Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TENTANG IMUNISASI DASAR PADA ANAK USIA 0-11 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI Arwanda, Elsa; Pangaribuan, Resmi; Gustina, Erita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32214

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Imunisasi terdiri dari Hepatitis B (0-7 hari), BCG (1 bulan), Polio/PIV (1,2,3,4 bulan), DPT/Hb/Hib (2,3,4, bulan) dengan interval pemberian 4 minggu dan imunisasi campak (9 bulan ) dengan interval pemberian 4 minggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan keluarga dengan menambah pendidikan kesehatan keluarga tentang perawatan anak usia 0-11 bulan dengan Imunisasi Dasar di Puskesmas Medan Deli.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus pada penelitian ini menerapkan proses asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi  implementasi dan  evaluasi tindakan keperawatan. Instrumen Penelitian yaitu kuesioner diambil dari penelitian sebelumnya oleh Selina (2015), yang berisi 21 pertanyaan pilihan berganda. Hasil penelitian ini menerangkan bahwasanya dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Tn.D dan keluarga Tn. K dengan pendidikan kesehatan menggunakan media promosi kesehatan leafleat. Topik   imunisasi dasar pada anak usia 0-11 bulan dilaksakan selama empat hari durasi 40 menit pada tiap keluarga, pelaksanaan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga. Hal ini terbukti dengan keluarga mampu menjelaskan tentang imunisasi dasar pada anak 0-11 bulan. Kesimpulan penelitian  ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di Puskesmas Medan Deli.
PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TENTANG STUNTING DALAM PEMENUHAN GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI Pangaribuan, Resmi; Wandari, Ayu; Gustina, Erita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32216

Abstract

World Health Organization (2014) angka kejadian stunting sebanyak 162 juta terjadi pada anak dibawah umur 5 tahun dan diproyeksikan sekitar 127 juta anak di bawah umur 5 tahun akan terhambat di tahun 2025. Riskesdas  juga menunjukkan bahwa masih terdapat masalah gizi lain yang terkait erat dengan stunting yakni ibu anemia ibu hamil (48,9%), BBLR (6,2%), balita kurus atau wasting (10,2%) dan anemia balita. Penelitian yang dilakukan Devi Savitri (2020) tentang Pendidikan gizi seimbang untuk mencegah stunting dengan menggunakan media video dan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini untuk memberikan Pendidikan Kesehatan pada Keluarga tentang Stunting dalam pemenuhan Gizi pada balita di Puskesmas Medan Deli. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Studi kasus pada penelitian ini menerapkan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi  implementasi dan  evaluasi tindakan keperawatan. Instrumen Penelitian yaitu kuesioner diambil dari penelitian sebelumnya oleh Mutia Iffatul (2022). Hasil penelitian ini dengan dilakukannya proses keperawatan pada kedua kasus keluarga Tn. K dan keluarga Tn. M pendidikan kesehatan menggunakan media   promosi kesehatan leafleat tentamh stunting selama empat hari durasi 40 menit pada tiap keluarga dapat meningkatkan pengetahuan pasien. Hal ini dapat dilihat keluarga mampu menjelaskan tentang stunting di keluarga. Kesimpulan  penelitian  ini yaitu pengetahuan merupakan faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan promosi kesehatan masyarakat di Puskesmas Medan Deli.
ASUHAN  KEPERAWATAN  SOCIAL  SKILL  TRAINING  PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL MENARIK DIRI DI RUMAH SAKIT JIWA Prof. DR. MUHAMMAD ILDREM  MEDAN Nababan, Erica Lasmauli; Gustina, Erita; Af’idah, Huwaina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2014

Abstract

ABSTRACT Mental disorders are syndromes characterized by patterns of individual behavior associated with distress symptoms affecting one or more essential human functions- psychological, behavioral, and biological. These disorders are not only marked by fundamental disturbances in thought and perception but also by abnormal or blunted affect. Social isolation and withdrawal is a condition in which an individual has difficulty or is unable to interact with others, leading to feelings of neglect, rejection, loneliness, and difficulty establishing communication. An intervention that can be applied to address this issue is Social Skills Training (SST), a structured learning process aimed at improving communication skills in individuals with mental disorders to enhance social interaction and identify interpersonal problems. This descriptive case study design was conducted through a psychiatric nursing process from assessment to evaluation on two patients diagnosed with social isolation and withdrawal at Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital, Medan. The results showed that after implementing Social Skills Training (SST) using SP1 to SPS strategies over three days (08.00 to 18.00 WIB, six sessions), both respondents successfully improved their ability to communicate and interact effectively. The conclusion and recommendation indicate that Social Skills Training (SST) with five strategies was effectively implemented and improved communication skills as well as social engagement. This study suggests that SST can serve as a reference for future research in psychiatric nursing care for patients experiencing social isolation and withdrawal. ABSTRAK Gangguan jiwa merupakan sindrom dari pola perilaku individu yang dihubungkan dengan suatu gejala distres pada satu atau lebih fungsi penting manusia, yaitu fungsi psikologis, perilaku, dan biologis, dan gangguan ini tidak hanya ditandai oleh penyimpangan yang mendasar dari pikiran dan presepsi, serta adanya efek yang tidak wajar atau tumpul. Isolasi sosial menarik diri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami  kesulitan atau tidak dapat berinteraksi dengan orang di sekitarnya, klien dengan masalah ini merasa diabaikan, tidak diterima, merasa kesepian, dan kesulitan dalam menjalin komunikasi dengan orang lain. Intervensi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi Social Skiil Training (SST) yaitu suatu  proses pembelajaran terencana untuk meningkatkan keterampilan komunikasi individu dengan gangguan mental dalam berinteraksi secara sosial, mampu mengenali masalah dalam hubungan interpersonal. Desain penelitian deskriptif dengan jenis  studi kasus melalui proses keperawatan jiwa dari pengkajian sampai dengan evaluasi. Dilakukan pada 2 pasien dengan diagnosa yang sama isolasi sosial menarik diri di Rumah Sakit Jiwa Prof.DR. Muhammad Ildrem Medan. Hasil penelitian setelah dilakukan penerapan terapi Social Skill Training (SST) dengan SP 1 sampai  SP 5  selama 3 hari mulai dari jam 08.00 Wib sampai 18.00 Wib dengan 6 kali pertemuan didapatkan kedua responden berhasil, Dimana pasien mampu meningkatkan komunikasi dan  berinteraksi dengan baik. Kesimpulan dan saran Social Skill Training (SST) dengan 5 strategi berhasil diterapkan dan menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan komunikasi serta keterlibatan sosial. Saran penelitian diharapkan  dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada kasus keperawatan jiwa dengan isolasi sosial menarik diri dengan menggunakan terapi social skill training (SST).
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA PROF.DR.MUHAMMAD ILDREM MEDAN Rawati, Siti; Gustina, Erita; Af’idah, Huwaina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2022

Abstract

ABSTRACT Mental health is a form of professional service that is an integral part of healthcare services, applying theories of human behavior as its science and the therapeutic use of self as its technique. Auditory hallucinations are one of the most common perceptual disturbances experienced by patients with mental disorders, in which patients hear unreal sounds that cannot be perceived by others. This symptom can trigger risky behaviors such as aggression, social withdrawal, and impaired social functioning. One of the nursing interventions that can be used to reduce the intensity of hallucinations is occupational therapy, particularly through leisure-time activities. This study aims to examine the effectiveness of implementing leisure-time occupational therapy in reducing auditory hallucination symptoms in patients at Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital, Medan. Occupational therapy is a form of supportive psychotherapy involving activities that foster independence in a manual, creative, and educational manner to adapt to the environment and improve the patient's physical and mental health status, as well as their sense of life purpose. The research method used is a case study involving two patients diagnosed with sensory perception disturbances: auditory hallucinations. The nursing care process included assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Leisure-time occupational therapy activities included sweeping and tidying up the bed, conducted over three days in six sessions. The results showed a decrease in hallucination frequency in both patients after they were able to carry out the activities independently and in a scheduled manner. Conclusion and recommendation: Leisure-time occupational therapy is an effective nursing intervention for managing auditory hallucinations. It is expected that this study can serve as a reference for future research on mental health nursing cases involving auditory hallucinations using leisure-time occupational therapy. ABSTRAK Kesehatan jiwa adalah bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, menerapkan teori perilaku manusia sebagai ilmunya dan penggunaan diri sendiri secara terapeutik sebagai kiatnya. halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan persepsi yang sering dialami oleh pasien dengan gangguan jiwa, di mana pasien mendengar suara-suara yang tidak nyata dan tidak dapat didengar oleh orang lain. Gejala ini dapat memicu perilaku berisiko seperti kekerasan, penarikan diri, hingga gangguan fungsi sosial. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk mengurangi intensitas halusinasi adalah terapi okupasi,salah satunya adalah aktivitas waktu luang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi terapi okupasi aktivitas waktu luang dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran pada pasien di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. Terapi okupasi merupakan salah satu bentuk psikoterapi suportif berupa aktivitas yang membangkitkan kemandirian secara manual, kreatif dan edukatif untuk beradaptasi dengan lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan fisik dan mental pasien serta makna hidup tentang terapi okupasi berpengaruh pada perubahan gejala halusinasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Asuhan keperawatan yang dilakukan meliputi pengkajian hingga evaluasi. Kegiatan terapi okupasi aktivitas waktu luang antara lain menyapu, merapikan tempat tidur. proses terapi ini dilakukan selama tiga hari dalam enam kali pertemuan . Hasil penelitian terapi okupasi pada kedua pasien terjadinya penurunan frekuensi halusinasi setelah pasien mampu melakukan kegitan secara mandiri dan terjadwal. Kesimpulan dan saran : terapi okupasi aktivitas waktu luang merupakan intervensi keperawatan yang efektif dalam menangani halusinasi pendengaran. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada kasus keperawatan jiwa dengan halusinasi pendengaran menggunakan terapi okupasi aktivitas waktu luang.
EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEGAWATDARURATAN CEDERA OLAHRAGA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAANSISWA SEKOLAH DASAR DI MEDAN Handerman Vitu; Ika Ariyanti; Ahmad Wildan Afifi; Erita Gustina; Jessika Caroline; Launa Kasri Br Ketaren
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2844

Abstract

Elementary school students are at risk of sports-related injuries during physical education, extracurricular activities, and play, while their knowledge of appropriate first aid remains limited. This community service program aimed to improve students' preparedness in providing basic first aid for sports injuries at SD Negeri 060801 Medan. The program was conducted through health education using lectures, interactive discussions, demonstrations, and simulation of first aid procedures for common sports injuries. Educational media and simple first aid equipment were utilized to facilitate students' understanding and active participation. The evaluation results showed an improvement in students' knowledge and preparedness to recognize sports injuries, perform appropriate initial responses, and seek assistance from teachers or health personnel when necessary. The program also increased students' awareness of the importance of safe behavior during sports activities. This educational intervention is expected to support the development of a safer and more prepared school environment in managing sports-related emergencies.
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM Roida Kharlina Simangunsong; Erita Gustina; Resmi Pangaribuan
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/dwhyyj71

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan individu yang mengalami gangguan dalam berfikir, berperilaku, dan berperasaan yang ditandai dengan gejala/perubahan perilaku yang bermakna, serta menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia. Resiko perilaku kekerasan merupakan perilaku seseorang yang menunjukkan bahwa ia dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain atau lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual dan verbal. Relaksasi otot progresif adalah salah satu cara dari teknik relaksasi mengombinasikan latihan napas dalam dan serangkaian seri kontraksi dan relaksasi otot tertentu untuk mengontrol marah pada pasien resiko perilaku kekerasan, dimana teknik ini merupakan suatu latihan yang memusatkan perhatian pada aktifitas otot, dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaks. Metode penelitian ini menggunakan me tode deskriptif dengan studi kasus, melibatkan 2 pasien dewasa yang mengalami resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem. Hasil penelitian dari kedua responden selama dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari dengan 6 kali pertemuan didapatkan kedua responden mampu melakukan SP 1 sampai SP 5 untuk mengontrol marah. Kesimpulan dengan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien resiko perilaku kekerasan berhasil mengontrol marahnya. Saran penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada keperawatan jiwa, resiko perilaku kekerasan dengan terapi relaksasi otot progresif.
PENGARUH JALAN KAKI TERHADAP KETIDAKSTABILAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Nina Fentiana; Ika Ariyanti; Erita Gustina; Handerman Vitu Gea; Kayla Azuri Faradiba
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v3i1.2464

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic non-communicable disease whose incidence continues to increase globally. This disease occurs due to insufficient insulin production or insulin does not work effectively, making blood glucose levels difficult to control. The purpose of this study was to determine whether physical walking can stabilize blood glucose in type II diabetes mellitus patients at Putri Hijau Class II Hospital, Medan. This study used a quasi-experimental study with a control group. The sampling technique used was a purposive sampling technique so that the number of samples obtained according to the inclusion criteria was 40 participants who were divided into two groups: 20 participants in the intervention group and 20 participants in the control group. Based on the Wilcoxon test, there was a significant effect p <0.000. The results of the study showed that physical activity intervention walking can stabilize blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients. It can be concluded that doing walking regularly can stabilize blood glucose. Suggestions are expected for type II diabetes mellitus patients to apply walking as a non-pharmacological therapy. It is hoped that it can be a complementary therapy for type II diabetes mellitus sufferers who are treated in hospital or at home
IMPLEMENTASI  KEPERAWATAN  KELUARGA PERILAKU  HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) UNTUK PENCEGAHAN DIARE BERULANG PADA ANAK M. Reza Pahlevi; Huwaina Af ‘idah; Erita Gustina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i1.2266

Abstract

Diarrhea in children remains a public health problem that can lead to dehydration, impaired growth and development, and even death. One preventive effort against recurrent diarrhea is the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) within families. This study aims to describe the implementation of family nursing care in applying CHLB to prevent recurrent diarrhea in children. The research method used a case study approach through stages of family nursing care, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Instruments consisted of observation and interviews with families. The results showed an increase in family knowledge and attitudes after being provided with health education on CHLB, including handwashing with soap, consumption of clean water, maintaining food hygiene, and using sanitary latrines. The implementation of CHLB was effective in reducing the risk of recurrent diarrhea in children by promoting healthier family behaviors. The conclusion of this study is that family nursing care through CHLB implementation is effective in enhancing the prevention of recurrent diarrhea in children. It is recommended that CHLB education be developed as a routine program in family health services to reduce the incidence of recurrent diarrhea in children.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN KONSELING SPIRITUAL PASIEN REHABILITASI NAPZA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. M.ILDREM MEDAN Halasan Leonardus Simamora; Erita Gustina; Huwaina Af’idah
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i4.2471

Abstract

The abuse of narcotics, psychotropic substances, and addictive substances (NAPZA) is a serious social and health problem in Indonesia. Many victims of drug abuse experience psychological disorders such as anxiety, depression, and loss of motivation to live. In the context of rehabilitation, spiritual counseling is an effective approach to assist patients in their recovery process, both psychologically and spiritually. This study aims to implement spiritual counseling for drug rehabilitation patients at Prof. Dr. M. Ildrem Mental Hospital, Medan. The method used was a case study with a qualitative approach with two drug rehabilitation patients. The counseling process was conducted through a spiritual approach that included strengthening faith, practicing religious practices, and providing emotional support based on religious values. The study results showed positive changes in patients' behavior, mindset, and coping mechanisms after receiving spiritual counseling intervention. This study concludes that the implementation of spiritual counseling can facilitate the recovery process and improve the overall quality of life of drug rehabilitation patients.
IMPLEMENTASI   TERAPI   AIUEO   DENGAN  GANGGUAN AFASIA MOTORIK PADA  PASIEN  STROKE  DI RUMAH  SAKIT TK II PUTRI  HIJAU MEDAN Tajri Arrizqa Br Barus; Erita Gustina; Huwaina Af’idah
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i8.2903

Abstract

Stroke is a clinical syndrome characterized by focal or global cerebral dysfunction lasting for 24 hours or more, which may lead to disability or death and is caused by spontaneous bleeding or inadequate blood supply to brain tissue. Motor aphasia is a condition involving damage to the entire cortex in the Broca's area. Motor aphasia manifests as verbal impairment accompanied by symptoms such as difficulty speaking, dysarthria, and visible increased effort when attempting to communicate. The AIUEO therapy is a treatment designed to improve speech so that it can be better understood by others by moving the tongue, lips, facial muscles, and pronouncing the sounds "AIUEO". The "AIUEO" therapy represents a standard pattern of phonetic symbols; thus, when pronouncing "AIUEO", the tongue, lips, and facial muscles move and facilitate speech recovery. The design of this study was descriptive with a case study approach involving two clients diagnosed with the same condition. Nursing interventions were provided by the researcher for three days for both cases with daily evaluations. Nursing actions performed over three days in cases 1 and 2 showed similar outcomes. In case 1, involving aphasia, Mrs. A's initial communication ability improved from a score of 9 to 15, while Mrs. D's score improved from 12 to 16. This speech therapy is administered to individuals experiencing communication disorders. Conclusion and suggestion: the implementation of nursing interventions over three days in both cases demonstrated consistent evaluation results. Clients are advised to perform the therapy regularly in order to achieve optimal outcomes.