Claim Missing Document
Check
Articles

Mother Tongue Interference Patterns in Arabic Student Writing: Polanya Gangguan Bahasa Ibu dalam Penulisan Siswa Arab Shafa Salsabila; Moch. Bahak Udin By Arifin
Academia Open Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.13352

Abstract

eneral Background: Writing skills constitute a core component of Arabic language mastery and require accuracy in lexical choice, grammatical structure, and morphological formation. Specific Background: In second language acquisition, mother tongue interference frequently occurs when learners transfer linguistic patterns from their first language into the target language. Knowledge Gap: Previous studies on interference in Arabic learning have predominantly focused on spoken data, leaving limited analysis of interference patterns in written Arabic among university students. Aims: This study aims to analyze the forms and impacts of mother tongue interference on the Arabic writing ability of fourth-semester students in the Arabic Language Education Study Program at the University of Muhammadiyah Malang. Results: Using a qualitative case study approach and content analysis, the findings reveal five categories of interference: lexical (4 cases), grammatical (4 cases), morphological (12 cases), semantic (8 cases), and orthographic (2 cases), with morphological errors being the most dominant. These interferences lead to structural deviations, inaccurate diction, and shifts in sentence meaning. Novelty: This study provides a comprehensive classification of written interference forms based on authentic student assignments within a higher education context. Implications: The results indicate the necessity of structured kitabah practice, reinforcement of nahwu and sharaf rules, and habituation to thinking directly in Arabic to improve writing quality. Keywords: Mother Tongue Interference, Arabic Writing Skills, Qualitative Case Study, Content Analysis, Second Language Acquisition Key Findings Highlights: Morphological deviations constituted the highest frequency of errors. Structural transfer from Indonesian altered sentence construction patterns. Meaning shifts occurred due to incorrect verb forms and lexical selection.
Penerapan Metode Bernyanyi dalam Pembelajaran Nahwu terhadap Maharah Qiro’ah di Madrasah Aliyah Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo Rifti Luthfiyyah; Moch. Bahak Udin By Arifin
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dan efektivitas metode bernyanyi dalam pembelajaran nahwu terhadap peningkatan maharah qiro’ah siswa di MAIT Darul Fikri Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test. Penelitian dilakasanakan di kelas X Azhari B dengan jumlah siswa sebanyak 6. Pengumpulan data melalui tes dan dianalisis dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26 dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bernyanyi mampu membantu siswa dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Nilai signifikansi uji Paired Sample T-Test sebesar 0,006 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Dengan demikian, metode bernyanyi efektif dalam meningkatkan pembelajaran nahwu dan maharah qiro’ah siswa.
Analisis Konten Dakwah Husein Ja’far Sebagai Media Belajar Materi Moderasi Beragama untuk Generasi Z Excelia Citra Putri Arsita; Moch. Bahak Udin By Arifin
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 3 (2026): March
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i3.2657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten dakwah Husein Ja’far sebagai media pembelajaran materi moderasi beragama bagi Generasi Z. Dalam konteks digitalisasi yang semakin kuat, media sosial menjadi sarana penting dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang moderat secara kontekstual dan menarik. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap konten Husein Ja’far di platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Husein Ja’far memiliki gaya penyampaian yang komunikatif, visual, dan dekat dengan kehidupan Generasi Z, serta mampu meningkatkan pemahaman nilai toleransi, kebhinekaan, dan penolakan terhadap ekstremisme. Kontennya tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan transformatif, menjadikan dakwah digital sebagai media belajar yang relevan dan efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada generasi muda.
Pengembangan Media Edukasi Ular Tangga untuk Pembelajaran Al-Qu’an Hadits Alya Mafazatul Umamah; Moch. Bahak Udin By Arifin
Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jtp.v2i2.2639

Abstract

The snake and ladder game is a simple and common game that can be used as an effective learning medium. The snake and ladder educational medium has been modified for use in Al-Qur'an Hadith lessons. The main purpose of developing this educational medium is to help teachers assess students' understanding of the material that has been explained. The material is taken from the Al-Qur'an Hadith lesson module for Muhammadiyah Elementary School level, which is the main source of the educational media created. The research method used R&D (Research and Development) and the ADDIE research model. This educational Snakes and Ladders media creates a fun learning atmosphere. Students' knowledge can be trained because education is provided through interesting play-based learning activities and is able to improve socialization skills among students.