Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN BERAT TAS PUNGGUNG DENGAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA ANAK USIA SEKOLAH Marthalena Simamora; Elida Sinuraya; Nurlelasari Harahap
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 7, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.338 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v7i1.12

Abstract

Pendahuluan. Peningkatan penggunaan tas punggung oleh anak sekolah dasar diiringi dengan peningkatan perhatian terhadap efek samping penggunaan tas punggung yang berat, dapat menimbulkan efek negatif yang cukup besar bagi anak sekolah dasar dikarena dapat meningkatkan stres pada struktur tulang belakang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat tas punggung dengan nyeri punggung bawah pada anak usia 10-12 tahun. Penelitian dilakukan di SDN.0213 Bahal Batu Barumun Tengah.Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian cross-sectional dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling dan didapatkan 75 orang sampel. Prosedur penelitian dengan melakukan pengukuran berat tas punggung, berat badan, tinggi badan dan siswa diberikan kuesioner mengenai keluhan nyeri punggung bawah.Hasil. Penelitian menunjukan dari 75 sampel, seluruhnya (100%) menggunakan tas punggung. Siswa yang menggunakan tas punggung dengan kategori ringan 32,0% dan kategori berat 68,0%. Dari 75 sampel yang dilakukan pengukuran nyeri punggung bawah, 80,0%  mengeluhkan adanya nyeri punggung bawah. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan berat tas punggung dengan nyeri punggung bawah pada anak usia 10-12 tahun (p=0,009 α 0,05).Kesimpulan. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tas punggung yang berat berhubungan dengan timbulnya keluhan nyeri punggung bawah pada anak usia 10-12 tahun. Disarankan kepada seluruh orang tua untuk lebih mempertimbangkan beban tas punggung yang dibawa anak kesekolah.
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN OBESITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA GOUT ARTHRITIS Elida Sinuraya; Flora Sijabat; Antonij Sitanggang
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Online Keperawatan Indonesia (JOKI)
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v5i1.2952

Abstract

Obesity is often associated with an increase in uric acid. This occurs through the process of decreasing the excretion of uric acid so that there is a buildup in the blood. This situation will trigger the occurrence of gout arthritis. This quantitative descriptive research aims to determine the characteristic picture of demography and obesity as risk factors for gout arthritis in students. Sampling was carried out with a total sampling so that 68 respondents were involved in this study. Data collection was carried out using metering tools and scales to obtain the respondent's body mass index. The collected data were analyzed using frequency distributions. Results; there were 3 respondents who were obese (4.4%), all aged 10-20 years, female 2 respondents (2.9%) and 1 person male (1.5%). Conclusion: based on the description of demographic characteristics and obesity, there are 4.4% of respondents who have a risk of gout arthritis in students
EDUKASI SADARI (PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA SISWI SMA MEDAN Amila, Amila; Sinuraya, Elida; Bevy Gulo, Adventy Riang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker penyebab kematian tertinggi nomor 2 setelah kanker leher rahim. Saat ini, kanker payudara sudah mulai menyerang remaja. Namun remaja masih memiliki pengetahuan dan sikap yang rendah mengenai deteksi dini kanker payudara. Salah satu penanggulangan kanker payudara yaitu penemuan kasus dengan deteksi dini yang dilakukan melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang bisa dilakukan secara mudah yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya benjolan yang dapat berkembang menjadi kanker payudara. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan perubahan perilaku tentang deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMA YPI Amir Hamzah Medan. Sasaran khalayak dari pengabdian ini adalah siswi SMA YPI Amir Hamzah Medan. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan proses ceramah, pemutaran video, pemberian poster atau leaflet tentang SADARI, tanya jawab, praktek dan evaluasi kegiatan berupa Tanya jawab dan demonstrasi siswi. Disarankan kepada remaja putri untuk melakukan SADARI secara rutin dan sekolah melakukan penyuluhan kesehatan siswanya.
PENINGKATAN KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN COVID 19 DI GEREJA HKBP PAGARAN NAULI RESORT MEDAN MILLENIUM TAHUN 2020 Sijabat, Flora; Sinuraya, Elida; Etty Nainggolan, Christin Roos
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus merupakan virus yang menyebabkan penyakit pada manusia yang menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius. Virus ini diperkirakan dapat menyebar melalui manusia, yaitu kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek ekonomi dan menimbulkan kekhawatiran bagi setiap orang karena takut tertular, oleh karenba virus corona dapat berdampak menimbulkan kematian. Oleh sebab itu Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa: 1). Memberikan bantuan berupa bantuan paket sembako, 2). Edukasi dan demonstrasi tentang mencuci tangan yang tepat dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit Covid 19. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pembagian sembako, edukasi dan demonstrasi mencuci tangan yang benar. Hasil dari kegiatan ini peserta dapat mengerti cara mencuci tangan yang benar dan dapat mendemonstrasikan cara mencuci tangan dengan tepat dan menerima sembako yang di bagikan
PENINGKATAN WAWASAN MASYARAKAT TENTANG HUBUNGAN BERAT TAS PUNGGUNG DENGAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA ANAK USIA 10 – 12 TAHUN Sinuraya, Elida; Sembiring, Evarina; Ginting, Mika; Wasti, Wasti
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak anak biasanya menggunakan tas punggung untuk membawa barang-barang mereka ke sekolah. Meskipun tas punggung banyak diminati oleh anak-anak tetapi dapat berdampak negative pada tubuhnya bila berat tas melebihi 10% dari total berat tubuh. Adanya nyeri punggung bawah, penurunan berat badan, kelemahan, dan tidur merupakan dampak negative yang terjadi pada anak. Oleh sebab itu, penting dilakukan penyuluhan tentang hubungan berat tas punggung dengan nyeri punggung bawah pada anak usia 10 – 12 tahun kepada masyarakat. Penyuluhan ini merupakan bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat guna peningkatan kesehatan masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan wawasan masyarakat tentang hubungan berat tas punggung dengan nyeri punggung bawah pada anak usia 10 – 12 tahun.
Mengoptimalkan Kemampuan Otak Melalui Latihan Literasi Dan Numerasi Sinuraya, Elida; Idahwati; Simanjuntak, Ruth Rani; Simanjuntak, Ruth Marsaulina; Arinda, Salsa C; Husnah, Safinatul; Salsabila
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otak mempunyai kepekaan yang luar biasa untuk mengolah setiap informasi yang masuk dari lingkungan sekitarnya. Ketika seorang anak belajar berhitung dan berfikir maka anak tersebut sedang berbahasa didalam fikirannya. Apabila lobus frontalis mengalami kerusakan maka anak tersebut akan menunjukkan gejala seperti tidak langsung mengerti tentang apa yang ditanyakan orang lain kepadanya. Semakin seseorang memanfaatkan dan memaksimalkan kinerja otaknya, maka orang tersebut akan semakin cerdas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan kemampuan otak melalui latihan literasi dan numerasi. Sasaran khalayak dari pengabdian ini adalah siswa SMP Swasta Muhammadiyah Sukaramai Medan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dari September sampai Nopember 2022 dengan kegiatan terdiri atas membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran, membaca majalah dinding, kunjungan ke perpustakaan, english day, sharing IT, pendisiplinan bagi siswa yang melanggar peraturan sekolah, go green, dan peminatan matematika. Kesimpulan: terdapat peningkatan kemampuan otak dalam latihan literasi dan numerasi dari para siswa. Disarankan kepada para siswa untuk tetap melakukan latihan literasi dan numerasi untuk mengasah kemampuan otak agar dapat meningkatkan kecerdasannya.
Pencegahan Risiko Jatuh Pada Lanjut Usia Melalui Latihan Rentang Gerak Sinuraya, Elida; Idahwati; Antonij Sitanggang; Widya P Sihombing; Murni E Rosani S; Elia I Damanik; Chatrine A Tarigan; Siti O Marbun; Calvin Sianturi; Natha S Sitorus
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatuh merupakan penyebab terjadinya injury sehingga penderita harus masuk ke rumah sakit. Penurunan fungsi system muskuloskeletal pada lanjut usia merupakan bagian dari faktor risiko intrinsic yang menyebabkan lanjut usia mudah untuk jatuh. Latihan rentang gerak akan meningkatkan flexibilitas sendi dan kontraksi otot. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai upaya pencegahan risiko jatuh pada lanjut usia melalui demonstrasi latihan rentang gerak . Sasaran khalayak dari pengabdian masyarakat ini adalah para lanjut usia di panti werdha taman bodhi asri Medan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan juni 2023 dengan kegiatan latihan rentang gerak pada persendian leher, bahu, siku, pergelangan tangan, jari tangan, dan pergelangan kaki. Hasil: Penilaian yang di dapat dari latihan rentang gerak ini pada setiap lanjut usia sangatlah bervariasi. Kesimpulan: Kegiatan ini mendapatkan respon positive, dimana para lansia terlibat dalam latihan ini. Latihan yang dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus akan meningkatkan flexibilitas sendi dan kekuatan otot sehingga menurunkan faktor risiko intrisik terjadinya jatuh pada lanjut usia. Disarankan agar sebelum dan setelah melakukan latihan rentang gerak perlu di monitor tanda-tanda vitalnya oleh karena aktivitas dapat berdampak kepada perubahan tanda-tanda vital lanjut usia.
Peningkatan Pengetahuan terhadap Ketidakseimbangan Cairan Edema Sitanggang, Antonij; Elida Sinuraya; Idahwati; Estella D.S; Michela N.S; Hendro P. H
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edema adalah istilah medis untuk pembengkakan yang disebabkan oleh cairan yang terperangkap di jaringan tubuh. (Nama, tahun). Edema paling sering terjadi di kaki, pergelangan kaki, dan tungkai, namun dapat juga memengaruhi bagian tubuh lainnya, seperti wajah, tangan, dan perut. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah sebagai upaya pengenalan dan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap edema. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah dengan teknik presentasi dan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Kegiatan pengabdian mendapatkan respon positif, hal ini terlihat dari ketertarikan mereka dalam bertanya dan juga antusias dalam menjelaskan kembali materi penyuluhan yang sudah diberikan. Agar dilakukan penyuluhan kepada para mahasiswa non kesehatan di lingkungan kampus tentang pengaturan intake dan output cairan sehingga mereka dapat memahaminya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya pencegahan terjadinya edema.
Edukasi Pentingnya Asupan Gizi Pasca Donor Darah Di Gbi Rumah Persembahan Medan Purba, Sri Dearmaita; Elida Sinuraya; Rani Kawati Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah. Setelah donor darah, hemoglobin (HB) dapat terkuras, untuk membantu tubuh mengganti kadar hemoglobin dalam darah, tubuh akan melakukan kompensasi dengan membentuk sel darah baru perlu asupan gizi yang baik dengan makan makanan yang bergizi tinggi dan protein yang cukup. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disusun dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan/ interaksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan edukasi berjalan dengan baik dan lancar, semua rencana kegiatan terselesaikan dengan baik. Sebagian peserta hanya memahami makan sekali saja telur rebus dan tablet penambah darah sudah mencukupi, akan tetapi sebagian peserta paham akan pentingnya asupan gizi ini karena donor darah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap 3 bulan kalau tidak ada halangan.
Penyuluhan Senam Osteoporosis sebagai pencegahan Osteoporosis Idahwati, Idahwati; Sijabat, Flora; Sinuraya, Elida; Halawa, Theresia; Nduru, Christian; Sianturi, Juyanti; Simamora, Rosmayana; Simatupang, Agnes Theresia; Sipayung, Lia Nurhayati
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v4i4.374

Abstract

Introduction: Low physical activity in society has an impact on increasing cases of osteoporosis. This makes bones break easily and causes pain, impaired movement and decreased productivity. Therefore, it is important to make efforts to prevent osteoporosis, such as physical exercise: osteoporosis exercises. Objective: The purpose of this service was to increase the understanding of elderly people about osteoporosis exercises to prevent osteoporosis Method: The method used was lecture and demonstrations about osteoporosis exercise. This public service was conducted by lecturers and students at the Nursing Diploma, Sari Mutiara University Indonesia Result: about 80% of elderly people were understand and able to demonstrate about osteoporosis exercises. Conclusion: After receiving teaching, elderly people's knowledge about osteoporosis exercise as a prevention of osteoporosis has increased.