Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGELOLAAN KEUANGAN BERBASIS MUAKHOT PADA PARA PEDAGANG KECIL DI KECAMATAN CILAWU KABUPATEN GARUT Ira Siti Rohmah Maulida; Muhammad Anggionaldi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.540

Abstract

Para pedagang kecil di Kecamatan Cilawu Garut paling banyak yang terjerat oleh rentenir. Kondisi tersebut dikarenakan oleh keterbatasan literasi dan sumber permodalan yang halal. Kegiatan pengabdian ini akan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian. Kepada mereka akan diberikan pendampingan penerapan pengelolaan keuangan berbasis muakhot selama dua bulan dan diberikan sertifikat sebagai tanda kelulusan serta dipandang layak memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan berbasis muakhot. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk penyelesaian permasalahan adalah memberikan pelatihan literasi, pendampingan terkait pengelolaan keuangan berbasis muakhot meliputi teori-teori terkait pengelolaan keuangan dagang berbasis muakhot dan rekomendasi mitra kerjasama. Hasil penelitian peningkatan pengelolaan keuangan berbasis muakhot pada para pedagang kecil di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut adalah dengan memberikan literasi keuangan syariah dan memperkenalkan lembaga jasa keuangan syariah yang mampu menjadi solusi sumber dana usaha para pedagang melalui produk jasa keuangan syariah seperti pembiayaan usaha mudharabah dan musyarakah.
Analisis Perilaku Konsumtif Mahasiswa terhadap Penggunaan Shopeepaylater Ditinjau dari Etika Konsumsi dalam Islam Firda Nurfadilah; Ira Siti Rohmah Maulida
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 3, No. 1, Juli 2023 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v3i1.1751

Abstract

Abstract.The purpose of this research is first, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Syariah Faculty students towards external factors in the use of shopeepaylater. Second, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Syariah Faculty students towards internal factors in the use of shopeepaylater. Third, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Faculty of Sharia students towards the use of shopeepaylater in terms of consumption ethics in Islam. Using descriptive quantitative method of analysis with multiple linear regression analysis techniques. The data collected technique was use google form of a questionnaire. The results showed that external factors and internal factors had a moderate effect on the use of shopee paylater, it was known that the R Square value of 0.485 indicated that the proportion of the influence of external factor variables (X1) and internal factors (X2) on the use of shopee paylater (Y) was 48.5% and the remaining 51.5% is influenced by other variables not examined in this study.There are two indicators of external factors that are contrary to consumption ethics in Islam, namely lifestyle and social demands which are contradictory with the prohibition of tabdzir on the Qur'an and the principle of simplicity. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah pertama, menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 terhadap faktor eksternal pada penggunaan shopeepaylater. Kedua, menganlisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 pada penggunaan shopeepaylater. Ketiga, menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 terhadap penggunaan shopeepaylater ditinjau dari etika konsumsi dalam Islam. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif analisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor eksternal dan faktor internal berpengaruh secara moderat terhadap penggunaan shopeepaylater, diketahui bahwa Nilai R Square sebesar 0,485 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel faktor eksternal (X1) dan faktor internal (X2) terhadap penggunaan shopeepaylater (Y) sebesar 48,5% dan sisanya sebesar 51,5% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Ada dua indikator faktor eksternal yang bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam yaitu gaya hidup dan tuntutan sosial yang mana itu bertentangan dengan larangan tabdzir pada Al-Qur’an dan prinsip kesederhanaan. Indikator media sosial tidak bertentangan, dan semua indikator faktor internal tidak bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam.
Local Wisdom of Religion, Culture and Economy of the Community of Kampung Dukuh, Garut, West Java Ira Siti Rohmah Maulida; Mamat Rachmat Effendi; Ifa Hanifia Senjiati
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 4 No. 2 (2022): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study describes how the interdependence of religion and culture on the economy of the indigenous people of Kampung Dukuh. The indigenous community of Kampung Dukuh has its uniqueness when compared to other indigenous communities, especially in terms of “religiousness expressed in local wisdom.” The indigenous people of Kampung Dukuh tend to make "religion" as something very basic in their life "the ultimate concern". The study focused on variables, namely (1) Religious Expression; (2) Religious Patterns; (3) Conservation (maintenance, rescue, and protection) of religious values in the indigenous people of Kampung Dukuh, and (4) Economics of the people of Kampung Dukuh This study uses a phenomenological, interpretive, and ecological approach.
Analisis Perilaku Konsumtif Mahasiswa terhadap Penggunaan Shopeepaylater Ditinjau dari Etika Konsumsi dalam Islam Firda Nurfadilah; Ira Siti Rohmah Maulida
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 3, No. 1, Juli 2023 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v3i1.1751

Abstract

Abstract.The purpose of this research is first, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Syariah Faculty students towards external factors in the use of shopeepaylater. Second, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Syariah Faculty students towards internal factors in the use of shopeepaylater. Third, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Faculty of Sharia students towards the use of shopeepaylater in terms of consumption ethics in Islam. Using descriptive quantitative method of analysis with multiple linear regression analysis techniques. The data collected technique was use google form of a questionnaire. The results showed that external factors and internal factors had a moderate effect on the use of shopee paylater, it was known that the R Square value of 0.485 indicated that the proportion of the influence of external factor variables (X1) and internal factors (X2) on the use of shopee paylater (Y) was 48.5% and the remaining 51.5% is influenced by other variables not examined in this study.There are two indicators of external factors that are contrary to consumption ethics in Islam, namely lifestyle and social demands which are contradictory with the prohibition of tabdzir on the Qur'an and the principle of simplicity. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah pertama, menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 terhadap faktor eksternal pada penggunaan shopeepaylater. Kedua, menganlisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 pada penggunaan shopeepaylater. Ketiga, menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 terhadap penggunaan shopeepaylater ditinjau dari etika konsumsi dalam Islam. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif analisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor eksternal dan faktor internal berpengaruh secara moderat terhadap penggunaan shopeepaylater, diketahui bahwa Nilai R Square sebesar 0,485 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel faktor eksternal (X1) dan faktor internal (X2) terhadap penggunaan shopeepaylater (Y) sebesar 48,5% dan sisanya sebesar 51,5% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Ada dua indikator faktor eksternal yang bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam yaitu gaya hidup dan tuntutan sosial yang mana itu bertentangan dengan larangan tabdzir pada Al-Qur’an dan prinsip kesederhanaan. Indikator media sosial tidak bertentangan, dan semua indikator faktor internal tidak bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam.
Analisis Fatwa DSN-MUI tentang Akad Ijarah terhadap Praktik Jasa Endorsement Noviyanti Ramdhani; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 3, No. 2, Desember 2023 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v3i2.2789

Abstract

Abstract. This study aims to determine the practice of endorsement services on the Instagram account @naryarahma, to analyze the DSN-MUI Fatwa No. 112/DSN-MUI/IX/2017 concerning the Ijârah Agreement for the practice of endorsement services on the Instagram account @naryarahma. This research method uses a qualitative case study approach. The data sources used are primary data in the form of interviews, observations, and documentation related to endorsement practices and secondary data in the form of articles, journals, theses, books, websites related to research. The data analysis method used is empirical juridical. The results of this study are the analysis of the DSN-MUI Fatwa No. 112/DSN-MUI/IX/2017 concerning Ijârah Contracts for the practice of endorsement services on the @naryarahma Instagram account, there are discrepancies with the fourth, seventh and eighth provisions in the fatwa, because the product to be promoted and the term of work are not clearly and specifically known at the time of the agreement. In addition, there are online shops that have passed the payment due date and have not paid ujrah. This discrepancy involves an element of jahalah (ignorance). Based on fiqh, this has implications for the cancellation of the contract because it does not fulfill the pillars and conditions of the ijârah contract. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik jasa endorsement pada akun Instagram @naryarahma, menganalisis Fatwa DSN-MUI No. 112/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Ijârah terhadap Praktik jasa endorsement pada akun Instagram @naryarahma. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara, observasi, serta dokumentasi terkait praktik endorsement dan data sekunder berupa artikel, jurnal, skripsi, buku, website yang berkaitan dengan penelitian. Metode analisis data yang digunakan yaitu yuridis empiris. Hasil penelitian ini yaitu analisis Fatwa DSN-MUI No. 112/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Ijârah terhadap praktik jasa endorsement pada akun Instagram @naryarahma terdapat ketidaksesuaian dengan ketentuan keempat, ketujuh dan kedelapan dalam fatwa, karena produk yang akan dipromosikan serta jangka waktu kerjanya tidak diketahui secara jelas dan spesifik pada saat kesepakatan selain itu terdapat pihak online shop yang melewati jatuh tempo pembayaran dan tidak membayarkan ujrah. Ketidaksesuaian ini melibatkan adanya unsur jahalah (ketidaktahuan). Berdasarkan fikih hal ini berimplikasi pada batalnya akad karena tidak memenuhi rukun dan syarat akad ijârah.
Analisis Komparatif Penerapan Ta’zir dan Ta’widh Sebagai Penanganan Nasabah Wanprestasi pada Pembiayaan Murabahah di BPRS HIK Parahyangan Cabang Cileunyi Kabupaten Bandung Jajang Saepul Hamzah; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i2.8308

Abstract

Abstrak. BPRS HIK Parahyangan Cabang Cileunyi merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang jasa keuangan, menghimpun dan menyalurkan dana. Tetapi pada prosesnya terdapat nasabah yang wanprestasi, sehingga menyebabkan kerugian pada bank. Adapun aturan yang berlaku sebagai upaya menangani nasabah yang wanprestasi yaitu dikeluarkannya fatwa DSN-MUI tentang ta’zir dan ta’widh. Rumusan masalahnya yaitu bagaimana analisis komparatif penerapan ta’zir dan ta’widh sebagai penanganan nasabah yang bermasalah dalam pembiayaan murabahah di BPRS HIK Parahyangan Cabang Cileunyi. Tujuan penelitian ini menganalisa penerapan hukuman ta’zir dan ta’widh dalam mengatasi nasabah wanprestasi pada pembiayaan murabahah di BPRS HIK Parahyangan Cabang Cileunyi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif komparatif dengan pendekatan yang digunakan yuridis-empiris yaitu mengurai permasalahan berdasarkan fenomena realita yang terjadi dilapangan. Hasil temuan penelitian ini bahwa dalam praktik penanganan nasabah wanprestasi ini berlandaskan pada fatwa DSN MUI No 17 Tahun 2000 tentang sanksi bagi nasabah yang sengaja menunda pembayaran (Ta’zir) dan Fatwa DSN MUI No 43 Tahun 2004 tentang Ganti Rugi (Ta’widh), praktik dilapangan dari kedua sanksi dalam menangani nasabah wanprestasi lebih sering memberlakukan sanksi ta’zir. BPRS HIK Parahyangan Cabang Cileunyi belum bisa sepenuhnya menerapkan sanksi ta’widh kepada nasabah pada pembiayaan murabahah, dengan mempertimbangkan kondisi nasabah dan mencari alternatif penyelesaian yang lain sehingga tidak membebankan denda atau ganti rugi kepada nasabah dalam menangani nasabah wanprestasi, hal ini berasaskan nilai saling meringankan beban dan menghindari tindakan kezaliman terhadap nasabah.
Analisis Pengupahan terhadap Sistem Upah Kerja Borongan Buruh Bangunan Berdasarkan Fatwa DSN MUI Nomor 09/DSN-MUI/VI/2000 dan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 Nur Alvi Maulidi Hidayah; Ira Siti Rohmah Maulida; Asep Ramdan Hidayat
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i2.8651

Abstract

Wages are an important component of the relationship between companies and their workers. Researchers analyzed wage practices carried out by PT. Raytama Bintang Arbani where the company is one of the companies in the construction sector that uses the services of workers/laborers who work according to what the company expects. The rampant remuneration is arbitrary because it is caused by the ignorance of both parties about the wage system. Researchers use the theories of wages that exist in the Fatwa regarding ijarah, and Government Regulations regarding wages. The purpose of this study is to find out and explain the practice of giving wages to construction workers at PT. Raytama Bintang Arbani. Second, to find out and explain the analysis of Islamic law on the practice of wages for construction workers at PT. Raytama Bintang Arbani. The researcher analyzed using Fatwa No. 09 of 2000 concerning ijarah contracts and also Government Regulation Number 36 of 2021 concerning Wages. The method used in this research is qualitative research, a type of research that describes systematically what is happening in the field. The data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. Based on the results of research in the field, it is true that at PT. Raytama Bintang Arbani under this contract labor wage system, the standard wages given to workers are not the same value as the same work because wages are also based on the length of work of workers/laborers at PT. Raytama Bintang Arbani. The amount of wages, which also has a value, has been determined by the company, so workers cannot negotiate, for fear of losing their jobs. The average worker in this company has a low level of education, so they don't understand regulations. Companies should be wiser and understand wage regulations.
Analisis Hak Cuti Pekerja di CV Rabah Faeyza Berdasarkan Konsep Maslahah Mursalah Mahesa Adi Regawa; Deden Gandana Madjakusumah; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i2.8668

Abstract

Abstract. Workers have some basic rights as someone who has done something and got rewarded. Among them are getting a decent job, getting a decent wage, getting social security, getting rest and leave, and other rights. Several efforts were made by the Indonesian government to be able to provide protection for these workers, which were then regulated in Law Number 13 of 2003 concerning Manpower. Including the right contained in the law, companies have the right to have their own regulations governing the granting of leave to workers. These regulations must have the aim of providing welfare and benefits to workers. Maslahah Mursalah is one of the theories for exploring law when there is no evidence to support it in the texts, both in the Quran and Hadith. Islamic law was created to provide benefit to everyone; a determination of Islamic law must bring benefits and reject harm or damage. The purpose of this research is to find out the leave practices applied by CV Rabah Faeyza, which are then reviewed with maslahah mursalah. This research method uses field research; and descriptive analytical techniques to describe the problems that exist in CV Rabah Faeyza. The results of the study show that in practice CV Rabah Faeyza has provided benefits to workers even though the company's work agreement does not provide and explain leave rights. CV Rabah Faeyza provides relief to workers, if workers need and ask for leave. Leave is a basic need for workers that must be obtained by workers and must be provided by the company, however, in practice, leave is included in maslahah hajjiyah (secondary needs) according to the needs of workers. Abstrak. Pekerja memiliki beberapa hak dasar sebagai seseorang yang telah melakukan sesuatu dan mendapatkan imbalan. Diantaranya adalah, mendapat pekerjaan yang layak, mendapat upah yang layak, mendapatkan jaminan sosial, mendapatkan waktu istirahat dan cuti, dan hak-hak lainnya. Beberapa upaya dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk dapat memberikan perlindungan terhadap pekerja tersebut yang kemudian diatur dalam Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Termasuk hak cuti meskipun terdapat dalan Undang-Undang, perusahaan berhak mempunyai peraturan sendiri yang mengatur pemberian cuti kepada pekerja. Berbagai peraturan tersebut harus memiliki tujuan untuk memberikan kesejahteraan dan kemaslahatan kepada pekerja. Maslahah Mursalah adalah salah satu teori untuk penggalian hukum ketika tidak ada dalil yang mendukung nya dalam nash, baik itu dalam Al-Quran maupun Hadist. Hukum Islam diciptakan tidak lain untuk memberikan kemaslahatan kepada semua orang, suatu penentuan hukum islam harus mendatangkan manfaat dan menolak kemadharatan atau kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan praktik cuti yang diterapkan oleh CV Rabah Faeyza yang kemudian ditinjau dengan maslahah mursalah. Metode penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan teknik deskriptif analitis. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dalam praktiknya CV Rabah Faeyza telah memberikan kemaslahatan kepada pekerja walaupun dalam perjanjian kerja perusahaan tidak memberikan dan menjelaskan hak cuti. CV Rabah Faeyza memberikan sebuah keringanan kepada pekerja, apabila pekerja membutuhkan dan meminta cuti. Cuti merupakan kebutuhan pokok dari pekerja yang wajib didapatkan oleh pekerja dan wajib diberikan oleh perusahaan. namun dalam prkatiknya cuti termasuk dalam maslahah hajjiyah (kebutuhan sekunder) sesuai kebutuhan pekerja.
Pemetaan Prioritas Kendala dan Solusi Pembuatan Akta Ikrar Wakaf di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cimahi Utara Delia Dwiyanti Hasanah; Ifa Hanifia Senjiati; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i1.11574

Abstract

Abstract. The practice of waqf in Indonesia is not yet running in an orderly manner. The North Cimahi area has waqf assets that do not have AIW. Nadzir competence, the role of PPAIW, and waqf asset management are the main obstacle factors in making this Waqf Pledge Deed. The aim of this research is to understand the mechanism and practice of making AIW in accordance with applicable law, understand the obstacles and priority solutions in making AIW, the obstacles that arise include a lack of public awareness of the legality of waqf, negligence of nadzir in management, and waqf not having a valid Waqf Pledge Deed. the main cause. The method used is qualitative with a descriptive analysis approach. Types of data sources used are qualitative data and quantitative data, primary data sources and secondary data. The collection methods are questionnaires, interviews, literature studies, and documentation. The data analysis method used is Analytical Hierarchy Process (AHP). The results of his research showed that the priority obstacles to making waqf pledge deeds at KUA North Cimahi were the competency of nadzir at 70.9%, lack of knowledge and awareness of nadzir at 68.9%, PPAIW did not socialize the making of AIW at 67.7%, there was no legality of 70.1%. In priority solutions, providing knowledge and awareness in making AIW was 70.4%, increasing socialization of making AIW by 69.3%, providing education on the importance of making AIW by 69.5%. Abstrak. Praktik wakaf di Indonesia belum berjalan dengan tertib. Daerah Cimahi Utara terdapat aset wakaf yang tidak mempunyai AIW, kompetensi nadzir, peran PPAIW, dan manajemen aset wakaf menjadi faktor utama kendala dalam pembuatan Akta Ikrar Wakaf ini. Tujuan penelitian ini untuk memahami mekanisme dan praktik pembuatan AIW sesuai hukum yang berlaku, memahami kendala serta solusi prioritas dalam pembuatan AIW, kendala yang muncul mencakup kurangnya kesadaran masyarakat terhadap legalitas wakaf, kelalaian nadzir dalam pengelolaan, dan wakaf tidak mempunyai Akta Ikrar Wakaf yang sah menjadi penyebab utamanya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Jenis sumber data yang digunakan data kualitatif dan data kuantitatif, sumber data primer dan data sekunder. Metode pengumpulannya kuisioner, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan Analytical Hierarchy Procces (AHP). Hasil penelitiannya, prioritas kendala pada pembuatan akta ikrar wakaf di KUA Cimahi Utara yang menjadi prioritas adalah kompetensi nadzir sebesar 70,9%, kurangnya pengetahuan dan kesadaran nadzir sebesar 68,9%, PPAIW kurang mensosialisasikan pembuatan AIW sebesar 67,7%, tidak adanya legalitas sebesar 70,1%. Pada prioritas solusi memberikan pengetahuan dan kesadaran nadzir dalam pembuatan AIW sebesar 70,4%, meningkatkan sosialisasi pembuatan AIW sebesar 69,3%, memberikan edukasi terhadap pentingnya pembuatan AIW sebesar 69,5%.
Analisis Perbandingan Pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf setelah Penetapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109 Revisi 2022 Hilman Nurul Aripin; Ifa Hanifia Senjiati; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i1.11599

Abstract

Abstract. Over the last few years, financial accounting standards in Indonesia have experienced significant developments with the issuance of Statement of Accounting Standards (PSAK) No. 109 revision 2022 by the Indonesian Financial Accounting Standards Board (DSAK-IAI). All financial transactions must be recorded and documented in accordance with the provisions of applicable financial accounting standards, namely Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 109 revision 2022 accounting for zakat, infaq and alms as well as other relevant Statements of Financial Accounting Standards (PSAK). The aim of this research is to find out the provisions regarding Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 109 of 2022 after the implementation of this new regulation. This research is qualitative research using a normative descriptive approach. The data collection technique used is literature. The results of this research are that there are rules or regulations that have been added and replaced by new regulations due to updates so that there is a comparison between Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 109 revised in 2022 and Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) no. 109 of 2010. Abstrak. Selama beberapa tahun terakhir, standar akuntansi keuangan di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan dengan dikeluarkannya Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) No. 109 revisi 2022 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (DSAK-IAI). Seluruh transaksi keuangan harus dicatat dan didokumentasikan sesuai dengan ketentuan standar akuntansi keuangan yang berlaku yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 revisi 2022 akuntansi zakat, infaq dan sedekah serta Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) lain yang relevan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ketentuan mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 tahun 2022 setelah diberlakukan aturan yang baru ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif normatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah terdapat aturan atau regulasi yang ditambahkan dan digantikan diaturan yang baru karena adanya pembaharuan sehingga terjadi perbandingan antara Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 revisi tahun 2022 dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109 tahun 2010.