Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PROFITABILITAS DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR FOOD & BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2018-2022 Rohmawati, Anisa Dwi; Tjahjono, Achmad
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Widya Wiwaha Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrabi.v4i2.1012

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh profitabilitas dan struktur modal terhadap nilai perusahaan serta pengaruh kualitas audit dalam memoderasi profitabilitas dan struktur modal terhadap nilai perusahaan. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor food & beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2018-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan tahunan yang diterbitkan oleh perusahaan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 24 perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Moderated Regression Analisis (MRA) dengan aplikasi SPSS V25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, struktur modal yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Kualitas Audit sebagai variabel moderasi mampu memoderasi pengaruh signifikan positif variabel profitabilitas dan struktur modal terhadap nilai perusahaan.
PELATIHAN MANAJEMEN OPERASI GUNA MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI PADA KIKIM KONVEKSI Wahyuningtyas, Yunita Fitri; Syaflan, Meidi; Budiyati, Kuntari; Fajar, Rizki Nur; Sari, Elina Kartika; Ambarwati, Lilik; Tjahjono, Achmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Kikim Konveksi adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi berbagai macam pakaian. Sebagai sebuah perusahaan bisnis, perusahaan menginginkan untuk terus berkembang demi bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kegiatan pelatihan diadakan dengan mengumpulkan para pegawai perusahaan dan menganalisis proses produksi dan studi kasus pada kesalahan-kesalahan yang mengganggu produksi. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan bisa memenuhi target kerja yang ditetapkan oleh manajemen dengan mengurangi kesalahan yang biasa terjadi di lingkungan kerjanya sehingga produksi menjadi lebih efektif dan efisien.
PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN RUMAH TANGGA BAGI IBU-IBU ANGGOTA AISYIYAH RANTING PUJOKUSUSMAN Wahyuningtyas, Yunita Fitri; Assery, Syeh; Nugroho, Muhamad Awal Satrio; Tjahjono, Achmad; Damayanti, Dila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jpm.v2i2.990

Abstract

Masalah ibu-ibu Aisyiyah yang selalu dibicarakan adalah mengenai pengelolaan keuangan adanya pos-pos yang over-budget sehingga terjadi defisit keuangan pada akhir bulan atau adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi. Masalah mengatur keuangan keluarga acapkali menjadi penyebab utama perselisihan yang terjadi dalam keluarga. Letak masalahnya, diantaranya karena minimnya komunikasi dan ketidaktahuan dalam mengatur keuangan keluarga dengan tepat (Sanusi, 2012). Manajemen keuangan keluarga adalah seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga melalui orang lain untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien dan bermanfaat. Menurut Rhenal Kasali, persoalan keuangan bukan cuma urusan kaum ibu saja yang sehari-hari dipercaya menjadi “menteri keuangan” sekaligus “menteri dalam negeri” rumah tangga. Suami sebagai kepala keluarga, harus sama-sama mengerti bagaimana mengelola keuangan agar tidak masuk perangkap “hidup hari ini”, karenanya perlu keterbukaan atau komunikasi yang efektif antara suami dan istri agar masing-masing individu tidak saling menyalahkan atau curiga dan dapat saling percaya dan disiplin dalam mengatur keuangan rumah tangganya. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan informasi sekaligus pelatihan membuat anggaran serta pencatatan keuangan dalam rumah tangga, mengatur alokasi keuangan keluarga untuk bisa saving untuk kebutuhan darurat dan masa depan. Dengan adanya pelatihan manajemen keuangan rumah tangga bagi ibu-ibu anggota Aisyiyah dapat lebih memanage keuangannya dengan baik.
Marketing Partnership : Kemitraan Dalam Bisnis Suhartono, Suhartono; Achmad Tjahjono; Mohammad Awal Satrio Nugroho; Muhammad Choirul Umam; Rachmawati Ayu Afifa
JCSE: Journal of Community Service and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2025): JCSE April 2025
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/5s0phy18

Abstract

Banyak perusahaan yang kini bersemangat membentuk sejumlah aliansi strategik. Kemitraan (Partnership) tumbuh dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun, ada banyak resiko yang terkandung di dalam pembentukan suatu aliansi. banyak aliansi mengalami kegagalan mencapai sasaran mereka, dan lebih dari itu kerjasama patungan berakhir dengan dijualnya salah satu mitra. Kerjasama patungan yang gagal dan menyia-nyiakan sumber daya perusahaan, dapat membuat perusahaan tertinggal oleh para pesaingnya dan bahkan terkadang menimbulkan kerusakan reputasional. Disamping manfaat, bahaya lain dalam menggunakan pendekatan kemitraan termasuk risiko kerugian capital intelektual, pertentangan kepentingan dan permasalahan hukum terkait dengan hak milik intelektual, sehingga dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi dalam melakukan kemitraan (Partnership). Bagaimana cara terbaik menghindari potensi rusaknya kemitraan? Perhatikan dengan cermat dan harus diberikan pada menajemen resiko di setiap tahap proses kemitraan berikut: (1) Menakar pro dan kontra suatu kemitraan; (2) Mencari mitra bisnis yang tepat; (3) Memantau perkembangan seiring berjalannya waktu
PENGARUH THIN CAPITALIZATION, CAPITAL INTENSITY, DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK DENGAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI Rizal Rahmat Cahyadi; Achmad Tjahjono
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025 : Jurnal Akuntansi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Sains Dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jiab.v5i1.872

Abstract

This study aims to determine the effect of thin capitalization, capital intensity, and profitability on tax avoidance with institutional ownership as moderation. The population in this research consists of mining sector companies that were listed on the IDX during the 2019-2023 period. The sample in this study used purposive sampling method and obtained 20 companies. The research utilizes secondary data, analyzed using descriptive statistical methods and MRA. The findings reveal that thin capitalization does not influence tax avoidance, whereas capital intensity and profitability exhibit a significant positive impact on tax avoidance. Furthermore, institutional ownership is unable to moderate the relationship between thin capitalization and tax avoidance. However, institutional ownership effectively weakens the influence of capital intensity and profitability on tax avoidance. The lesson we can take is that companies need to manage capital intensity and profitability transparently to reduce the risk of tax avoidance and audit. Institutional ownership acts as an effective supervision that can weaken the impact of these two variables, so it needs to be improved in corporate governance.
PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, PENGETAHUAN PERPAJAKAN, DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI PELEM, PRINGKUKU, PACITAN Inaniatita, Erlisa; Tjahjono, Achmad
Prosiding Seminar Nasional dan Call Paper STIE Widya Wiwaha Vol 1 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call Paper STIE Widya Wiwaha
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/semnas.v1i1.635

Abstract

This study aims to examine the effect of taxpayers’ awareness, tax knowledge, and tax penalty on taxpayers’ compliance in paying rural and urban land and building tax in Pelem, Pringkuku, Pacitan. This research uses quantitative methods by performing multiple linear regression tests between the variables of taxpayer awareness, tax knowledge, and tax penalty on taxpayers’ compliance in paying rural and urban land and building tax. The sample in this study was determined by purposive sampling. This study concludes that the tax penalty variable has a significant positive effect on the compliance of the land and building taxpayers, while the taxpayer awareness and knowledge of taxation variables have no effect on the compliance of the land and building taxpayers. The adjusted R square value shows a value of 0.245, this identifies that all independent variables (taxpayer awareness, tax knowledge, and tax sanctions) are able to affect the dependent variable (taxpayer compliance) by 23.5%.
Optimalisasi Pengelolaan Keuangan untuk Mempercepat Laju Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Tjahjono, Achmad; Khasanah, Vika Fatkhiatul; Meo, Yohanes Lou; Asvin, Ismi; Putra, Muhammad Indra Dewanto; Khanifudin, Muhammad
Prosiding Seminar Nasional dan Call Paper STIE Widya Wiwaha Vol 1 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call Paper STIE Widya Wiwaha
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/semnas.v1i1.765

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilakukan untuk memberikan sumbangsih kepada para pelaku usaha yang berada di kelurahan Gari Gunungkidul. Adapun tujuan lebih spesifik adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana pengelolaan keuangan yang baik sehingga berdampak pada pertumbuhan usaha. Program PKM ini diikuti sebanyak 30 peserta dengan berbagai jenis usahanya. PKM dilaksanakan di Kelurahan Gari, Wonosari, Gunungkidul. Durasi waktu yang digunakan dalam rangka pengabdian ini selama dua hari. Dari hasil pendampingan yang dilakukan menunjukkan ada perkembangan baik dari sisi pengetahuan maupun praktek langsung tentang cara pengelolaan keuangan. Hal ini dibuktikan dari hasil pre dan post test yang dilakukan dan pada saat praktek implementasi peserta betul-betul serius membuat catatan laporan keuangan baik dari sisi Laporan Keuangan, Laporan Rugi Laba, dan Laporan perubahan modal.
Standar Akuntansi Pemerintah, Sistem Pengendalian Internal, dan Kompetensi SDM: Faktor-Faktor Kunci Penentu Kualitas Laporan Keuangan Hafidzah, Nayanggita; Tjahjono, Achmad
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 5: Juli 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i5.8862

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variabel Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), Sistem Pengendalian Internal (SPI) dan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta). Metode kuantitatif digunakan dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Sampel sebanyak 102 orang petugas akuntansi pada pemerintah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan SPSS versi 25. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, sistem pengendalian internal, dan kompetensi sumber daya manusia memberikan pengaruh yang signifikan pada kualitas laporan keuangan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
UPAYA PENINGKATAN KINERJA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN KEBUMEN Junaidi.S , Agus; Chasanah, Uswatun; Tjahjono, Achmad
Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrima.v3i2.1183

Abstract

Kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen masih harus ditingkatkan lagi, hal ini dapat dilihat dari pencapaian target pendapatan secara keseluruhan yang belum bisa mencapai target yang dibebankan oleh Pemerintah Daerah. Disamping karena faktor adanya bencana global pandemi Covid 19, secara keseluruhan peningkatan kinerja dinasmenjadi sebuah keharusan untuk dilaksanakan. Penelitian ini disusun dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dimana data yang menjadi sumber analisis utama dalam penelitian ini dikumpulkan dengan wawancara, observasi serta menggunakan teknik pengumpulan data kepustakaan di mana berbagai data yang diyakini relevan dengan penelitian ini dikumpulkan dari buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, website, dan referensi lainnya.Metode analisis data yang digunakan analisis Data Miles and Hubberman. Hasilnya kinerja di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen belum mencapai target, karena kondisi sarana prasarana diobyek wisata saat ini belum cukup memadai, belum optimalnya koordinasi lintas sektor yang efektif, belum optimalnya partisipasi masyarakat, belum optimalnya penerapan teknologi dan informasi, terbatasnya alokasi dana untuk pengembangan pariwisata. Sedangkan kendala yang dihadapi dalam peningkatan kinerjaDinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen adalah, bertambahnya inovasi dan kreatifitas atraksi destinasi wisata di luar kota Kebumen, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pariwisata belum maksimal, belum maksimalnya kegiatan pemasaran dan promosi, kompetensi dan kualitas SDM masih cukup rendah. Upaya peningkatan kinerja di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumendalam penelitian ini: (a) Pengembangan obyek wisata yang dimiliki pemerintah daerah; (b) Penetapan Kabupaten Kebumen sebagai Geopark Nasional merupakan peluang yang harus dimanfaatkan guna peningkatan sektor pariwisata;(c) Perkembangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif sangat mendukung sektor pariwisata; (d) Adanya kesempatan melalui promosi dalam dan luar negeri serta kerjasama multilateral; (e) Berkembangnya industri pariwisata di Kabupaten Kebumen merupakan salah satu modal peningkatan sektor pariwisata; (f) Kondisi Kabupaten Kebumen yang tenang dan didukung keramahtamahan masyarakat merupakan modal bagi Kabupaten Kebumen untuk membangun industri pariwisata; (g) Peningkatan teknologi transportasi, termasuk penataan jalan-jalan akses menuju lokasi wisata; (h) Kemajuan teknologi informasi memungkinkan wisatawan memperoleh akses informasi destinasi wisata Kabupaten Kebumen; (i) Keterbukaan dan dengan semakin matangnya proses demokrasi memberikan ruang yang lebih luas kepada seniman untuk lebih berkreasi dan berkarya guna mendukung sektor pariwisata;(j) Peningkatan kwalitas dan kwantitas bagi sanggar sanggar seni budaya, untuk mendukung sektor pariwisata.
UPAYA PENINGKATAN PENERIMAAN RETRIBUSI TEMPAT PELELANGAN IKAN PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN KEBUMEN Haris , Abdul; Chasanah, Uswatun; Tjahjono, Achmad
Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrima.v3i3.1215

Abstract

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut ( PRL) KKP, (2023) bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Terbentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki 17.499 pulau dengan luas total wilayah Indonesia sekitar 7,81 juta km2. Kabupaten Kebumen merupakan Kabupaten yang mempunyai kekayaan sumber daya alam perikanan dan kelautannya yang cukup potensial, tapi belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam rangka melaksanakan otonomi daerah di Kabupaten Kebumen menurut Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah “Daerah yang memiliki wilayah laut diberikan kewenangan untuk mengelola sumber daya di wilayah laut” dan Pasal 18 Ayat (3) yang berbunyi “Kewenangan daerah untuk mengelola sumber daya di wilayah laut sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) Jenis penelitian di laksanakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu proses penelitian untuk memahami fenomena-fenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran yang menyeluruh dan kompleks yang dapat disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci yang diperoleh dari sumber informan, serta dilakukan dalam latar setting yang alamiah (Fadli, M. R. 2021). Retribusi merupakan sumber pendapatan yang paling memungkinkan untuk dikembangkan sesuai dengan kreativitas pemerintah daerah masing-masing, karena memperoleh kebebasan dalam memungut retribusi. Kebebasan ini dalam artian bahwa karena lapangan retribusi daerah berhubungan dengan pengganti jasa/fasilitas yang diberikan oleh daerah, maka pemungutan retribusi dapat dilakukan beberapa kali sepanjang wajib retribusi masih memanfaatkan jasa yang disediakan. Sedangkan retribusi tempat pelelangan Ikan juga sudah di atur dalam perda.Upaya pemerintah daerah dalam mengupayakan peningkatan penerimaan retribusi Tempat Pelelangan Ikan di Kabupaten Kebumen, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen dalam pengelolaan tempat pelelangan ikan sudah cukup baik karena dalam pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan sudah di atur dalam Perda Nomor 20 tahun 2010 walaupun dalam pelaksanaanya masih terkendala masalah KPLI, namun sudah dapat di atasi dengan menyediakan dana Bergulir keterlambatan pembayaran lelang ikan sesuai Peraturan Bupati Kebumen Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Dana Bergulir Keterlambatan pembayaran Lelang ikan di Kabupaten Kebumen. Kondisi gelombang laut pantai selatan yang relatif tinggi mengganggu operasional pengembangan usaha penangkapan skala besar terutama kesulitan bagi masuk dan keluarnya perahu-perahu yang akan masuk dan keluar PPI pada saat musim surut.