Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP KEMAMPUAN MENGENDALIKAN AMARAH PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA YANG MEMILIKI RISIKO PERILAKU KEKERASAN Gustina, Erita; Kristina Putri Silalahi, Mentiara; Af'idah, Huwaina; Mentiara Kristina Putri Silalahi
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 1 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v14i1.2939

Abstract

Kesehatan jiwa adalah kondisi optimal secara kognitif, emosional, fisik, perilaku, dan sosial, yang memungkinkan individu menjalankan fungsinya secara efektif dan merasa puas dalam peran sosial. Salah satu ancaman terhadap kesehatan jiwa adalah perilaku kekerasan, yang sering kali muncul sebagai respons terhadap stres atau emosi negatif seperti amarah yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap kemampuan mengendalikan amarah pada pasien gangguan jiwa dengan risiko perilaku kekerasan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pretest-posttest satu kelompok tanpa kontrol, dengan sampel sebanyak 30 pasien di fasilitas kesehatan jiwa. Intervensi berupa terapi relaksasi napas dalam diberikan setiap hari selama tujuh hari, masing-masing sesi berdurasi 15–20 menit dan dipandu oleh tenaga kesehatan. Kemampuan mengontrol amarah diukur melalui observasi dan skala penilaian risiko kekerasan, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dengan signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan adanya perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi, ditandai dengan penurunan agresivitas verbal maupun fisik, serta meningkatnya kemampuan kontrol emosi. Terapi ini terbukti merangsang sistem saraf parasimpatis serta pelepasan endorfin dan enkefalin, yang menimbulkan efek tenang dan meningkatkan fungsi kognitif. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti tidak adanya kelompok kontrol dan waktu pengamatan yang terbatas. Kesimpulannya, terapi relaksasi napas dalam efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengelola amarah dan mengurangi risiko kekerasan pada pasien gangguan jiwa. Disarankan terapi ini diterapkan secara rutin dalam program rehabilitasi. 
IMPLEMENTASI MASSAGE  EFFLEURAGE  UNTUK MENURUNKAN SKALA NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI POLI OBGYN RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Gustina, Erita; Atsnia, Atsnia; Af’idah, Huwaina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 8 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i8.1651

Abstract

Pregnancy causes various physiological changes, including in the musculoskeletal system, which often trigger complaints of back pain, particularly in the third trimester. This pain can interfere with the comfort and quality of life of pregnant women. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce pain is effleurage massage therapy. This study aims to implement the therapy to reduce the back pain scale in third-trimester pregnant women at the Obstetrics and Gynecology Clinic of Tk II Putri Hijau Hospital, Medan. The research method used is a descriptive case study on two patients, using a maternity nursing care approach from assessment to evaluation. Inclusion criteria included third-trimester pregnant women (28–40 weeks) who are primigravida, experiencing back pain, and not having any comorbidities or obstetric complications. The intervention was carried out for three consecutive days, each session lasting 15 minutes, with evaluation using the Numeric Rating Scale (NRS). The results showed a decrease in pain levels from moderate (6 and 5) to mild (2 and 1). In conclusion, effleurage massage is effective in reducing back pain in third-trimester pregnant women. This study is expected to serve as a reference for future research to further explore the effectiveness of this therapy more broadly and measurably.
PENERAPAN  TERAPI  AFIRMASI  POSITIF  PADA  PASIEN DENGAN  HARGA  DIRI  RENDAH  DI RUMAH  SAKIT JIWA Prof. DR. MUHAMMAD ILDREM MEDAN Ginting, Iir tirana a.; Gustina, Erita; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i3.1771

Abstract

Low self-esteem is a feeling of shame or inferiority that is usually caused by negative judgments from oneself or others. Complications in patients with low self-esteem include social isolation, even violent behavior. One intervention that can be done for patients with low self-esteem is the application of positive affirmation therapy. Positive affirmations are utterances of sentences that can strengthen positive beliefs in a person. This research method is a descriptive study with a case study type of research. The subjects used were 2 patients with nursing problems of the application of positive affirmation therapy in patients with low self-esteem at Prof. DR. Muhammad Ildrem Mental Hospital Medan. The results of the study from the two respondents during the psychiatric nursing care with the application of positive affirmation therapy in patients with low self-esteem for 3 days with 6 meetings were obtained, both respondents were able to carry out SP 1 to SP 4 to control their lack of confidence. The conclusion of the assessment to evaluation in carrying out nursing care for patients with low self-esteem successfully controlled their lack of confidence with the application of positive affirmation therapy SP 1 to SP 4. The suggestion of this study is expected to be a reference in conducting further research on psychiatric nursing cases with low self-esteem using positive affirmation therapy.
Upaya mengontrol perilaku agresif pada perilaku Kekerasan dengan pemberian rational emotive behavior therapy Siregar, Hanna Maria; Gustina, Erita; Pangaribuan, Resmi
Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan & Kesehatan Holistik - Juli
Publisher : LPPM AKPER GITA MATURA ABADI KISARAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65386/jkkh.v1i2.32

Abstract

Mental disorders are complex conditions consisting of a variety of problems and symptoms that can cause significant changes in an individual's thinking, emotions and behavior. Aggressive behavior in violent behavior is a mental disorder that can trigger physical danger to oneself and others, accompanied by uncontrolled emotional outbursts, a tendency to display insulting attitudes, be quick to anger and have irrational beliefs. Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) is a method for understanding and overcoming emotional and behavioral problems, eliminating illogical thoughts in order to become rational. The main goal of rational emotional behavioral therapy (REBT) is to eliminate emotional disorders that can be self-destructive. This research method uses a descriptive method with a case study, involving 2 patients who experienced problems causing aggressive behavior and violent behavior at the Prof. Mental Hospital. DR. Muhammad Ilrem Medan. The research results of the two respondents while undergoing Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) for 3 days with 6 meetings showed that both respondents succeeded in controlling their emotions and reducing violent behavior after being given therapy from SP 1 to SP 5. In conclusion, giving Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) can control the patient's emotional violent behavior. It is hoped that this research suggestion can be used as a reference for further research in psychiatric nursing, especially for efforts to control aggressive behavior and violent behavior by providing rational emotive behavior therapy (REBT).
ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. M. ILDREM MEDAN Simanjuntak, Tiara Hartati; Gustina, Erita; Pratama, Muchti Yuda; Olivia, Nina
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.1975

Abstract

Isolasi sosial adalah kesendirian yang dialami oleh individu dan dianggap timbul karena orang lain serta sebagai suatu keadaan negatif atau mengancam. Defisit perawatan diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami hambatan ataupun gangguan dalam kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri, seperti mandi, berpakaian, makan, dan eliminasi untuk dirinya sendiri. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan asuhan keperawatan pada pasien isolasi sosial dengan masalah keperawatan defisit perawatan diri. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis pendekatan pada Studi Kasus berupa Asuhan Keperawatan yang dilaksanakan dalam tiga hari di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr.M.Ildrem Medan, menggunakan dua orang pasien isolasi sosial menarik diri “defisit perawatan diri”. Instrumen penelitian yang digunakan peneliti adalah lembar format pengkajian keperawatan Jiwa, pemeriksaan fisik, dan lembar observasi penilaian kemampuan perawatan diri pasien menggunakan Index katz.  Pengumpulan data pengkajian dilakukan secara auto dan allo anamnesa. Diagnosis Keperawatan merupakan analisis terhadap semua data yang diperoleh, Intervensi Keperawatan Peneliti menyusun rencana tindakan keperawatan untuk mengontrol defisit  perawatan diri meliputi : mandi, berpakaian, makan dan eleminasi. Implementasi Keperawatan Peneliti melakukan rencana tindakan yang telah disusun, pada Evaluasi keperawatan peneliti melakukan penilaian dari hasil yang telah di laksanakan dalam mengatasi masalah yang terjadi. Hasil Penelitian adalah tingkat kemandirian pasien dalam melaksanakan perawatan diri meningkat setelah dilakukan asuhan keperawatan. Peneliti dapat mengambil Kesimpulan Asuhan keperawatan yang dilakukan perawat dapat meningkatkan ketergantungan pada pasien isolasi sosial dengan masalah defisit perawatan diri.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN GANGGUAN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. Dr. M. ILDREM MEDAN Ralini, Lika; Gustina, Erita; Yuda, Muchti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2300

Abstract

Skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai area fungsi individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan dan menunjukkan emosi serta ganguan otak yang ditandai dengan pikiran kacau, waham, halusinasi, dan perilaku aneh. Halusinasi pendengaran adalah mendengar suara atau bunyi yang berkisar dari suara sederhana sampai suara berbicara mengenai klien sehingga klien berespon terhadap suara bunyi tersebut. Tujuan Penelitian ini memberikan asuhan keperawatan jiwa pada pasien gangguan halusinasi pendengaran. Metode Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan metode deskriptif. Hasil Penelitian Hasil dari evaluasi di hari ke tujuh menunjukkan bahwa masalah gangguan halusinasi pendengaran dapat tertasi. Kesimpulan dari intervensi yang dilakukan dengan melakukan strategi pelaksanaan 1 sampai 4 dapat dikatakan efektif untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan gangguan halusinasi pendengaran pada pasien jiwa.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI SENSORI PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA PROF.DR.MUHAMMAD ILDREM MEDAN Gustina, Erita; Purwaningsih, Purwaningsih; Khairani, Ade Irma
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i2.934

Abstract

Auditory hallucinations are a condition where an individual experiences changes in the pattern and amount of stimuli internally and externally around them with reduction, exaggeration and distortion. Hallucinations are also sensory perception disorders which can be characterized by symptoms such as laughing and smiling alone, lack of concentration, movements or activities following the hallucinations. Lack of interaction with other people or the surrounding environment, and also acting like he is listening to something. Nursing actions for patients with hallucinations consist of 4 implementation strategies, namely rebuking hallucinations, conversing with other people, being able to schedule daily activities, and taking medication regularly. The aim of this community service is to provide Sensory Stimulation Group Activity Therapy to Auditory Hallucination patients at the Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital in Medan. This research used a total sample demonstration technique, and the sample consisted of 18 people. The results of group activity therapy activities regarding stimulation of sensory perception, auditory hallucinations by demonstration, were obtained, namely that after carrying out knowledge group activity therapy, the client's understanding was good, namely 78% and sufficient understanding, namely 22%. Therefore, it is hoped that Group Activity Therapy (TAK) is very effective in patients with auditory hallucinations.
PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TENTANG PERAWATAN BALITA DENGAN INFEKSI SALURAN NAFAS ATAS (ISPA) DI PUSKESMAS MEDAN DELI Pangaribuan, Resmi; Panjaitan, Renarti; Gustina, Erita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32212

Abstract

Infeksi saluran nafas atas (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksinya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Berdasarkan data dari Dinkes Sumut (2019) menyatakan bahwa jumlah kasus Infeksi Saluran nafas Atas (ISPA) di Kota Medan mencapai belasan ribu tiap bulannya, tercatat bulan Desember 2019 kasus  ISPA mencapai 13.175. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan keluarga dengan menambah pendidikan kesehatan keluarga tentang perawatan balita dengan infeksi saluran nafas atas (ISPA) di Puskesmas Medan Deli.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus pada penelitian ini menerapkan proses asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi  implementasi dan evaluasi tindakan keperawatan. Instrumen Penelitian yaitu kuesioner diambil dari penelitian sebelumnya oleh Pawiliyah (2020). Hasil penelitian ini menerangkan bahwasanya dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Tn . Z dan keluarga Tn. A dengan pendidikan kesehatan menggunakan media   promosi kesehatan leafleat. Topik   pertolongan Infeksi saluran pernafasan atas pada anak dilaksakan selama empat hari durasi 40 menit pada tiap keluarga, pelaksanaan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga. Hal ini terbukti dengan keluarga mampu menjelaskan tentang pertolongan Infeksi saluran pernafasan atas pada anak di keluarga. Kesimpulan penelitian  ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di Puskesmas Medan Deli.
PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TENTANG IMUNISASI DASAR PADA ANAK USIA 0-11 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI Arwanda, Elsa; Pangaribuan, Resmi; Gustina, Erita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32214

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Imunisasi terdiri dari Hepatitis B (0-7 hari), BCG (1 bulan), Polio/PIV (1,2,3,4 bulan), DPT/Hb/Hib (2,3,4, bulan) dengan interval pemberian 4 minggu dan imunisasi campak (9 bulan ) dengan interval pemberian 4 minggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan keluarga dengan menambah pendidikan kesehatan keluarga tentang perawatan anak usia 0-11 bulan dengan Imunisasi Dasar di Puskesmas Medan Deli.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus pada penelitian ini menerapkan proses asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi  implementasi dan  evaluasi tindakan keperawatan. Instrumen Penelitian yaitu kuesioner diambil dari penelitian sebelumnya oleh Selina (2015), yang berisi 21 pertanyaan pilihan berganda. Hasil penelitian ini menerangkan bahwasanya dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Tn.D dan keluarga Tn. K dengan pendidikan kesehatan menggunakan media promosi kesehatan leafleat. Topik   imunisasi dasar pada anak usia 0-11 bulan dilaksakan selama empat hari durasi 40 menit pada tiap keluarga, pelaksanaan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga. Hal ini terbukti dengan keluarga mampu menjelaskan tentang imunisasi dasar pada anak 0-11 bulan. Kesimpulan penelitian  ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di Puskesmas Medan Deli.
PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TENTANG STUNTING DALAM PEMENUHAN GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI Pangaribuan, Resmi; Wandari, Ayu; Gustina, Erita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32216

Abstract

World Health Organization (2014) angka kejadian stunting sebanyak 162 juta terjadi pada anak dibawah umur 5 tahun dan diproyeksikan sekitar 127 juta anak di bawah umur 5 tahun akan terhambat di tahun 2025. Riskesdas  juga menunjukkan bahwa masih terdapat masalah gizi lain yang terkait erat dengan stunting yakni ibu anemia ibu hamil (48,9%), BBLR (6,2%), balita kurus atau wasting (10,2%) dan anemia balita. Penelitian yang dilakukan Devi Savitri (2020) tentang Pendidikan gizi seimbang untuk mencegah stunting dengan menggunakan media video dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini untuk memberikan Pendidikan Kesehatan pada Keluarga tentang Stunting dalam pemenuhan Gizi pada balita di Puskesmas Medan Deli. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus pada penelitian ini menerapkan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi  implementasi dan  evaluasi tindakan keperawatan. Instrumen Penelitian yaitu kuesioner diambil dari penelitian sebelumnya oleh Mutia Iffatul (2022). Hasil penelitian ini dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Tn. K dan keluarga Tn. M pendidikan kesehatan menggunakan media   promosi kesehatan leafleat tentamh stunting selama empat hari durasi 40 menit pada tiap keluarga dapat meningkatkan pengetahuan pasien. Hal ini dapat dilihat keluarga mampu menjelaskan tentang stunting di keluarga. Kesimpulan  penelitian  ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di Puskesmas Medan Deli.