Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Bermain DAKON untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif Lanjut Usia di Panti Jompo Taman Boedhi Asri Medan Sumatera Utara Siregar, Rinco; Sembiring, Rinawaty; Sinaga, Taruli; Sinuraya, Elida; Sinaga, Ceria
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i1.301

Abstract

Seiring bertambahnya usia maka penurunan fungsi-fungsi tubuh termasuk fungsi kognitif akan terjadi pada lanjut usia (lansia). Selain itu lansia sering mengalami kesepian atau perasaan hampa yang mendalam (empty nester) hal ini disebabkan karena fase ditinggal oleh anak-anak ataupun kehilangan pasangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) Bermain Dakon untuk meningkatkan fungsi kognitif dan interaksi sosial lansia di Panti Jompo Taman Boedhi Asri Medan Sumatera Utara. Kegiatan ini dilakukan pada bulan April 2024 selama 2 minggu, TAK bermain Dakon dilakukan selama 10-15 menit, 3 kali seminggu selama dua minggu. Jumlah lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang. Pengukuran fungsi kognitif menggunakan instrument Mini Mental State Examination (MMSE) dan University of California Los Angeles Loneliness Scale (UCLA Loneliness Scale) yang di ukur sebelum dan sesudah pemberian TAK bermain Dakon. Sebelum dilaksanakan TAK Dakon nilai rata-rata fungsi kognitif lansia adalah 21.7 (SD=1.218). Setelah dilakukan TAK Bermain Dakon fungsi kognitif lansia meningkat dengan rata-rata skor 22.6 (SD =1.429). Artinya bermain Dakon dapat meningkatkan skor fungsi kognitif lansia sebesar 0.9 poin selama 3 minggu. Setelah dilakukan TAK Bermain Dakon tingkat kesepian lansia menurun 4.3 poin. Disarankan kepada perawat di Panti Jompo agar menerapkan TAK bermain Dakon secara rutin untuk mengurangi masalah kesepian dan mempertahankan fungsi kognitif lansia tetap dalam kondisi baik.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Bronchitis Sinuraya, Elida; Idahwati, Idahwati; Sijabat, Flora; Halawa, Theresia; Halawa, Alias
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 6 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v4i6.445

Abstract

Introduction: Bronchitis is an inflammation of the respiratory tract. Sputum in the airways can cause airway obstruction and result in respiratory failure. Knowledge about maintaining airway clearance in bronchitis patients and their families is crucial. Objective: to increase public knowledge about maintaining airway clearance in bronchitis patients. Method:This community service method is to use the lecture and question and answer method for bronchitis patients and their families who come to Sari Mutiara Hospital in October 2024 Result: 80% of the public were able to state the definition of bronchitis, 42% were able to explain the signs and symptoms of bronchitis, and 58% of the public were able to explain maintaining airway clearance in bronchitis patients Conclusion: After receiving teaching,  public knowledge about airway maintenance  increased.
Glasgow Coma Scale (GCS) dan Tekanan Darah Sistolik Sebagai Prediktor Outcome Pasien Cedera Kepala: Glasgow Coma Scale and Systolic Blood Pressure As Outcome Predictors For Head Injury Patients Marbun, Agnes Silvina; Sinuraya, Elida; Amila, Amila; Simanjuntak, Galvani Volta
Bali Medika Jurnal Vol 7 No 2 (2020): Bali Medika Jurnal Vol 7 No 2 Desember 2020
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v7i2.140

Abstract

Because of the relatively high mortality rate in head injury patients requires an accurate initial assessment to predict the outcome and appropriate nursing interventions in accordance with patient’s condition. This study examined Glasgow Coma Scale (GCS), systolic blood pressure, and respiratory rate as mortality predictors in patients with head injury at Haji Adam Malik Central Hospital in Medan. It was an analytical observational study with retrospective approach. The research population was medical record of head injury patients in the period of January – December 2018 in Haji Adam Malik Central Hospital. The sampling was taken by purposive sampling technique with several criteria including: having a GCS score, systolic blood pressure, respiratory rate at the time the patients admitted to the emergency room and was not a transferred patient. The results of logistic regression analysis showed that there was a correlation between GCS score (p 0.000; OR 3.299) and systolic blood pressure (p 0.024; OR 1,044) toward mortality of head injury patients. It is concluded that GCS and systolic blood pressure statistically increase the prediction of mortality in patients with head injury.
Manajemen Keperawatan Pada Gangguan Bersihan Jalan Napas: Studi Kasus Flora Sijabat; Antonij Sitanggang; Elida Sinuraya; Yohana F H Buulolo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada bronkus. Penderita bronkitis menunjukkan adanya lendir yang berlebihan pada saluran pernafasan disertai batuk, oleh karena bersihan saluran pernafasan terganggu akibat produksi sekret yang berlebihan dan sekret yang menumpuk pada bronkus. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah intervensi dapat digunakan sebagai manajemen pada gangguan bersihan jalan nafas. Metode: Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Partisipannya adalah seorang wanita berusia 54 tahun penderita bronkitis. Partisipan merasa sulit bernapas, batuk, badan terasa lemas dan pernafasan takipnea. Intervensi – diberikan dalam waktu 3 hari, partisipan dinilai status pernafasannya yang terdiri dari frekuensi nafas, kemampuan batuk, produksi sputum dan pola pernafasan. Partisipan mendapatkan intervensi berupa posisi semi fowler, fisioterapi dada, latihan batuk efektif, dan pengaturan asupan cairan. Hasil: Dengan intervensi ini, frekuensi pernapasan partisipan menurun dari 26 kali per menit menjadi 20 kali per menit, mampu untuk batuk, tidak ada sekret pada saluran napas, dan tidak ada takipnea. Kesimpulan: posisi semi fowler, fisioterapi dada, latihan batuk efektif, dan pengaturan asupan cairan adalah efektif sebagai manajemen keperawatan pada gangguan bersihan jalan napas.
Manajemen Keperawatan Pola Napas Tidak Efektif Pada Pasien Asma Bronkial : Case Study Flora Sijabat; Natha Sonya Sitorus; Elida Sinuraya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma Bronkial merupakan penyakit inflamasi kronik yang terjadi pada saluran pernapasan ditandai dengan gejala episodik berulang beupa mengi, sesak napas dan rasa berat di dadad dimana gejala ini lebih sering muncul pada malam hari atau menjelang pagi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah intervensi dapat digunakan sebagai manajemen pola napas tidak efektif pada pasien asma bronkial. Metode: Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Partisipannya adalah seorang wanita berusia 63 tahun penderita asma bronkial. Partisipan merasa sulit bernapas, pernapasan takipnea, rasa berat di dada dan badan terasa lemas . Intervensi – diberikan dalam waktu 3 hari, partisipan dinilai status pernafasannya yang terdiri dari frekuensi nafas dan pola pernafasan. Partisipan mendapatkan intervensi berupa posisi semi fowler, pemantauan respirasi dan tehnik pernapasan buteyko. Hasil: Dengan intervensi ini, frekuensi pernapasan partisipan menurun dari 30 kali per menit menjadi 21 kali per menit, tidak ada takipnea dan pola pernapasan normal. Kesimpulan: posisi semi fowler, pemantauan respirasi, dan tehnik pernapasan buteyko adalah efektif sebagai manajemen keperawatan pola napas tidak efektif pada pasien asma bronkial.
Manajemen Keperawatan Perfusi Perifer Tidak Efektif Pada Pasien Diabetes Melitus: Case Study Flora Sijabat; Murni Enye Rosani Siregar; Elida Sinuraya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 10 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i10.1449

Abstract

Diabetes melitus merupakan kelainan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah, karena tidak seimbangnya antara pasokan dan permintaan insulin oleh tubuh sehingga memudahkan glukosa masuk kedalam sel untuk digunakan dalam metabolisme dan pertumbuhan sel. Tujuan untuk memberikan asuhan keperawatan diabetes melitus dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efekti. Sample yang digunakan ada sebanyak 2 pasien dengan Diabetes Melitus dengan masalah keperawatan Perfusi Perifer Tidak Efektif di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam. Hasil studi kasus dengan masalah Diabetes Melitus : Perfusi Perifer Tidak Efektif dimulai dari tanggal 19-25 April 2024 dan pada hari ketiga dan hari keempat sudah didaptkan hasil yaitu rasa kesemutan sudah tidak dirasakan lagi. Kesimpulan Senam Kaki Diabetes dapat mengatasi rasa kesemutan pada ekstremitas pada penderita Diabetes Melitus : Perfusi Perifer Tidak Efektif. Saran agar menerapkan senam kaki diabetes pada pasien diabetes melitus dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif.
Manajemen Nyeri Pada Pasien Dengan Fraktur Tibia Fibula: Studi Kasus Sinuraya, Elida; Situmorang, Jastro; Sitinjak, Rivero N
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accidents often result in fractures. A tibia-fibula fracture will show bone discontinuity and damage to the surrounding tissue, causing complaints of pain. Pain management will prevent, reduce or stop the sensation of pain and increase a sense of comfort. This study used a qualitative research method with a case study approach.The purpose of this study was to describe pain management in patient with tibia-fibula fractures. The participant in this study was a 24 year old male with a fracture of the tibia and fibula. Participants complained of pain in the right leg and heel after an accident. Data were collected by three methods consist of observations, interviews, and documentation. Intervention in this study was pharmacological and non-pharmacological therapy such as building a trusting relationship, teaching distraction and relaxation techniques and placing participants in a comfortable position. Results - there was a decrease in pain levels from 7 to 3, participants stated that there was a decrease in pain, he were able to control the pain, and he could rest well
MERENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN GANGGUAN TIDUR : SINGLE CASE STUDY Sinuraya, Elida; Frida L Saragih; Yuli A Milala; Flora Sijabat
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i1.5977

Abstract

Hipertensi merupakan bagian dari penyakit degenerative, Gejala yang biasa timbul adalah nyeri kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, dan gelisah sehingga menimbulkan gangguan tidur pasien hipertensi. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas dari perendaman kaki air dengan hangat pada pasien hipertensi dengan gangguan tidur, Metode penelitian dengan disain deskriptive berupa studi kasus. Partisipan berusia 55 tahun yang telah satu tahun menderita hipertensi. Dia mengeluh sulit untuk memulai tidur sejak 3 minggu sehingga kepalanya berasa nyeri. Tidur malam hanya empat jam dan sering terbangun sehingga merasa mengantuk di siang hari. Intervensi perendaman kaki dengan air hangat dilakukan selama tiga hari. Hasil: partisipan mengatakan sudah bisa tidur selama tujuh jam dan sudah tidak mudah terbangun pada malam hari. Kesimpulan: perendaman kaki dengan air hangat efektive digunakan pada pasien hipertensi dengan gangguan tidur.
SENAM KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN RISIKO GANGGUAN INTEGRITAS KULIT : A SINGLE CASE STUDY Sinuraya, Elida; Frida L Saragih; Kristiani Lahagu; Flora Sijabat
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i2.6559

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang di tandai dengan hiperglikemia.. Aliran darah yang tidak lancar ke daerah perifer oleh karena hiperglikemia, berisiko terjadinya gangguan integritas kulit di daerah kaki. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas dari senam kaki pada pasien Diabetes Melitus dengan risiko gangguan integritas kulit, Metode penelitian dengan disain deskriptive berupa studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang perempuan yang berusia 43 tahun, mengeluh kakinya terasa kesemutan dan kebas. Ia telah menderita diabetes melitus sejak satu setengah tahun yang lalu. Intervensi latihan kaki diberikan selama tiga hari setiap pagi dan sore hari. Hasil: partisipan tidak menunjukkan adanya tanda dan gejala gangguan integritas kulit pada daerah kaki. Kesimpulan: latihan kaki efektive diberikan kepada pasien diabetes melitus dengan risiko terjadinya gangguan integritas kulit.