Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Perilaku Asertif Perawat dengan Kualitas Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit TK III Dr Sindhu Trisno Mutia Ahsun Raokang; Arniawan; Elifa Ihda Rahmayanti
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i2.74

Abstract

Abstract Nurses’ assertive behavior is an important aspect of nursing services because it plays a crucial role in establishing effective communication. Suboptimal assertive behavior may lead to a decline in the quality of nursing care. This study aimed to examine the relationship between nurses’ assertive behavior in providing care and the quality of nursing services at TK III Dr. Sindhu Trisno Hospital. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted from April 17 to April 27, 2025. The study population consisted of 711 patients from the June 2024 period, with a sample of 42 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires on nurses’ assertive behavior and the quality of nursing services. Data analysis included univariate and bivariate analyses using the chi-square test with a significance level of p < 0.05. The results showed that most respondents rated nurses’ assertive behavior and the quality of nursing services as good (76.2%). Bivariate analysis indicated a significant relationship between nurses’ assertive behavior and the quality of nursing services (p = 0.001). It was concluded that there is a significant relationship between nurses’ assertive behavior and the quality of nursing services at TK III Dr. Sindhu Trisno Hospital; therefore, enhancing nurses’ assertive behavior is expected to improve service quality and patient satisfaction.
Hubungan Kepatuhan Pemasangan Infus dengan Pengetahuan Pencegahan Phlebitis Perawat di RS TK III dr. Sindhu Trisno Dhea Juniarni; Arniawan; Siti Yartin
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i2.75

Abstract

Phlebitis was one of the most common complications resulting from intravenous infusion, therefore nurses’ compliance with standard operating procedures for infusion insertion was an important factor in phlebitis prevention and was influenced by nurses’ knowledge. This study aimed to determine the relationship between nurses’ compliance with intravenous infusion insertion and knowledge of phlebitis prevention at Tk III Dr. Sindhu Trisno Hospital. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach and was conducted from January 17 to March 27, 2025. The study population included all 69 nurses working in the inpatient wards, and total sampling was applied. Data were collected using a knowledge questionnaire and a compliance observation checklist based on the standard operating procedures for infusion insertion. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test at a significance level of p < 0.05. The univariate analysis showed that most nurses had good knowledge of phlebitis prevention (76.8%) however, the majority were not compliant with infusion insertion procedures (69.6%). The bivariate analysis demonstrated a significant relationship between compliance with intravenous infusion insertion and nurses’ knowledge of phlebitis prevention (p < 0.05). It was concluded that there was a significant relationship between compliance with infusion insertion and nurses’ knowledge of phlebitis prevention at Tk III Dr. Sindhu Trisno Hospital; therefore, improving knowledge through continuous education and training was necessary to enhance compliance.
Hubungan Komunikasi Interpersonal dan Pola Asuh Orang Tua dengan Kenakalan Remaja di SMPN 3 Banawa Masyita; Sringati; Arniawan
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i2.76

Abstract

Adolescence is a transitional period marked by emotional instability and a tendency toward impulsive behavior. Inadequate parental interpersonal communication and inappropriate parenting styles are considered contributing factors to juvenile delinquency. This study aimed to analyze the relationship between parental interpersonal communication and parenting styles with juvenile delinquency among students at SMPN 3 Banawa. A quantitative study with a crosssectional design was conducted. The population consisted of 114 eighth-grade students, with 53 respondents selected using proportional stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the chi-square test. Most respondents had moderate parental interpersonal communication (37.7%), democratic parenting styles (50.9%), and moderate levels of juvenile delinquency (56.6%). Statistical analysis showed a significant relationship between parental interpersonal communication and juvenile delinquency (p = 0.006), as well as between parenting styles and juvenile delinquency (p = 0.000). There is a significant relationship between parental interpersonal communication and parenting styles with juvenile delinquency among students at SMPN 3 Banawa.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Manajemen Perawatan Diri pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu: Penelitian Nia Sulistari Palugu; Arniawan; Matius Paundanan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5341

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius, sehingga memerlukan penanganan dan pengelolaan secara berkelanjutan. Upaya manajemen perawatan diri menjadi aspek penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah serta menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Keberhasilan perawatan diri tidak terlepas dari peran dukungan keluarga, baik dalam bentuk dukungan emosional, pemberian motivasi, maupun bantuan nyata dalam kepatuhan pengobatan dan penerapan gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen perawatan diri pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan analitik korelasional serta menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Jumlah populasi penelitian terdiri dari 783 pasien hipertensi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu. Dari populasi tersebut, ditetapkan sebanyak 89 responden sebagai sampel penelitian melalui teknik proportionate stratified random sampling agar setiap strata populasi terwakili secara proporsional. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau nilai signifikansi α = 0,05. Hasil analisis penelitian memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna dengan tingkat kekuatan sedang antara dukungan keluarga dan kemampuan pasien hipertensi dalam melakukan manajemen perawatan diri. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,423 dengan signifikansi p = 0,002 (p < 0,05) mengindikasikan bahwa peran keluarga memiliki kontribusi penting dalam mendukung perilaku perawatan diri pasien. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan manajemen perawatan diri pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu.
Pengaruh Pemberian Health Education terhadap Pengetahuan Remaja Putri terkait Pencegahan Keputihan di SMP Negeri 19 Palu: Penelitian Farah Rezki Nurkhaerani; Ni Nyoman Elfiyunai; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5358

Abstract

WHO melaporkan bahwa sekitar 75% wanita di dunia pernah mengalami keputihan, sedangkan di Eropa sebesar 25%. Hasil wawancara terhadap 10 siswi menunjukkan 6 siswi pernah mengalami keputihan disertai rasa gatal namun menganggapnya sebagai kondisi normal, sementara 4 siswi belum mengetahui pengertian keputihan maupun cara pencegahannya. Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya pendidikan kesehatan di sekolah sehingga pengetahuan remaja putri terkait kesehatan reproduksi masih rendah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental. Populasi berjumlah 96 remaja putri, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan health education. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Simpulan: Health education efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan keputihan.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan pada Anak Usia 7-18 Tahun yang Akan Dilakukan Pemasangan Infus di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Puspita; Ahmil; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5427

Abstract

Anak yang menjalani tindakan medis seperti pemasangan infus sering mengalami kecemasan akibat rasa takut dan lingkungan rumah sakit yang asing. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kecemasan anak adalah dukungan keluarga, dimana keluarga dapat memberikan rasa aman dan menurunkan kecemasan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan anak usia 7–18 tahun yang akan dilakukan pemasangan infus di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang akan di lakukan pemasangan infus di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 205 orang, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan jumlah 67 orang. Berdasarkan hasil analisis uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,658. Jika dibandingkan dengan tingkat signifikansi α = 0,05, maka p > 0,05, yang berarti Ha ditolak dan Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan anak dengan dukungan keluarga tinggi dan sedang. Dengan demikian, tingkat dukungan keluarga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kecemasan anak yang akan dilakukan pemasangan infus. Orang tua atau anggota keluarga diharapkan hadir selama prosedur dan memberikan dukungan emosional yang hangat, menenangkan, dan penuh perhatian sehingga anak merasa aman.
Hubungan Iklim Organisasi dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana di Ruangan Intensive RSUD Mokopido Tolitoli : Penelitian Keren Hapukh; Arniawan Arniawan; Gabriella Sakulat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5606

Abstract

Tujuan penelitian adalah dianalisisnya hubungan iklim organisasi dengan motivasi kerja perawat pelaksana di ruangan Intensive RSUD Mokopido Tolitoli. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Crossectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang ICU, PICU dan NICU sebanyak 53 responden. Sampel ditentukan dengan total sampling. Analisis data menggunakan fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi sebagian besar adalah baik, motivasi kerja perawat sebagian besar adalah tinggi. Hasil analisi uji fisher exact test diperoleh nilai 0,030 < p(0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan motivasi kerja perawat pelaksana di ruangan intensive RSUD Mokopido Tolitoli. Kepada manajemen rumah sakit disarankan untuk mempertahankan iklim organisasi yang sudah baik dengan terus meningkatkan komunikasi yang terbuka antara pimpinan dan staf, memberikan penghargaan terhadap kinerja perawat, serta menciptakan suasana kerja yang mendukung kolaborasi dan kenyamanan.
Edukasi Posyandu Remaja untuk Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Remaja di Desa Siboi Arniawan; Sabir; Dwi Novriani Lumentah; Moh. Alfaridzi; Nita; Nurkumalasari Bahtiar; Nurul Auliyah Ramadhani; Rafli Saputra; Rezki Amrullah; Ririn Dwi Pratiwi; Vivit Novelin Kalara; Elvyka R. Yolimpat; Indah Fitri Lestari; Laila Ummu Fadhilah; Mellyani Labawo; Nurul Izzati
ABDI WIDYA NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/witara.v1i2.73

Abstract

Adolescence is a transitional phase from childhood to adulthood characterized by physical, emotional, and social changes. Insufficient understanding of these changes, combined with environmental influences, may contribute to the emergence of risk behaviors that lead to various adolescent health problems. This community service activity aimed to provide adolescent integrated health post (Posyandu Remaja) education to improve adolescents’ health knowledge. The methods employed included lectures, discussions, leaflet distribution, and role-playing of adolescent health service activities. The activity was conducted in Siboi Village on November 24, 2024, involving 12 adolescents as respondents. Evaluation results showed that, at the pre-test stage, most respondents had a low level of knowledge (7 respondents; 58.4%). After the educational intervention, post-test results indicated an improvement in knowledge, with the majority of respondents reaching a good level of knowledge (10 respondents; 83.3%). These findings demonstrate that the health education program significantly improved adolescents’ knowledge compared to before the intervention. In conclusion, adolescent integrated health post education is effective in increasing adolescents’ knowledge and can serve as a promotive and preventive strategy for improving adolescent health.