Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN MOTIVASI MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI PELUANG KERJA KE LUAR NEGERI: Overview of The Motivation of Nursing Students in Facing Work Opportunities Abroad Ni Putu Widianingsih; Ni Made Nopita Wati; Niken Ayu Merna Eka Sari
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 7 No. 1 (2021): JIKep | Maret 2021
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.72 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v7i1.612

Abstract

Pendahuluan : Perawat mempunyai posisi penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Tenaga perawat dibutuhkan diseluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik di dalam maupun di luar negeri. Bekerja di luar negeri juga merupakan salah satu peluang bagi perawat Indonesia. Individu dengan motivasi kuat dapat terlihat dari kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja, maupun dalam keseharianya. Tujuan :  untuk mengetahui gambaran motivasi mahasiswa keperawatan dalam menghadapi peluang kerja ke luar negeri. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik yang digunakan Total Sampling dengan sampel 156 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan telah di uji validitas serta reliabilitas sebelum digunakan. Hasil uji validitas memperlihatkan bahwa 30 item pernyataan didapatkan keseluruhan soal memiliki nilai r-hitung (0,397-0,910) dan hasil uji reliabilitas dengan hasil reliabilitas yaitu 0.966. Hasil : penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki faktor motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang tinggi. Faktor motivasi intrinsik sebanyak 59,0% dan faktor minat ekstrinsik sebanyak 61,5%. Kesimpulan : mahasiswa keperawatan, sebagian besar memiliki motivasi tinggi dalam menghadapi peluang kerja ke luar negeri. Hasil penelitian merupakan gambaran saja sehingga diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan motivasi dengan variabel yang ingin ditambahkan dan mengkaji lebih dalam mengenai motivasi mahasiswa untuk melanjutkan bekerja ke luar negeri
OVERVIEW OF STUDENT STRESS IN FOLLOWING DISTANCE LEARNING SYSTEM Ni Putu Diah Kusumasari; Ni Made Nopita Wati; Ni Luh Putu Devhy
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.2.18-24

Abstract

Students who in the future are expected to be able to become professional nurses with good abilities since college. Students are also expected to have good and logical thinking. The excessive stress that an individual has will largely determine the quality of the behavior he displays, both in study, work and in other lives. Stress consists of 2 sources, namely internal stress sources and external stress sources. Research objectives This study aims to describe the stress of students in following the distance learning system. Methods: This study uses a descriptive method. The technique used is total sampling with a sample of 150 respondents. Collecting data using a distance learning stress questionnaire with a Likert scale. Results: The results showed that most of the students had a very heavy internal stress source as much as 67.5% and a very heavy external stress source as much as 89.4%. Nursing students for the most part have great stress in following the distance learning system. The results of this study are expected to be input for finding solutions in overcoming sources of stress faced by nursing students in undergoing distance learning
Pengaruh Terapi Yoga (Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana) terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja Putri yang Mengalami Dismenore Primer Tri Rahayuning Lestari; Ni Made Nopita Wati; I Gede Juanamasta; Ni Luh Putu Thrisnadewi; Ni Komang Ayu Sintya
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 2 (2019): JHSP Vol 3 No 2 - 2019
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.588 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i2.221

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang sering mengganggu aktivitas pada remaja putri, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasinya. Yoga merupakan salah satu cara non farmakologi untuk mengatasi nyeri dismenorhea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Yoga (Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana) terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja Putri yang mengalami Dismenore Primer di SMPN 3 Mengwi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Pengambilan sampel dengan teknik porpusive sampling sebanyak 28 orang siswi (14 kelompok kontrol, 14 kelompok perlakuan). Instrumen pengumpulan data menggunakan Verbal Descriptor Scale. Hasil uji Shapiro-Wilk diperoleh p=0,061>0,05 yang bermakna data berdistribusi normal. Hasil uji Paired T-Test pada kelompok perlakuan menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan yoga dengan nilai p=<0,001 maka p<0,05, hasil pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dengan nilai p=0,583>0,05. Hasil uji Independent T-Test menunjukan terdapat Pengaruh Terapi Yoga (Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana) terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja Putri yang Mengalami Dismenore Primer dengan nilai p=0,001<0,05. Berdasarkan penelitian ini, terapi yoga (Paschimottanasana dan Adho Mukha Padmasana) dapat digunakan sebagai manajemen non farmakologi untuk mengurangi nyeri dismenore pada remaja putri.
Implementation of Caring Leadership Model Had an Effect on Nurse’s Burnout Ni Made Nopita Wati; Hasib Ardani; Luky Dwiantoro
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 5, No 3 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.239 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2017.5(3).165-173

Abstract

The high demand for role and function as a nurse can potentially lead to burnout.The impact of burnout causes patients to have secondary infections that are not caused by the disease, decrease patient satisfaction and quality of care and mortality. Efforts that can be done to reduce the nurse's burnout is through the application of an effective leadership style. Caring leadership as a leadership style can facilitate the needs of nurses so that it will improve performance. This study aims to determine the effect of caring leadership of the head of space on the burnout of nurses. The method used is quasi experiment pre and post design with control group. A total of 46 nurses were taken as samples through purposive sampling fron 426 nurses. Data analysis using pairred t-test. The results showed that there was difference of average burnout value before and after applied caring leadership with p-value=0.000, which means there is influence of head room caring leadership against nurse's burnout. Implementation of caring leadership should be done consistently for all nursing activities in the hospital, given the caring leadership can reduce the burnout of nurses that will ultimately have an impact on the quality of nursing services.
COVID-19: A BALINESE VIEWPOINT I Gede Juanamasta; Ni Made Nopita Wati; Anak Agung Gde Oka Widana
Belitung Nursing Journal Vol. 6 No. 4 (2020): July - August
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.809 KB) | DOI: 10.33546/bnj.1133

Abstract

N/A
Literatur Review : Penerapan Perilaku Caring Perawat Terhadap Loyalitas Pasien Dirumah Sakit Ni Luh Putu Ari Widyantari; Ni Made Nopita Wati; Ketut Lisnawati; Ni Luh Putu Thrisna Dewi
JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.066 KB) | DOI: 10.12345/jikp.v10i1.178

Abstract

Loyalitas pasien sebagai pengguna jasa rumah sakit dapat dikatakan sebagai kesetiaan pasien dalam menggunakan pelayanan pada suatu rumah sakit melalui implementasi perilaku caring perawat terhadap pasienya. Literature review ini bertujuan untuk mengetahui penerapan perilaku caring perawat terhadap loyalitas pasien di rumahsakit. Metode yang digunakan yaitu penelusuran melalui database elektronik menggunanakan Proquest, Science Direct, PubMed, google scholar dan SINTA, kriteria inklusi dalam proses literature review adalah jurnal nasional dan internasional yang membahas mengenai perilaku caring atau loyalitas pasien, tahun terbit artikel lima tahun terakhir (2015-2020). Hasil review menunjukkan bahwa perilaku caring perawat memiliki hubungan yang signifikan terhadap loyalitas pasien dalam menggunakan pelayanan kesehatan kembali, termasuk rumah sakit.
Hubungan Pelaksanaan Supervisi Keperawatan Terhadap Kepatuhan Perawat Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri Di Ruang Isolasi Covid-19 I Gst Agung Sri Yuni Antari; Ni Made Nopita Wati; I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i1.1010

Abstract

Penggunaan alat pelindung diri merupakan usaha perawat dalam menciptakan lingkungan yang terhindar dari infeksi dan sebagai upaya perlindungan diri serta pasien terhadap penularan penyakit. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruangan dan bersama staf perawatan dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri di Ruang Isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruang isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar, dengan menggunakan teknik total sampling, yang berjumlah 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan supervisi keperawatan sebagian besar dengan kategori baik (54,8%). Kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri sebagian besar dengan kategori patuh (83,3%). Hasil analisis didapatkan nilai (p=0,002, r=0,467), yang berarti bahwa ada hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri, dengan kekuatan sedang dan arah korelasi positif. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan terhadap kepatuhan perawat pelaksana menggunakan alat pelindung diri, dengan adanya supervisi dari kepala ruangan sangat berperan dalam hal meningkatkan kepatuhan perawat patuh menggunakan APD. Pengawasan dan pengarahkan yang dilakukan dapat memberikan motivasi dari perawat pelaksana agar patuh dalam menggunakan APD.
PENINGKATAN KUALITAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI PENYEGARAN KADER UKS DI SMP SATYA SAI Ni Made Nopita Wati; Ni Kadek Yuni Lestari; Desak Made Ari Dwi Jayanti; Tri Rahyuning Lestari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 2 No. 1 (2020): Juni : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.807 KB) | DOI: 10.47859/wuj.v2i1.132

Abstract

Background: Improving the quality of life of Indonesian people can be done through educational efforts both at school and outside of school. The School Health Business (UKS) is a basic health business aimed at schools and is the duty of the public health center to achieve health and improve learning achievement of school children). One of the functions of the UKS is as a forum for providing early health education especially for school children. Method: Before the implementation of the activity, the number of students involved amounted to 40 people, while the selection of students based on grade 8 and grade 9 would be selected again after getting extension activities and transforming as a UKS cadre. Activity Methods Used (1) Lecture and Demonstration Methods to discuss General Knowledge about School Health Enterprises (UKS), the role and participation of students in UKS activities, Efforts to Encourage, (2) Learning Methods Used to Transfer Assistance or Skills from the Value System Owned resource person to students. As a guest speaker providing health examination exercises for special UKS cadre students consisting of general physical examination and vital signs (blood pressure, temperature, pulse and breathing). Results: The results of the data collection obtained for SMP did not have its own UKS room ,but it was still combined with the primary school room which was still in the same building. Schools do not have UKS cadres and have never done UKS program activities. The level of student knowledge related to UKS is also very low. Conclusion: the level of student knowledge after counseling was found as many as 36 (86%) people have good knowledge and 6 people (14%) have enough knowledge. This shows that the provision of counseling and training can increase student knowledge. Suggestions, for SatyaSai Junior High School and Denut 3 Public Health Center to make a policy about the importance of UKS and to continue the program to have UKS space and to form a UKS structure so that good student behavior is formed to increase PHBS in schools and to follow up 
PENINGKATAN KESEHATAN JIWA MELALUI PERAN KADER KESEHATAN JIWA Desak Made Ari Dwi Jayanti; Ni Made Nopita Wati; Tri Rahyuning Lestari; Kadek Yuni Lestari; I Gede Juanamasta
Jurnal Difusi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.747 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v2i1.1817

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan mental dengan meningkatkan peran kader mental untuk memahami Orang dengan Gangguan Mental (ODGJ) dan Orang dengan Masalah Mental (ODMK). Metode yang digunakan (1) ceramah tentang kesehatan mental dan masalah psikososial dan (2) permainan peran tentang cara mempelajari orang-orang dengan penyakit mental dan orang-orang dengan masalah kejiwaan diikuti sesi diskusi tanya jawab. Metode belajar digunakan untuk mentransfer pengetahuan atau keterampilan dan sistem nilai dari pembicara ke kader jiwa. Masalah didominasi kurangnya pengetahuan terkait ODGJ dan ODMK. Bantuan pemecahan masalah yang diberikan adalah memberi pengetahuan, kemampuan, kepada kader jiwa tentang isu-isu ODMK dan ODGJ dan bagaimana melakukan penilaian atau pemindaian Kata kunci: KaderJiwa, ODGJ, ODMK, Scanning.
Hubungan Burnout Dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana Ni Putu Raka Wirati; Ni Made Nopita Wati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.513 KB) | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.468

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang senantiasa berada 24 jam bersama pasien. Hal ini  dapat menguras stamina dan emosi, serta menimbulkan tekanan yang mengakibatkan perawat mengalami kejenuhan kerja atau burnout. Burnout berdampak pada kehilangan minat terhadap pekerjaan dan motivasi menurun yang pada akhirnya menyebabkan kualitas kerja dan kualitas hidup menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout perawat dengan motivasi kerja perawat pelaksana di RSUD Wangaya Denpasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan sampel perawat pelaksana yang berjumlah sebanyak 165 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja kuat sebanyak 95 orang (57,6%), sebagian besar perawat mengalami burnout sedang sebanyak 85 orang (51,5%) dan ada hubungan burnout dengan motivasi kerja perawat pelaksana (p=0,000). Nilai kekuatan korelasi 0,406 (kekuatan sedang) dan arah korelasi negatif yang artinya apabila tingkat burnout rendah maka motivasi kerja kuat. Disarankan kepada pihak Rumah Sakit memperhatikan tingkat burnout yang dirasakan oleh perawat untuk mencegah terjadinya penurunan motivasi kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.