Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KESEHATAN JIWA MELALUI PERAN KADER KESEHATAN JIWA Desak Made Ari Dwi Jayanti; Ni Made Nopita Wati; Tri Rahyuning Lestari; Kadek Yuni Lestari; I Gede Juanamasta
Jurnal Difusi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.747 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v2i1.1817

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan mental dengan meningkatkan peran kader mental untuk memahami Orang dengan Gangguan Mental (ODGJ) dan Orang dengan Masalah Mental (ODMK). Metode yang digunakan (1) ceramah tentang kesehatan mental dan masalah psikososial dan (2) permainan peran tentang cara mempelajari orang-orang dengan penyakit mental dan orang-orang dengan masalah kejiwaan diikuti sesi diskusi tanya jawab. Metode belajar digunakan untuk mentransfer pengetahuan atau keterampilan dan sistem nilai dari pembicara ke kader jiwa. Masalah didominasi kurangnya pengetahuan terkait ODGJ dan ODMK. Bantuan pemecahan masalah yang diberikan adalah memberi pengetahuan, kemampuan, kepada kader jiwa tentang isu-isu ODMK dan ODGJ dan bagaimana melakukan penilaian atau pemindaian Kata kunci: KaderJiwa, ODGJ, ODMK, Scanning.
Hubungan Burnout Dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana Ni Putu Raka Wirati; Ni Made Nopita Wati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.513 KB) | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.468

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang senantiasa berada 24 jam bersama pasien. Hal ini  dapat menguras stamina dan emosi, serta menimbulkan tekanan yang mengakibatkan perawat mengalami kejenuhan kerja atau burnout. Burnout berdampak pada kehilangan minat terhadap pekerjaan dan motivasi menurun yang pada akhirnya menyebabkan kualitas kerja dan kualitas hidup menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout perawat dengan motivasi kerja perawat pelaksana di RSUD Wangaya Denpasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan sampel perawat pelaksana yang berjumlah sebanyak 165 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja kuat sebanyak 95 orang (57,6%), sebagian besar perawat mengalami burnout sedang sebanyak 85 orang (51,5%) dan ada hubungan burnout dengan motivasi kerja perawat pelaksana (p=0,000). Nilai kekuatan korelasi 0,406 (kekuatan sedang) dan arah korelasi negatif yang artinya apabila tingkat burnout rendah maka motivasi kerja kuat. Disarankan kepada pihak Rumah Sakit memperhatikan tingkat burnout yang dirasakan oleh perawat untuk mencegah terjadinya penurunan motivasi kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
“ABC’s STRESS MANAGEMENT”: UPAYA MENURUNKAN BURNOUT BERFOKUS PADA INDIVIDU Ni Made Nopita Wati
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 1 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.078 KB)

Abstract

Sumber daya manusia dengan jumlah terbanyak di rumah sakit adalah perawat. Keperawatan saat ini sedang berkembang pesat dan memberi kontribusi untuk menentukan kualitas pelayanan. Perawat dalam memberikan pelayanan yang bermutu senantiasa dihadapkan pada berbagai tuntutan, dimana tuntutan yang semakin banyak ini dapat menyebabkan stress berkepanjangan dan berpotensi burnout pada perawat. Burnout merupakan suatu keadaan yang dicirikan dengan kelelahan emosional, depersonalisasi (sinisme) serta penurunan kinerja. Burnout dapat disebabkan oleh faktor internal dan ekternal. Perawat yang mengalami burnout akan mempengaruhi bagaimana hubungan perawat tersebut dengan pasiennya. Burnout pada perawat secara signifikan dapat menurunkan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan serta meningkatnya angka mortalitas. Hal ini tentu saja mempengaruhi kinerja dan performa dari perawat itu sendiri, yang nantinya juga berdampak buruk bagi citra rumah sakit serta membahayakan kondisi pasien. ABCs (awareness, belief and commitment) stres management dapat digunakan sebagai alternative solusi dalam mengatasi stres berkepanjangan seperti burnout. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui efektifitas ABCs stress management untuk menurunkan burnout perawat. Metode yang digunakan adalah literature review. Artikel dicari melalui Sciendirect, PubMed dan Ebscho melalui advanced search dengan kata kunci stress management, burnout dan nurse. Didapatkan 10 jurnal full text yang sesuai dengan kriteria peneliti. ABCs stress management efektif dalam menurunkan burnout perawat. Diharapkan perawat dapat menggunakan ABCs stress management secara berkelanjutan agar hasil yang diperoleh lebih maksimal, sehingga mampu mengurangi burnout. Kata Kunci : stress management, burnout, nurse ABSTRACT Human resources with the greatest number in the hospital is a nurse. Nursing is currently growing rapidly and contribute to determine the quality of service. Nurses in providing quality services constantly faced with various demands, which demands more and more of this can lead to prolonged stress and potential burnout in nurses. Burnout is a condition which is characterized by emotional exhaustion, depersonalization (cynicism) as well as a decrease in performance. Burnout can be caused by internal and external factors. Nurses who experience burnout will affect how the relationship of nurses with patients. Burnout in nurses can significantly lower patient satisfaction with nursing care as well as increased rates of mortality. This of course will affect performance and the performance of the nurses, who will also be bad for the image of the hospital as well as endangering the patient's condition. ABCs (awareness, belief and commitment) stress management can be used as alternative solutions to overcome prolonged stress like burnout. The purpose of this literature review was to determine the effectiveness of stress management ABCs to reduce nurse burnout. The method used is a literature review. The article sought through Sciendirect, PubMed and Ebscho through advanced search by keyword stress management, burnout and nurse. Obtained 10 full text journals in accordance with the criteria of the researcher. ABCs stress management are effective in reducing nurse burnout. Expected nurses can use the ABCs stress management on an ongoing basis in order to maximize the results obtained, so as to reduce burnout. Keywords: stress management, burnout, nurse DAFTAR PUSTAKA (2005). Indikator Kinerja Rumah Sakit. Jakarta. Tawale, & Novita, E. (2011). Hubungan antara Motivasi Kerja Perawat dengan Kecenderungan mengalami Burnout pada perawat. INSAN Vol. 13 No. 02,Agustus 2011, 02, 74-84. Tawale, E. N., Budi, W., & Nurcholis, G. (2011). Hubungan antara Motivasi Kerja Perawat dengan Kecenderungan mengalami Burnout pada Perawat di RSUD Serui–Papua. INSAN Vol. 13 No. 02 , 74-84 States U, Inventory MB. (2008). Measuring Introduction The History of Burnout. 86-108 p Whitehead, Diane K; Weiss, Sally A; Tappen ruth M. (2010). Essential of Nursing Leadership and Management. 5th ed. Philadelphia: www.fadafis.com. Sarafino, E. P. (2008). Health biopsychosocial interactions (6th ed.). New York: John Willey& Sons, Inc. Weiten, W. (2010). Psychology: Themes and variations (8th ed.). California: Wadworth. Moreira Ds, Magnano R STM. (2009). Prevalence of the syndrome of Burnout in nursing from a large hospital in southern Brazil. Cadsaude Publica. 2009; Galindo RH, Feliciano KVO LRS. (2012). Burnout syndrome among nurses in a general hospital in the city of Recife. Rev Esc Enferm. Khotimah K. (2010). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Lingkungan Kerja Psikologis Dengan Burnout Pada Perawat RSU Budi Rahayu Pekalongan. Fak Psikologi, Univ Diponegoro Segarahayu, Rizky Dianita. (2013). Pengaruh Manajemen Stress Terhadap Penurunan Tingkat Stress Pada Narapidana Di LPW Malang. Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang (2015). Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Profesional. 2nd ed. Jakarta: Salemba Medika; 2015. Antara, D. K. (2013). Rekomendasi Penurunan Burnout pada Perawat Kontrak di RSUP Sanglah. Tesis. Surabaya: Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Suerni, Titik. (2012). Analisis faktor – faktor yang berhubungan dengan tingkat stres perawat di ICU RSU Di Jawa Tengah. FAkultas Ilmu Keperawatan, Program Studi Megister Keperawatan. JakartA Mariyanti, Sulis & Karnawati, Yosevin. (2015). Model Strategi Coping Penyelesaian Studi sebagai Efek Stressor serta Implikasinya terhadap Waktu Penyelesaian Studi Mahasiswa Universitas Esa Unggul : Studi pada Mahasiswa Universitas Esa Unggul yang telah menyelesaikan Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul Jakarta. DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
“SERVANT LEADERSHIP” : PERAN PERAWAT MANAGER DALAM MENGOPTIMALKAN ETOS KERJA STAF Ni Made Nopita Wati
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 2 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.302 KB)

Abstract

Keberhasilan pelayanan keperawatan salah satunya dapat diukur melalui seberapa besar produktifitas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang bermutu kepada pasien dan keluarganya. Terdapat beberapa faktor pendukung di dalam menumbuhkan produktivitas kerja staff, dimana salah satu faktor tersebut adalah etos kerja. Etos kerja merupakan bagian penting dari keberhasilan manusia, baik dalam komunitas kerja yang terbatas maupun dalam lingkungan sosial yang lebih luas. Peningkatan etos kerja dalam organisasi merupakan tugas dan tanggung jawab semua lapisan, terutama pemimpin dalam membina serta membimbing bawahannya supaya dapat bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Upaya yang dapat dilakukan pemimpin untuk mengoptimalkan etos kerja staff adalah dengan menerapkan servant leadership. Tujuan dari literature review ini adalah untuk menggambarkan hubungan penerapan servant leadership oleh perawat manager (kepala ruang) dalam mengoptimalkan etos kerja staffnya. Literature review ini dibuat berdasarkan sumber literature dan jurnal penelitian ilmiah terkait. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan penulusan internet dari database EBSCO, Proquest, dan Google Scholar yang menggunakan kata kunci servant leadership, work ethic and nursing. Data yang didapatkan, disusun secara sistematis dan dilakukan diskusi atau pembahasan. Servant leadership yang diterapkan oleh perawat manager berhubungan positif terhadap etos kerja. Diharapkan perawat manager mampu menerapkan servant leadership agar etos kerja staf berada di tingkat yang positif. Kata kunci : servant leadership, work ethic and nursing ABSTRACTThe success of nursing services one of which can be measured by how much the productivity of nurses in providing quality nursing care to patients and families. There are several contributing factors in the growth of labor productivity in staff, one of these factors is the work ethic. The work ethic is an important part of human success, both in the limited work community and wider social environment. Improved work ethic within the organization is the duty and responsibility of all walks of life, especially a leader in developing and guiding his subordinates in order to work properly and correctly in accordance with the duties and functions of each. Efforts should be made leader to optimize staff work ethic is by implementing servant leadership. The purpose of this literature review is to illustrate the application of the relationship of servant leadership by nurse manager (head space) in order to optimize its staff's work ethic. Literature review is made based on the source literature and related scientific research journals. The method used in this paper is the internet penulusan of database EBSCO, Proquest, and Google Scholar are using keywords servant leadership, work ethic and nursing. Data obtained, systematically arranged and conducted discussion or debate. Servant leadership is applied by a nurse manager positively related to work ethic. Expected nurse manager is able to apply servant leadership so that the work ethic of staff were in positive level Keywords : servant leadership, work ethic and nursing DAFTAR PUSTAKA1. Riva’i, Veithzal. Manajemen Sumberdaya Manusia untuk Perusahaan:dari teori ke praktek. Jakarta : Radja Grapindo Persada. 20042. Sudarmanto. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 20093. Jackson, et. al. Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Edisi Sepuluh. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat. 2010 4. Nursalam. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Keperawatan Profesional. Edisi 2. Jakarta :Salemba Medika, Jakarta. 20155. Sinamo, Jansen. Delapan Etos Kerja Profesional. Jakarta: Institut Mahardika. 20116. Nyoman Sukardewi, dkk. Kontribusi Adversity Quotient (AQ) Etos Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Kota Amlapura. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Volume 4. 20137. Fajariadi, Dian.Analisis Etos Kerja, Iklim Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sumatera Utara. Program Studi Magister Ilmu Keperawatan. Fakultas Keperawatan.Universitas Sumatra Utara. 20148. Sitorus, R. Manajemen Keperawatan : Manajemen Keperawatan di Ruang Rawat. Jakarta : CV Sagung Seto. 20119. Nuryati. Kepemimpinan Pelayanan: Pendekatan Baru Model Kepemimpinan. Jurnal STIE AUB. Surakarta.200410. Astohar. Kepemimpinan (Servant Leadership) Sebagai Gaya Kepemimpinan untuk Kemajuan Organisasi. Jurnal STIE Totalwin Semarang Vol.3 Nomor 2. 201211. Ratnaningsih, Ika Zenita dan Prihatsanti, Unika. Buku Ajar Psikologi Kepemimpinan. Semarang : Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. 201512. Adji, Muhammad. Pengaruh servant leadership terhadap kinerja dengan burnout sebagai variabel intervening pada karyawan PT Intiroda makmur persada TBK, Tangerang. Jurusan manajemen Fakultas ekonomi Universitas Negeri Semarang. 201513. Lantu, D, Erich. P, Augusman. R. Servant Leadership. Gradien Books. 2007 14. Neuschel, P.R. Pemimpin yang Melayani. Cetakan Pertama. Jakarta : Akademia. 200815. Barbuto, John E. and Wheeler, Daniel W Scale Development and Construct Clarification of Servant Leadership. Faculty Publications: Agricultural Leadership, Education & Communication Department.Paper 51.http://digitalcommons.unl.edu/aglecfacpub/5. 200616. Wong, P.T., & Page, D. Servant leadership: An opponent-process model and the revised servant leadership profile.http://www.regent.edu/acad/global/publications/sl_proceedings/2003/wong_servant_leadership. 200317. Kreitner, R., & Kinicki, A. Organizational Behaviour. New York : McGraw-Hill. 200718. D.V.Day (Ed). Servant leadership : A review and syntheses. The Oford handbook of leadership and organizations. Oxford University Press and Van Dierendonck, D. Journal of Management. 37 (4), 1228-1261. 2011 19. Fitriah, Yunus, M.I. dan Putra, T.R.I. Pengaruh Remunerasi, Motivasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Etos Kerja Serta Implikasi Terhadap Kinerja Pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM) Provinsi Aceh. Jurnal Manajemen Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Volume 4, No. 3. pp. 208- 217 . 201520. Sari, Ika Puspita. Hubungan Antara Etos Kerja dengan Prestasi Kerja Karyawan Industri Batik Semarangan di Kota Semarang.Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi,Universitas Negeri Semarang. 200921. Poniman, F. Nugroho, I dan Azzaini, J. Kubik Leadership, Solusi esensial Meraih sukses dan Kemuliaan hidup. Jakarta : Mizan Publika. 200622. Yulk. Leadership in Organizations Sixth Edition. New Jersey : Pearson Education, Inc. 200823. Heristi, K.D. dan Handoyo. S.Hubungan antara Servant Leadershipdengan Efektifitas Tim ditinjau dari Persepsi Anggota Tim PHKI-Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.Jurnal Insan Media Psikologi Vol. 13, No. 1.ISSN 1978-726X http://alumni.unair.ac.id/kumpulanfile/769826984_abs.pdf.diakses tanggal 5 Desember 2016. 201124. Robbins, S.P, & Jugde, T.A. Perilaku Organisasi edisi 16. Penerjemah Ratna Saraswati & Febriella Sirat. Jakarta : Salemba empat. 201425. Northouse, Peter G. Kepemimpinan : Teori dan Praktik. Edisi Keenam. Jakarta : PT Indeks. 2013 DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
Pengaruh Hypnosis Lima Jari Terhadap Burnout pada Perawat di Ruang Isolasi Covid-19 Anak Agung Ayu Mirahadi; Ni Made Nopita Wati; Ika Setya Purwanti
Journal of Health (JoH) Vol 9 No 2 (2022): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v9n2.446

Abstract

The Covid-19 pandemic is the biggest challenge to the health care system in the word today. Nurses as one of the medical personnel who are fighting at the forefront in fighting the Covid-19, face various problems such as an increase in workload and a psychological burden when caring for patients during the Covid-19. The high workload and the heavy psychological burden borne by nurses in caring for patients during the Covid-19, make nurses vulnerable to burnout. Burnout experienced by nurses when caring for patients caring for pateints during the Covid-19 pandemic. Burnout experienced by nurses when caring for patients during the Covid-19 pandemic is called pandemic burnout. Non-pharmacological therapy is expected to reduce burnout in nurses. Five-finger hypnosis is one of the most efeective non-pharmacological therapies to reduce one’s stress and anxiety. This study aims to determine the effect of five-finger hypnosis on burnout in nurses in the Covid-19 isolation room. This research uses pre-experimental research, with a one group pre-post test design. Sample in this study amounted to 22 people who werw selected through purposive sampling technique. Data was collected using a burnout pandemic questionnaire. The results of the study were analyzed using the Wilcoxon Sign Rank Test. The results showed that before the intervention was given, most of the respondents experienced high burnout as many as 11 people (50%) shile after being given the intervention there was a decrease where most of the respondents experienced moderate burnout as many as 13 people (59,1%) with p value 0,000.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Pandemi Burnout Pada Perawat Yang Menangani Pasien Covid-19 Di RS X Putu Bagus Warsa Wardana; Ni Luh Putu Thrisna Dewi; Ni Made Nopita Wati
Indonesian Journal of Health Research Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.48 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v5i1.45

Abstract

Pendahuluan: Pandemi burnout sangat berdampak pada pelayanan kesehatan khususnya dialami oleh perawat dalam menangani kasus COVID-19 yang menyebabkan outcome pelayanan keperawatan menjadi buruk. Kurangnya dukungan sosial yang berasal dari keluarga, rekan kerja, dan atasan mengakibatkan timbulnya burnout pada perawat sehingga mengalami kebingungan, merasa tidak punya saudara untuk mengadukan permasalahan yang dialaminya selama bekerja dirumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan pandemi burnout pada perawat yang menangani pasien COVID-19 di RS X. Metode: Jenis penelitian ini ialah dekstritif kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 53 orang perawat yang menangani pasien COVID-19. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan dukungan sosial perawat di RS X dengan kategori baik sebanyak 46 orang (92%) dan pandemi burnout pada perawat yang menangani pasien COVID-19 dengan kategori rendah adalah sebanyak 43 orang (86%). Hasil uji kolerasi rank sperman didapatkan nilai p value 0,000 yang berarti ada hubungan dukungan sosial dengan pandemi burnout. Nilai kolerasi -0,572 dengan arah kolerasi negative. Diskusi: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan pandemi burnout pada perawat yang menangani pasien COVID-19 di RS X. Disarankan kepada pihak RSUD Sanjiwani Gianyar agar mampu mempertahankan dukungan sosial yang baik dan mencegah terjadinya pandemi burnout.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KEJADIAN MIOPIA PADA ANAK USIA SEKOLAH Ni Made Dwipayanti; Ni Made Nopita Wati; Ni Luh Putu Thrisna Dewi
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.693 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v5i2.128

Abstract

Latar belakang : Anak usia sekolah yang lebih sering menatap layar gadget akan berisiko mengalami miopia dikarenakan gaya hidup yang buruk dalam menggunakan gadget yang tidak memperhatikan durasi dan frekuensi ketika menggunakan gadget. Penggunaan gadget yang tidak memperhatikan durasi dan frekuensi saat menggunakannya dan kurangnya pengawasan dari orang tua akan semakin meningkatnya penggunaan gadget dengan intensitas tinggi terhadap kejadian miopia. Tujuan : Untuk menganalisa hubungan penggunaan gadget terhadap kejadian miopia pada anak usia sekolah kelas V dan VI di SD Negeri 5 Penatih. Metode : Menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 64 sampel yang menggunakan teknik sampling yaitu non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil : Hasil uji koefisien kontingensi didapatkan hasil p=0,000 (<0,05) dengan nilai koefisien kolerasi = 0,631 yang berarti terdapat hubungan yang kuat antara penggunaan gadget terhadap kejadian miopia pada anak usia sekolah kelas V dan VI di SD Negeri 5 Penatih. Kesimpulan : Kejadian miopia pada anak usia sekolah tergantung pada penggunaan gadget yang tidak memperhatikan durasi dan frekuensinya, upaya yang harus dilakukan seharusnya dengan memberikan pengawasan dan membatasi anak dalam menggunakan gadget sehingga durasi dan frekuensi anak dalam menggunakan gadget tidak berlebihan.
Pengaruh Gayatri Mantra & Emotional Freedom Technique (GEFT) terhadap Self Efficacy Mahasiswa Keperawatan dalam Menyusun Skripsi Ni Luh Putu Thrisna Dewi; Ni Made Nopita Wati
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.901 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v6i1.666

Abstract

Kesenjangan waktu yang dialami oleh mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi bukan hanya tergantung dari kendala ektrinsik tetapi juga intrinsik, sehingga berdampak pada kelangsungan masa mahasiswa tersebut dalam proses pembelajaran atau rendahnya sefl eficacy. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan self eficacy saat menyusun skripsi adalah dengan menerapkan GEFT. GEFT merupakan penggabungan antara Gayatri Mantra dengan Emotional Freedom Technique. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh Gayatri Mantra dengan Emotional Freedom Technique terhadap Self Efficacy Mahasiswa Keperawatan dalam Menyusun Skrpisi. Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment pre and post with control group design. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu perlakuan dan kontrol. Kemudian dianalisa data menggunakan Uji Wilxocon Signed Rank untuk mengetahui perbedaan pada satu kelompok berpasangan pre-post dan Uji Mann Whitney untuk menganalisis perubahan sesudah pada dua kelompok yang berbeda post-post. Hasil : penelitian menunjukkan nilai p value pada kelompok perlakuan = 0,002 yang artinya ada pengaruh GEFT terhadap self efficacy mahasiswa keperawatan dalam menyusun skripsi, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan dengan nilai p value = 0,105. Kesimpulan : Perubahan self efficacy mahasiswa setelah diberikan GEFT dikarenakan adanya kombinasi antara mantra spiritual dengan teknik ketukan pada sistem energi tubuh sehingga merubah kondisi kimiawi otak dan merangsang pengeluaran hormon untuk mengubah kondisi emosional kearah positif.
Gambaran Minat Mahasiswa Keperawatan Untuk Melanjutkan ke Jenjang Profesi Ners di STIKES WIRA MEDIKA BALI Ni Komang Tri Padma Canti; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; Ni Made Nopita Wati
Bali Health Published Journal Vol. 3 No. 1 (2021): Juni : Bali Health Published Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.993 KB) | DOI: 10.47859/bhpj.v3i1.2

Abstract

Background : The professional nursing education is part of national education whose education pattern consist of 2 stages such as academic education and profession education. The professional nursing practice can be done by nurses which has taken a bachelor’s degree in nursing and profession along obtained STR. This is a challenge for collage student so the choice appears for continue to the profession or not. Consideration for continuing to the profession stage is one of which is influenced by the interest. Interest is a basic things for direct someone to something that they liked and done so that someone can be excited. Interest consist of 2 factors there are intrinsic interest factor and extrinsic interest factor. Intrinsic interest factor is a interest factor that arise in individuals while extrinsic interest factor is a interest factor that arise by influence from outside the individual. Objective : This research aims to know the description of interest nursing collage student for continue to stage Ners profession at STIKes Wira Medika Bali. This research uses a Total Sampling technique. Data collection using the likert scale questionnaire. Results : The research result showing most of the collage student have a high intrinsic interest factor and extrinsic interest factor. Intrinsic interest factor of 66,7% and extrinsic interest factor of 72%. Conclusion : Nursing collage student at STIKes Wira Medika Bali generation IX semester VIII most of the have hight interest for continue to stage Ners profession.
HUBUNGAN CARING LEADERSHIP KEPALA RUANG DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG INSTALANSI RAWAT INTENSIF TERPADU: The Relationship Between Caring Leadership of the Room Head and Nurses’ Work Motivation in the Integrated Intensive Care Unit Sayu Raka Indrayanti; Ni Made Nopita Wati; Ni Luh Putu Devhy
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.755 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1021

Abstract

Pendahuluan : Perawat dianggap menjadi penentu serta kunci primer dalam memberikan pelayanan untuk pasien. Oleh karena itu dalam melaksanakan peranya menjadi perawat dibutuhkan motivasi kerja yang baik. Motivasi kerja perawat yang belum optimal dapat berdampak negatif pada kualitas pelayanan yang diberikan. Upaya dalam meningkatkan motivasi kerja perawat salah satunya dapat dilakukan dengan cara pemeliharaan hubungan yang baik serta serasi antara atasan dengan bawahannya. Caring leadership dianggap sebagai gaya kepemimpinan yang memiliki banyak sekali manfaat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan caring leadership dengan motivasi kerja perawat. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu total sampling sejumlah 90 orang perawat di ruang instalasi rawat intensif RSUP Sanglah Denpasar. Hasil: penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden merasakan caring leadership yang baik dari kepala ruang yaitu sebanyak 58 orang (64,4%) dan motivasi kerja perawat tinggi sebanyak 52 orang (57,8%), dengan nilai p value < 0,001 dan nilai korelasi 0,455 arah positif yang berarti ada hubungan antara caring leadership kepala ruang dengan motivasi kerja perawat, dimana semakin baik caring leadership maka semakin tinggi motivasi kerja perawat. Kesimpulan: Diharapkan agar caring leadersip yang sudah baik minimal di pertahankan atau ditingkatkan agar motivasi kerja perawat mengikuti sehingga akan tercipta kepuasan kerja serta produktivitas kerja.