Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Fatwa DSN MUI Nomor 108 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah terhadap Sistem Pelayanan Hotel di Gaia Hotel Syariah Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Muh. Ikbal Bh. Lewa; Zaini Abdul Malik; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i1.11677

Abstract

Abstract. Facing business competition in the hotel sector, several hotel entrepreneurs have developed service concepts that have unique characteristics with the aim of providing optimal customer (guest) satisfaction. One of the efforts made by hotel business actors is to develop a sharia-based hotel concept. Hotel Gaia Ternate has the desire to transform Hotel Gaia into one of the best Sharia Hotels in Ternate. Regarding this matter, the implementation of services at sharia hotels must of course be in accordance with the values of service ethics in Islam. Based on this background, the research problem is formulated in the form of a question as follows: What are the values of Islamic service ethics in providing accommodation in sharia hotels How are the criteria for organizing hotel facilities at Gaia Syariah Hotel Ternate City implemented And what is the review of the values of Islamic Service Ethics in the implementation of tourist accommodation at the Gaia Hotel Syariah, Ternate City The objectives of this research are 1) To find out the service provisions at sharia hotels according to DSN MUI Fatwa Number: 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles. 2) To find out the implementation of the hotel service system at Gaia Syariah Hotel Ternate City. 3) For analysis, understand the DSN MUI Fatwa Number: 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles regarding the hotel service system at the Gaia Syariah Hotel, Ternate City. The research method used in this research is to use a descriptive analytical method with a qualitative approach. This method is used to explain and analyze the implementation of accommodation and hotel service implementation at the Gaia Syariah Hotel in terms of Islamic service ethics values. The operation of sharia-based hotels at Gaia Syariah Hotel Ternate City, especially in the general service aspect, is in accordance with sharia service values. the research results show that Gaia Syariah Hotel Ternate City still does not meet some of the absolute criteria contained in the ministerial regulations, both in product, service and management aspects. Thus, this hotel cannot yet be called a sharia hotel business according to DSN MUI Fatwa Number: 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles and cannot be classified as a hilal-1 or hilal-2 hotel business. Abstrak. Menghadapi persaingan bisnis pada sektor perhotelan, beberapa pengusaha hotel mengembangkan konsep pelayanan yang memiliki ciri khas dengan tujuan memberikan kepuasan pada para pelanggan (tamu) secara optimal. Salah satu upaya yang dilakukan pelaku bisnis perhotelah adalah dengan mengembangkan konsep hotel berbasis syariah. Hotel Gaia Ternate memiliki keinginan untuk mengubah Hotel Gaia menjadi salah satu Hotel Syariah terbaik di Ternate. Terkait hal tersebut, pelaksanaan pelayanan pada hotel syariah tersebut tentu saja harus sesuai dengan nilai-nilai etika pelayanan dalam Islam. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan penelitian dirumuskan ke dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: 1)Bagaimana nilai-nilai etika pelayanan Islam dalam penyelenggaraan akomodasi pada hotel syariah 2)Bagaimana penerapan kriteria penyelenggaraan fasilitas hotel di Gaia Syariah Hotel Kota Ternate Dan 3)bagaimana tinjauan nilai-nilai Etika Pelayanan Islam terhadap penyelenggaraan akomodasi wisata di Gaia Hotel Syariah Kota Ternate Adapun tujuan penelitian ini 1)Untuk mengetahui ketentuan pelayanan pada hotel syariah menurut Fatwa DSN MUI Nomor: 108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah. 2)Untuk mengetahui penerapan sistem pelayanan hotel di Gaia Syariah Hotel Kota Ternate. 3)Untuk mengetahui analisis Fatwa DSN MUI Nomor: 108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah terhadap sistem pelayanan hotel di Gaia Syariah Hotel Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, metode ini digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis implementasi penyelenggaraan akomodasi dan pelaksanaan pelayanan hotel di Hotel Gaia Syariah yang ditinjau dari nilai-nilai etika pelayanan dalam Islam. Penyelenggaraan hotel berbasis syariah di Gaia Syariah Hotel Kota Ternate khususnya dalam aspek pelayanan secara umum telah sesuai dengan nilai-nilai pelayanan syariah. Hasil penelitian menujukkan bahwa Gaia Syariah Hotel Kota Ternate masih belum memenuhi sebagian kriteria mutlak yang terdapat dalam peraturan menteri tersebut, baik dalam aspek produk, pelayanan, maupun pengelolaan. Sehingga, hotel ini belum dapat disebut sebagai usaha hotel syariah menurut Fatwa DSN MUI Nomor: 108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah dan belum bisa digolongkan menjadi golongan usaha hotel hilal-1 maupun hilal-2.
PENINGKATAN PENGELOLAAN KEUANGAN BERBASIS MUAKHOT PADA PARA PEDAGANG KECIL DI KECAMATAN CILAWU KABUPATEN GARUT Ira Siti Rohmah Maulida; Muhammad Anggionaldi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.540

Abstract

Para pedagang kecil di Kecamatan Cilawu Garut paling banyak yang terjerat oleh rentenir. Kondisi tersebut dikarenakan oleh keterbatasan literasi dan sumber permodalan yang halal. Kegiatan pengabdian ini akan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian. Kepada mereka akan diberikan pendampingan penerapan pengelolaan keuangan berbasis muakhot selama dua bulan dan diberikan sertifikat sebagai tanda kelulusan serta dipandang layak memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan berbasis muakhot. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk penyelesaian permasalahan adalah memberikan pelatihan literasi, pendampingan terkait pengelolaan keuangan berbasis muakhot meliputi teori-teori terkait pengelolaan keuangan dagang berbasis muakhot dan rekomendasi mitra kerjasama. Hasil penelitian peningkatan pengelolaan keuangan berbasis muakhot pada para pedagang kecil di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut adalah dengan memberikan literasi keuangan syariah dan memperkenalkan lembaga jasa keuangan syariah yang mampu menjadi solusi sumber dana usaha para pedagang melalui produk jasa keuangan syariah seperti pembiayaan usaha mudharabah dan musyarakah.
Analisis Perbandingan Proyeksi Kinerja Reksadana Syariah dan Konvensional Era Postcovid Berdasarkan Nilai Aktiva Bersih Arif Rijal Anshori; Ira Siti Rohmah Maulida; Neng Dewi Himayasari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2022): JIEI : Vol. 8, No. 2, 2022
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v8i2.4889

Abstract

At this time pandemic covid-19 is depressing the position of the financial market and banking sector. But, this is different from non-bank financial institutions, namely mutual funds, which have increased both sharia and conventional. The purpose of this study is to examine how the projections of the financial performance of Islamic and conventional mutual funds for the next 6 years. The method used is quantitative with a descriptive approach, data processing is done by projection analysis using excel. The results of this study are 1) The performance of Islamic mutual funds during the early post-covid era has decreased, while conventional mutual funds have increased every year, including in the early post-covid era. 2) Projected performance of Islamic mutual funds based on net asset value (NAV) in the post-covid era for the next 6 years will continue to increase by reaching the highest point in 2027 of 102,054.28, while conventional mutual funds will experience a decline in year 2 of the post-covid era with projected net asset value amounted to 651,214.34 and in the 3rd to 6th year it will continue to increase
Enhancement of UMKM Financial Management in Kec. Cilawu For Supporting The Halal Ecosystem Ira Siti Rohmah Maulida; Arif Rijal Anshori; Neng Dewi Himayasari; Iwan Permana
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 2, (December 2023) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i2.2986

Abstract

Most of the small traders in Cilawu are trapped by loan sharks. This condition is due to limited literacy and legal sources of capital. Still need to gain confidence in sharia financial service products. This study concludes the Enhancement of the Ability of UMKM Financial Management in Cilawu For Supporting The Halal Ecosystem is to increase literacy in financial management for traders, from planning to preparing financial reports that because the level of financial literacy of traders is still low, and traders do not have confidence in financial service institutions and financial service products; besides that, it is necessary to provide literacy in Islamic financial institutions and their financial products and services, which can directly boost the activities of Islamic financial institutions to contribute to the development of the halal ecosystem.
Tinjauan Fikih Muamalah pada Praktik Bagi Hasil Pertanian Kentang Muhammad Rizky Sya’bani Abidin; Arif Rijal Anshori; Ira Siti Rohmah Maulida
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v4i1.3832

Abstract

Abstract. The framework of thought in this research refers to the Muamalah Fiqh Review of the Practice of Sharing Potato Farming in Karyamekar Village, Garut Regency using a qualitative approach. The research approach used in this research is an empirical juridical approach. The data source used is primary data in the form of interviews with plantation owners and farmers in Karyamekar Village, Garut Regency. Collaboration between land owners and farmers occurs due to several factors such as the land owner does not have the ability to work on his land, the land owner is old and no longer has the ability to manage his land, the land owner has many plots of land so he can only manage part of it, the land owner already has a permanent job and does not have time to manage his land, the implementation in practice of sharing the results of potato farming in Karyamekar Village, Pasirwangi District, Garut Regency is relevant in terms and conditions to the muzara'ah agreement, because it is in accordance with the four principles in the muzara'ah agreement. Abstrak. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini merujuk pada Tinjauan Fikih Muamalah Pada Praktik Bagi Hasil Pertanian Kentang Di Desa Karyamekar Kabupaten Garut menggunakan pendekatan yang bersifat kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dengan pemilik kebun dan petani yang berada di Desa Karyamekar Kabupaten Garut. Kerjasama antara pemilik lahan dan petani terjadi oleh beberapa faktor seperti pemilik lahan tidak memilik kemampuan untuk menggarap lahannya, Pemilik lahan sudah berusia lanjut dan tidak lagi mempunyai kemampuan untuk mengelola lahannya, Pemilik lahan mempunyai banyak bidang tanah sehingga ia hanya bisa mengelolanya sebagian saja, Pemilik lahan sudah memiliki pekerjaan tetap dan tidak memiliki waktu untuk mengelola lahannya, Pelaksanaan dalam praktek bagi hasil pertanian kentang di Desa Karyamekar Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut telah relevan rukun-rukun dan syarat-syaratnya dengan akad muzara’ah, dikarenakan sesuai dengan empat asas-asas dalam mu’amalah.
Praktik Jual Beli Buah Mangga Gedong dengan Sistem Koronjo Perspektif Mazhab Hanafi Intan Nurul Falah; Ira Siti Rohmah Maulida
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 2, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v2i2.2816

Abstract

The purpose of this study is to analyze the practice of buying and selling mango gedong fruit with koronjo system in Panyingkiran District, Majalengka Regency and to analyze Imam Hanafi's perspective on the practice of buying and selling mango gedong fruit with koronjo system in Panyingkiran District, Majalengka Regency. This research uses qualitative research methods, using an empirical approach. Data collection methods with observation, interviews and documentation. The results of this study Based on the perspective of the Hanafi school of thought on the sale and purchase of gedong mangoes with the koronjo system in Panyingkiran District, Majalengka Regency, the sale and purchase is said to be fasid, namely someone selling that contains gharar. This is because there is one of the valid conditions for buying and selling that is not fulfilled, namely in the valid conditions of the contract, it is not fulfilled because in practice there is uncertainty about the goods because the gedong mangoes with this koronjo system, the buyer cannot see all the mangoes inside. The buyer only sees the ones on the edge. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis praktik jual beli buah mangga gedong sistem koronjo di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka dan untuk menganalisis perspektif Imam Hanafi terhadap praktik jual beli buah mangga gedong sistem koronjo di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan empiris. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini Berdasarkan perspektif mazhab Hanafi terhadap jual beli buah mangga gedong dengan sistem koronjo di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka, jual beli tersebut dikatakan fasid yaitu seseorang menjual yang mengandung gharar. Hal ini dikarenakan terdapat salah satu syarat sah jual beli yang tidak terpenuhi, yaitu dalam syarat sah akad tidak terpenuhi karena dalam praktiknya terdapat ketidak jelasan barang karena buah mangga gedong dengan sistem koronjo ini, pembeli tidak bisa melihat semua mangga yang ada didalam. Pembeli hanya melihat yang berada di pinggir saja.
Tinjauan Fikih Muamalah pada Penggunaan Sistem Taksiran dalam Transaksi Jual Beli Hewan Kurban Amalia Rahmawati; Sandy Rizki Febriadi; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.13469

Abstract

Abstract. This research was motivated by the practice of buying and selling in farm X, Sukajaya Village, Lembang District, West Bandung Regency which buys and sells sacrificial animals with an estimation system without using scales. Sellers provide the same price with different weights of cows. This study aims to find out practice of buying and selling that occurs in farm X in Sukajaya Village and to find out the analysis of muamalah fiqh related to the practice of buying and selling with an estimation system that occurs in farm X in Sukajaya Village. This type of research uses field research which is descriptive analysis with primary data sources obtained from interviews with farm X and buyers at farm X, secondary data obtained from literature relevant to the research. The data cellection techniques used were interviews dan documentation. The practice of buying and selling that occurs at farm X in Sukajaya Village has two ways, the first is with a scale system that is carried out with scales, the second is with a jogrogan system or estimation which is carried out by calvulating the scales. Farmers often suggest buying with a jogrogan system rather than a scale system because it is considered that the jogrogan system is more practical and minimizer losses. As a result of the analysis that has been carried out, according to a review of the sale and purchase contract with the assessment system carried out at fram X, it is stated that the contract is fasid, this is because legally the sale and purchase is legal but there are condition that are not met. Among them is shighat namely there is unclear information related to the weight of the cow being traded, and the object where the seller sells it individually while according to the buyer wants to be weighed to minimize discrepancies. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik jual beli yang dilakukan di peternakan X Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang melakukan jual beli hewan kurban dengan sistem taksiran tidak menggunakan timbangan. Penjual memberikan harga yang sama dengan bobot sapi yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik jual beli yang terjadi di peternakan X Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, dan mengetahui analisis fikih muamalah terkait praktik jual beli dengan sistem taksiran yang terjadi di peternakan X di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif analisis dengan sumber data primer yang diperoleh wawancara kepada peternakan X dan pembeli di peternakan X, data sekunder yang diperoleh dari literatur yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dan dokumentasi. Praktik jual beli yang terjadi di peternakan X desa Sukajaya ini terdapat dua cara, pertama dengan sistem timbangan yang dilakukan dengan timbangan, kedua dengan sistem jogrogan atau taksiran yang dilakukan dengan mengira-ngira timbangan. Pihak peternak lebih karena dinilai sistem jogrogan lebih praktis dan meminimalisir kerugian. Hasil analisis yang telah dilakukan, secara tinjauan akad jual beli dengan sistem taksiran yang dilakukan di peternakan X dinyatakan akadnya fasid. Hal ini karena secara hukum jual belinya sah tetapi terdapat syarat-syarat yang tidak terpenuhi. Diantaranya shighat yaitu terdapat ketidakjelasan informasai terkait bobot sapi yang diperjualbelikan, dan objek Dimana penjual menjual secara satuan sementara menurut pembeli menginginkan ditimbang agar meminimalisir ketidaksesuaian.
Tinjauan Akad Wadi'ah terhadap Pelaksanaan Simpanan Hewan Kurban di Wilayah Kampung Dangdeur Aditya Hoerurohman; Sandy Rizki Febriadi; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.13477

Abstract

Abstract. The purpose of this research is to find out the implementation of sacrificial animal deposits in the Dangdeur village area and to find out the review of the Wadi'ah Akad on the implementation of sacrificial animal deposits in the Dangdeur village area. This research method uses a qualitative approach with a descriptive approach. This type of research uses field research with primary data sources obtained from field observations and interviews with PEPSIBAN managers and secondary data obtained from literature relevant to this research. Data analysis uses data reduction, data presentation, conclusions and verification. The results of this study indicate that the implementation of sacrificial animal savings in the Dangdeur village area through PEPSIBAN in the implementation process has several stages, namely the formation of an organizing committee, regular collection of savings funds with control through a notebook, and then the implementation of sacrificial animal slaughtering. In this sacrificial savings program there are no written requirements or official agreements to become members so that in terms of the pillars and conditions of wadi'ah there is uncertainty in ijab and qabul because it is only done verbally and there is no written agreement that is binding. As for the review of the Wadi'ah Accad, there is a discrepancy with the principle of Wadi'ah, where the use of savings funds that should be kept pure and not used but in practice are used to lend to other PEPSIBAN members. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan simpanan hewan kurban di wilayah kampung Dangdeur dan mengetahui tinjauan Akad Wadi’ah terhadap pelaksanaan simpanan hewan kurban di wilayah kampung Dangdeur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan sumber data primer yang diperoleh dari observasi lapangan dan wawancara dengan pihak pengelola PEPSIBAN dan data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan dengan penelitian ini. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan simpanan hewan kurban di wilayah kampung Dangdeur melalui PEPSIBAN dalam proses pelaksanaannya terdapat beberapa tahapan yaitu pembentukan panitia pelaksana, pengumpulan dana simpanan secara rutin dengan pengontrolan melalui buku catatan, dan selanjutnya pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Dalam program simpanan kurban ini tidak ada persyaratan tertulis atau perjanjian resmi untuk menjadi anggota sehingga ditinjau dari rukun dan syarat wadi’ah terdapat ketidakjelasan dalam ijab dan qabul karena hanya dilakukan secara lisan serta tidak adanya perjanjian tertulis yang sifatnya mengikat. Adapun secara tinjauan Akad Wadi’ah terdapat ketidaksesuaian terhadap prinsip Wadi’ah, dimana penggunaan dana simpanan yang seharusnya disimpan murni dan tidak digunakan tetapi pada pelaksanaannya digunakan untuk dipinjamkan kepada anggota PEPSIBAN lain.
Implementasi Fatwa MUI No 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan dan Ijtihad Yusuf Al-Qaradhawi dalam Pembayaran Zakat Penghasilan oleh Pemain Esports Nadya Salsabila; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.13507

Abstract

Abstract. The profession of Muslims is growing, one of which is eSports, but this income zakat is a new case in Islamic Law. Because there are no strict rules from the Quran and Hadith. Regarding this issue, there is a problem of differences of opinion between the MUI Fatwa and Yusuf Al-Qaradhawi regarding income zakat. The purpose of this study is to find out the similarities and differences in income zakat from the two opinions of ijtihad used the similarities and differences from the two views implemented in the payment of income zakat by eSports players. This research method uses a qualitative approach using comparative studies. The type of writing of literature studies and primary data sources is interviews and secondary data obtained from journals, etc. As a result, the similarities are in the level of zakat, the difference between nishab and haul. The equation of ijtihad uses the bayani method using QS. Al-Baqarah verse 267. The difference is in qiyas, where Yusuf Qaradhawi uses Qiyas Syabah and uses a combination of intiqa'i and insya'i, and the MUI Fatwa uses intiqa'i. For eSports players, it is included in income zakat and there is no element that prohibits it, those who have the right to issue zakat are RF and ECP, for RHW and FG it is not zakat because it has not reached its nishab. Abstrak. Profesi umat Muslim yang berkembang, salah satunya adalah eSports, namun zakat penghasilan ini merupakan kasus baru dalam Hukum Islam. Sebab tidak ada aturan yang tegas dari Quran dan Hadis. Mengenai masalah ini terdapat permasalahan adanya perbedaan pandangan antara Fatwa MUI dan Yusuf Al-Qaradhawi mengenai zakat penghasilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persamaan dan perbedaan zakat penghasilan dari kedua pendapat daan ijtihad yang digunakan persamaan dan perbedaanya dari kedua pandangan yang diimplementasikan pada pembayaran zakat penghasilan oleh pemain eSports. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi komparatif. Jenis penulisan studi pustaka dan sumber data primer yaitu wawancara dan sekunder diperoleh dari jurnal,dll. Hasilnya persamaannya ada pada kadar zakat, perbedaan nishab dan haul. Persamaan ijtihadnya menggunakan metode bayani dengan menggunakan QS. Al-Baqarah ayat 267. Perbedaan pada qiyas, dimana Yusuf Qaradhawi menggunakan Qiyas Syabah dan memakai gabungan intiqa’i dan insya’i, dan Fatwa MUI mengggunakan intiqa’i. Untuk pemain eSports termasuk dalam zakat penghasilan dan tidak ada unsur yang mengharamkanya, yang berhak mengeluarkan zakat adalah RF dan ECP, untuk RHW dan FG tidak zakat karena belum mencapai nishabnya.
Analisis Akad Ijarah dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri terhadap Tenaga Kerja Magang di CV Mekar Utama Computer Maulydiani Utami Azzahra; Sandy Rizki Febriadi; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.13962

Abstract

Abstract. This research is motivated by the rise of apprenticeship programs organized by various companies in Indonesia, opening up many opportunities to compete with each other and improve soft skills and hard skills to jump directly into the world of work. The work that should be the work of a worker is still done by the intern but the intern does not get his rights in the form of pocket money, occupational safety and health facilities while participating in the apprenticeship, this makes there is a discrepancy between the rights of the intern worker as stated in the regulation of the Minister of Manpower No. 6 of 2020 concerning the implementation of apprenticeships in the country. The purpose of this study is to find out how the rights, rights, and protection of interns are reviewed through the ijarah contract and the regulation of the Minister of Manpower no.6 of 2020. In this study, a type of qualitative method is used with a field research approach based on the reality that occurs in the field. The data sources of this research use primary data sources obtained directly by researchers in the field and secondary data sources are additional data sources that can be used as additional materials or supplements obtained from the Qur'an, Hadith, Ministerial Regulations, Articles, Journals and Books. The results of the study show that the internship workforce at CV. Mekar Utama Computer received legal protection in the form of job training before the apprenticeship process, the provision of sarongs, rest time, worship time, knowledge and certificates. Based on the analysis of the ijarah contract and the Regulation of the Minister of Manpower No.6 of 2020 concerning the implementation of apprenticeships in the country, there is a discrepancy between the rights of interns as stated in the Regulation of the Minister of Manpower No.6 of 2020 concerning the implementation of apprenticeships in the country, such as the absence of pocket money to the interns, but if viewed in terms of the ijarah contract, The agreement of this apprenticeship process has been fulfilled in its pillars. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Maraknya program pemagangan yang diselenggarakan oleh berbagai perusahaan di Indonesia membuka banyak peluang untuk saling bersaing dan meningkatkan soft skill maupun hard skill untuk terjun langsung ke dunia kerja. Pekerjaan yang seharusnya menjadi pekerjaan seorang pekerja tetap dikerjakan juga oleh peserta magang tetapi tenaga kerja magang tidak mendapatkan haknya berupa uang saku, fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja selama mengikuti pemagangan, hal ini membuat adanya ketidaksesuaian antara hak tenaga kerja magang yang tertera pada peraturan Menteri ketenagakerjaan No.6 tahun 2020 tentang penyelenggaraan pemagangan di dalam negeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hak hak dan perlindungan tenaga kerja magang bila ditinjau melalui akad ijarah dan peraturan Menteri ketenagakerjaan no.6 tahun 2020. Dalam penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan yang didasarkan dari realitas yang terjadi di lapangan. Sumber data penelitian ini menggunakan sumber data primer yang didapatkan secara langsung oleh peneliti di lapangan dan sumber data sekunder merupakan sumber data tambahan yang dapat dijadikan sebagai bahan tambahan atau pelengkap yang diperoleh dari Al-qur’an, Hadist, Peraturan Menteri, Artikel, Jurnal dan Buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja magang pada perusahaan CV. Mekar Utama Computer mendapatkan perlindungan hukum berupa pelatihan kerja sebelum berjalannya proses pemagangan, diberikannya sarung, waktu istirahat, waktu beribadah, mendapatkan ilmu dan pemberian sertifikat. Berdasarkan analisis akad ijarah dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.6 Tahun 2020 tentang penyelenggaran pemagangan di dalam Negeri, terdapat ketidaksesuaian antara hak tenaga kerja magang yang tertera pada peraturan Menteri ketenagakerjaan No.6 tahun 2020 tentang penyelenggaraan pemagangan di dalam negeri, seperti tidak diberikannya uang saku kepada tenaga kerja magang, namun jika ditinjau dari segi akad ijarah, perjanjian proses pemagangan ini sudah terpenuhi rukun-rukunnya.