Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah SOSIO AGRIBIS

ANALISIS TREND PENAWARAN DAN PERMINTAAN KOMODITI KEDELAI INDONESIA Rizky Junianto; Markus Patiung; Koesriwulandari Koesriwulandari
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.183 KB) | DOI: 10.30742/jisa1922019830

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor – faktor yangberpengaruh terhadap penawaran kedelai di Indonesia. 2) Untuk mengetahuifaktor – faktor yang berpengaruh terhadap permintaan kedelai di Indonesia. 3)Untuk memprediksi penawaran dan permintaan kedelai di Indonesia 32 tahunkedepan.Data yang digunakan ini adalah data Sekunder adalah data yang telahdikumpulkan oleh lembaga riset dan dipublikasikan kepada pengguna data. Datasekunder berasal dari situs internet, laporan penelitian, jurnal, dan data-data yangdiperoleh dari lembaga terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS). Pengelolahandata menggunakan nalisis regresi linier berganda menggunakan SPSS.Hasil analisis menunjukkan bahwa Faktor – faktor yang berpengaruhsignificant secara simultan terhadap penawaran kedelai di Indonesia adalah hargakedelai domestik, harga kedelai impor, harga jagung, luas lahan, dan kurs,sedangkan secara parsial faktor yang berpengaruh significant terhadap penawarankedelai adalah harga kedelai domestik dan luas lahan. Faktor – faktor yangberpengaruh significant secara simultan terhadap permintaan kedelai di Indonesiaadalah harga kedelai domestik, harga kedelai impor, harga jagung, tingkatpendapatan penduduk, dan jumlah penduduk, sedangkan secara parsial faktoryang berpengaruh significant terhadap permintaan kedelai adalah tingkatpendapatan dan jumlah penduduk. Prediksi permintaan dan penawaran kedelai diIndonesia selama 12 tahun kedepan mengalami penurunan tiap tahunnya hinggatahun 2031. Pada tahun 2031 angka penawaran dan permintaan memilikikesamaan data.Kata kunci : Analisis Trend, Penawaran dan Permintaan, Kedelai Indonesia.
Rencana Aksi Daerah Sustainable Development Goal’s Kota Kediri Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17, No 1 (2017): Jurnal IlmiahSosio Agribis Vol 17 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.951 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v17i1.382

Abstract

ABSTRAKRencana Aksi Daerah Sustainable Development Goal’s Kota Kediri ini  memiliki beberapa 17 tujuan yaitu (1) Tanpa Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehi-dupan Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10) Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13) Penanganan Perubahan Iklim; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.Metode yang digunakan dalam kajian ini kususnya penetapan lokasi adalah metode sengaja (purposive). Metode pengumpulan data  dengan metode pencatatan. Metode analisis data dengan analisis deskriptif.Hasil Kajian ini berupa dokumen (Rencana Aksi Daerah Sustainable Development Goals /SDGs) yang diharapkan dapat menjadi salah satu cara yang tepat dan terarah dari Pemerintah Daerah dalam menjalankan komitmen pelaksanaan SDGs di Kota Kediri. RAD SDGs Kota Kediri juga diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh stakeholder pembangunan di Kota Kediri dalam rangka pelaksanaan SDGs.Seluruh pemangku kepentingan perlu berkomitmen dalam pelaksanaan SDGs ini dengan melakukan hal yang sama untuk menjamin sinergitas dan implementasi serta pencapaian target SDGs sesuai dengan kewenangannya. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan SDGs dalam koridor kewenangan dan peraturan yang berlaku.Kata Kunci : SDG’s, Stakeholder, RAD.
ANALISIS PERMASALAHAN, ISU STRATEGIS DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SDGs KABUPATEN MOJOKERTO Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.286 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v19i1.686

Abstract

          Judul Penelitian ini Analisis Permasalahan, Isu Strategis Dan Kebijakan Pembangunan SDGs Kabupaten Mojokerto yang merupakan program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggat waktu yang ditentukan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk untuk melakukan identifikasi dan mengintegrasikan target dan indikator SDGs ke dalam dokumen perencanaan pembangunan.Hasil penelitian ini berupa penentuan arah kebijakan selama 5 tahun dan pelaksanaan pemantauan/evaluasi pembangunan SDGs Kabupaten Mojokerto, kebijakan tersebut antara lain: Meningkatkan pembangunan infrastruktur dan penguatan perekonomian masyarakat untuk menciptakan Kabupaten Mojokerto yang mandiri dan bermartabat (2017), Peningkatan kualitas masyarakat Kabupaten Mojokerto melalui pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang mandiri dan bermartabat (2018), Pemerataan pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdaya saing (2019), Pengembangan kapasitas SDM dalam rangka peningkatan pelayanan  publik kemudahan usaha dan stimulasi penguatan sektor potensial untuk pertumbuhan berkualitas dan berdaya saing (2020), Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (2021). Pemantauan dan evaluasi merupakan tahapan yang sangat penting untuk memastikan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dari waktu ke waktu. Sebagai bagian integral dari siklus pelaksanaan pencapaian yang dimulai dari penyusunan Rencana Aksi pada tingkat nasional maupun daerah, pemantauan dan evaluasi program dan kegiatan dilaksanakan untuk setiap pemangku kepentingan yang melaksanakan SDGs. Kata kunci : Kebijakan, SDGs, Infrastuktur, SDM.
PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN KECAMATAN KRUCIL KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN 2020 Markus Patiung; Nugrahini Susantinah Wisnujati; Sri Rahayu Margaretna Jajuk Hanafie; Hary Sastrya Wanto; Ernawati Ernawati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.97 KB) | DOI: 10.30742/jisa2012020977

Abstract

ABSTRAKPengembangan kawasan agropolitan dengan tujuan untuk menganalisis kondisi eksisting, perkembangan potensi dan realitas sentra-sentra produksi sarana dan prasarana pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Krucil Kecamatan Krucil selama 5 tahun yang akan datang. Metode analisis yang digunakan adalah SWOT. Hasil dari penelitian ini bahwa tidak ada perubahan komoditas selama 5 tahun, komoditas unggulan di lokasi agropolitan susu sapi, jagung, kopi, kelapa, cengkeh, jahe, durian, sapi potong, ayam buras dan alpukat. Wisata air terjun candi kedaton, arung jeram dan tubing. Kota tani utama (mainland) di desa krucil sedangkan desa lainnya menjadi desa hinterland. Kata Kunci : Pengembangan, Kawasan, Agropolitan, mainland, Hinterland. ABSTRACTDevelopment of Agropolitan area with the aim to analyze existing conditions, development of potential and reality of production centers and infrastructure for the development of Agropolitan area in District Krucil Krucil District for 5 years to come. The method of analysis used is SWOT. The result of this study that there was no commodity change over the past 5 years, the excellent commodity at the location of Agropolitan milk of cows, corn, coffee, coconut, clove, ginger, durian, beef cattle, chicken range and avocado. Tourism Waterfall of Kedaton temple, rafting and tubing. The main farm town (mainland) in the village of Krucil, while other villages become hinterland villages. Keywords: development, region, Agropolitan, mainland, Hinterland. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TOMAT DI DESA CLAKET, KECAMATAN PACET, KABUPATEN MOJOKERTO Herman Yosep Koisine; Markus Patiung; Nugrahini Susantinah Wisnujati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.269 KB) | DOI: 10.30742/jisa1912019687

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Tomat di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah benih, pupuk KCL, pestisida bio insektisida, pestisida bio-fungsi, biaya pengolahan lahan, biaya pemeliharaan dan biaya pasca panen terhadap produksi tomat di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data dan analisis data statistik. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 petani tomat.Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel benih, pupuk kcl, pestisida bio-insektisida, pestisida bio-fungsi, biaya pengolahan lahan, biaya pemeliharaan dan biaya pasca panen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi tomat, sedangkan sebagian benih variabel, pupuk kcl, pestisida bio-insektisida, pestisida bio fungisida, biaya pemrosesan lahan dan biaya pemeliharaan, secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi tomat, tetapi pada variabel biaya pasca panen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi tomat.Kata kunci: Tomat, Mojokerto, Produksi.
PENYUSUNAN MASTERPLAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN PROBOLINGGO Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.227 KB) | DOI: 10.30742/jisa1812018443

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan Judul Penyusunan Masterplan Pengembangan Kawasan Agropolitan Kabupaten Probolinggo adalah untuk mewujudkan suatu kawasan menjadi kawasan agropolitan yang mandiri diperlukan suatu konsep perencanaan yang terstruktur dan berkelanjutan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AnalisisAnalisis SWOT (Streght, Weakness, Opportunity, Thread) digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Probolinggo.Hasil Penelitian Agropolitan KabupatenProbolinggo ini dapat ditetapkan bahwa: Kawasan ini sesuai dengan RTRW Kabupaten Probolinggo 2010-2029. Mainland atau agropolis di kawasan Barat adalah Kecamatan Sukapura, khususnya di desa Sukapura, sedangkan kecamatan lainnya sebagai hinterland atau pendukung. Agropolis di kawasan Timur adalah Kecamatan Krucil, khususnya di desa Krucil, sedangkan kecamatan lainnya sebagai hinterland.Komoditi unggulan di kawasan agropolitan yang menjadi prioritas adalah: kopi, durian, alpukat dan manggis, mangga, pisang, kentang, kubis, bawang daun, wortel, cabe merah, jagung, susu sapi, sapi potong, kapuk randu dan madu.Kata kunci : Agropolitan, Kawasan, Hinterland .
ANALISIS SEKTOR PERTANIAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN SEBAGAI SEKTOR POTENSIAL YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BANYUWANGI Rikardus Syukur; Markus Patiung; Diah Tri Hermawati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.868 KB) | DOI: 10.30742/jisa21120211349

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Analisis sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai sektor potensial yang berkelanjutan di Kabupaten Banyuwani. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisi apakah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Banyuwangi dapat mencukupi kebutuhan perekonomian sehingga dapat mensejahterakan rakyat Kabupaten Banyuwangi. (2) untuk menganalisis sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Banyuwangi sebagai sektor berkelanjutan atau tidak. Metode yang digunakan adalah metode LQ, DLQ, dan Tipologi Klassen. Hasil dari penelitian adalah Berdasarkan hasil analisis LQ sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (agribisnis) Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2015-2019 merupakan  sektor basis/potensial dengan nilai LQ sebesar 2,63, artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan untuk Kabupaten Banyuwangi produksi dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Banyuwangi bahkan dapat di ekspor ke daerah lain atau ke mancanegara, serta dapat mensejahterakan rakyat Kabupaten Banyuwangi. Hasil persandingan  analisis LQ dan DLQ menunjukan bahwa nilai LQ sebesar 2,63 sedangkan DLQ dengan nilai sebesar 0,66, ini menunjukkan bahwa sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (agribisnis) di Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2015-2019 sektor prospektif, artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan saat ini sebagai sektor basis dan akan berubah menjadi sektor non basis di masa yang akan datang. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Banyuwangi merupakan sektor berkelanjutan. Kata kunci : PDRB, Location Quotient (LQ), Dynamik Location Quotient (DLQ), Typologi Klassen.
PENYUSUNAN NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN 2017 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.781 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v17i2.383

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Penyusunan Nilai Tukar Petani Kabupaten Bondowoso Tahun 2017 dengan tujuan Mengetahui tingkat kesejahteraan petani dan fluktuasi harga komoditi pertanian Kabupaten Bondowoso dan Tersusunnya dokumen nilai tukar petani Kabupaten Bondowoso.Metode yang digunakan dalam metode Analisa Deskriptif, yaitu analisa terhadap data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, baik data primer maupun sekunder.Hasil analisis berupa deskripsi yang mampu memberikan pemecahan masalah dan mencapai tujuan dari kegiatan. Adapun alat bantu yang digunakan untuk melakukan analisis adalah metode perhitungan Nilai Tukar Petani, Analisis Usahatani dan Struktur Pengeluaran Rumah Tangga Petani.Hasil Penelitian Penyusunan Nilai Tukar Petani Kabupaten Bondowoso Tahun2017Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Bondowoso bulan Juli 2017 naik sebesar 0,58 persen dari 103,15 menjadi 103,73. Kenaikan NTP ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) lebih tinggi dari pada kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib).Pada bulan Juli 2017 semua sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP. Kenaikan NTP tersebut terjadi pada sub sektor peternakan sebesar 1,00 persen, disusul sub sektor tanaman pangan sebesar 0,79 persen, kemudian sub sektor perikanan sebesar 0,39 persen, dan sub sektor tanaman perkebunan sebesar 0,20 persen serta yang paling kecil kenaikannya pada sub sektor tanaman hortikultura sebesar 0,03 persen.Indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,25 persen dibanding bulan Juni 2017 yakni dari 103,25 menjadi 104,50. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya indeks harga yang diterima petani pada semua sub sektor. Sub sektor peternakan mengalami kenaikan sebesar 1,42 persen, disusul sub sektor perikanan sebesar 0,40 persen, kemudian sub sektor tanaman pangan sebesar 0,35 persen disusul sub sektor tanaman perkebunan sebesar 0,27 dan yang paling kecil kenaikannya pada sub sektor tanaman hortikultura sebesar 0,17 persen.Indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen dari 100,10 pada bulan Juni 2017 menjadi 100,74 pada bulan Juli 2017. Kenaikan indeks ini disebabkan karena naiknya indeks harga biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,48 persen, dan indeks harga konsumsi rumah tangga sebesar 0,02 persen.Kata kunci : Nilai Tukar Petani,  Fluktuasi Harga, Subsektor.
ANALISIS NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2018 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.483 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v18i2.517

Abstract

 ABSTRAKAnalisis Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Jombang Tahun 2018 bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani dan fluktuasi harga komoditi pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah Analisa Deskriptif, yaitu analisa terhadap data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, baik data primer maupun sekunder. Nilai Tukar Petani (NTP) dihitung dengan rumus nisbah/ratio antara Indeks Harga yang Diterima Petani (Itn) dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ibn).Hasil pemantauan dan analisis harga-harga pedesaan di 21 kecamatan di kabupaten Jombang pada tahun 2018, NTP kabupaten Jombang naik sebesar 0,07 persen dibandingkan pada tahun 2017, yaitu dari 113,92 menjadi 113,99. Kenaikan NTP pada tahun 2018 disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 2,0 persen lebih besar dari pada kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian sebesar 1,70 persen.. Selain itu kenaikan nilai tukar petani kabupaten Jombang juga dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada masing-masing sub-sektor, yakni subsektor tanaman pangan sebesar 0,04 persen, tanaman hortikultura sebesar 0,05 persen, tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,02 persen, peternakan naik sebesar 0,13 persen dan subsektor perikanan naik sebear 0,39 persen.Kata Kunci : Petani, Nilai, Tukar, Analisis.
Strategi Penganggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Bangkalan Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.906 KB) | DOI: 10.30742/jisa1622016373

Abstract

ABSTRAK              Penelitian ini dengan judul Strategi Penganggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Bangkalan bertujuan untuk menerbitkan panduan baru tentang pedoman penanggulangan kemiskinan sebagai pegangan resmi TKPKD maupun pedoman dan modul-modul penyusunan SPKD terbaru yang lebih menekankan pada analisis dan pendekatan yang terencana, terpadu, menyeluruh dan sistematis serta ber-kesinambungan mulai dari tingkat Nasional, Provinsi hingga Kabupaten/ Kota, maka Pemerintah Kabupaten Bangkalan merasa perlu untuk menyusun review dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) Kabupaten Bangkalan untuk Tahun 2016.          Dalam pelaksanaan penelitian ini metode yang digunakan yaitu dilakukan pengumpulan data di wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Bangkalan dengan menggunakan subyek data yang paling dapat dipercaya (valid) dan terbarukan (update) yang dimiliki daerah bersangkutan.Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa ciri-ciri dari dimensi-dimensi kemiskinan, baik itu dimensi ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, maupun kecukupan pangan pada dasarnya adalah penyebab langsung dari kondisi kemiskinan seseorang atau seke-lompok orang. Ciri/kondisi yang menjadi penyebab kemiskinan ini merupakan akibat dari adanya keputusan, kebijakan atau tindakan yang cenderung tidak mendukung penanggulangan kemiskinan. Keputusan, kebijakan maupun tindakan yang tidak adil dan cenderung tidak mendukung penanggulangan kemiskinan ini terjadi karena lembaga pengambil keputusan maupun kebijakan yang belum berdaya dikarenakan lembaga ini berisi orang-orang yang tidak berdaya yang tidak mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam kebijakan-kebijakan yang diputuskan nya. Di sisi lain ketidakberdayaan lembaga pengambil keputusan/kebijakan akan semakin tumbuh subur dalam situasi di mana masyarakat secara umum memang belum berdaya. Ketidak-berdayaan masyarakat dalam menyikapi dan menghadapi situasi yang ada di lingkungannya, yang pada gilirannya mendorong sikap masa bodoh, tidak peduli, tidak percaya diri, mengandalkan bantuan pihak luar untuk men-gatasi berbagai persoalan yang dihadapi, tidak mandiri, serta memudar nya orientasi moral dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, yakni terutama keikhlasan, keadilan dan kejujuran.Kata kunci : Kemiskinan, Kebijakan, Infrastuktur Dasar.