Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Konseling Traumatik Menangani Trauma Seorang Siswa Dalam Pendidikan Islam Tuti Alawiyah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10274

Abstract

Tulisan ini menjelaskan dalam pandangan Islam, anak adalah amanat dari Allah SWT yang diberikan kepada orang tuanya. Sebagai amanat, anak suda seharusnya mempunyai hak untuk mendapatkan pemeliharaan, bimbingan, dan pendidikan. Dengan memberikan hak-hak dasar kepada anak, diharapkan anak akan berkembang dengan baik sehingga menjadi anak yang berguna bagi orang tua, keluarga, masyarakat, dan bangsa secara keseluruhan. Kebanyakan anak mengalami peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan ketakutan, namun sebagian anak mengalami peristiwa-peristiwa traumatis yang tak lazim, tiba-tiba dan menakutkan. Contoh seperti peristiwa-peristiwa seperti penyiksaan anak, kekerasan masyarakat. Peristiwa-peristiwa itu bisa mengakibatkan cedera serius atau kematian sesunggunya atau ancaman kepada anak-anak sendiri atau seseorang yang mereka kenal. Bimbingan dan Konseling Islam adalah pemberian bantuan terhadap siswa yang sedang mengalami kesulitan lahir dan batin dalam menjalankan tugas-tugas hidupnya dengan menggunakan pendekatan agama yakni dengan membangkitkan kekuatan yang berupa getaran batin di dalam dirinya untuk mengatasi masalah yang dihadapinya.
Strategi BKM Mesjid Ar-Rahman dalam Meningkatkan Partisipasi Remaja pada Kegiatan Keagamaan di Desa Peria-Ria Kecamatan Biru-Biru Rudin, Sapar; Parianto, Parianto; Alawiyah, Tuti
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i1.23625

Abstract

This research aims to analyze the strategies employed by the Ar-Rahman Mosque Prosperity Board (BKM) in enhancing youth participation in religious activities at Peria-Ria Village, Biru-Biru District. The study investigates the methods and approaches used by BKM to engage the youth, considering the unique socio-cultural context of the village. Through qualitative research methods, including interviews and observations, this study explores the effectiveness of various BKM initiatives, such as educational programs, community service, and recreational activities, in fostering a stronger connection between the youth and the mosque. The findings highlight the importance of tailored strategies that resonate with the youth's interests and needs, and underscore the role of BKM in creating a supportive and inclusive environment. This research contributes to understanding the dynamics of youth engagement in religious activities within rural communities, offering insights for mosque management and community development.
Strategi BKM Mesjid Ar-Rahman dalam Meningkatkan Partisipasi Remaja pada Kegiatan Keagamaan di Desa Peria-Ria Kecamatan Biru-Biru Rudin, Sapar; Parianto, Parianto; Alawiyah, Tuti
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i1.23625

Abstract

This research aims to analyze the strategies employed by the Ar-Rahman Mosque Prosperity Board (BKM) in enhancing youth participation in religious activities at Peria-Ria Village, Biru-Biru District. The study investigates the methods and approaches used by BKM to engage the youth, considering the unique socio-cultural context of the village. Through qualitative research methods, including interviews and observations, this study explores the effectiveness of various BKM initiatives, such as educational programs, community service, and recreational activities, in fostering a stronger connection between the youth and the mosque. The findings highlight the importance of tailored strategies that resonate with the youth's interests and needs, and underscore the role of BKM in creating a supportive and inclusive environment. This research contributes to understanding the dynamics of youth engagement in religious activities within rural communities, offering insights for mosque management and community development.
The Role of Ahad Sholih Activities in Developing Children’s Noble Character Nada Fadhilah; Tuti Alawiyah; Rahmat Rifai Lubis
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.13570

Abstract

This study explores the role of the Ahad Sholih program at Masjid Istiqamah in Candirejo as a nonformal Islamic education initiative aimed at shaping children’s Noble Character. Conducted routinely every Sunday since 2020, the program engages children aged 4–12 years in structured activities including prayer, recitation of Asmaul Husna, memorization of daily supplications, short hadiths, and lessons on manners. Findings indicate that the program significantly contributes to moral development across three dimensions: fostering devotion to Allah through consistent worship practices, cultivating self-discipline, honesty, and confidence, and nurturing respect and responsibility toward others through social interaction and family engagement. The mosque environment provides a supportive religious atmosphere, while habituation methods and exemplary role modeling by instructors reinforce value internalization. Supporting factors include enthusiastic participation, effective teaching strategies, strong backing from mosque administrators, and parental involvement. However, challenges such as limited parental engagement, children’s short attention spans, resource constraints among mosque staff, and external factors like weather conditions were identified. Overall, Ahad Sholih demonstrates the effectiveness of mosque-based non formal education in instilling Islamic values and offers a replaceable model for other communities. Strengthening collaboration between families, mosque leaders, and educators is essential to maximize its impact on children’s moral and spiritual growth.
PENGARUH PENGGUNAAN PAPER BASED VISUAL MEDIA TERHADAP PENGUASAAN MUFRODAT BAHASA ARAB PESERTA DIDIK KELAS VII SMP SWASTA IT AL-MUNADI MEDAN Siti Aisyah; Tuti Alawiyah; Parlaungan Lubis
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.160-168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan paper-based visual media (media visual berbasis kertas) terhadap penguasaan mufradat (kosa kata) bahasa Arab peserta didik kelas VII SMP Swasta IT Al Munadi Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas peserta didik kelas VII yang dipilih menggunakan teknik sampling sesuai dengan karakteristik penelitian. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan mufradat yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, serta uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan paper-based visual media memberikan pengaruh positif terhadap penguasaan mufradat bahasa Arab peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai rata-rata posttest dibandingkan pretest yang diperkuat oleh hasil uji statistik yang menunjukkan perbedaan signifikan setelah perlakuan diberikan. Media visual berbasis kertas mampu membantu peserta didik memahami, mengingat, dan menguasai kosakata bahasa Arab melalui penyajian materi yang konkret, menarik, dan mudah dipahami. Dengan demikian, paper-based visual media dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan penguasaan mufradat bahasa Arab di tingkat sekolah menengah pertama
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADSA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP YAYASAN ISLAM AL-IHSAN DELI SERDANG Toto Iswanto; Tuti Alawiyah; Zainidah Siagian
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.114-122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Yayasan Islam Al-Ihsan Desa Saentis, Kabupaten Deli Serdang. Fokus penelitian meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi pembelajaran kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa SMP Yayasan Islam Al-Ihsan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran kontekstual dilakukan melalui penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan materi Pendidikan Agama Islam dengan kondisi sosial dan pengalaman nyata peserta didik, sehingga tujuan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik; (2) pelaksanaan pembelajaran kontekstual telah menerapkan komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu konstruktivisme, inquiry, questioning, learning community, modeling, reflection, dan authentic assessment, sehingga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran; dan (3) faktor pendukung implementasi pembelajaran kontekstual meliputi kompetensi dan kreativitas guru, dukungan kepala sekolah, lingkungan sekolah yang religius, serta hubungan harmonis antara guru dan siswa. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan dasar keagamaan siswa, keterbatasan sarana pendukung, dan masih adanya sebagian siswa yang kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Yayasan Islam Al-Ihsan telah berjalan dengan baik dan mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAK ISLAMI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH BULLYING DI SMP HARAPAN SAKTI HAMPARAN PERAK DELI SERDANG Layla Santiya; Tuti Alawiyah; Ramlan Padang
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.178-185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak Islami sebagai upaya mencegah perilaku bullying pada peserta didik. Fenomena bullying yang masih ditemukan di lingkungan sekolah menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, serta peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membina akhlak Islami melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, penguatan budaya religius sekolah, dan pendampingan peserta didik. Strategi tersebut terbukti mampu menumbuhkan sikap empati, tanggung jawab, saling menghormati, serta mengurangi kecenderungan perilaku bullying. Keberhasilan pembinaan dipengaruhi oleh sinergi antara guru, sekolah, dan keluarga, sedangkan pengaruh lingkungan sosial serta media digital masih menjadi tantangan dalam proses pembentukan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan akhlak Islami merupakan strategi preventif yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, religius, dan berkarakter
INTERNALISASI NILAI IKRAR SISWA DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP IT AL HAFIDZI Ufairah Batubara; Tuti Alawiyah; Rustam Ependi
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.93-104

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter dalam pendidikan sebagai upaya membentuk peserta didik yang memiliki motivasi belajar, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Salah satu bentuk pendidikan karakter yang diterapkan di SMP IT Al Hafidzi adalah kegiatan ikrar siswa yang dilaksanakan secara rutin sebelum pembelajaran dimulai. Namun demikian, implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam ikrar siswa belum tentu sepenuhnya dihayati dan diamalkan oleh seluruh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan nilai ikrar siswa, mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya, serta menganalisis kontribusinya terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP IT Al Hafidzi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ikrar siswa di SMP IT Al Hafidzi dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai melalui kegiatan baris di lapangan sekolah. Pelaksanaan ikrar menjadi bagian dari pembiasaan yang bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat belajar. Hambatan yang ditemukan meliputi kurangnya konsentrasi sebagian siswa, belum terbentuknya kebiasaan disiplin secara konsisten, perbedaan tingkat kesadaran siswa, serta pengaruh lingkungan pertemanan. Adapun kontribusi ikrar siswa terlihat pada tumbuhnya kesiapan belajar, meningkatnya kesadaran akan tanggung jawab sebagai pelajar, serta munculnya semangat belajar sebelum mengikuti proses pembelajaran. Meskipun demikian, tingkat penghayatan dan pengamalan nilai ikrar berbeda pada setiap siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi nilai ikrar siswa memiliki peran positif dalam mendukung pembentukan karakter dan menumbuhkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan internalisasi nilai ikrar melalui pembinaan, keteladanan, dan evaluasi yang berkelanjutan agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terimplementasi secara lebih optimal dalam kehidupan sehari-hari siswa
The Role of Ahad Sholih Activities in Developing Children’s Noble Character Nada Fadhilah; Tuti Alawiyah; Rahmat Rifai Lubis
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.13570

Abstract

This study explores the role of the Ahad Sholih program at Masjid Istiqamah in Candirejo as a nonformal Islamic education initiative aimed at shaping children’s Noble Character. Conducted routinely every Sunday since 2020, the program engages children aged 4–12 years in structured activities including prayer, recitation of Asmaul Husna, memorization of daily supplications, short hadiths, and lessons on manners. Findings indicate that the program significantly contributes to moral development across three dimensions: fostering devotion to Allah through consistent worship practices, cultivating self-discipline, honesty, and confidence, and nurturing respect and responsibility toward others through social interaction and family engagement. The mosque environment provides a supportive religious atmosphere, while habituation methods and exemplary role modeling by instructors reinforce value internalization. Supporting factors include enthusiastic participation, effective teaching strategies, strong backing from mosque administrators, and parental involvement. However, challenges such as limited parental engagement, children’s short attention spans, resource constraints among mosque staff, and external factors like weather conditions were identified. Overall, Ahad Sholih demonstrates the effectiveness of mosque-based non formal education in instilling Islamic values and offers a replaceable model for other communities. Strengthening collaboration between families, mosque leaders, and educators is essential to maximize its impact on children’s moral and spiritual growth.
The Values of Aqidah and Akhlak in the Book Mukhtasar ‘Abdillah Al-Harari Al-Kafil Bi ‘Ilm Ad-Din Ad-Daruri by Sheikh ‘Abdillah Al-Harari Isma Gunawan; Tuti Alawiyah; Habibullah Habibullah
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.13854

Abstract

This study aims to analyze the values of religious belief and moral education contained in the book Mukhtasar ‘Abdillah Al-Harariy Al-Kafil bi ‘Ilm Ad-Din Adh-Dharuriy by Sheikh Abdullah Al-Harariy, as well as their relevance to contemporary Islamic education. The study employs a qualitative approach using the library research method. Primary data sources come from the book Mukhtasar ‘Abdillah Al-Harariy Al-Kafil bi ‘Ilm Ad-Din Adh-Dharuriy, while secondary data are obtained from books, scientific journals, theses, and various literature relevant to the research theme. Data analysis was conducted using content analysis to identify and interpret the educational values contained in the book. The research findings indicate that this book contains fundamental doctrinal values, including an understanding of the two testimonies of faith (shahadah), the pillars of faith (rukun al-iman), the attributes of Allah, and the principles of tawhid in accordance with the teachings of Ahlus Sunnah wal Jama‘ah. Furthermore, the book emphasizes the importance of cultivating noble character (akhlakul karimah) in one’s relationship with Allah, fellow human beings, and the environment. The values contained within it are highly relevant to the current needs of Islamic education, particularly in strengthening faith, shaping religious character, and shielding the younger generation from various moral and ideological challenges in the modern era. Therefore, this book is worthy of being used as a reference in the education of faith and moral character.