Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Pemahaman Konsep Bangun Ruang melalui Jaring-Jaring Kubus dan Balok Nailah Zahiyyah; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Nurmairina; Hizmi Wardani
Jurnal Edukasi dan Pembelajaran STEM Vol. 2 No. 1 (2026): Juni : Jurnal Edukasi dan Pembelajaran STEM
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jep.v2i1.550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman konsep bangun ruang melalui pembuatan jaring-jaring kubus dan balok dalam proses pembelajaran. Pembelajaran bangun ruang pada mahasiswa PGSD membutuhkan cara yang dapat membantu mereka memahami bentuk secara lebih nyata dan mudah dibayangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang bersumber dari kajian literatur serta pengalaman pembelajaran di kelas. Pembuatan jaring-jaring kubus dan balok digunakan sebagai kegiatan belajar yang membantu mahasiswa memahami hubungan antara sisi, rusuk, dan titik sudut dengan lebih runtut. Melalui aktivitas ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep bangun ruang secara teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana bentuk tiga dimensi dapat dibentangkan menjadi dua dimensi. Pembahasan dalam artikel ini menunjukkan bahwa penggunaan jaring-jaring sebagai media pembelajaran dapat membantu memperkuat pemahaman konsep, membuat mahasiswa lebih aktif saat belajar, serta menjadikan proses pembelajaran geometri terasa lebih bermakna. Dengan demikian, pembuatan jaring-jaring kubus dan balok dapat menjadi salah satu alternatif cara mengajar yang efektif untuk memperdalam penguasaan materi bangun ruang pada mahasiswa PGSD.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Refy Ristika; Safrida Napitupulu; Tiflatul Husna; Abdul Mujib; Isnan Nisa Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hambatan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami dan membaca jam, baik yang berbentuk analog maupun digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa tingkat sekolah dasar. Dalam pembelajaran Matematika, materi tentang waktu meliputi satuan-satuan seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Satuan waktu berfungsi untuk mengukur lamanya suatu peristiwa berlangsung. Materi ini mulai diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar, yang mencakup pemahaman jenis-jenis satuan waktu, cara mengonversinya, melakukan perhitungan waktu, serta keterampilan membaca jam analog dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca kedua jenis jam tersebut. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan media pembelajaran di sekolah, kurangnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika, serta rendahnya dukungan dan bimbingan dari orang tua di rumah. Melalui penelitian ini diharapkan proses pembelajaran di kelas dapat diperbaiki dan ditingkatkan, khususnya dalam melatih kemampuan siswa membaca jam analog dan digital.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Aznisya Ajeng Putri; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Abdul Mujib; Dinda Yarshal
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam membaca waktu pada jam analog dan digital, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III atau IV sekolah dasar yang telah mempelajari materi tentang waktu. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung mengalami kesulitan yang lebih besar dalam membaca jam analog dibandingkan jam digital. Pada jam analog, kesulitan yang muncul antara lain ketidakmampuan membedakan fungsi jarum jam, kesulitan dalam menentukan menit, serta belum memahami konsep “lebih” dan “kurang”. Sementara itu, pada jam digital, kesulitan relatif lebih ringan, namun siswa masih mengalami kendala dalam memahami format 24 jam serta mengaitkan waktu dengan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebab kesulitan tersebut meliputi kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bersifat konkret, proses pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan, serta terbatasnya latihan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih konkret, kontekstual, dan bertahap agar siswa dapat memahami konsep waktu secara lebih mendalam.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Dira Salsabila Bilbina; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Sutarini; Abdul Mujib
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan faktor penyebab kesulitan siswa sekolah dasar dalam membaca waktu pada jam analog dan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei diagnostik. Subjek penelitian berjumlah 87 siswa kelas III dan IV dari tiga sekolah dasar negeri di Kota Medan. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik membaca waktu, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (72,3%) mengalami kesulitan dalam membaca posisi jarum menit pada jam analog, dan 78,6% mengalami kesulitan dalam mengkonversi format waktu 24 jam pada jam digital. Faktor utama penyebab kesulitan meliputi: (1) pemahaman konsep waktu yang masih abstrak, (2) minimnya paparan terhadap jam analog di lingkungan sehari-hari, dan (3) metode pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media konkret berbasis manipulatif serta pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan membaca waktu siswa sekolah dasar.
KONSEPTUALISASI UNSUR GEOMETRI DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR DI SEKOLAH DASAR Dilla Silvani; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Tiflatul Husna; Wanoto
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.594

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar menunjukkan adanya kesenjangan dalam penguasaan unsur dasar geometri berupa titik, garis, bidang, dan sudut. Sejumlah penelitian nasional melaporkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk, menganalisis sifat bangun, serta menghubungkan unsur geometri secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konseptualisasi unsur geometri dalam pembelajaran bangun datar di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan pembelajaran geometri di pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa berakar pada lemahnya fondasi konseptual serta pembelajaran yang terlalu berorientasi pada prosedur perhitungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis hasil penelitian nasional yang menegaskan pentingnya penguatan unsur geometri sebagai dasar sebelum pembelajaran bangun datar yang lebih kompleks. Disimpulkan bahwa penguatan konsep titik, garis, bidang, dan sudut secara sistematis dan kontekstual menjadi kunci peningkatan pemahaman bangun datar siswa sekolah dasar.
Peningkatan Literasi Keuangan Islami Bagi Generasi Z Sebagai Upaya Mewujudkan Keluarga Islami Yang Berdaya Dan Berkelanjutan di Klinik Nikah Medan Isnan Nisa Nasution
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.4807

Abstract

Indonesia is a country with the largest Muslim population in the world that has great potential in the development of Islamic finance, because the majority of the population in Indonesia is Muslim. However, the majority of the Muslim population is inversely proportional to the low level of Islamic financial literacy, which is a serious challenge, especially among Generation Z who are approaching marriage age. The lack of understanding and knowledge about Islamic-based family economic management is often a factor causing conflict and even divorce in young marriages. This Community Service (PKM) activity aims to improve Islamic financial literacy for Generation Z as an effort to form an empowered and sustainable family according to Islamic guidance. This activity was carried out at the Medan Marriage Clinic (KLIK) with an educational-participatory approach through seminars, case studies, Islamic financial planning simulations, and pre-tests and post-tests. The results of the activity showed that out of 90 participants involved, the increase in the score regarding participant literacy from an average of 52.6 (pre-test) increased to 83.4 (post-test). In addition, participants demonstrated the ability to prepare an Islamic family financial plan and then responded to the activity with a satisfaction level above 85%. This activity shows that Islamic financial literacy education is very effective in preparing Muslims Generation in building harmonious and economically resilient Islamic families.