Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Peran Guru dalam Penguatan Karakter Siswa melalui Disiplin Positif di Sekolah Dasar Anto Akbar; Ace Suryadi; Asep Dahliyana; Abih Gumelar
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1131

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan dasar untuk membentuk peserta didik yang berakhlak, bertanggung jawab, dan mampu berperilaku sesuai nilai-nilai moral. Namun, berbagai permasalahan seperti rendahnya kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian masih ditemukan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran guru dalam penguatan karakter siswa melalui disiplin positif di sekolah dasar menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu kepala sekolah, satu guru kelas V, dan enam siswa kelas V pada salah satu sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, sekolah memiliki kebijakan, program, dan budaya sekolah yang mendukung penerapan disiplin positif. Pada aspek input, guru menunjukkan kesiapan yang baik melalui pemahaman konsep disiplin positif, pengalaman pelatihan, serta dukungan sekolah. Pada aspek process, disiplin positif diterapkan melalui hubungan positif antara guru dan siswa, kesepakatan kelas, penguatan positif, dan restitusi. Pada aspek product, penerapan disiplin positif berkontribusi terhadap perkembangan karakter siswa, terutama pada aspek disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan pembinaan yang berkelanjutan agar perilaku positif dapat berkembang secara konsisten. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan disiplin positif memberikan kontribusi positif dalam mendukung penguatan karakter siswa di sekolah dasar, meskipun hasil penelitian ini terbatas pada konteks sekolah yang diteliti.
Pengembangan Empati dan Integritas Siswa Sekolah Dasar melalui Kegiatan Kokurikuler Berbasis Pembelajaran Mendalam Anto Akbar; Syarief Nurdin Encep; Rakhmat Cece; Maftuh Bunyamin; Kurniawaty Imas
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.917

Abstract

Perundungan merupakan tantangan penting dalam pendidikan dasar karena berdampak pada perkembangan sosial-emosional dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kegiatan kokurikuler “Say No to Bully” berbasis pembelajaran mendalam dalam mengembangkan empati dan integritas sebagai bagian dari dimensi kewargaan siswa kelas V. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi kegiatan, dan refleksi tertulis dari 28 peserta didik. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan perilaku empatik, keberanian moral, serta konsistensi tindakan sebagai indikator integritas. Penurunan frekuensi perundungan verbal juga tercatat selama program berlangsung. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran mendalam melalui pengalaman autentik, simulasi sosial, dan refleksi terarah efektif dalam menginternalisasi nilai empati dan integritas secara bermakna dan berkelanjutan. Model ini dapat menjadi strategi preventif yang relevan bagi sekolah dasar dalam mengembangkan budaya positif serta memperkuat karakter kewargaan peserta didik.
Keteladanan Guru sebagai Role Model dalam Pengembangan Integritas Peserta Didik Sekolah Dasar Anto Akbar; Dasim Budimansyah; Kama Abdul Hakam; Asep Dahliyana; Imas Kurniawaty
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keteladanan guru sebagai role model dalam pengembangan integritas peserta didik sekolah dasar. Integritas dipahami sebagai keselarasan antara nilai, ucapan, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologis interpretatif yang dilaksanakan di SDN 201 Sukaluyu, Kota Bandung. Subjek penelitian terdiri atas empat guru dan delapan peserta didik sebagai informan utama, serta kepala sekolah sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap praktik keseharian guru dalam berbagai konteks kegiatan sekolah selama satu bulan. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi untuk meningkatkan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru sebagai role model dimanifestasikan secara konsisten melalui perilaku disiplin, relasi emosional yang positif, inspirasi moral, serta kemampuan guru dalam menghadapi tantangan profesional secara etis. Keteladanan yang ditampilkan melalui perilaku nyata, empati, dan konsistensi antara ucapan dan tindakan dimaknai peserta didik sebagai pengalaman pembelajaran yang berkontribusi pada pengembangan integritas. Penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan guru merupakan strategi pedagogis yang bermakna dalam pengembangan integritas peserta didik di sekolah dasar
An Integrated Principal Leadership Model for Building a Character-Based School Climate in Elementary Schools Anto Akbar; Bunyamin Maftuh; Warlim Warlim; Tedi Supriyadi; Saepul Anwar
Journal of Education and Teacher Training Innovation Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Education and Teacher Training Innovation (JETTI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/fs4xsq62

Abstract

The success of character development among elementary school students is greatly influenced by the creation of a supportive school environment and effective principal leadership. This study aims to describe and analyze the principal’s leadership model in fostering a character-based school climate in elementary schools. The research was conducted from February to May 2026 using a qualitative approach and case study method at SDN 201 Sukaluyu, Bandung. The research participants consisted of one principal, five teachers, two parents, and one school committee member selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, which includes data condensation, data presentation, and the drawing and verification of conclusions. The credibility of the findings was strengthened through source triangulation and methodological triangulation. The research results indicate that the principal’s leadership plays a strategic role in fostering a character-based school climate through six mutually integrated components: a character vision grounded in discipline and independence; the principal’s exemplary leadership; an integrated character education program; collaboration among the school, parents, and the school committee; continuous monitoring; and the establishment of a school climate characterized by religiosity, discipline, independence, environmental care, and collaboration. Character education is implemented through various integrated programs, including religious activities, the Adiwiyata Program, the Environment-Based School Program, literacy activities, the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and the Pancawaluya Task Force. This study produced a model of school principal leadership that integrates a character-based vision, exemplary leadership, character-based programs, school-community collaboration, and continuous monitoring in building a character-based school climate. The findings of this study contribute to the development of research on educational leadership and character education and provide practical implications for elementary schools in strengthening student character development through a sustainable school climate.