Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation pada Materi Geometri Berbantuan Geogebra Ditinjau dari Self-Efficacy Muslim Muslim; Abd. Haris
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi geometri berbantuan Geogebra ditinjau dari self-efficacy. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non equivalent group design. Penelitian ini diambil secara acak dua kelas yaitu kelas eksperimen diberikan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan Geogebra dan kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket self-efficacy. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi Geometri berbantuan Geogebra dan pembelajaran konvensional, menggunakan analisis one sample t-test pada taraf signifikan 5%. Perbedaan keefektifan diukur menggunakan two group MANOVA dengan kriteria T2 Hottelling pada taraf signifikansi 5%. Selanjutnya untuk mengetahui perbandingan keefektifan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi geometri berbantuan Geogebra dan pembelajaran Konvensional data dianalisis secara univariat dengan independent t test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi Geometri berbantuan Geogebra efektif ditinjau dari self-efficacy, (2) metode pembelajaran konvensional efektif ditinjau dari self-efficacy, dan (3) model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada materi Geometri berbantuan Geogebra lebih efektif dibandingkan dengan metode Konvensional ditinjau dari self-efficacy.
Pengaruh Metode Reciprocal Teaching terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Kelas X di SMA Kae Woha Tahun Pelajaran 2017/2018 Nurhayati Sarib; Mariamah Mariamah; Muslim Muslim; Fatmah Fatmah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v8i1.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Reciprocal Teaching terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X di SMA KAE Woha tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen (Eksperimen Semu). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA KAE Woha yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas X MIA/IPA-I sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA/IPA-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif adalah soal esay. Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika thitung ≥ ttabel atau nilai signifikansi lebih kecil 0,05 pada taraf sinikansi α =5%. Hasil Uji hipotesis menggunakan bantuan program SPSS 16 for window menunjukkan nilai t = 4,128 atau nilai signifikansi sebesar 0,000. Jika dikaitkan dengan nilai signifikansi 0,05 dan nilai t hitung maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode reciprocal teaching terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
Analisis Kualitatif Etnomatematika Dari Destinasi Wisata Uma Lengge M Mariamah; M Muslim; A Amrullah; Prayitno S
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 4 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.5 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i4.1985

Abstract

Destinasi wisata Uma Lengge merupakan warisan budaya masyarakat Bima yang memiliki nilai etnomatematika. Nilai etnomatematika tersebut belum banyak diaplikasikan dalam pembelajaran matematika dan mengakibatkan pembelajaran  matematika di sekolah belum dapat menampilkan konteks nyata yang berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari siswa. Tujuan tulisan ini adalah untuk menganalisis beberapa bentuk geometri apa saja yang terdapat dalam struktur Uma Lengge tersebut agar nantinya dijadikan sebagai referensi bagi guru untuk menerapakan etnomatematika dari destinasi Uma Lengge dalam pembelajaran matematika di SD. Tulisan ini dilakukan dengan penelitian deksriptif kualitatif. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi dan wawancara. Hasil dokumentasi dan wawancara akan dianalisis secara kualitatif mulai dari reduksi data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian bahwa destinasi Uma Lengge memiliki nilai etnomatematika berbentuk geometri seperti: 1) trapesium sama kaki, 2) segititiga, 3) Persegi, 4) persegipanjang dan yang terakhir adalah 5) segitiga siku-siku. Etnomatematika dari destinasi Uma Lengge dapat digunakan sebagai alat peraga dalam pembelajaran matematika Sekolah Dasar (SD) materi geometri/bangun datar dengan tujuan agar siswa mudah memahami materi yang disampaikan karena bahan ajar Uma Lengge sudah dikenal oleh siswa. Selain itu, siswa juga dapat mengenal lebih mendalam tentang destinasi Uma Lengge sebagai warisan budaya suku Bima.
Pengaruh Metode Mind Mapping Bersetting Team Game Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Muslim Muslim
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.526 KB) | DOI: 10.36312/jime.v5i1.697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Mind Mapping bersetting team game tournament (TGT) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 palibelo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Palibelo yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen dengan pendekatan Mind Mapping bersetting team game tournament (TGT) dan kelas VIII-E sebagai kelas kontrol dengan metode pembelajaran konvensional.Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes meningkatkan prestasi belajar berupa pret-test dan post-test berbentuk uraian.Berdasarkan hasil analisis data kelas eksperimen kelas eksperimen diperoleh nilai t-hitung adalah 9.544dan signifikannya adalah 0,749 0,05 sehingga H0 ditolak  atau  pendekatan  mind mapping bersetting(TGT)  tidak berpengaruh untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Sedangkan Pada kelas kontrol pembelajaran dengan metode ceramah dengan test-value 70 diperoleh t-hitung = 1,447 dengan hasil signifikan 0,161> 0,05, maka H0 diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode ceramah tidak berpengaruh untuk meningkatkan prestasi belajar siswa
Pengaruh Problem Based Learning Perbantuan Permainan Tradisional Congklak Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar putri; diana, nanang; muslim; rahhman, nur; adiansha, adi apriadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.28969

Abstract

This study aims to test the influence of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by traditional congklak games on the mathematics learning outcomes of grade II elementary school students. The background of this research departs from the low ability of students to solve addition and subtraction problems independently, which is caused by a learning approach that is still expository and does not actively involve students. Using a one group pretest-posttest design, this study involved 26 students at SDN 2 Bolo. The results showed an increase in the average score of students from 53.46 in the pretest to 85.38 in the posttest. With a mean average difference of 31.92 points. The t-test showed significant results (p < 0.000), which showed a significant difference between pretest and posttest scores that the coneckle-assisted PBL model was effective in improving students' mathematics learning outcomes. The integration between PBL and congklak games not only strengthens the understanding of mathematical concepts, but also encourages active participation, logical thinking, and motivation for students to learn in a fun and contextual way.
Analisis HOTS Geometri Pada Keterampilan Berpikir Kritis dan Numerasi Ditinjau Gaya Belajar dan Gender Diana, Nanang; Agustinasari, Agustinasari; Khatimah, Husnul; Ibnusaputra, M.; Adiansha, Adi Apriadi; Muslim, Muslim
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 15 No 2 (2025): Edumatica: Jurnal Pendidikan matematika (Agustus 2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/edumatica.v15i2.44262

Abstract

Critical thinking and numeracy skills are important competencies for students facing challenges of the 21st century and era of industrial revolution 5.0. In mathematics learning, especially geometry, using Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions is a strategic approach to developing these abilities. This study analyzes students' critical thinking and numeracy skills through HOTS geometry questions, reviewed by learning styles and gender. The research uses a quantitative descriptive method with a purposive sample of 26 VIII-grade students at SMP Negeri 1 Kota Bima. Results indicate that male students with visual learning styles achieved the highest scores in both skills. Visual learning styles were more effective in supporting numeracy skills, whereas auditory and kinesthetic styles supported critical thinking more effectively. ANOVA tests revealed significant differences in numeracy skills on the "making decisions" indicator by learning style (Sig. 0.047) and gender (Sig. 0.0291), and in critical thinking skills on the "inference" indicator by gender (Sig. 0.0265). In conclusion, learning styles and gender influence critical thinking and numeracy, with learning style having the more pronounced effect. Future research is needed to train students in answering HOTS questions to enhance both skills.
Penerapan Media Memory Game untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika Materi Bangun Datar Siswa Kelas IV Aini, Nurfajriatul; Syarifudin, Syarifudin; Mariamah, Mariamah; Diana, Nanang; Muslim, Muslim
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i2.1736

Abstract

Matematika di sekolah dasar memegang peran penting dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis. Namun banyak siswa mengalami hambatan dalam memahami konsep geometri, khususnya materi bangun datar, akibat pendekatan pembelajaran yang kurang inovatif dan minim partisipasi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media pembelajaran memory game dalam meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa kelas IV. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe pretest-posttest control group. Sampel terdiri atas dua kelas di SDN Talabiu, yaitu kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan mencakup angket minat belajar dengan empat indikator keterlibatan aktif, dorongan menyelesaikan tugas, rasa ingin tahu, dan konsentrasi serta tes uraian untuk mengukur pemahaman konsep, penerapan rumus, dan penyelesaian soal. Hasil menunjukkan peningkatan skor hasil belajar pada kelompok eksperimen dari 64,17 menjadi 93,54, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 58,00 menjadi 83,80. Uji-t menunjukkan signifikansi tinggi (p < 0,001) dan effect size besar (Cohen’s d = 2,073). Indikator minat belajar juga mengalami peningkatan, meskipun tidak semua signifikan secara statistik. Hasil ini menegaskan bahwa Memory Game mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA POKOK BAHASAN PELUANG DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA1 MAN 1 MATARAM Muslim, Muslim
Media Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v3i2.1835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan peluang dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA MAN 1 Mataram dengan jumlah 79 orang. Adapun subyek penelitian yakni siswa kelas XI IPA1 dengan jumlah 36 orang.  Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (a) data hasil evaluasi belajar siswa dikumpulkan dengan memberikan tes pada setiap akhir siklus; (b) data tentang aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ketuntasan belajar dan prosentase analisis deskriptif untuk mengetahui penguasaan konsep. Indikator yang digunakan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi adalah dengan kriteria ketentuan belajar ≥ 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ketuntasan belajar siswa pada siklus I adalah 83,33%, sedangkan ketuntasan belajar siswa pada siklus II adalah 94,44%. Aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 10,39 atau berkategori aktif, sedangkan aktivitas belajar siswa siklus II sebesar 12,35 atau berkategori sangat aktif. Hasil tersebut menunjukkan telah tercapainya indikator penelitian yang ditetapkan, berarti dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan peluang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA1 MAN 1 Mataram
Exploring Polya's Problem-Solving Stages, Cognitive Components, and Role Change Dynamics in Mathematical Problem-Solving Discussions Abdul Haris; Muslim Muslim; Mutmainah Mutmainah; Adi Apriadi Adiansha
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 16, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v16i2.pp910-930

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of integrating Polya's problem-solving stages with commognitive discourse practices in collaborative learning, and to describe the associations among Polya's stages, commognitive components, and the dynamics of role change in mathematical problem-solving discussions, as well as their contributions to the development of mathematical thinking quality. A quantitative approach with a quasi-experimental Non-Equivalent Control Group Design was employed. Participants were pre-service teacher students at STKIP Taman Siswa Bima, assigned to an experimental class (n = 30) and a control class (n = 30). Data were collected using a mathematics problem-solving test based on Polya's four stages and structured observation instruments that measured cognitive components and changes in discussion roles. Data analysis included Rasch-model-based instrument quality testing, normality and homogeneity prerequisite tests, a paired-samples t-test for each class separately to assess within-group pre-post differences (df = 29 per class), an independent-samples t-test on N-Gain scores to compare treatment effectiveness between classes (df = 58), and an N-Gain analysis to assess treatment effectiveness. Instruments demonstrated strong validity (PTMEA Corr. = 0.40–0.65) and high reliability (person reliability = 0.87–0.88). The experimental class showed significantly greater improvement in mathematical problem-solving ability than the control class (posttest means: 49.5 vs. 43.7). The paired t-test confirmed a significant pre–post improvement in the experimental class [t(29) = 2.435, p = 0.021] but not in the control class [t(29) = 1.295, p = 0.206]. Observational data indicated that activation of commognitive components:  consistent use of mathematical terms, visual mediators, and justification narratives, and the emergence of dynamic role changes during discussion were associated with improvements in problem-solving quality. Mathematical problem solving develops more effectively when Polya's heuristic stages are integrated with cognitive-discursive practices that foster epistemic role changes in collaborative discussions. This integration offers an innovative framework for designing meaningful, discussion-based mathematics learning. Keywords: mathematical problem solving, Polya’s stages, commognitive, collaborative discussion, role change.
Impact of Ethnomathematics-Based Learning on Mbojo Students’ Mathematical Communication Skills in Indonesia Mariamah Mariamah; Nanang Diana; Adi Apriadi Adiansha; Muslim Muslim; Khusnul Khatimah
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i2.19875

Abstract

Mathematical communication skills are essential for enabling students to express mathematical ideas, use representations, and explain reasoning clearly. However, elementary students often experience difficulties in using mathematical symbols, interpreting visual representations, and presenting problem-solving steps systematically. This study examined students’ mathematical communication skills after the implementation of ethnomathematics-based learning using Mbojo cultural contexts. A quasi-experimental method with a one-group posttest-only design was employed. The participants were 15 fourth-grade students selected through total sampling. Data were collected using a mathematical communication skills test and analyzed using a one-sample t-test with a benchmark score of 70, based on the Minimum Mastery Criteria. The results showed that students’ mean score was 73.87, which was significantly higher than the benchmark, t(14) = 2.822, p = .015. These findings indicate that ethnomathematics-based learning using Mbojo cultural contexts can support students’ mathematical communication skills. However, due to the absence of a pretest and control group, the findings should be interpreted as evidence of students’ achievement above the benchmark rather than strong causal evidence.