Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Landasan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Analisis Teologis, Filosofis, Psikologis, Sosiologis, dan Teknologis Nurul Ilmi; Sulfiadi Sulfiadi; Andika Fahmil Hamdani Alim; Sumiati Sumiati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di berbagai satuan pendidikan formal masih kerap dirancang tanpa mengacu pada landasan yang jelas, sehingga arah, isi, dan proses pembelajarannya rentan tidak relevan dengan kebutuhan peserta didik maupun tuntutan zaman, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Penelitian-penelitian terdahulu umumnya membahas landasan kurikulum secara umum atau membahas satu landasan secara terpisah, sehingga integrasi antara landasan naqli (wahyu) dan landasan aqli (ilmiah) secara khusus pada kurikulum PAI belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep landasan pengembangan kurikulum PAI serta keterkaitannya dengan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai dasar epistemologis. Penelitian ini memposisikan diri sebagai pelengkap kajian Al-Toumy dan Zais tentang landasan kurikulum dengan menghadirkan pemetaan eksplisit pada konteks PAI. Penelitian menggunakan desain kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, menghimpun data dari Al-Qur'an, buku, dan artikel jurnal, yang dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) landasan kurikulum PAI adalah pijakan konseptual yang menjamin arah, relevansi, dan kebermaknaan kurikulum; (2) terdapat lima landasan utama, yaitu teologis, filosofis, psikologis, sosiologis, dan ilmu pengetahuan-teknologi; (3) kelima landasan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan ayat-ayat Al-Qur'an tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum PAI yang kokoh menuntut integrasi simultan antara landasan naqli dan aqli, dengan kontribusi praktis berupa kerangka acuan bagi pengembang kurikulum di tingkat satuan pendidikan.
Pengertian Dan Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam Nurhidayah Nurhidayah; Sulhikmah Sulhikmah; Andika Fahmil Hamdani Alim; M. Amin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai pengertian dan ruang lingkup filsafat pendidikan Islam sebagai landasan teoretis dalam reformasi pendidikan Islam. Filsafat pendidikan Islam didefinisikan sebagai kajian filosofis yang kritis dan mendalam terhadap berbagai masalah pendidikan dengan menyandarkan diri pada Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menguraikan secara sistematis konsep-konsep dasar pendidikan yang selaras dengan visi Islam yang universal. Ruang lingkup kajian ini mencakup aspek-aspek esensial seperti tujuan pendidikan untuk membentuk hamba Allah yang sejati, peran pendidik dan peserta didik, pengembangan kurikulum yang berbasis nilai Islam, metode pengajaran, serta lingkungan pendidikan yang kondusif. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai kompas normatif dan fondasi teoretis bagi seluruh kegiatan pendidikan agar tetap terintegrasi dan berkarakter.
Muhkam dan mitasyabih sebagai problem Epistemologi Tafsir: Analisis Metodologi dalam Tafsir kontemporer Andika fahmil Hamdani alim; Sulhikmah Mansyur; Sultan Khairun
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep muhkam dan mutasyabih sebagai problem epistemologi dalam tafsir Al-Qur’an, khususnya dalam konteks metodologi tafsir kontemporer. Perbedaan karakter antara ayat muhkam yang bermakna jelas dan ayat mutasyabih yang bersifat samar telah melahirkan beragam pendekatan penafsiran, baik yang bersifat tekstual-normatif maupun hermeneutis-kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika epistemologis konsep muhkam dan mutasyabih serta implikasinya terhadap metode penafsiran Al-Qur’an masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis komparatif terhadap pemikiran Syaikh Manna’ al-Qaththan dan Nasr Hamid Abu Zayd. Data dikumpulkan dari sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep muhkam berfungsi sebagai landasan normatif yang menjaga stabilitas akidah dan hukum Islam, sedangkan mutasyabih membuka ruang dialog intelektual antara teks, akal, dan konteks sosial. Dalam tafsir kontemporer, relasi keduanya mencerminkan keseimbangan antara otoritas wahyu dan peran rasio manusia. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman yang proporsional terhadap muhkam dan mutasyabih sangat penting agar tafsir Al-Qur’an tetap relevan tanpa terjebak pada sikap tekstualisme kaku maupun relativisme berlebihan.