Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN TERAPI OKUPASI AKTIVITAS WAKTU LUANG PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA PROF.DR.MUHAMMAD ILDREM MEDAN Rawati, Siti; Gustina, Erita; Af’idah, Huwaina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i12.2022

Abstract

ABSTRACT Mental health is a form of professional service that is an integral part of healthcare services, applying theories of human behavior as its science and the therapeutic use of self as its technique. Auditory hallucinations are one of the most common perceptual disturbances experienced by patients with mental disorders, in which patients hear unreal sounds that cannot be perceived by others. This symptom can trigger risky behaviors such as aggression, social withdrawal, and impaired social functioning. One of the nursing interventions that can be used to reduce the intensity of hallucinations is occupational therapy, particularly through leisure-time activities. This study aims to examine the effectiveness of implementing leisure-time occupational therapy in reducing auditory hallucination symptoms in patients at Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital, Medan. Occupational therapy is a form of supportive psychotherapy involving activities that foster independence in a manual, creative, and educational manner to adapt to the environment and improve the patient's physical and mental health status, as well as their sense of life purpose. The research method used is a case study involving two patients diagnosed with sensory perception disturbances: auditory hallucinations. The nursing care process included assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Leisure-time occupational therapy activities included sweeping and tidying up the bed, conducted over three days in six sessions. The results showed a decrease in hallucination frequency in both patients after they were able to carry out the activities independently and in a scheduled manner. Conclusion and recommendation: Leisure-time occupational therapy is an effective nursing intervention for managing auditory hallucinations. It is expected that this study can serve as a reference for future research on mental health nursing cases involving auditory hallucinations using leisure-time occupational therapy. ABSTRAK Kesehatan jiwa adalah bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, menerapkan teori perilaku manusia sebagai ilmunya dan penggunaan diri sendiri secara terapeutik sebagai kiatnya. halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan persepsi yang sering dialami oleh pasien dengan gangguan jiwa, di mana pasien mendengar suara-suara yang tidak nyata dan tidak dapat didengar oleh orang lain. Gejala ini dapat memicu perilaku berisiko seperti kekerasan, penarikan diri, hingga gangguan fungsi sosial. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk mengurangi intensitas halusinasi adalah terapi okupasi,salah satunya adalah aktivitas waktu luang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi terapi okupasi aktivitas waktu luang dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran pada pasien di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. Terapi okupasi merupakan salah satu bentuk psikoterapi suportif berupa aktivitas yang membangkitkan kemandirian secara manual, kreatif dan edukatif untuk beradaptasi dengan lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan fisik dan mental pasien serta makna hidup tentang terapi okupasi berpengaruh pada perubahan gejala halusinasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Asuhan keperawatan yang dilakukan meliputi pengkajian hingga evaluasi. Kegiatan terapi okupasi aktivitas waktu luang antara lain menyapu, merapikan tempat tidur. proses terapi ini dilakukan selama tiga hari dalam enam kali pertemuan . Hasil penelitian terapi okupasi pada kedua pasien terjadinya penurunan frekuensi halusinasi setelah pasien mampu melakukan kegitan secara mandiri dan terjadwal. Kesimpulan dan saran : terapi okupasi aktivitas waktu luang merupakan intervensi keperawatan yang efektif dalam menangani halusinasi pendengaran. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada kasus keperawatan jiwa dengan halusinasi pendengaran menggunakan terapi okupasi aktivitas waktu luang.
IMPLEMENTASI  KEPERAWATAN  KELUARGA PERILAKU  HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) UNTUK PENCEGAHAN DIARE BERULANG PADA ANAK Pahlevi, M. Reza; Af ‘idah, Huwaina; Gustina, Erita
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i1.2266

Abstract

Diarrhea in children remains a public health problem that can lead to dehydration, impaired growth and development, and even death. One preventive effort against recurrent diarrhea is the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) within families. This study aims to describe the implementation of family nursing care in applying CHLB to prevent recurrent diarrhea in children. The research method used a case study approach through stages of family nursing care, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Instruments consisted of observation and interviews with families. The results showed an increase in family knowledge and attitudes after being provided with health education on CHLB, including handwashing with soap, consumption of clean water, maintaining food hygiene, and using sanitary latrines. The implementation of CHLB was effective in reducing the risk of recurrent diarrhea in children by promoting healthier family behaviors. The conclusion of this study is that family nursing care through CHLB implementation is effective in enhancing the prevention of recurrent diarrhea in children. It is recommended that CHLB education be developed as a routine program in family health services to reduce the incidence of recurrent diarrhea in children.
PENGARUH JALAN KAKI TERHADAP KETIDAKSTABILAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Fentiana, Nina; Ariyanti, Ika; Gustina, Erita; Gea, Handerman Vitu; Faradiba, Kayla Azuri
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v3i1.2464

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic non-communicable disease whose incidence continues to increase globally. This disease occurs due to insufficient insulin production or insulin does not work effectively, making blood glucose levels difficult to control. The purpose of this study was to determine whether physical walking can stabilize blood glucose in type II diabetes mellitus patients at Putri Hijau Class II Hospital, Medan. This study used a quasi-experimental study with a control group. The sampling technique used was a purposive sampling technique so that the number of samples obtained according to the inclusion criteria was 40 participants who were divided into two groups: 20 participants in the intervention group and 20 participants in the control group. Based on the Wilcoxon test, there was a significant effect p <0.000. The results of the study showed that physical activity intervention walking can stabilize blood sugar levels in type II diabetes mellitus patients. It can be concluded that doing walking regularly can stabilize blood glucose. Suggestions are expected for type II diabetes mellitus patients to apply walking as a non-pharmacological therapy. It is hoped that it can be a complementary therapy for type II diabetes mellitus sufferers who are treated in hospital or at home
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM Simangunsong, Roida Kharlina; Gustina, Erita; Pangaribuan, Resmi
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2024): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/dwhyyj71

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan individu yang mengalami gangguan dalam berfikir, berperilaku, dan berperasaan yang ditandai dengan gejala/perubahan perilaku yang bermakna, serta menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia. Resiko perilaku kekerasan merupakan perilaku seseorang yang menunjukkan bahwa ia dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain atau lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual dan verbal. Relaksasi otot progresif adalah salah satu cara dari teknik relaksasi mengombinasikan latihan napas dalam dan serangkaian seri kontraksi dan relaksasi otot tertentu untuk mengontrol marah pada pasien resiko perilaku kekerasan, dimana teknik ini merupakan suatu latihan yang memusatkan perhatian pada aktifitas otot, dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaks. Metode penelitian ini menggunakan me tode deskriptif dengan studi kasus, melibatkan 2 pasien dewasa yang mengalami resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem. Hasil penelitian dari kedua responden selama dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari dengan 6 kali pertemuan didapatkan kedua responden mampu melakukan SP 1 sampai SP 5 untuk mengontrol marah. Kesimpulan dengan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien resiko perilaku kekerasan berhasil mengontrol marahnya. Saran penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian lanjutan pada keperawatan jiwa, resiko perilaku kekerasan dengan terapi relaksasi otot progresif.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN KONSELING SPIRITUAL PASIEN REHABILITASI NAPZA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. M.ILDREM MEDAN Simamora, Halasan Leonardus; Gustina, Erita; Af’idah, Huwaina
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i4.2471

Abstract

The abuse of narcotics, psychotropic substances, and addictive substances (NAPZA) is a serious social and health problem in Indonesia. Many victims of drug abuse experience psychological disorders such as anxiety, depression, and loss of motivation to live. In the context of rehabilitation, spiritual counseling is an effective approach to assist patients in their recovery process, both psychologically and spiritually. This study aims to implement spiritual counseling for drug rehabilitation patients at Prof. Dr. M. Ildrem Mental Hospital, Medan. The method used was a case study with a qualitative approach with two drug rehabilitation patients. The counseling process was conducted through a spiritual approach that included strengthening faith, practicing religious practices, and providing emotional support based on religious values. The study results showed positive changes in patients' behavior, mindset, and coping mechanisms after receiving spiritual counseling intervention. This study concludes that the implementation of spiritual counseling can facilitate the recovery process and improve the overall quality of life of drug rehabilitation patients.