpartum recovery, and other influences on the postpartum mother's survival. If a postpartum mother experiences malnutrition, the postpartum mother can suffer from diseases such as anemia. This incident has an impact on the baby, namely that it can experience growth and development problems, young babies get sick and get infections. Recovery during the postpartum period can be accelerated by fulfilling nutrition for postpartum mothers which includes good nutrition, balanced nutrition, and increasing breast milk production. If nutritional disorders such as malnutrition, iron deficiency and anemia can inhibit wound healing. Community service activities were carried out for 1 month with 28 postpartum mothers participating in the Wonokromo subdistrict RW hall. This activity involves providing health education using power point media, LCD and leaflets about fulfilling nutrition during postpartum using the lecture and question and answer method. Measuring the level of knowledge by conducting a pre-test before providing education, followed by a post-test after providing education. The results of this community service activity showed that the level of knowledge during the pre-test was obtained with a score of 32.1%, while during the post-test the level of knowledge increased to 89.3%. The conclusion of this community service activity is that there is an increase in the knowledge of postpartum mothers in fulfilling nutrition.
Manajemen Menyusui Pada Ibu Bekerja Laili, Uliyatul; Nisa', Fauziyatun; Windarti, Yunik; Amalia, Rizki; Sari, Paramita
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v6i2.140

Abstract

Pelaksanaan program ASI Eksklusif masih mengalami kendala salah satunya karena ibu nifas harus kembali bekerja sebelum bayinya berusia 6 bulan. Di Indonesia jumlah perempuan yang bekerja sebanyak 52,74 juta jiwa. Permasalah ini juga terjadi di wilayah Kelurahan Kebonsari. Selain itu, juga banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan ibu dalam pelaksanaan ASI yaitu faktor hormonal, nutrisi ibu serta faktor psikologis. Oleh karena itu, ibu yang bekerja harus memahami bagaimana cara untuk tetap dapat pemberian ASI pada bayi sampai dengan 6 bulan secara eksklusif. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah untuk menambah pengetahuan serta ketrampilan ibu menyusui tentang cara memompa, menyimpan dan memberikan ASI perah pada bayi. Kegiatan PKM ini dilakukan di Wilayah Kebonsari RW 1 Kecamatan Jambangan Surabaya. Sasaran pada kegiatan ini adalah kader Kesehatan dan ibu menyusui sebanyak 32 orang. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab serta memberikan pelatihan kepada kader kesehatan dan ibu menyusui tentang cara memerah dan memberikan ASI perah. Tingkat pengetahuan ibu menyusui dan kader Kesehatan diukur Pre dan post pemberian edukasi dengan menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ibu menyusui dan kader Kesehatan mempunyai tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi tentang manajemen ASI Perah yang meliputi cara memompa, menyimpan dan cara memberikan kepada bayi. Tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi Sebagian pengetahuannya kurang yaitu sebesar 62,5% sedangkan hasil post test Sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebesar 81,3% sehingga ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu menyusui dan kader tentang manajemen ASI Perah. Sehingga diharapkan Ibu menyusui dapat melaksanakan manajemen ASI Perah dengan dukungan dari kader Kesehatan, keluarga dan lingkungan.