Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gangguan makan dan perilaku bunuh diri pada remaja: Sebuah tinjauan literatur Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i6.8127

Abstract

Background: Eating disorders are one of the psychiatric disorders with the highest mortality rates that cause serious psychological and medical consequences. Eating disorders are closely related to weight problems that affect the increase in suicidal ideation.Purpose: To determine the relationship between eating disorders and suicidal behavior in adolescents.Method: A scoping review by searching for articles using the Pubmed, ScienceDirect, and Wiley databases. The keywords used in searching the article were adolescent or adolescence or teen and eating disorder or compulsive eating or anorexia nervosa and suicidal tendencies or suicidal behaviors and relation or relative.Results: Sorting obtained six articles according to the inclusion and exclusion criteria that explained the causes of eating disorders, namely alcohol abuse, gender, mental illness, and closely related to suicidal ideation.Conclusion: Eating disorders and suicidal behavior are related to each other.Keywords: Eating disorders; Suicidal behavior; Adolescent.Pendahuluan: Gangguan makan merupakan salah satu gangguan kejiwaan dengan tingkat mortalitas tertinggi yang menimbulkan akibat psikologis dan medis serius. Gangguan makan erat kaitannya dengan permasalahan berat badan sehingga mempengaruhi peningkatan ide bunuh  diri.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan eating disorder dengan suicidal behaviour pada remaja.Metode: Scoping review dengan pencarian artikel menggunakan database Pubmed, ScienceDirect dan Wiley. Kata kunci yang digunakan dalam mencari artikel yaitu adolescent or adolescence or teen and eating disorder or compulsive eating or anorexia nervosa and suicidal tendencies or suicidal behaviors and relation or relative.Hasil: Didapatkan enam artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang memaparkan penyebab gangguan makan yaitu penyalahgunaan alkohol, jenis kelamin, penyakit kejiwaan, serta erat kaitannya dengan ide bunuh diri.Simpulan: Eating disorder dengan suicidal behaviour saling berhubungan satu sama lain.
Literatur Review Terapi Aktivitas Kelompok untuk Meningkatkan Harga Diri Rendah (HDR) Indra Maulana; Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Sukma Senjaya
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i12.7400

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan salah satu permasalahan kesehatan di seluruh dunia. Harga diri rendah mempengaruhi kesehatan jiwa yang merupakan perasaan negatif terhadap diri sendiri termasuk kehilangan rasa percaya diri, tidak berguna, tidak berdaya pesimis, tidak ada harapan dan putus asa. Penelitian ini untuk mengetahui dampak dari terapi aktivitas kelompok untuk meningkatkan harus diri rendah (HDR). Literature review ini menggunakan metode pencarian PICO menggunakan kata kunci TAK, HDR, artikel sesuai dengan kata kunci dan terpilih 10 artikel yang telah melalui seleksi dan sesuai dengan kriteria. Dari 10 artikel yang ditemukan, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi, sensori   maupun   kombinasi   dapat   memberikan   dampak   positif   serta   membantu   klien meningkatkan perilaku adaptif dan mengurangi perilaku maladaptive terutama pada klien harga diri rendah. Konsep diri pada klien harga diri rendah sebelum dan sesudah Terapi Aktivitas Kelompok memberikan hasil  yang signifikan.  Berdasarkan  beberapa jurnal  yang telah didapat dan telah dianalisis dapat disimpulkan bahwa kegiatan terapi aktivitas kelompok ini dapat meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah. Kata Kunci: HDR, TAK, Terapi  ABSTRACT Mental health is one of the health problems in the world. Low self-esteem affects mental health which is a negative feeling towards oneself including loss of self-confidence, useless, helpless, pessimistic, hopeless and hopeless. This study was to determine the impact of group activity therapy to improve low self-esteem (HDR). This literature review uses the PICO search method using the keywords TAK, HDR, articles according to the keywords and selected 10 articles that have gone through the selection and match the criteria. From the 10 articles found, Group Activity Therapy (TAK) perceptual, sensory or combination stimulation can have a positive impact and help clients improve adaptive behavior and reduce maladaptive behavior, especially in clients with low self-esteem. Self-concept in clients with low self-esteem before and after Group Activity Therapy gave significant results. Based on several journals that have been obtained and have been analyzed, it can be concluded that this group activity therapy activity can increase self-esteem in patients with low self-esteem. Keywords: HDR, TAK, Therapy 
Intervensi MBCT (Mindfulness-Based Cognitive Therapy) pada Pasien Ansietas: a Scoping Review Indra Maulana; Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Sukma Senjaya
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i8.6797

Abstract

 ABSTRACT Anxiety is a feeling of uneasiness, worry, fear that is uncertain and can be triggered by unknown things or new experiences. Intervention in anxiety can be done with MBCT (Mindfulness-Based Cognitive Therapy). This therapy combines cognitive behavioral techniques with mindfulness strategies to help individuals better understand and manage their thoughts and emotions to achieve relief from feelings of anxiety The aims of this study is to analyze the MBCT (Mindfulness-Based Cognitive Therapy) intervention that is able to reduce anxiety. The research used is a literature review study with literature searches carried out on the Pubmed, ScienceDirect, CINAHL, Proquest databases. Using keywords that have been determined and selected based on inclusion and exclusion criteria, 8 articles were found that were appropriate and suitable for use in the literature study. From the search results, 8 articles were found that discussed being able to reduce anxiety in various populations and types of MBCT. This intervention can not only reduce anxiety, it can also reduce levels of depression, distress, functional impairment, and fatigue as well as improve adaptive emotion regulation and psychological well-being. The results of this literature study are expected to develop or become a renewal of research on MBCT (Mindfulness-Based Cognitive Therapy) interventions to treat patients who experience psychosocial anxiety problems. Keyword: MBCT, Anxiety, Anxiety Reduction  ABSTRAK Ansietas merupakan perasaan was-was, khawatir, takut yang tidak menentu dan dapat dipicu oleh hal yang tidak diketahui atau terhadap pengalaman baru. Intervensi pada ansietas dapat dilakukan dengan MBCT (Mindfulness-Based Cognitive Therapy). Terapi ini gabungan dari teknik perilaku kognitif dengan strategi perhatian untuk membantu individu lebih memahami dan mengelola pikiran dan emosi mereka untuk mencapai bantuan dari perasaan cemas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis intervensi MBCT (Mindfulness-Based Cognitive Therapy) yang mampu menurunkan ansietas. Penelitian yang digunakan adalah studi literatur review dengan pencarian literatur  dilakukan pada database Pubmed, ScienceDirect, CINAHL, Proquest. Menggunakan kata kunci yang telah ditentukan dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 8 artikel yang sesuai dan layak digunakan dalam studi literatur. Dari hasil pencarian di dapatkan 8 artikel yang membahas mampu menurunkan ansietas dari berbagai populasi dan jenis MBCT. Intervensi ini tidak hanya dapat menurunkan kecemasan, juga dapat menurunkan tingkat depresi, distress, gangguan fungsional, dan kelelahan serta meningkatkan regulasi emosi adaptif dan kesejahteraan psikologis. Hasil studi literatur ini diharapkan dapat mengembangkan atau menjadi pembaharuan penelitian mengenai intervensi MBCT (Mindfulness-Based Cognitive Therapy) untuk menangani pasien yang mengalami permasalahan psikososial ansietas. Kata kunci: MBCT, Ansietas, Penurunan Ansietas
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES RECOVERY PADA ORANG DENGAN SKIZOFRENIA : SCOPING REVIEW Efri Widianti; Ni Putu Suryani; Nisa Meina Nirmala; Novi Yulianti; Puput Nur Azizah; Hendrawati Hendrawati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4033

Abstract

xxx
INTERVENSI NON FARMAKOLOGI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN ISOLASI SOSIAL: LITERATURE REVIEW Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Sukma Senjaya; Indra Maulana; Udin Rosidin; Taty Hernawaty
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4172

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat ditandai dengan defisiensi dalam berpikir, persepsi, afek, dan perilaku sosial. Keterampilan sosial yang buruk berkaitan erat dengan kekambuhan penyakit dan kembalinya pasien ke rumah sakit. Sehingga diperlukan terapi komprehensif untuk meningkatkan kemampuan interaksi social. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi intervensi dalam meningkatkan kemampuan interaksi pasien skizofrenia dengan masalah isolasi social. Penelitian ini merupakan penelitian Literatur review dengan pencarian literatur menggunakan database PubMed, EBSCOhost-CINAHL, dan Google Scholar. Kriteria pencantuman artikel yang diambil meliputi artikel penelitian 10 tahun terakhir (2012-2022), berbahasa Inggris dan Indonesia, full text, Randomized Controlled Trial (RCT) atau Quasi eksperimen dan berupa intervensi meningkatkan kemampuan interaksi pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial. Penelitian bukan pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial dan hasil yang tidak signifikan dieksklusi. Artikel yang layak dianalisis dan disampaikan dalam bentuk narasi. Dari 6 artikel yang dianalisis, ditemukan 6 intervensi yaitu, terapi okupasi, terapi kognitif, terapi aktivitas kelompok sosialisasi, terapi berteman dengan relawan, social skill training. Seluruh intervensi yang ditemukan secara signifikan dapat meningkatkan interaksi sosial pada pasien skizofrenia dengan isolasi sosial. Seluruh intervensi yang ditemukan secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan interaksi pasien skizofrenia dengan isolasi sosial.
Manajemen Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang Terinfeksi Covid-19: Scoping Review Kurniawan Kurniawan; Hendrawati Hendrawati; Khoirunnisa Khoirunnisa; Astriani Nur Afifah; Lala Yuliani; Utia Rahmah Mulyahati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.577 KB)

Abstract

Pandemi COVID-19 merupakan tantangan bagi semua orang, termasuk pada orang dengan gangguan jiwa yang sulit untuk memahami informasi terkait situasi pandemi COVID-19 sehingga rentan terinfeksi COVID-19. Tujuan dari review ini untuk memetakan gambaran Manajemen Orang Dengan Gangguan Jiwa yang terinfeksi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan scoping review. Proses penelusuran artikel menggunakan beberapa database seperti EBSCO, Sage journal, Spinger dan Google Scholar. Kata kunci menggunakan bahasa Inggris “Management” OR “Treatment” OR “Intervention” OR “Therapy” AND “Psychiatric patients” OR “Mental illness” OR “Mental disorder” AND “Coronavirus infections” OR “Covid-19” OR “SARS-COV-2” OR “Confirmed COVID-19”. Sedangkan untuk kata kunci Bahasa Indonesia yaitu “Manajemen” OR “Orang dengan Gangguan Jiwa”, “terkonfirmasi COVID-19”. Artikel disaring menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi serta kesesuaian dengan topik literatur. Hasil analisis dari 7 jurnal yang ditemukan menyatakan, terdapat empat jenis manajemen yang dapat digunakan oleh orang dengan gangguan jiwa yang terinfeksi COVID-19, yaitu triase ICU, farmakoterapi, psikoterapi dan manajemen nutrisi. Upaya pencegahan COVID-19 sulit untuk diterapkan pada orang dengan gangguan jiwa karena keterbatasan mereka dalam menyerap informasi, sehingga mereka rentan untuk terinfeksi. Literatur ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengetahui manajemen atau pengelolaan terhadap ODGJ yang terinfeksi COVID-19 dan sebagai bahan penelitian selanjutnya mengenai manajemen yang paling efektif pada pasien ODGJ yang terinfeksi COVID-19.
Aksi Sosial Sisa Nasi (inspiraSI pemilihan SAmpah doNASI) Indra Maulana; Iceu Amira; Suryani Suryani; Aat Sriati; Hendrawati Hendrawati; Sukma Senjaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9494

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan efisien dalam penggunaan sumber daya alam milik bersama, dan cara kita membuang sampah beracun dan polutan adalah target penting untuk meraih tujuan ini. Selain itu mendorong industri, bisnis, dan konsumen untuk mendaur ulang dan mengurangi sampah sama pentingnya, seperti halnya juga mendukung negara-negara berkembang untuk bergerak menuju pola konsumsi yang lebih berkelanjutan pada 2030. Masih banyak penduduk dunia yang bahkan konsumsi kebutuhan dasarnya pun belum bisa dikatakan layak. Mengurangi sisa makanan perkapita global dari pedagang dan konsumen hingga setengahnya juga penting untuk menciptakan produksi dan rantai pasokan yang lebih efisien. Ini bisa membantu menjaga ketahanan pangan dan membawa kita menuju ekonomi dengan sumber daya efisien. Kegiatan pengabdiaan masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang karakteristik sampah padat rumah tangga dan sejenis rumah tangga melalui pelatihan sederhana untuk membedakan sampah padat rumah tangga berdasarkan karakteristiknya dan selanjutnya dapat ditentukan metode penanganan yang tepat sesuai dengan sifat dan ciri sampah padat tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan ceramah dan praktek langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian diharapkan siswa mampu membedakan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga berdasarkan sifat, ciri dan mampu menentukan cara penanganan yang tepat sampah padat rumah tangga tersebut. Dari hasil kegiatan ini siswa SDN 01 Mekar Sari Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor dan staff paham akan cara memisahkan sampah yang dilihat dari karakteristiknya Kata Kunci: Donasi, Inspirasi, Sampah  ABSTRACT The efficient management of the common use of natural resources, and the way we dispose of toxic waste and pollutants are important targets for achieving this goal. In addition, it is equally important to encourage industry, business and consumers to recycle and reduce waste, as well as supporting developing countries to move towards more sustainable consumption patterns by 2030. worthy. Halving global per capita food waste from traders and consumers is also critical to creating more efficient production and supply chains. This can help maintain food security and lead us towards a resource-efficient economy. Community service activities aim to provide a correct understanding of the characteristics of household solid waste and similar households through simple training to distinguish household solid waste based on their characteristics and then determine the appropriate handling method according to the nature and characteristics of the solid waste. The method used in this activity is to conduct lectures and practice directly in the school environment. Results: Community service activities are expected that students are able to distinguish household waste and household-like waste based on their characteristics and be able to determine the proper handling of household solid waste. From the results of this activity students at SDN 01 Mekar Sari Sayang Village, Jatinangor District and staff understand how to separate waste based on its characteristics Keywords: Donation, Inspiration, Garbage 
GAMBARAN TINGKAT STRES KERJA TENAGA PENDIDIK DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Ismanto Manik; Hendrawati Hendrawati; Theresia Eriyani; Nur Oktavia Hidayati; Iwan Shalahuddin
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i1.20781

Abstract

Stres kerja merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik sehingga berdampak pada tuntutan psikologis dan fisik, dan disertai ketidaknyamanan. Stres kerja tenaga pendidik merupakan beban kerja yang dialami ketika sedang melaksanakan tugas sebagai pendidik universitas. Tenaga pendidik merupakan aset suatu pendidikan yang sangat beharga, sehingga potensi yang dimiliki pendidik harus dikembangkan agar berdaya guna serta prestasinya meningkat sesuai dengan yang diinginkan suatu lembaga. Tujuan pada penelitian untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres kerja tenaga pendidik serta berdasarkan gejala-gejala yang terlihat dari perubahan fisik, emosi dan perilaku di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik Accidental sampling (n=60). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian  adalah instrumen Life Event Scale yang dibuat dalam bentuk kuesioner dan disebarkan kepada responden. Analisa data pada penelitian ini menggunakan teknik analisa data univariat untuk melihat distribusi frekuensi tingkat stres kerja apakah termasuk ringan, sedang dan berat. Kemudian akan ditampilkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar Tenaga Pendidik Di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran memiliki tingak stres rendah 25 orang (41.7%), 24 orang (40%) mengalami stres berat dan 11 orang (18.3%) mengalami stres sedang. Gejala yang tertinggi adalah emosi, perilaku dan fisik pada stres kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi institusi Pendidikan untuk mengurangi beban kerja pada tenaga pendidik terutama pada dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran
Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas pada Remaja Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Aat Sriati; Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12010

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-maslah, sala satunya pergaulan bebas.  Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pergaulan bebas pada siswa  kelas 11 di SMAN Jatinangor.  Dengan  penyuluhan Kesehatan kepada para siswa  dan diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa  tentang pergaulan bebas pada remaja dilihat dari hasil pre dan post test.  Berdasarkan evaluasi proses yang meliputi keantusiasan dan peran serta peserta, serta evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi awal dan evaluasi akhir, didapatkan bahwa tingkat pemahaman peserta mengenai pergaulan bebas meningkat. Hal tersebut kemungkinan besar dipengaruhi secara positif oleh pemilihan landasan teori, pemilihan metode, dan penyesuaian sesuai perkembangan siswa yang telah penulis lakukan dalam pendidikan kesehatan ini. Kata Kunci: Edukasi, Pergaulan Bebas, Remaja  ABSTRACT Teenager is a period when an individual experiences a transition from one stage to the next and experiences changes in both emotions, body, interests, behavior patterns, and is also full of problems, one of which is promiscuity. To increase knowledge about promiscuity in grade 11 students at SMAN Jatinangor. With health counseling to students and discussion. There is an increase in students' knowledge about promiscuity in adolescents seen from the results of the pre and post tests. Based on the process evaluation which included the enthusiasm and participation of the participants, as well as the learning evaluation which included the initial evaluation and the final evaluation, it was found that the participants' level of understanding about promiscuity increased. This is most likely influenced positively by the choice of theoretical basis, selection of methods, and adjustments according to student development that the author has done in this health education. Keywords: Education, Promiscuity, Teenager
Gratitude Therapy in Chronic Low Self-Esteem in Schizophrenia Patients: Case Study Azka Aflahatinufus; Nur Oktavia Hidayati; Hendrawati Hendrawati
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 9, No 1 (2023): Volume 9, Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v9i1.56071

Abstract

Schizophrenia can cause negative symptoms such as delusions, hallucinations, disorganized speech or behavior, and impaired cognitive abilities. So that many people with schizophrenia get stigma from their families and society. This makes people with schizophrenia experience chronic low self-esteem, that is, they feel they are worthless and do not have any talents or abilities. One of the non-pharmacological therapies to reduce chronic low self-esteem is gratitude therapy. The purpose of writing this case study is to illustrate the giving of gratitude therapy to chronic low self-esteem in schizophrenic patients. This research uses a sample of patients who are being treated at a mental rehabilitation house. The patient in this case study was diagnosed with paranoid schizophrenia and experienced chronic low self-esteem, characterized by patients who are difficult to communicate with and say they are worthless. This study used a case study descriptive method in patients with schizophrenia with chronic low self-esteem. After being given the gratitude therapy intervention for 5 days and interspersed with several interventions, namely yoga and butterfly hugs, the patient seemed to be more cheerful and active. This is evidenced by the patient looking willing and inviting other people to communicate, and starting to be confident to appear in front of others. Gratitude therapy can reduce chronic low self-esteem in schizophrenic patients. Therefore, giving gratitude therapy interventions is recommended for health workers, especially the psychiatric nursing team as a non-pharmacological intervention in reducing chronic low self-esteem in schizophrenic patients. Suggestions for further research, so that you can apply gratitude therapy interventions with more samples and carry out follow-ups in sufficient time. So it is hoped that in the future more and more nurses will use gratitude therapy interventions as evidence-based practice to overcome chronic low self-esteem in patients with mental health problems.