Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Education on clean and healthy living behavior for elementary school students Arga Buntara; Ulya Qoulan Karima
Community Empowerment Vol 8 No 9 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.9188

Abstract

Most types of diseases that often attack school-age children are generally related to Clean and Healthy Behavior Practices (PHBS), so it is important to instill PHBS values in schools. The practices of PHBS among SD Islam Serambi Depok students remained suboptimal and specific education about PHBS has never been carried out. The purpose of this community service was to increase students' knowledge about PHBS in schools by educating them on two main topics: 1) PHBS indicators in schools, and 2) advising and strengthening teachers regarding PHBS practices in schools. The education method was carried out by direct counseling in the classroom to 24 elementary school students in grades 4, 5, 6. The results of the program showed an increase in knowledge in the good knowledge category from 29.2% to 75%. After this education, it is suggested that schools continue to monitor PHBS activities and prepare facilities and infrastructure to support PHBS practices.
Faktor-Faktor Kecemasan Tenaga Kesehatan Selama Pandemi COVID-19 Deminanga, Tyara Aderalda; Fitri, Azizah Musliha; Buntara, Arga; Utari, Dyah
INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 6 No 2 (2021): INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpkm.V6I22021.127-137

Abstract

Salah satu dampak dari pandemi COVID-19 adalah meningkatnya prevalensi kecemasan tenaga kesehatan. Penelitian ini bersifat analisis kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sebanyak 167 tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD Pasar Rebo direkrut sebagai sampel menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale yang disebarkan secara daring. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, usia, status pernikahan, status memiliki anak, bekerja sebagai perawat, dan beban kerja berat dengan tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan. Diharapkan rumah sakit dapat mengambil upaya khusus untuk menjaga kesehatan mental tenaga kesehatan seperti memberikan konsultasi, mensosialisasikan mekanisme coping yang efektif pada tenaga kesehatan
Faktor Risiko Kelelahan Mata Pada Karyawan Pengguna Komputer: Sebuah Studi Cross-Sectional Marsya Kamila Savitri; Arga Buntara; Chahya Kharin Herbawati; Chandrayani Simanjorang
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2024): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (June)
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/kesdok.V5i2.6047

Abstract

Abstract—Eye fatigue has a negative impact on workers such as, lost productivity. It was found that workers at PT PLN Icon Plus had a computer usage duration of more than 4 hours per day and lighting that was not up to standard. The purpose of this study was to determine the risk factors for eye fatigue in computer users at PT PLN Icon Plus. The design of this study was cross-sectional. The population of this study amounted to 80 workers and all were respondents. The research was conducted between February and June 2023 on employees of PLN Icon Plus. The research instruments used eye fatigue questionnaires, laser distance meters, lux meters and heat stress meters. The results of the chi-square test analysis showed significant relationship between working time (p-value=0.004), work duration (p-value=0.016) and lighting (p-value=0.051) with eye fatigue. The age, gender and distance of the monitor showed no relationship with eyestrain. It is recommended to companies to add curtains to each window so the light that enters during the day does not exceed the standard. In addition, employees can download a screen time application on the computer to see how long the activity works while using the computer. Keywords: computer, correlate, eye fatigue, worker Abstrak—Kelelahan mata memiliki dampak negatif pada karyawan seperti, kehilangan produktivitas. Ditemukan bahwa karyawan di PT PLN Icon Plus memiliki durasi penggunaan komputer lebih dari 4 jam per hari dan pencahayaan yang tidak sesuai standar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kelelahan mata pada karyawan pengguna komputer di PT PLN Icon Plus. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 80 karyawan dan keseluruhan dijadikan responden. Penelitian dilakukan pada Februari-Juni 2023 terhadap karyawan PLN Icon Plus. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner kelelahan mata, laser distance meter, lux meter dan heat stress meter. Hasil analisis uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang siginifikan dengan masa kerja (p-value = 0,004), durasi kerja (p-value = 0,016) dan pencahayaan (p-value = 0,051) dengan kelelahan mata. Umur, jenis kelamin dan jarak monitor tidak memiliki hubungan dengan kelelahan mata. Disarankan kepada perusahaan untuk menambahkan tirai di setiap jendela agar cahaya yang masuk pada siang hari tidak melebihi standar. Selain itu, karyawan dapat mengunduh aplikasi screen time pada komputer untuk melihat berapa lama aktivitas bekerja dalam menggunakan komputer. Kata kunci: faktor yang berhubungan, karyawan, kelelahan mata, komputer
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja Formal Di Jakarta Timur Alvionita, Novinda; Simanjorang, Chandrayani; Buntara, Arga; Utari, Dyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16262

Abstract

Stres kerja adalah suatu bentuk ketegangan yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam kondisi psikologis pekerja yang dapat mempengaruhi cara berpikir, emosi, dan kesehatan secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja formal di Jakarta Timur. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dan data diolah dengan uji chi-square. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner The Workplace Stress Scale, Rating Scale Mental Effort (RSME) dan Global Physical Activity (GPAQ). Penentuan jumlah sampel minimal menggunakan rumus Lemeshow (Hypothesis tests for two population proportions (two-sided test)). Sebanyak 176 pekerja dipilih sebagai responden dengan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan 56,9% responden mengalami stres kerja. Terdapat hubungan antara usia (p-value = 0,034), aktivitas fisik (p-value = 0,019), dan beban kerja mental (p-value = 0,001) dengan stres kerja. Disarankan bagi pekerja untuk menyusun jadwal kerja yang terorganisisasi dan disusun berdasarkan urgensi dan kebutuhan, beristirahat sejenak untuk menyegarkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi, serta berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Factors Associated with Safety Riding Behavior Among Workers in Tanjung Priok District, North Jakarta City Handoko, Handoko; Buntara, Arga; Utari, Dyah; Herbawani, Chahya Kharin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i4.605

Abstract

Introduction: Safety riding behavior is an ideal behavior that any worker must apply to increase the worker’s safety and other road users. There has been an increased prevalence and mortality rate due to traffic accidents in 2022. This study analyzed factors related to driving safety behavior among workers in Tanjung Priok District in 2023.Method: A cross-sectional study was conducted in the Tanjung Priok District between March to June 2023. The questionnaires adopted two instruments from the Indonesian Traffic Police Corps instruments and two previous research instruments distributed through Google Forms. All general workers who reside and work in Tanjung Priok were selected as subjects. The inclusion criteria of this study were workers who both worked or lived in the Tanjung Priok sub-district and ride motorbikes for mobility. The exclusion criteria were individuals who do not work in the Tanjung Priok sub-district and those who only pass through the area without working or residing there. The data were then analyzed using the Chi-square test. The sampling technique applied was proportionate stratified sampling. Result: The finding showed that 97 (86.6%) workers drove safely and 15 (13.4%) workers drove unsafely. The factors associated with safety riding behavior were knowledge (p-value = 0.001), attitude (p-value = 0.007), driving PPE (p-value = 0.010), driving insurance ownership (p-value = 0.046), and family support (p-value = 0.001).Conclusion: Local government is required to cooperate with the police department to increase workers’ knowledge about equipment so safety riding behavior is formed. Latar Belakang: Perilaku keselamatan berkendara merupakan perilaku ideal yang harus dimiliki oleh pekerja untuk meningkatkan keamanan pekerja dan pengguna jalan lain serta meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terjadi peningkatan kasus kecelakaan dan kematian akibat kecelakaan pada tahun 2022 di Jakarta Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pekerja di Kecamatan Tanjung Priok tahun 2023.Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Priok pada bulan Maret hingga Juni 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diadopsi dari instrumen Korps Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan dua penelitian terdahulu yang disebarkan melalui Google Forms. Sampel penelitian ini adalah seluruh pekerja yang berdomisili dan bekerja di Tanjung Priok dengan kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pekerja yang bekerja dan/atau tinggal di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, serta pekerja yang menggunakan sepeda motor untuk mobilitas. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah individu yang tidak bekerja di wilayah Kecamatan Tanjung Priok dan hanya melewati wilayah tersebut. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional stratified sampling. Hasil: Hasil analisis menunjukkan 97 (86,6%) pekerja mengemudi dengan aman dan 15 (13,4%) pekerja mengemudi dengan tidak aman. Faktor yang berhubungan dengan perilaku safety riding adalah pengetahuan (p-value = 0,001), sikap (p-value = 0,007), APD mengemudi (p-value = 0,010), kepemilikan asuransi mengemudi (p-value = 0,046), dan dukungan keluarga. (nilai p = 0,001).Kesimpulan: Kecamatan Tanjung Priok perlu adanya kerja sama dengan kepolisian setempat untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai kelengkapan agar terbentuk perilaku keselamatan berkendara. Kata Kunci: Kecelakaan lalu lintas, Keselamatan berkendara, Pekerja
Ammonia Exposure Based on the Length of Work to Lung Function Abnormalities Among Traditional Scavengers Jasmine, Maulyda Shakeela; Nurcandra, Fajaria; Fithri, Nayla Kamilia; Buntara, Arga
Kesmas Vol. 19, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lung function abnormalities can be caused by smoking habits or air pollution. Sanitary landfills can produce ammonia, which can cause lung function abnormalities. This study aimed to determine a relationship between ammonia exposure based on the length of work and lung function abnormalities among traditional scavengers at the Sumur Batu Landfill, Bekasi City, West Java Province, Indonesia. This analytical observational study applied quantitative methods and cross-sectional design. A total of 85 scavengers were selected using purposive sampling from March to May 2023. Data was obtained using a respondent characteristics questionnaire, spirometry, and spectrophotometer and analyzed using the Cox Regression Model. Most respondents (54.12%) had lung function abnormalities, and 79.17% had worked ≥8.5 years. The adjPR of ammonia exposure based on the length of work to lung function abnormalities was 3.413 (95% CI 1.51—7.71). There were confounding variables between ammonia exposure based on the length of work and lung function abnormalities: smoking status and lung disease record. In conclusion, ammonia exposure based on the length of work strongly correlates with lung function abnormalities in scavengers after adjusting for the lung disease record and smoking behavior.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Skabies pada Santriwati di Pondok Pesantren X Tahun 2018 Nur’aini, Rika; Utari, Dyah; Buntara, Arga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.883 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.24

Abstract

Latar Belakang: Kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau kudis Sarcoptes. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2014, kudis memiliki jumlah kasus yang tinggi di dunia yaitu 130 juta orang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, kebersihan pribadi dan kepadatan rumah tangga dengan gejala kudis di kalangan siswa perempuan di X Islamic Boarding School pada tahun 2018.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Subjek penelitian ini adalah siswa perempuan Madrasah Aliyah di X Islamic Boarding School pada tahun 2018.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan 80% siswa perempuan mengalami gejala kudis. Berdasarkan hasil uji statistik, ada hubungan yang signifikan antara kepadatan rumah tangga dan gejala skabies (p-value = 0,017).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan kebersihan pribadi dengan gejala scabies. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan bahwa pondok pesantren untuk memberikan konseling kesehatan dan kebersihan bekerja sama dengan pusat kesehatan masyarakat, menyediakan fasilitas kesehatan, dan mengurangi orang di setiap kamar. Background: Scabies is a skin disease caused by Sarcoptes scabies mites. According to the World Health Organization (WHO), in 2014, scabies has a high case number in the world which was 130 million people. This study was conducted to determine the relation between the level of knowledge, personal hygiene and household density with scabies symptoms among female students at X Islamic Boarding School in 2018.Methods: This research is a quantitative analytical study with a cross-sectional design. The data of this study were analyzed using a Chi-Square test. The subjects of this study were female students of Madrasah Aliyah at X Islamic Boarding School in 2018.Result: The Results show 80% of female students experience symptoms of scabies. Based on statistical test results, there is a significant relationship between the household density and symptoms of scabies (p-value = 0.017).Conclusion: There is no relationship between level of knowledge and personal hygiene with symptoms of scabies. Based on the results of the research, it is recommended that islamic boarding school to provide health and hygiene counseling in collaboration with community health centers, provides health facilities, and reduce people in each room.
Cedera Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia: Faktor Risiko Serta Strategi Pencegahan dan Intervensi Buntara, Arga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.727 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i3.25

Abstract

AbstrakCedera akibat lakalantas masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar, baik di Indonesiamaupun di dunia. Angka kematian akibat lakalantas terus meningkat setiap tahun seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor. Namun, angka cedera dan kematian lakalantas di Indonesia sangat sulit untuk ditentukan secara pasti karena ketiadaan sistem surveilans terintegrasi. Para pengendara sepeda motor dan pejalan kaki digolongkan ke dalam kelompok berisiko tinggi. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko cedera dan kematian akibat lakalantas, yaitu faktor risiko pengendara, kendaraan, dan lingkungan. Mengenai faktor risiko pengendara, terdapat faktor perilaku, status kesehatan pengemudi, dan faktor-faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Berdasarkan literatur yang diperoleh, perilaku tidak mengenakan helm, tidak menggunakan sabuk keselamatan, kebiasaan mengebut, konsumsi alkohol, penggunaan ponsel saat berkendara, kelelahan dan kantuk, serta usia muda dan pria dapat meningkatkan risiko cedera akibat lakalantas. Mengenai faktor kendaraan, kendaraan berusia tua dan tidak diperiksa secara rutin menjadi faktor risiko. Terkait faktor lingkungan, keberadaan persimpangan jalan, kondisi jalan rusak atau di bawah standar, serta keadaan matahari terbit, terbenam, dan malam hari meningkatkan risiko lakalantas yang menyebabkan cedera. Sebagai solusi, Pemerintah Indonesia perlu melaksanakan strategi pencegahan dan intervensi yang diadaptasi dari WHO, yaitu lima pilar sistem keselamatan jalan. Lima pilar ini terdiri dari pengelolaan keselamatan jalan, jalan dan mobilitas yang lebih aman, kendaraan yang lebih aman, penggunaan jalan yang lebih aman, dan respons pascalakalantas. Komunikasi dan kolaborasi yang kuat antarlembaga negara juga pihak-pihak terkait sangat diperlukan untuk menyelenggarakan strategi pencegahan dan intervensi cedera akibat lakalantas. Road Traffic Injury in Indonesia: Risk Factors, Prevention and Intervention StrategiesAbstractRoad traffic injury remains a major public health issue in both Indonesia and the world. Traffic-related death rate continues to increase each year along with the growing number of motor vehicles. However, in Indonesia, road traffic injury and fatality rates are difficult to determine due to the lack of an integrated surveillance system. Motorcyclists and pedestrian are classified as high-risk groups. Several risk factors which can increase traffic-related injury and death risks include driver, vehicle and environmental factors. Driver risk factors consist of behavioural factors, driver’s health status and factors which cannot be modified. Numerous sources suggest that not wearing a helmet or safety belt, speeding habit, alcohol consumption, mobile phone use while driving, fatigue and sleepiness, young age and male may increase the risk of road traffic injury. Vehicles which are old and not inspected regularly appear to be a risk factor as well. Regarding environmental factors, urban junctions, damaged or substandard roads, sunrise, sunset and night time raise the risk of traffic accidents leading to injuries. To address these problems, the Indonesia government requires to implement prevention and intervention strategies adapted from WHO, namely five pillars of a road safety system. These include road safety management, safer roads and mobility, safer vehicles, safer road users and post-crash response. Strong communication and collaboration efforts involving government institutions and related parties are needed to carry out road traffic injury prevention and intervention measures.
Risk Factors Associated with The Incidence of Malaria in Mimika Baru District Batrisyia, Dayini; Herbawani, Chahya Kharin; Buntara, Arga; Hanifah, Laily
jitek Vol 13 No 1 (2025): September 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v13i1.2230

Abstract

Malaria remains a major health issue in Indonesia, particularly in the eastern regions, which contribute to about 90% of national cases. Mimika Regency, especially Mimika Baru District, is one of the high-endemic areas. This study aimed to identify human and environmental risk factors associated with malaria incidence. The research, conducted from May to June 2025 in Mimika Baru District, used a cross-sectional design with 155 respondents selected through stratified random sampling. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. Variables included age, gender, education, occupation, healthcare access, knowledge, ventilation screen use, mosquito net use, ceiling availability, and the existence of mosquito breeding sites, resting places, and animal shelters. Results showed that 83.6% of respondents had contracted malaria in the past year. Factors significantly associated with malaria incidence were the use of ventilation screens (p=0.050), mosquito nets (p=0.025), ceilings (p=0.015), breeding sites (p=0.002), resting places (p=0.015), and animal shelters (p=0.025). Strengthening malaria prevention and control through public education, distribution of insecticide-treated nets, and improved environmental management is recommended.
Pemetaan Spasial serta Studi Korelasi antara Faktor Demografi, Lingkungan, dan Kasus Tuberkulosis di Kota Bogor Tahun 2023 Fadhlillah, Muhammad Imam; Buntara, Arga; Fithri, Nayla Kamilia; Simanjorang, Chandrayani
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 10, No 4: November 2025
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v10i4.29372

Abstract

Background: The city of Bogor has recorded a steady increase in the number of TB cases over the past three years, reaching 6,142 cases in 2023 with the highest treatment-related mortality rate in West Java (270 deaths). This study aims to analyze the relationship between demographic and environmental factors and TB incidence, as well as analyze the spatial distribution of use in the city of Bogor in 2023.Methods: The study employed an ecological design based on administrative areas, with six districts as units of analysis: Bogor Barat, Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Selatan, Bogor Utara, and Tanah Sareal. Secondary data were obtained from the Bogor City Health Office (TB case data by age and sex, 2023), Statistics Indonesia (BPS) of Bogor City (population density and housing density, 2023), and the Bogor Class II Meteorological Station (BMKG) (average air temperature and humidity, 2023). Spatial analysis was conducted using QGIS and bivariate analysis using Pearson correlation.Result: A total of 6,142 TB cases were recorded in 2023. The highest number was in Bogor Barat (1,419 cases), followed by Bogor Selatan (1,320) and Tanah Sareal (1,147), while the lowest was in Bogor Timur (539 cases). Spatial mapping showed higher case concentrations in the western and southern parts of the city. The sex variable (male r = 0.880, female r = 0.901) showed a strong correlation with TB cases.Conclusion : This study recommends targeted TB interventions in high-burden areas and consideration of demographic aspects as risk indicators.