Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Seismicity Analysis of Earthquake in Bengkulu Using Gutenberg-Richter and Omori laws Fiska Tobamba; Icha Untari Meidji; Harsano Jayadi
Faraday: Journal of Fundamental Physics, Research, and Applied Science Vol. 2 No. 1 (2026): Faraday: Journal of Fundamental Physics, Research, and Applied Science
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/faraday.v2i1.46

Abstract

Bengkulu Province is one of the regions in Indonesia with high seismic aktivity because it lies within the Sumatra tectonic plate zone and is crossed by the Sumatra Fault system. This tectonic setting makes Bengkulu highly vulnerable to Earthquake. This study analyzes the seismic characteristics of Bengkulu Using the Gutenberg-Richter law and examines the aftershock pattern following the major earthquake of june 4, 2000, based on the Omori-Utsu law. The data were obtained from the USGS earthquake catalog, consisting of earthquake records from 2015-2025 and afthershock data for 30 days after the mainshock. The Gutenberg-Richter Analysis evaluates the relationship between log10N and moment magnitude (Mw) to determine the a and b values. Meanwhile, Omori-Utsu Analysis examines the relationship between log10 n(t) and log10 (t+c) to obtain the parameters p and k. The result show that Bengkulu's seismicity is dominated by small to moderate earthquakes with relatively low b-values, indicating high tectonic stress conditions. The aftershock Analysis produced a p-value of 1.4822 with an R² value of 0.7767, showing rapid aftershock decay consistent with the Omori-Utsu law. These findings confirm Bengkulu has a high seismic Hazard level, emphasizing the need for continuous mitigation and preparedness efforts.
SOSIALISASI BERBASIS DATA FISIKA KELAUTAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN RISIKO PESISIR DI DESA BINTALAHE KABUPATEN BONE BOLANGO Icha Untari Meidji; Dewa Gede Eka Setiawan; Muhammad Yunus; Harsano Jayadi
Jurnal Pengabdian Rekayasa Sistem Vol 4 No 1 (2026): Edisi 7
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir Desa Bintalahe, Kabupaten Bone Bolango, merupakan kawasan yang aktivitas masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh dinamika fisika kelautan, seperti pasang surut, gelombang, arus laut, dan angin. Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap fenomena tersebut berpotensi meningkatkan risiko keselamatan dan kerentanan terhadap bencana pesisir, seperti banjir rob dan abrasi pantai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat pesisir Desa Bintalahe terhadap dinamika fisika kelautan sebagai dasar pengambilan keputusan aktivitas pesisir dan upaya mitigasi risiko. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pengambilan data lapangan parameter fisika kelautan, pengolahan dan visualisasi data secara deskriptif dan kuantitatif sederhana, serta sosialisasi hasil kepada masyarakat. Pengambilan data dilakukan pada November 2024, sedangkan kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama satu hari pada 10 Januari 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi perairan selama pengamatan relatif tenang dengan pola pasang surut bertipe harian tunggal, gelombang dan arus laut yang umumnya rendah, serta kecenderungan sedimentasi yang bervariasi berdasarkan arah. Sosialisasi yang dilakukan dengan pendekatan visual dan diskusi interaktif mampu meningkatkan partisipasi dan pemahaman masyarakat dalam mengenali kondisi laut serta potensi risiko pesisir. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penguatan literasi kelautan masyarakat pesisir dan mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang lebih aman dan berkelanjutan.
ANALISIS BAHAYA GEMPA BUMI BERDASARKAN METODE DETERMINISTIK DENGAN PENDEKATAN PEAK GROUND ACCELERATION DAN SPECTRAL ACCELERATION DI KOTA PALU Harsano Jayadi; Rustan Efendi; Rewia Rewia
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.8924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahaya gempa bumi di Kota Palu menggunakan metode deterministik, yang mencakup pemodelan sebaran nilai Peak Ground Acceleration (PGA) dan kurva respon Spectral Acceleration (SA). Simulasi dilakukan dengan memperhitungkan dua fungsi atenuasi, yaitu Boore-Atkinson (2014) Next Generation Attenuation (NGA) dan Campbell-Bozorgnia (2014) NGA, serta mempertimbangkan parameter nilai VS30 dan mainshock gempa bumi Kota Palu pada 28 September 2018. Data yang diperoleh diolah untuk menghasilkan peta sebaran PGA dan SA. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah dengan nilai PGA tertinggi terletak di Kecamatan Tatanga, Kecamatan Palu Barat, dan bagian timur Kecamatan Ulujadi, dengan nilai PGA antara 0,43-0,44 gal dan 0,54-0,565 gal, yang menunjukkan dampak kerusakan dengan intensitas skala VIII-IX pada Modified Mercalli Intensity (MMI), kategori kerusakan sedang hingga berat. Kurva respon SA dari kedua fungsi atenuasi menunjukkan peningkatan nilai SA pada periode pendek (0,1 detik), mencapai puncak pada periode 0,3 detik, dan menurun setelah periode tersebut. Pada periode puncak, yaitu 0,3 detik, perubahan bentuk, berupa kerusakan bangunan bertingkat dapat terjadi apabila gempa bumi terjadi dengan nilai PGA yang bertepatan pada periode tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemetaan dan mitigasi risiko gempa bumi di Kota Palu
MIKROZONASI SEISMIK KOTA PALU MENGGUNAKAN INDEKS NAKAMURA DAN ESTIMASI PGA BERBASIS MIKROTREMOR Icha Meidji; Nia Ramadanti; Asrafil Asrafil; Harsano Jayadi
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.9105

Abstract

Penelitian ini menyusun peta mikrozonasi kerentanan akibat gempa di Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, menggunakan 83 titik data mikrotremor. Nilai frekuensi dominan (f₀) dan faktor penguatan (A₀) ditentukan dari hasil analisis HVSR, kemudian Indeks Kerentanan Seismik dihitung menggunakan metode Nakamura. Percepatan getaran tanah maksimum (PGA) ditentukan secara empiris melalui persamaan Kanai dengan menghitung parameter magnitudo, kedalaman (hiposenter), dan jarak dari sumber gempa, serta periode predominan tanah (T0 = 1/f0). Pemetaan spasial parameter dilakukan menggunakan interpolasi IDW, dan peta mikrozonasi Kg diklasifikasikan mengacu pada Refrizon, sedangkan peta mikrozonasi PGA mengacu pada klasifikasi BMKG. Hasil menunjukkan Kg berkisar 1,338–57,204 dan PGA berkisar 74,84–414,38 gal. Peta mikrozonasi Kg membagi wilayah menjadi dua zona (sedang dan tinggi), sementara peta mikrozonasi PGA menunjukkan dua tingkat potensi kerusakan (ringan dan sedang), dengan kecenderungan nilai PGA lebih tinggi pada bagian timur yang berasosiasi dengan perbukitan, sedangkan bagian barat yang mengarah ke pesisir didominasi PGA lebih rendah. Peta mikrozonasi ini dapat digunakan sebagai masukan mitigasi dan arahan pembangunan berbasis kondisi tapak di Kecamatan Mantikulore.
Karakteristik Parameter Gutenberg–Richter dan Omori pada Seismisitas Gempa Bumi di Provinsi Sulawesi Tengah Icha Meidji; Muhammad Fawwaz Ilham; Harsano Jayadi
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/t8cq8435

Abstract

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik yang sangat dinamis, terutama akibat keberadaan sistem Sesar Palu-Koro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik seismisitas di wilayah tersebut dengan menerapkan Hukum Gutenberg-Richter dan Hukum Omori. Data yang digunakan bersumber dari katalog gempa bumi periode 2015-2025 serta data spesifik gempa susulan pasca-peristiwa gempa Palu 2018. Analisis statistik menunjukkan nilai produktivitas seismik (a-value) sebesar 7,511 dan tingkat kerapuhan batuan (b-value) sebesar 1,073. Selain itu, pola peluruhan gempa susulan divalidasi menggunakan Hukum Omori, yang menunjukkan penurunan drastis dari 51 kejadian pada hari pertama menjadi 5 kejadian pada hari ketujuh. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemetaan risiko bencana dengan menunjukkan bahwa meskipun aktivitas seismik di Sulawesi Tengah sangat tinggi, pola peluruhan energinya mengikuti tren eksponensial yang stabil. Temuan ini krusial bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi mitigasi bencana berbasis data statistik parameter fisik batuan.
PENDAMPINGAN INTENSIF OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG FISIKA BAGI SISWA SMA NEGERI 3 GORONTALO Lukman Samatowa; Icha Untari Meidji; Harsano Jayadi
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.2986

Abstract

Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika merupakan salah satu program resmi nasional yang menuntut penguasaan konsep, penalaran matematis, dan kemampuan pemecahan masalah yang sistematis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh dosen Fisika Fakultas Mipa Universitas Negeri Gorontalo melalui pendampingan dengan tujuan memperkuat kesiapan siswa peserta OSN Fisika SMA Negeri 3 Gorontalo ke tingkat Provinsi hingga Nasional. Kegiatan dilakukan sejak awal tahun yaitu Januari 2026 hingga ujian tingkat provinsi di Bulan Juli 2026 selama dua kali dalam seminggu menggunakan pendekatan partisipatif dan beriorientasi latihan soal. Kegiatan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan, pemetaan kemampuan awal siswa, penguatan konsep, pembahasan soal nonrutin, latihan mandiri, diskusi, simulasi soal, serta refleksi umpan balik. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi mentor, lembar kerja siswa, latihan formatif, kinerja pada simulasi, dan umpan balik lisan maupun tertulis. Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan siswa dalam mengenali prinsip fisika yang relevan, mengubah persoalan menjadi diagram dan persamaan, menyusun langkah penyelesaian, memeriksa satuan dan kewajaran jawaban, serta mengomunikasikan alasan penyelesaian. Siswa juga tampak lebih aktif dan percaya diri dalam diskusi. Kendala yang masih memerlukan penguatan adalah soal multikonsep, aljabar atau kalkulus tingkat lanjut, dan manajemen waktu. Peserta menilai penjelasan bertahap dan koreksi langsung sebagai bagian paling membantu, serta mengusulkan penambahan simulasi dan bank soal lanjutan. Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah secara berkelanjutan diperlukan untuk membangun ekosistem pembinaan OSN Fisika yang terstruktur.