Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Reframing EFL Pedagogy via Student Voices: A Reflexive Thematic Study of Non-Cognitive Dimension Eppendi, Jhoni
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 10 No. 2 (2025): October
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v10i2.2213

Abstract

Background: Learner autonomy and engagement are central to English as a Foreign Language (EFL) instruction. However, relational, emotional, and pedagogical factors shaping students’ experiences remain underexplored in Southeast Asian higher education. This study investigates how second-year undergraduate EFL learners experience and interpret emotionally responsive, participatory, and relationally grounded teaching practices, and how these practices shape learners’ engagement, psychological safety, and agency in English learning. Methodology: A qualitative approach was employed with 95 law undergraduate students in a compulsory English course at Universitas Borneo Tarakan. Data were collected through reflective journals, interviews, and classroom observations. Reflexive thematic analysis explored how learners experienced and interpreted emotionally responsive, participatory, and relationally grounded teaching practices. Findings: Six interrelated pedagogical dimensions emerged: Voice, Simplicity, Experience, Upliftment, Objectivity, and Accessibility. Across all dimensions, the lecturer’s consistent reinforcement of expectations, encouragement, and responsiveness was pivotal, fostering trust, predictability, and psychological safety. This consistency empowered students to engage confidently, take ownership of their learning, and experience a fair and inclusive classroom. Novel concepts such as pedagogical upliftment, instructional simplicity, and relational accessibility capture the affective and relational qualities of teaching most valued by learners. Conclusion: Non-cognitive dimensions, enacted through consistent pedagogical practice, are foundational to effective EFL instruction. Pedagogical consistency reinforces emotional presence, learner agency, and relational trust, creating classrooms where students feel safe, supported, and actively engaged. Originality: The study offers a student-informed, empirically grounded framework of non-cognitive EFL pedagogy, bridging theory and practice. By articulating six instructional dimensions and highlighting the role of pedagogical consistency, it addresses a critical gap in Southeast Asian higher education, providing actionable insights for inclusive, humanizing, and context-responsive teaching.
Analisis Proses Perumusan CP: Merdeka Mengajar? Analysis of the CP Formulation Process: Independent Teaching? Eppendi, Jhoni; Ilham, Muhammad; Vega, Nofvia De
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Agustus 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i02.4455

Abstract

The transformation of education in Indonesia has become a central issue that continues to be discussed in the realm of national education. The government is trying to present a curriculum that is adaptive and relevant to the needs of the times, one of which is by creating the Merdeka Curriculum. Although the Merdeka Curriculum gives teachers greater authority, there is a lack of comprehensive research on how the conversion from CP to ATP impacts the concept of Merdeka Mengajar. This study aims to analyze the process of formulating CP to ATP with the aim of exploring the meaning of "Merdeka Mengajar" in more depth. Using content analysis, this study examines the Merdeka Curriculum documents, especially the process of converting CP to (ATP) in a case study. The Merdeka Curriculum provides space for educators to be creative in learning, but there needs to be a better mechanism to ensure alignment in achieving learning objectives. The flexibility of the Merdeka Curriculum has the potential to increase the relevance of learning, but also poses challenges in maintaining the quality and uniformity of student learning outcomes. The Merdeka Mengajar concept carried by the Merdeka Curriculum is to provide greater autonomy to teachers to plan and implement learning according to the conditions of students in achieving the CP of the curriculum.
PENDAMPINGAN KELAS BAHASA INGGRIS UNTUK PARA SANTRI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ QUR’AN MIFTAHUL ULUM TARAKAN KALIMANTAN UTARA Eppendi, Jhoni; Ramli, Ramli; Kusmaryani, Woro
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.633-641

Abstract

Keterampilan komunikasi merupakan suatu kebutuhan untuk menunjang karir dan kolaborasi. Motivasi yang rendah berdampak pada kurangnya minat siswa dalam belajar bahasa Inggris. Kondisi ini memberi peluang Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berdampak terhadap lingkungan sekitar khususnya di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan motivasi belajar. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an Miftahul Ulum Tarakan dengan menggunakan metode Collaborative Learning. Program ini dapat mempengaruhi antusiasme siswa pada kelas EFL (English as a Foreign Language). Secara kolaboratif, siswa mengenali kosakata baru, pengucapan yang lebih akurat, dan tata bahasa yang lebih terstruktur. Siswa juga terlihat percaya diri dalam menjawab pertanyaan dan merespon materi yang diberikan. Sebagai kesimpulan, diperlukan kolaborasi yang kuat antara jurusan Bahasa Inggris dan sekolah untuk berbagi praktik terbaik dalam mata pelajaran Bahasa Inggris dan merekomendasikan agar guru dan sekolah mengenali karakteristik dan kompetensi siswa dalam Bahasa Inggris dan memadukan kembali strategi belajar mengajar yang bervariasi dan menarik sehingga siswa dapat belajar dengan baik. mengembangkan motivasi dan berpartisipasi secara optimal dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, meningkatkan prestasi belajar, mempersiapkan siswa untuk menggunakan keterampilan berbahasa dalam kehidupan nyata.
STAD DAN GAMIFIKASI: MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS ANAK DI WILAYAH PESISIR PANTAI AMAL TARAKAN Ramli, Ramli; Kusmaryani, Woro; Eppendi, Jhoni; Zona Tanjung, Firima; Fitriawati, Fitriawati; Winarno, Winarno; Arifin, Arifin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1826-1838

Abstract

Tim dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Utara, berinisiatif melakukan kegiatan pengabdian di wilayah pesisir kota Tarakan, dengan target para pelajar dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kegiatan pengabdian difokuskan pada pengajaran bahasa Inggris menggunakan metode STAD dan gamifikasi sebagai strategi pendukungnya. Materi yang diberikan ditekankan pada penguasaan kosakata bahasa Inggris dan keterampilan berbicara. Metode kegiatan ini adalah pembelajaran kooperatif, strategi gamifikasi, dan pendekatan evaluatif. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme peserta yang tinggi, terutama dalam aspek penguasaan kosakata aktivitas harian, hewan, buah, sayuran, dan presentasi sederhana. Selain itu, kegiatan ini turut berimplikasi pada motivasi para peserta untuk mempelajari bahasa Inggris.
WORKSHOP PENDAMPINGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) DAN PUBLIKASI JURNAL NASIONAL TERINDEKS SINTA BAGI GURU-GURU SMAN 1 TANJUNG PALAS Kusmaryani, Woro; Zona Tanjung, Firima; Ramli, Ramli; Helmi Setyawan, Farid; Eppendi, Jhoni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3317-3329

Abstract

Sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, guru dituntut untuk terus meningkatkan profesionalismenya dalam pedagogi, praktik pembelajaran, dan riset. Adapun peningkatan keterampilan meneliti dan publikasi bagi guru masih menjadi tantangan, terbukti dengan masih sedikit guru yang belum melakukan penelitian seperti penelitian tindakan kelas serta keluhan guru yang merasa kesulitan menyusun penelitian tindakan kelas serta artikel publikasi.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pendampingan dalam penyusunan dan pelaksanaan penelitian dan publikasi ilmiah sehingga berimplikasi pada keterampilan meneliti, peningkatan pedagogi, dan mutu penyelenggaraan aktivitas pembelajaran. Dengan signifikansi keterampilan bagi profesionalisme guru, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berformat workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK), pendampingan, dan penerbitan artikel pada jurnal ilmiah nasional. Para guru diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan workshop mentoring ini untuk memahami konsep dan prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK), publikasi di jurnal nasional, dan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) serta publikasi di jurnal terindeks Sinta
Pelatihan Peningkatan Literasi Numerasi Berbasis Augmented Reality di PKBM Melati Juata Laut Kota Tarakan De Vega, Nofvia; Gultom, Uli Agustina; Eppendi, Jhoni; Fitriawati, Fitriawati; Winarno, Winarno; Ridwan, Ridwan; Ulfaika, Romlah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/znj04a76

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi melalui penerapan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati Juata Laut Kota Tarakan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan workshop yang dipadukan dengan community-based learning dan melibatkan 23 peserta yang terdiri atas guru dan siswa PKBM. Media yang digunakan merupakan produk pembelajaran AR yang telah memiliki perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan identifikasi kebutuhan mitra, pengembangan dan validasi media, sosialisasi, workshop dan praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi numerasi peserta, yang tercermin dari kenaikan rata-rata skor pemahaman dari 58,4 menjadi 76,9. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi belajar dari skor rata-rata 2,47 menjadi 3,57 serta peningkatan partisipasi aktif peserta dari 39,1% menjadi 82,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan media Augmented Reality mampu menciptakan pembelajaran yang lebih visual, kontekstual, dan partisipatif. Kegiatan ini memberikan kontribusi berupa model pengabdian masyarakat berbasis teknologi AR ber-HKI yang relevan dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada pendidikan nonformal.