Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan, Dukungan Keluarga Dan Promosi Kesehatan Dengan Personal Hygiene Saat Menarche Pada Siswi SDN Pabuaran 01 Cibinong Tahun 2023 Anys Syelina; Nina; Sancka Stella G. Sihura
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene pada saat menarche perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi pada siswi dan terhindar dari gangguan kesehatan. Menurut data survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) pada tahun 2018 di kota Bogor banyak remaja putri yang mengeluhkan tentang keputihan, yaitu sebanyak 57%. Kurangnya menjaga personal hygiene saat menarche disebabkan karena minimnya pengetahuan, dukungan keluarga atau siswi yang belum mengikuti kegiatan promosi kesehatan sehingga mengakibatkan penyakit yang berbahaya yaitu resiko kanker serviks 19,386 kali lebih besar dibandingkan yang mempunyai personal hygiene yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan keluarga dan promosi kesehatan dengan personal hygiene saat menarche pada siswi SDN Pabuaran 01 Cibinong Tahun 2023. Banyaknya sampel yang diambil menggunakan tehnik total populasi 31 responden menggunakan desain kolerasional dengan pendekatan Cross Sectional, menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Dari hasil diketahui ada hubungan antara pengetahuan (p.value = 0,019), dukungan keluarga (p.value = 0,015) dan promosi kesehatan (p.value = 0,002) dengan personal hygiene saat menarche pada siswi SDN Pabuaran 01 Cibinong. Personal hygiene saat menarche yang dimiliki oleh siswi masuk kedalam kategori kurang baik, sehingga perlu adanya kolaborasi dengan tenaga kesehatan atau kampus kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan siswi atau orang tua terkait dukungan keluarga melalui promosi kesehatan di lingkungan sekolah.
Hubungan Motivasi Kerja dengan Manajemen Waktu pada Perawat Pelaksana di Rumah Sakit ML Tahun 2025 Lilin Meliyah; Sancka Stella G. Sihura; Ahmad Rizal
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v4i1.5847

Abstract

Work motivation is one of the important factors influencing time management and nurses’ performance in providing nursing care. Good time management enables nurses to complete tasks in a timely, efficient, and effective manner. This study was conducted to determine the relationship between work motivation and time management among staff nurses at ML Hospital in 2025. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 40 staff nurses were selected using a total sampling technique. The instruments used were questionnaires on work motivation and time management. Data were analyzed using the Spearman Rank statistical test with a significance level of < 0.05. The results showed that most respondents had good work motivation (62.5%), while the majority demonstrated a moderate level of time management (75%). The Spearman Rank test yielded a p-value of 0.005, indicating a significant relationship between work motivation and time management among staff nurses. In conclusion, there is a significant relationship between nurses’ work motivation and time management, in which higher work motivation is associated with better time management. It is recommended that hospitals enhance nurses’ motivation through managerial support and a positive work environment.
Hubungan Peran Perawat Dalam Asuhan Keperawatan Dengan Fungsi Kognitif Pasien Pasca Stroke di RSUD Bogor: The Relationship Between the Role of Nurses in Nursing Care and the Cognitive Function of Post-Stroke Patients at Bogor Regional Hospital Loukaki, Jabida; Purnama, Agus; Stella, Sancka
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Nursing Education and Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v5i01.432

Abstract

Introduction: Stroke is a neurological condition that can cause significant cognitive impairment, affecting memory, attention, executive function, and language. Nurses play a central role in providing care and supporting cognitive recovery in post-stroke patients.Objectives: This study aimed to examine the relationship between the role of nurses and the cognitive function of post-stroke patients at RSUD Bogor.Methods: A descriptive correlational study with a cross-sectional design was conducted on 55 post-stroke patients with cognitive impairment. Data were collected using the Mini-Mental State Examination (MMSE) for cognitive function and a nurse role questionnaire assessing care provider, educator, and counselor functions. Data were analyzed using Chi-square tests with a significance level of 0.05.Results: The study found that 61.8% of nurses demonstrated poor role performance, while 38.2% had good role performance. Among patients, 49.1% experienced cognitive impairment. Chi-square analysis showed a significant relationship between the role of nurses and patient cognitive function (p = 0.020; OR = 4.583), indicating that better nurse role performance was associated with improved cognitive function.Conclusion: The role of nurses significantly influences the cognitive function of post-stroke patients. Effective nursing interventions, especially as educators and counselors, can enhance patient cognitive outcomes and support recovery.
Pengaruh Air Rebusan Daun Sirih Hijau Terhadap Keputihan (Fluor Albus) Pada Wanita Dewasa Menengah Di RT 001 RW 006 Desa Cimanggis Bojonggede Vergitha Oliviane Anthony; Sancka Stella G. Sihura; Lannasari Lannasari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan organ reproduksi berawal dari menjaga kebersihan diri, termasuk kebersihan vagina yang bertujuan supaya vagina tetap bersih, sehat, normal dan terhindar dari adanya penyakit. Salah satu masalah kesehatan reproduksi pada kaum remaja yaitu keputihan atau Flour Albus Salah satu tanaman yang sering dijadikan alternatif untuk mengurangi keputihan yaitu daun sirih, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Air Rebusan Daun Sirih Hijau (Fluor Albus) Terhadap Keputihan Pada Wanita Dewasa Menengah di Desa Cimanggis Bojonggede. Penelitian quasi eksperimen yaitu jenis eksperimen yang menggunakan seluruh subjek yang utuh (intact group) untuk diberikan perlakuan (treatment). Hasil Penelitian berdasrkan hasil uji paired sample t test menunjukkan nilai signifikansi 0,004 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ada Pengaruh Air Rebusan Daun Sirih Hijau Terhadap Keputihan (Fluor Albus) Pada Wanita Dewasa Menengah Di Rt 001 Rw 006 Desa Cimanggis Bojonggede.
Hubungan Self-Efficacy dengan Tingkat Kepuasan Kerja Perawat Lusi Nurlita; Solehudin Solehudin; Sancka Stella G. Sihura
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i1.2117

Abstract

Self-efficacy is a psychological factor that plays an important role in shaping nurses’ work attitudes and behaviors, including job satisfaction. Nurses’ job satisfaction affects the quality of nursing care and workforce sustainability in hospitals. This study aimed to determine the relationship between self-efficacy and job satisfaction among nurses at FMC Hospital in 2025. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of all actively working nurses at FMC Hospital, totaling 83 respondents, selected using a total sampling technique. Data were collected using the General Self-Efficacy Scale (GSES) and the Job Satisfaction Survey (JSS). Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Spearman Rank correlation test. The results showed that most nurses had a high level of self-efficacy (98.8%), and all respondents were categorized as satisfied with their jobs. The Spearman Rank correlation test revealed a significant positive relationship with a moderate strength between self-efficacy and job satisfaction (ρ = 0.415; p < 0.001). In conclusion, higher self-efficacy is associated with higher job satisfaction among nurses. Therefore, strengthening nurses’ self-efficacy should be considered an important strategy in hospital human resource management.
Hubungan Intensitas Bermain Game Online dengan Kualitas Tidur dan Perilaku Agresif pada Remaja Yudi Yulyanto; Solehudin Solehudin; Sancka Stella
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i2.2110

Abstract

The development of digital technology has increased the popularity of online games among adolescents. Excessive intensity of online gaming may have negative effects on health, particularly sleep quality and aggressive behavior. This study aimed to determine the relationship between the intensity of online gaming and sleep quality as well as aggressive behavior among tenth-grade students at SMAN 38 South Jakarta in 2025. This research is quantitative associative method with a correlational analytic design using a cross-sectional approach. The population in the study was 145 students, with a sample of 117 respondents selected using random sampling. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between the intensity of online gaming and sleep quality with a p-value of 0.001 (p < 0.05), as well as a significant relationship between the intensity of online gaming and aggressive behavior with a p-value of 0.001 (p < 0.05). Therefore, the null hypothesis (H0) was rejected and (Ha) was accepted. In conclusion, higher intensity of online gaming is associated with poorer sleep quality and increased aggressive behavior among adolescents. It is expected that adolescents can manage and limit their online gaming time wisely to reduce its negative impact on health and behavior.
Hubungan Dukungan Keluarga Sebagai Pengawas Menelan Obat (Pmo) Dan Karakteristik Responden Dengan Kepatuhan Pasien Minum Obat Tuberkulosis Paru Di Ruang Sirsak Rsud Cengkareng Tahun 2024 Fitri Permata Agustin; Sancka Stella G. Sihura; Ahmad Rizal
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat secara teratur selama periode pengobatan yang panjang, biasanya 6- 9 bulan. Keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh peran Pengawas Menelan Obat (PMO), yang memastikan bahwa pasien meminum obat sesuai jadwal dan membantu mengatasi tantangan yang dihadapi selama pengobatan. Peran PMO ini sangat penting mengingat banyak pasien TB yang mungkin menghadapi stigma sosial, efek samping obat yang berat, atau kesulitan ekonomi yang menghalangi mereka untuk tetap patuh dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan pasien minum obat Tuberkulosis di ruang sirsak RSUD Cengkareng. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 73 orang dengan menggunakan total sampling. Variabel independen yaitu Dukungan Keluarga sebagai Peran Pengawas Menelan Obat dan variabel dependen yaitu Kepatuhan Minum Obat. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner Dukungan Keluarga Sebagai pengawas menelan obat dan kuesioner kepatuhan (MMAS-8) yang telah di modifikasi dan uji validitas oleh penulis. Hasil: Berdasarkan Hasil uji Chi-Square didapatkan P Value karakteristik responden Usia 0,462, jenis kelamin 0,199, pendidikan 0,946 > 0,05 5 maka Ha 1, Ha2, Ha3 ditolak sehingga tidak ada hubungan dengan kepatuhan minum obat. Pada dukungan keluarga sebagai PMO 0,001 maka ada hubungan keluarga sebagai PMO dengan kepatuhan minum obat.
Fungsi Controlling Kepala Ruangan Dengan Kinerja Perawat Di RSUD Cipayung Jakarta Timur Bahaji; Ahmad Rizal; Sancka Stella G. Sihura
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2217

Abstract

Kinerja perawat merupakan indikator penting dalam pelayanan kesehatan. Fungsi controlling kepala ruangan berperan dalam meningkatkan kinerja perawat melalui pengawasan, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Permasalahan terkait kinerja perawat termasuk penurunan pada kinerja klinis, pengembangan profesional, dan perilaku pada tahun 2024, jika dibandingkan dengan data penilaian tahun 2023 yang dilakukan oleh komite keperawatan RSUD Cipayung. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan fungsi controlling kepala ruangan dengan kinerja perawat di RSUD Cipayung Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik dan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 60 orang pada perawat yang bekerja di RSUD Cipayung Jakarta Timur. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner. Analisa data dengan univariat dan bivariate dengan uji spearman rank. Hasil penelitian sebanyak 47 responden (78,33%) menilai fungsi controlling kepala ruangan dalam kategori baik, dan seluruh responden (100%) memiliki kinerja yang baik. Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara fungsi controlling kepala ruangan dengan kinerja perawat (ρ = 0,957; p < 0,000). Kesimpulan fungsi controlling kepala ruangan memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan terhadap kinerja perawat