Sultan Haerun
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pinsip dan Model Pengembangan Kurikulum Sandi Sandi; Nur Aida; Sultan Haerun; Sumiati Sumiati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum merupakan proses sistematis yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat pengembangan kurikulum, menguraikan prinsip-prinsip umum yang menjadi landasan dalam penyusunannya, serta menganalisis berbagai model pengembangan kurikulum yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Pembahasan dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum harus berpedoman pada lima prinsip utama, yaitu relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas agar kurikulum mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan tuntutan perkembangan zaman. Selain itu, terdapat beberapa model pengembangan kurikulum yang memiliki karakteristik berbeda, di antaranya model administratif, model grass roots, model Beauchamp, model Taba, model Tyler, dan model hubungan interpersonal. Masing-masing model memiliki kelebihan dan keterbatasan sehingga penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan karakteristik lembaga pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, prinsip dan model pengembangan kurikulum perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman sehingga tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan spiritual peserta didik. Dengan demikian, pengembangan kurikulum menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Konsep Metode Jarh wa Ta'dil Nur Amri Ramadhan Abd.Gani; Aisyah Aisyah; Sultan Haerun; Abbas Baco Miro
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarh wa Ta'dil merupakan salah satu cabang ilmu dalam Ulumul Hadis yang memiliki peran penting dalam menjaga autentisitas hadis Nabi Muhammad SAW melalui penilaian terhadap kredibilitas para perawi hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep Jarh wa Ta'dil, sejarah perkembangannya, prinsip dan kaidah yang digunakan dalam menilai perawi, tingkatan Jarh dan Ta'dil, serta implementasinya dalam penelitian hadis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu hadis dan Jarh wa Ta'dil. Hasil kajian menunjukkan bahwa Jarh wa Ta'dil berkembang sebagai respons terhadap munculnya berbagai persoalan dalam periwayatan hadis, khususnya setelah wafatnya Rasulullah SAW. Penilaian terhadap perawi dilakukan berdasarkan aspek keadilan ('adalah) dan ketelitian (dhabt) untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu riwayat. Penerapan metode ini dilakukan melalui penelitian terhadap sanad, biografi perawi, serta kesinambungan periwayatan sehingga dapat ditentukan kualitas hadis, baik sahih, hasan, maupun dhaif. Di era digital, prinsip verifikasi (tabayyun) yang menjadi dasar Jarh wa Ta'dil tetap relevan dalam menyikapi penyebaran hadis dan informasi keagamaan. Dengan demikian, Jarh wa Ta'dil tidak hanya menjadi metode ilmiah dalam penelitian hadis, tetapi juga mencerminkan tradisi keilmuan Islam yang sistematis dalam menjaga keaslian sumber ajaran Islam.
Kaidah Fiqih tentang Pakaian dan Etika Pergaulan dalam Mewujudkan Budaya Islami di Lembaga Pendidikan Aisyah Aisyah; Sultan Haerun; Nurul Ilmi; Abdul Fattah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji implementasi kaidah fiqih mengenai pakaian dan etika pergaulan dalam lembaga pendidikan berdasarkan perspektif hukum Islam. Lembaga pendidikan memiliki peran strategis tidak hanya dalam mengembangkan kemampuan intelektual peserta didik, tetapi juga membentuk karakter melalui internalisasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur klasik maupun kontemporer yang berkaitan dengan fiqih, pendidikan Islam, dan etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa aturan berpakaian dan etika pergaulan dalam Islam berkaitan erat dengan tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), terutama dalam menjaga agama, kehormatan, moralitas, dan kemaslahatan sosial. Implementasinya di lembaga pendidikan dapat diwujudkan melalui kebijakan berpakaian yang sesuai syariat, pembiasaan komunikasi santun, keteladanan pendidik, serta penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Di era globalisasi, tantangan budaya digital menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya menegakkan aturan formal, tetapi juga membangun kesadaran peserta didik terhadap makna filosofis di balik aturan tersebut. Dengan demikian, penerapan kaidah fiqih mengenai pakaian dan etika pergaulan berkontribusi dalam mewujudkan budaya pendidikan yang religius, disiplin, dan berakhlak mulia.
Sejarah Awal Pembaharuan Dalam Islam Rukaeni Rukaeni; Saat Bin Abi Wakas; Sultan Haerun; Tri Asriani; Bahaking Rama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas sejarah awal pembaharuan (tajdid) dalam Islam dengan menitikberatkan pada kondisi umat Islam sebelum lahirnya gerakan pembaharuan. Pembahasan difokuskan pada empat aspek utama, yaitu kondisi sosial keagamaan, sosial politik dan pemerintahan, sosial ekonomi, serta hubungan internasional yang menjadi latar belakang munculnya gerakan tajdid. Penulisan makalah bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan kemunduran umat Islam serta menjelaskan urgensi pembaharuan sebagai upaya membangkitkan kembali kejayaan peradaban Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kemunduran umat Islam dipengaruhi oleh faktor internal, seperti menguatnya budaya taklid, melemahnya tradisi ijtihad, rendahnya kualitas kepemimpinan, fragmentasi politik, dan menurunnya produktivitas ekonomi, serta faktor eksternal berupa kolonialisme Barat yang memperlemah kedaulatan politik, ekonomi, pendidikan, dan hubungan internasional dunia Islam. Kondisi tersebut mendorong lahirnya gerakan pembaharuan yang menekankan pemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah, pembukaan kembali pintu ijtihad, reformasi pendidikan, penguatan persatuan umat, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, pembaharuan dalam Islam merupakan respons terhadap tantangan zaman sekaligus ikhtiar untuk mengembalikan dinamika peradaban Islam agar mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat modern tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ajaran Islam.