Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

UJI AKTIFITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK RIMPANG KENCUR (Kaemferia galanga L.) TERHADAP TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus Yeni Agustin; Maya Wilsya; Muhammad Rizki Tolanda
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 8 No 02 (2018): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v8i02.140

Abstract

Demam dapat didefinisikan dengan suatu keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus, Salah satu tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional adalah kencur. Rimpang kencur mengandung beberapa senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antipiretik ekstrak rimpang kencur dan mengetahui dosis berapa ekstrak rimpang kencur yang dapat menimbulkan efek pada tikus jantan galur wistar . Sebanyak 24 ekor tikus putih jantan wistar di bagi menjadi 6 kelompok perlakuan: yaitu suspensi ekstrak rimpang kencur dengan variasi dosis 4 mg/g BB; 5 mg/g BB; 6 mg/g BB; 7 mg/g BB; paracetamol 9 mg/g BB; dan larutan CMC 0,5%). Pengujian terhadap efek antipiretik dilakukan dengan cara mengukur suhu rektal tikus putih jantan wistar dengan interval waktu 30 menit sampai ke 180 menit. Data yang diperoleh di analisis dengan spss ver.20, uji one way ANOVA untuk melihat perbedaan rata-rata setiap kelompok perlakuan. Pada dosis ektrak rimpang kencur 7 mg/g BB menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan dengan paracetamol pada menit ke 150. Hal ini berarti semakin tinggi dosis maka semakin besar efek antipiretik yang akan dihasilkan.
Peningkatan pH Saliva Perokok Aktif Menggunakan Permen Karet Xylitol Asmalinda, Wita; Sapada, Edy; Agustin, Yeni
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v12i3.2785

Abstract

The Smoker active for a long time has an impact on decreasing the pH of the saliva. The most obvious impact is on cholinergic receptors in the brain which activates nerve action which results in a decrease in salivary gland secretion. The risk of decreased salivary function increases with the length of smoking and the number of cigarettes per day. The purpose of this study was to determine the effect of giving xylitol gum to increase salivary pH in active smokers. This type of research is an experimental clinical trial with a comparison group (pretest and posttest with control group design). This research was conducted at the Ibnu Sina Clinic in Palembang for 14 days, on 5-18 December 2020. The sample in this study were active smokers who met the inclusion and exclusion criteria. The number of samples is 52 respondents. The homogeneity of the sample characteristic data and measurement results was assessed by using the Kolmogorov-Simov test. Description analysis to determine the mean and standard deviation. There was a significant increase in the mean value of Saliva pH in the treatment group. It was concluded that xylitol gum affected on increasing the salivary pH of active smokers.
The Efficacy of Lerek Fruits (Phrynium maximum)Extract Related Body Weight, Lipid Profile and Leptin in Wistar Rats-Induced High Fat Diet Radiyati Umi Partan; Rachmat Hidayat; Yeni Agustin; Mgs Irsan Saleh; Nita Parisa; Evi Lusiana; Nia savitri Tamzil; Ayeshah Agusta Rosdah; Abdulwahab Hakimi
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 1 No. 1 (2017): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v1i1.10

Abstract

Background Phrynium maximum (local name : lerek ) is a plant native to Sumatera, Malaya and Borneo. This plants have a potential as a local wisdom for therapeutics. In Sumatera, Lerek was used as traditional treatment for fever, diarrhea, diabetics and for wound healing. Aim of Study Aim of this study to explore the efficacy of lerek fruits extract in body weight, lipid profile and leptin level in Wistar Rats-Induced High Fat Diet Methods This study was an experimental study , pre-post test with control group design. The sample in this study was 30 male rats, 8 weeks old, weight 150-200 gram. Rats were given high fat diet and lerek fruits extract at dose of 50, 100 and 200 mg/kgBW/day for 2 weeks. Lerek fruits was extracted by infusion methods. The results of this study were assayed by SPSS 18. Results Lerek fruit extract 100 mg/kgBW was more potent to reduce body weight gain, triglyseride level and leptin level than lerek fruit extract 50 mg/kgBW, 200 mg.kgBW, negative control and positive control. Conclusion Lerek fruit extracts had a potention to reduce body weight, triglyceride and leptin level. Keywords: Lerek fruit extract – body weight- triglyserida - leptin
Edukasi Masyarakat Umum Seputar Covid-19 Di Masa Pandemi Guna Mencegah Penularan Yeni Agustin
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): MEI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i3.148

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is a disease caused by the corona virus. The corona virus is a new type of virus that started attacking in 2019 and has never previously been identified to attack humans. During the Covid-19 pandemic, it caused changes in the order of life in carrying out the wheels of daily life. Humans are entering the new normal era, an era where we adapt to new habits. Our cohesiveness and compliance are indispensable in implementing health protocols during daily activities as a preventive measure. Behavior change is key in handling the Covid-19 pandemic. Changes that require each individual to apply the 3M health protocol (wearing a mask, keeping a distance and avoiding crowds, and washing hands with soap) as a daily habit. The community must also be able to adapt to health protocol regulations when carrying out activities, especially in public spaces. This health protocol arrangement is intended to protect the public, so that all activities can run with the lowest possible risk of transmission.
UJI EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK TANAMAN SENDUDUK (Melastoma Malabatricum L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN Yeni Agustin; Edy Sapada; Mayaranti Wilsya
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 01 (2021): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v11i01.323

Abstract

Tanaman senduduk merupakan tanaman yang serbaguna, mulai dari daun,bunga, dan buah dapat dimanfaatkan oleh manusia. Di dalam daun dan bunga senduduk tersebut terkandung flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antidiabetes yang dimana merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multietiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan kadar gula darah dari ekstrak daun dan bunga senduduk (Melastoma malabatricum L). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Pada penelitian ini subjek terbagi 5 kelompok yaitu (K+) Glibenklamid 0,0975mg, (K-) CMC 0,5%, dan kelompok perlakuan dosis ektrak etanol daun senduduk dengan dosis yang sama yaitu 50 mg/200grBB, 100 mg/200grBB dan 200 mg/200grBB. Hasil penelitian ini diperoleh dari pemeriksaan kadar gula darah menggunakan alat glukometer Easy touch pada kadar gula darah puasa sebelum dan sesudah perlakuan selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah pada kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak daun senduduk. Pada ekstrak daun senduduk dosis 200 mg/200grBB yang hampir mendakati persentase penurunan kadar gula darah kelompok control positif yaitu sebesar 35%. Sehingga ekstrak daun senduduk memiliki efek hipoglikemik akan tetapi kemampuan menurunkannya tidak sebesar kemampuan glibenklamid.
Efek Sedativa dan Kebugaran Teh Celup Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis L) Muhammad Totong Kamaluddin; Yuliarni Yuliarni; Yeni Agustin; Nita Parisa; Rahmat Hidayat; Tri Wahyuni; Citra Yuliana; Perryanis Perryanis
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.362 KB) | DOI: 10.29244/jji.v2i3.40

Abstract

Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis) sejak lama telah digunakan masyarakat Kabupaten Bangka Tengah untuk menangkal keletihan akibat gangguan tidur ringan. Minuman yang diramu dari daun Gaharu yang diiris-iris lalu dijemur sebentar kemudian disedu air hangat kuku ternyata berkhasiat untuk menimbulkan rasa kantuk dan setelah bangun dari terlelap sejenak maka tubuh akan menjadi lebih segar. Penelitian ini ingin membuktikan manfaat tersebut di atas. Sejumlah 60 orang sukarelawan sehat terdiri dari 30 orang laki-laki dan 30 orang wanita dengan rentang umur 18 – 60 tahun berpartisipasi untuk membuktikan efek sedativa dan pengaruh kesehatan lainnya. Dengan disain pre-post test serta kerelaan sukarelawan sehat ini (dengan mengisi informed consent) sebagai responden, maka semuanya diberi minum teh celup Gaharu yang berisi 1 g simplisia kering/saset setiap hari selama 3 minggu berturut-turut. Setelah selesai satu sesi minum, semuanya diwawancarai pemeriksaan fisik, mental dengan menggunakan kuesioner model Pittsburgh Insomnia Rating Scale (PIRS) serta dikoleksi darah intravenanya. Hasil menunjukkan bahwa 32 % responden timbul rasa kantuk ringan, 10 % merasa lebih segar walaupun terasa sakit kepala ringan, serta berkurangnya rasa pegal dan nyeri sendi namun nafsu makan bertambah. Profil darah rutin tidak berubah namun kadar hormon seks seperti testosteron, progesteron, estradiol dan FSH meningkat ringan tanpa LH serta penurunan fibrinogen dan hs-CRP. Sedangkan transaminase hepar tidak berubah. Dari temuan ini disimpulkan bahwa konsumsi rutin teh gaharu memperbaiki profil tidur dan kesegaran jasmani namun tidak bersifat hepatotoksik. Perubahan kadar hormon seks, fibrinogen dan hs-CRP perlu dikaji lebih lanjut.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER DENGAN BAHAN DASAR EKSTRAK BIJI ALPUKAT Yeni Agustin; Septi Wulandari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4290

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk lebih sering mencuci atau membersihkan tangan baik dengan menggunakan sabun ataupun sediaan pembersih tangan lainnya.Dengan harapan mampu menghindarkan atau menghilangkan berbagai bakteri, kuman ataupun kotoran yang ada pada area tangan, baik sebelum maupun setelah beraktivitas dalam keseharian. Salah satu bentuk sediaan pembersih tangan yang berfungsi sebagai antiseptik adalah gel hand sanitizer. Umumnya bahan aktif yang banyak digunakan adalah triklosan. Diharapkan ada bahan aktif alternatif  lainnya yang lebih efektif dan ramah lingkungan diantaranya ekstrak biji alpukat. Penelitian ini berupa penelitian eksperimental yaitu pada formula gel hand sanitizer ekstrak biji alpukat dengan berbagai konsentrasi alkohol F1 0%, F2 10%, F3 20%, F4 60% meliputi (organoleptik, homogenitas, pH, daya dispersif, konsistensi dan viskositas) dan dilanjutkan dengan uji zona hambat terhadap bakteri E. Coli. Sediaan hand sanitizer dengan bahan dasar ekstrak biji buah alpukat formulasi 3 (F3) dengan kandungan alkohol 96% sebanyak 20%b/v mempunyai nilai diameter zona hambat yang paling besar terhadap bakteri E. coli dan memiliki karakteristik fisik sediaan hand sanitizer yg lebih baik.
UJI IN VIVO INFUSA DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) SEBAGAI ANTI DIARE Yeni Agustin; Mayaranti Wilsya
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 01 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i01.343

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia. Terdapat beberapa alternatif pengobatan diare salah satunya dengan pemberian obat tradisional. Tanaman yang dimanfaatkan sebagai antidiare adalah senggani (Melastoma malabathricum L.). Kandungan senyawa telah diketahui yaitu memiliki kandungan tanin, flavonoid dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis berapa infusa daun senggani (Melastoma malabathricum L.) yang efektif sebagai antidiare pada mencit yang diinduksi oleum ricini. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan melakukan uji sebelum dan sesudah perlakuan. Ada lima kelompok perlakuan antara lain kontrol negatif (CMC Na 1%), kontrol positif (Loperamid), dan tiga kontrol perlakuan infusa daun senggani (Melastoma malabathricum L.)dengan variasi dosis 25 mg, 50 mg dan 100 mg. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji one way anova dan dilanjutkan uji post hoc with Duncan pada CI 95%, untuk menentukan efektifitas kelompok perlakuan terhadap penurunan frekuensi diare. Dan juga menilai perbaikkan konsistensi feses mencit. Data hasil penelitian menunjukkan infusa daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dosis 100 mg memiliki efek antidiare yang sama dengan Loperamid (kontrol positif) dalam menurunkan frekuensi diare pada jam ke-3 sebesar 100%. Dan juga mampu memperbaiki konsistensi feses ke keadaan normal kembali.
FORMULASI SEDIAAN LOTION KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muriacata L) DAN EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam) SEBAGAI PELEMBAB Mayaranti Wilsya; Yeni Agustin; Adellia Muharyati
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i02.348

Abstract

Kulit merupakan organ tubuh terbesar pada manusia yang memiliki fungsi proteksi. Kanker kulit di Indonesia menempati urutan ketiga setelah kanker rahim dan kanker payudara. Maka dari itu diperlukan antioksidan yang berfungsi untuk menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron dari radikal bebas Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang membuat formulasi sediaan lotion dari ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricate L.) dengan kombinasi ekstrak tanaman daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dengan variasi tiga bahan emulgator anionic yaitu Trietanolamin, emulgator kationik yaitu CMC- Na, emulgator non ionic yaitu Tween 80 dan Span 80 untuk membandingkan formulasi mana yang paling baik dari ketiga formula tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental untuk mengetahui formulasi dan evaluasi sediaan lotion yang mengandung ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L) dan daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dengan konsentrasi 3% dengan variasi emulgator yang berbeda Berdasarkan hasil evaluasi sediaan lotion dari ekstrak tanaman daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dan daun sirsak (Annona muricata L) dengan variasi emulgator, emulgator yang paling cocok digunakan dalam pembuatan lotion yakni emulgator Asam stearate dan Trietanolamin karena pada uji organoleptik tidak mengalami perubahan warna, bentuk dan bau dan paling banyak disukai oleh panelis Sediaan lotion ekstrak tanaman daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dan tanaman daun sirsak (Annona muricata L) dengan variasi emulgator Asam stearate dan Trietanolamin, Na-CMC, Tween 80 dan Span 80 pada evaluasi uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji viskositas telah sesuai standar persyaratan uji sediaan lotion.
UJI EFEK ANTIDIARE EKSTRAK BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum) TERHADAP BAKTERI Shigella dysenteriae Mayaranti Wilsya; Yeni Agustin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i1.8798

Abstract

Diare adalah suatu kondisi buang air besar yang berlebihan dengan keadaan feses yang encer atau berair. Diare dapat disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri atau virus. Infeksi diare ini dapat diobati dengan pengobatan antibakteri yang berbahan alami seperti ekstrak buah senggani (Melastoma malabathricum) yang memiliki kandungan senyawa alkoloid, flavanoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah senggani (Melastoma malabathricum) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Penelitian ini menggunakan metode difusi yang menunjukkan bahwa pada ciprofloxacin memiliki zona hambat sebesar 16,2 mm dan kontrol negatif tidak memiliki zona hambat serta pada konsentrasi ekstrak buah senggani (Melastoma malabathticum) memiliki zona hambat pada konsentrasi 20% = 5,5 mm , 40% = 6,7 mm , 60% = 17,1 mm dan 80% = 9,0 mm. Hal ini menyatakan bahwa ekstrak buah senggani pada konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80% memiliki zona hambat dalam  kategori sedang sedangkan zona hambat ciprofloxacin termasuk dalam kategori kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah senggani maka semakin besar diameter zona hambat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae.