Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Factors Influencing Readiness towards Halal Logistics among Food and Beverages Industry in the Era of E-Commerce in Indonesia Muttaqin, Prafajar Suksessanno; Setyawan, Erlangga Bayu; Novitasari, Nia
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.7.3.2055

Abstract

Based on Global Islamic Economy Indicator 2019/2020 report, Indonesia is in the fourth position globally as a country that uses a Sharia economic system. Seeing Indonesia's opportunities, it should be able to act as a regional and global halal hub. Efforts to encourage the halal industry through strengthening the halal value chain are one of the strategies to encourage Indonesia to become a global halal hub player. This study utilizes the structural equation modeling to examine relationships among key factors affecting readiness towards halal logistics in the food and beverages industry in Indonesia. 13 key factors are confirmed with measurement-model results, including (1) Cleanliness, (2) Safety, (3) Islamic Dietary Law, (4) Physical Segregation, (5) Material Handlings, (6) Storage and Transport, (7) Packaging and Labelling, (8) Ethical Practices, (9) Training and Personnel, (10) Resource Availability, (11) Innovative Capability, (12) Marketing Performance, (13) Financial Performance. The population in this study is in the food and beverage industries, especially in Semarang, Yogyakarta, Malang, and Surabaya. Cluster random sampling was used in this research with as many as 150 sample respondents. A survey with an online questionnaire was conducted in this research. The structural-model results reveal directions of relationships among key factors. Resource availability, training and personnel, and innovative capability are the most important factor in halal supply chain readiness. Further research can focus on other industrial sectors, such as fashion and tourism, as stated in the 2019-2024 Indonesian Sharia Economic Masterplan
Intelligent Warehouse Picking Improvement Model for e-Logistics Warehouse Using Single Picker Routing Problem and Wave Picking Diah Damayanti, Dida; Novitasari, Nia; Bayu Setyawan, Erlangga; Suksessanno Muttaqin, Prafajar
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.6.2.1006

Abstract

Abstract— The development and use of technological innovations have changed people's behavior from an industrial society to an information society. It can be seen in the increase in people's consumption patterns from trading through physical stores (offline) to trading through electronic systems, often referred to as e-commerce. Logistics services are distribution actors in the downstream line which are tasked with delivering products from the fulfillment center from e-commerce to the end customer. The uncertainty of the number of requests is the biggest challenge for logistics service players. The growth of e-commerce has also led to an increase in sales volume in e-commerce which has given rise to a new generation of warehouses that are specifically tailored to the special needs of online retailers who directly serve the demands of end-customers in the business-to-consumer (B2C) segment. Traditional warehousing systems cannot handle orders with the characteristics of many transactions but smaller sizes. In addition, warehouses that handle e-commerce are also required to have a fast process in the warehouse because shipments must be made on the same day. In this study, the author aims to perform calculations to find the optimal order picking time in the warehouse, so orders in e-commerce can be processed faster by comparing the picking process time using ordinary Single Picker Routing Problem (SPRP) and combined with the concept of wave picking using Genetic Algorithm (GA). Based on a theoretical study in this paper, the combination between SPRP and wave picking can reduce 42.28% picking time. 
PENDAMPINGAN KEGIATAN PEMETAAN KOMODITAS PERTANIAN DI KABUPATEN BANDUNG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Nia Novitasari; Seto Sumargo; Yodi Nurdiansyah; Dinda Raisa Bilqisti; Mochamad Rafly
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7095

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Bandung merupakan salah satu sektor andalan dan masuk dalam empat besar penyumbang PDRB terbesar setelah industri pengolahan, perdagangan besar dan konstruksi. Pemerintah saat ini mengarahkan pembangunan pertanian berdasarkan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif berbasis kawasan agar pelaksanaan, pengelolaan, pengawasan dan evaluasinya berjalan efektif dan efisien serta hasilnya masif dan mampu mendorong industri berbasis pertanian. Penetapan kawasan diperlukan untuk memudahkan dalam penumbuhan dan pengembangan kawasan pertanian berbasis agribisnis mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan pasca panen dan pemasaran serta kegiatan pendukungnya secara terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, masyarakat sasar berpotensi tersedianya data kawasan komoditi unggulan tanaman pangan, tanaman hortikultura, serta tanaman perkebunan berdasarkan kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan dengan memperhatikan kondisi aktual dan peluang pemasaran. Rencana lokasi harus didasarkan pada hasil analisis situasi wilayah, analisis tata ruang dan analisis permasalahan serta sudah harus spesifik mengarah pada desa. Sehingga, penetapan rencana lokasi akan merujuk pada sasaran penerima manfaat yang akan dijadikan lokasi pengembangan, sehingga permasalahan di dalam proses penetapan calon petani dan calon lokasi dalam pelaksanaan kegiatan yang selama ini menjadi salah satu faktor keterlambatan pelaksanaan kegiatan akan dapat diminimalkan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGISIAN ULANG YANG OPTIMAL PADA GONDOLA MENGGUNAKAN METODE NON-LINEAR INTEGER PROGRAMMING PADA SUPERMARKET XYZ Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Nia Novitasari; Aulia Dihas Zahira; Yoara Damar Puspasari; Dhea Cantika Febriyanti; Denisse Michelle Gunawan
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7903

Abstract

Supermarket XYZ menghadapi tantangan serius yang mempengaruhi profitabilitasnya. Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang menyebabkan penurunan profit dalam supermarket. Faktor-faktor tersebut meliputi stock out (kehabisan stok), biaya display yang tinggi, investasi tinggi dalam inventory (persediaan), biaya pemesanan yang tinggi, dan biaya penyimpanan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan melalui analisis data historis dari Supermarket XYZ, termasuk catatan tentang tingkat stok yang tidak mencukupi, biaya pengeluaran untuk display produk, investasi dalam persediaan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa stock out secara konsisten mengakibatkan hilangnya penjualan dan pelanggan yang kecewa. Biaya display yang tinggi, meskipun memberikan tampilan produk yang menarik, telah meningkatkan biaya operasional supermarket tanpa pencapaian yang seimbang dalam peningkatan penjualan. Investasi yang tinggi dalam persediaan menyebabkan dana yang terikat dalam stok yang tidak produktif, sementara biaya pemesanan yang tinggi dan biaya penyimpanan yang tinggi membebani profitabilitas dengan cara yang signifikan. Berdasarkan permasalahan yang dimiliki oleh Supermarket XYZ maka dilakukan pemaksimalan penggunaan gondola. Kegiatan abdimas ini dilakukan untuk memberikan usulan pengisiian ulang gondola dengan menggunakan metode Nonlinear Integer Programming yang bertujuan untuk memaksimalkan total net profit pada Supermarket XYZ. Adapun hasil penerapan metode usulan adalah total produk di display dan total produk yang ditampilkan pada showroom.
ANALISIS PERBAIKAN PROSES BISNIS PENGELOLAAN BANTUAN LOGISTIK KEBENCANAAN PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) PROVINSI JAWA BARAT Femi Yulianti; Putu Giri Artha Kusuma; Hendra Hendrawan; Usep Supdana; Nia Novitasari; Nadhif Althafu Rutama; Muh Alfarezhi Irwan; Roberto Sunjaya
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8499

Abstract

Tujuan kajian pada Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah melakukan analisis perbaikan proses bisnis pengelolaan bantuan logistik kebencanaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat (BPBD Jabar). Analisis perbaikan proses bisnis dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah identifikasi proses bisnis saat ini dengan pendekatan Business Process Mapping. Tahap kedua adalah perbaikan proses bisnis menggunakan pendekatan Business Process Improvement. Tahap terakhir adalah penetapan peran para pihak yang menjalankan proses bisnis menggunakan pendekatan RACI Matrix. Kajian difokuskan pada proses bisnis penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bantuan logistik kebencanaan dari BPBD Jabar ke BPBD kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Barat. Kajian menghasilkan peta proses bisnis baku, dan penetapan peran dan tanggung jawab yang jelas bagi para pihak yang terlibat dalam pengelolaan bantuan logistik kebencanaan. Hasil kajian selanjutnya menjadi pedoman pengembangan sistem informasi pengelolaan bantuan logistik kebencanaan pada BPBD Jabar.
Penerapan Dashboard Persediaan dengan Mempertimbangkan Umur Hidup Produk dalam Optimalisasi Biaya Persediaan pada UMKM Produk Olahan Labu di Kota Bandung Nia Novitasari; Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Adam Wiradharma; Hasbi Aditya Affa Rizki; Nala Lalita Dwi Ayu Diana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPMI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3408

Abstract

CV XYZ merupakan UMKM yang bergerak dibidang makanan dan minuman yang memiliki tiga produk andalan yaitu brownies labu, stik labu, dan kerupuk labu. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM ini yaitu jumlah persediaan yang melebihi kebutuhan persediaan yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan yang masuk. Tingginya jumlah persediaan menunjukkan bahwa perusahaan mengalami overstock yang mengakibatkan banyaknya jumlah produk yang rusak. Adanya overstock dan kerugian akibat produk outdate berdampak terhadap biaya persediaan yang dikeluarkan oleh CV XYZ. Biaya persediaan yang dikeluarkan melebihi 45% dari batas anggaran yang sudah ditetapkan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah perancangan dashboard pengelolaan persediaan dengan mempertimbangkan umur hidup produk. Pada pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam perancangan kebijakan persediaan untuk menentukan jumlah pemesanan optimal serta menentukan reorder point melalui implementasi dashboard pengelolaan persediaan. Solusi tersebut dipilih karena dapat menyelesaikan akar masalah yang menjadi penyebab tingginya biaya persediaan. Metode pelaksanaan yaitu perancangan dashboard dalam rangka menciptakan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta memberikan pelatihan dalam penggunaan dashboard. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukan adanya penyelesaian solusi atas permasalahan pengelolaan persediaan produk labu yang ditunjukan dengan kuesioner evaluasi secara rata-rata menunjukan 82% peserta merasakan dampak positif dari penerapan dashboard persediaan. Pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat dilanjutkan dengan mempertimbangkan aspek pengiriman produk olahan labu kepada konsumen.
Dashboard-Based Distribution Requirements Planning for Reverse Logistics Scheduling Optimization in Community Waste Collection Nia Novitasari; Gisti Ayu Pratiwi
SITEKNIK: Sistem Informasi, Teknik dan Teknologi Terapan Vol. 3 No. 3 (2026): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21533174

Abstract

This study aims to develop a dashboard-based waste collection scheduling system using the Distribution Requirements Planning (DRP) approach to improve the effectiveness of sorted gallon waste collection at Bank Sampah Bersinar (BSB), Bojongsoang. BSB manages six recycle points with a total weekly collection demand of 4,050 kg, while the available fleet consists of only one pick-up vehicle with a capacity of 1,000 kg. The absence of a structured collection schedule previously caused simultaneous collection activities and potential over-dimension and over-load problems. This study applies DRP to allocate collection activities based on demand volume, fleet capacity, operational time, and BSB’s three-day collection policy. The result shows that all weekly waste volume can be collected within three operational days by visiting two recycle points per day, with two trips conducted each day. In addition, a monitoring dashboard was developed to support daily trip tracking, collection volume monitoring, and recycle point performance evaluation. The proposed system provides a practical solution for improving reverse logistics operations, reducing fleet overload risk, and supporting data-based decision-making in community waste management.
Dashboard-Based Distribution Requirements Planning for Reverse Logistics Scheduling Optimization in Community Waste Collection Nia Novitasari; Gisti Ayu Pratiwi
SITEKNIK: Sistem Informasi, Teknik dan Teknologi Terapan Vol. 3 No. 3 (2026): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21533174

Abstract

This study aims to develop a dashboard-based waste collection scheduling system using the Distribution Requirements Planning (DRP) approach to improve the effectiveness of sorted gallon waste collection at Bank Sampah Bersinar (BSB), Bojongsoang. BSB manages six recycle points with a total weekly collection demand of 4,050 kg, while the available fleet consists of only one pick-up vehicle with a capacity of 1,000 kg. The absence of a structured collection schedule previously caused simultaneous collection activities and potential over-dimension and over-load problems. This study applies DRP to allocate collection activities based on demand volume, fleet capacity, operational time, and BSB’s three-day collection policy. The result shows that all weekly waste volume can be collected within three operational days by visiting two recycle points per day, with two trips conducted each day. In addition, a monitoring dashboard was developed to support daily trip tracking, collection volume monitoring, and recycle point performance evaluation. The proposed system provides a practical solution for improving reverse logistics operations, reducing fleet overload risk, and supporting data-based decision-making in community waste management.