Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Caring Leadership Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Di Ruangan Rawat Inap Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Faradillah; Arniawan; Siti Yartin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7210

Abstract

Latar Belakang: Caring leadership merupakan gaya kepemimpinan dalam keperawatan yang menekankan nilai kepedulian, empati, dan hubungan interpersonal antara pimpinan dan perawat pelaksana. Penerapan caring leadership yang kurang optimal dapat berdampak pada menurunnya kinerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan. Oleh karena itu, caring leadership menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja perawat pelaksana, khususnya di ruangan rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah Membuktikan hubungan caring leadership terhadap kinerja perawat pelaksana di ruangan rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 222 perawat pelaksana di ruangan rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel 69 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah propotional stratifaid random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner caring leadership dan kinerja perawat pelaksana, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil uji chi-square di dapatkan hasil P= 0,000 (≤ 0,05) H0 di tolak dan Ha di terima di dapatkan bahwa penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara Caring leadership terhadap kinerja perawat pelaksana di ruangan rawat inap RSUD undata Provinsi Sulawesi Tengah, Simpulan: Ada hubungan caring leadership terhadap kinerja perawat pelaksana di ruangan rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Saran: Diharapkan pihak manajemen rumah sakit dan kepala ruangan dapat mempertahankan serta meningkatkan penerapan caring leadership sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja perawat pelaksana dan mutu pelayanan keperawatan.
Edukasi Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Pada Balita Stunting Di Desa Ogomoli: Education on Providing Additional Foods Made from Local Foods, Pumpkin (Cucurbita Moschata) For Stunting Toddlers In Ogomoli Village Arniawan Arniawan; Saprina Saprina; Moh. Syamzul; Moh. Nawawi; Abd. Dandiyansa; Andi Rusman; Suardi Suardi; Marwah Marwah; Febi Febi; Siescha Monica Jacobus; Sarini M. Samang; Rasma Rais
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1013

Abstract

Stunting merupakan keadaan terhambatnya pertumbuhan pada anak balita yang ditandai dengan tinggi badan lebih rendah dibandingkan anak seusianya, stunting masih menjadi masalah yang mengkhawatirkan karna stunting dapat memberikan dampak buruk jangka pendek dan jangka panjang pada balita sebagai generasi penerus. Salah satu langkah dalam menanggulangi stunting pada balita yaitu melalui edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pencegahan stunting dengan pemberian makanan tambahan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal mengandung gizi yang baik. Kegiatan ini bertujuan melaksanakan edukasi pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal labu kuning pada balita sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2025 di Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Dengan metode ceramah tanya jawab, dan video demonstrasi, diikuti 21 orang ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui, termasuk 6 ibu yang memiliki anak balita dengan kondisi stunting. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengisian kuesioner pre-test kemudian dilanjutkan penyuluhan stunting dan pemberian makanan tambahan bergizi dengan memanfaatkan pangan lokal labu kuning serta pemutaran video demo cara memasak puding olahan labu kuning dan terakhir pengisian kuesioner post-test. Adapun indikator keberhasilan yang dicapai dalam kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi lebih besar (89) dibandingkan rata-rata pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi (64). data ini menunjukkan edukasi dengan metode ceramah tanya jawab dan video demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian asupan nutrisi dengan memanfaatkan pangan lokal. Diharapkan kepada kepala Puskesmas, Kepala Desa, Kader Posyandu dan tenaga pelaksana Gizi dalam rangka monitoring dan evaluasi terkait pemberian makanan tambahan bergizi pada balita sehingga terhindar dari stunting
Hubungan Motivasi Belajar dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Tingkat Stres Akademik Siswa Kelas XI di SMA Negeri 3 Palu : Penelitian Felin Mariam Pagala; Bayu Eka Kurniawan; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5533

Abstract

Stres akademik merupakan masalah yang sering dialami siswa akibat beban belajar yang semakin meningkat seperti tugas, dan tekanan prestasi. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya yang berperan dalam membantu siswa menghadapi tekanan akademik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres akademik pada siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Palu yang berjumlah 458 siswa. Sampel berjumlah 82 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar, dukungan sosial teman sebaya, dan stres akademik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan tingkat stres akademik (p = 0,001 < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres akademik (p = 0,001 < 0,05). Siswa dengan motivasi belajar tinggi dan dukungan sosial teman sebaya yang baik cenderung memiliki tingkat stres akademik yang lebih rendah. Motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat stres akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Palu. Sekolah diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan memperkuat dukungan sosial teman sebaya melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan untuk menurunkan tingkat stres akademik.
Hubungan Manajemen Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Metode Tim dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana di Ruangan Flamboyan dan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Sri Rahmiyanti Lawadang; Arniawan Arniawan; Wendi Muhammad Fadhli
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5620

Abstract

Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) metode tim dipandang sebagai strategi pelayanan keperawatan yang dapat meningkatkan motivasi kerja perawat melalui pembagian peran yang jelas, koordinasi terarah, dan kolaborasi tim yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan penerapan manajemen MAKP metode tim dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Flamboyant dan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di kedua ruangan tersebut sebanyak 36 orang, dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menilai pelaksanaan MAKP metode tim dalam kategori baik (61,1%) dan motivasi kerja perawat tergolong tinggi (52,8%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,008 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penerapan MAKP metode tim dan motivasi kerja perawat pelaksana. Dengan demikian, terdapat hubungan antara manajemen MAKP metode tim dan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Flamboyant dan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecanduan Game Online Pada Remaja di SMP N 7 Palu: Penelitian Elvira Jayani; Agnes Erlita Distriani Patade; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5623

Abstract

Kecanduan game online di kalangan remaja semakin meningkat dan berdampak pada aspek akademik, sosial, maupun psikologis. Pola asuh orang tua yang tidak konsisten membuat remaja lebih rentan bermain game secara berlebihan tanpa pengawasan yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dan kecanduan game online pada remaja di SMP N 7 Palu. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya terdiri dari 359 siswa kelas VII dan VIII, sedangkan sampel sebanyak 79 responden diambil menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Chi-Square Fort Treent untuk menguji hubungan antarvariabel. Sebagian besar remaja memiliki pola asuh orang tua permisif dan demokratis (masing-masing 49,4%), sedangkan pola asuh otoriter hanya 1,3%. Tingkat kecanduan game online mayoritas berada pada kategori sedang (50,6%) dan tinggi (44,3%). Hasil uji Chi-Square Fort Treent (p = 0,000) menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dan kecanduan game online pada remaja. Terdapat hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecanduan game online pada remaja di SMP N 7 Palu.
Hubungan Pertemanan Toxic relationship Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Semester VII di Universitas Widya Nusantara : Penelitian Nurmawati Lamang; Arniawan; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5905

Abstract

Kesehatan mental memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung prestasi akademik dan kualitas hidup mahasiswa, terutama mahasiswa semester VII yang berada pada tahap akhir perkuliahan dan lebih rentan terhadap tekanan akademik, sosial, maupun emosional. Salah satu faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap kondisi tersebut adalah pertemanan yang bersifat toxic relationship, yang ditandai dengan adanya perilaku manipulatif, sikap dominan, minimnya empati, serta pola komunikasi yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertemanan toxic relationship dan kesehatan mental mahasiswa semester VII di Universitas Widya Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 211 mahasiswa semester VII, dengan sampel 68 responden yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner toxic relationship (12 item) dan Mental Health Inventory (50 item). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,1% responden berada dalam pertemanan yang bersifat toxic dan 79,4% mengalami gangguan kesehatan mental. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value 0,006 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara toxic relationship dalam pertemanan dan kesehatan mental mahasiswa semester VII di Universitas Widya Nusantara. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat toxic relationship yang dialami, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan mental pada mahasiswa.
Pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Apendisitis Di Rumah Sakit Woodward Palu: Penelitian Ni Kadek Sari Savitri Anjani; Arniawan; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5992

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan masalah umum pada pasien pre-operasi apendisitis yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis sehingga mengganggu kesiapan operasi. Intervensi farmakologis berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif non-farmakologis yang efektif, salah satunya terapi butterfly hug. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 14 pasien pre-operasi apendisitis yang dipilih melalui consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah pemberian terapi butterfly hug (p = 0,001). Sebelum intervensi, sebagian besar pasien berada pada kategori kecemasan berat hingga sangat berat, sedangkan setelah intervensi mayoritas pasien berada pada kategori kecemasan ringan dan sebagian tidak mengalami kecemasan. Kesimpulan: Terapi butterfly hug terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi apendisitis di Rumah Sakit Woodward Palu. Saran: Terapi butterfly hug direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis dalam praktik keperawatan untuk membantu mengurangi kecemasan pasien pre-operasi.
Pengaruh Stomach Stretching Exercise terhadap Penurunan Intensitas Dismenore Primer saat Menstruasi pada Remaja Putri di Desa Padende Kecamatan Marawola Kapupaten Sigi : Penelitian Hanifah Hanifah; Arniawan Arniawan; Djuwartini Djuwartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6010

Abstract

Remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan yang sering disertai nyeri haid (dismenore) 1–3 hari atau 12–24 jam sebelum hingga hari kedua, sehingga mengganggu kenyamanan, aktivitas, tidur, nafsu makan, hubungan sosial, dan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stomach stretching exercise terhadap penurunan intensitas dismenore primer pada remaja putri di Desa Padende, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest pada 20 responden yang dipilih secara purposive. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Pretest menunjukkan mayoritas nyeri sedang (85%) dan berat (15%), sedangkan posttest menurun menjadi nyeri ringan (80%) dan sedang (20%). Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 (p<0,05), berarti terdapat pengaruh signifikan. Stomach stretching exercise efektif menurunkan intensitas dismenore primer.
Edukasi Posyandu Remaja untuk Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Remaja di Desa Siboi Arniawan; Sabir; Dwi Novriani Lumentah; Moh. Alfaridzi; Nita; Nurkumalasari Bahtiar; Nurul Auliyah Ramadhani; Rafli Saputra; Rezki Amrullah; Ririn Dwi Pratiwi; Vivit Novelin Kalara; Elvyka R. Yolimpat; Indah Fitri Lestari; Laila Ummu Fadhilah; Mellyani Labawo; Nurul Izzati
ABDI WIDYA NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/witara.v1i2.73

Abstract

Adolescence is a transitional phase from childhood to adulthood characterized by physical, emotional, and social changes. Insufficient understanding of these changes, combined with environmental influences, may contribute to the emergence of risk behaviors that lead to various adolescent health problems. This community service activity aimed to provide adolescent integrated health post (Posyandu Remaja) education to improve adolescents’ health knowledge. The methods employed included lectures, discussions, leaflet distribution, and role-playing of adolescent health service activities. The activity was conducted in Siboi Village on November 24, 2024, involving 12 adolescents as respondents. Evaluation results showed that, at the pre-test stage, most respondents had a low level of knowledge (7 respondents; 58.4%). After the educational intervention, post-test results indicated an improvement in knowledge, with the majority of respondents reaching a good level of knowledge (10 respondents; 83.3%). These findings demonstrate that the health education program significantly improved adolescents’ knowledge compared to before the intervention. In conclusion, adolescent integrated health post education is effective in increasing adolescents’ knowledge and can serve as a promotive and preventive strategy for improving adolescent health.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Keselamatan Pasien oleh Perawat Pelaksana dalam Implementasi Program Berani Sehat Arniawan Arniawan; I Made Rio Dwijayanto
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/4ztwdy41

Abstract

This study aimed to analyze the factors associated with the implementation of patient safety by staff nurses in the implementation of the Berani Sehat program. The study employed a quantitative method with a cross-sectional approach. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Gamma test. The results showed that there were significant relationships between knowledge (γ = 0.897; p = 0.000), length of service (γ = 0.898; p = 0.000), and nurses’ age (γ = 0.843; p = 0.000) with the implementation of patient safety. Meanwhile, educational level was not significantly associated with the implementation of patient safety (γ = 0.417; p = 0.324). In conclusion, individual factors such as knowledge, length of service, and age play an important role in the implementation of patient safety by staff nurses.   Keywords: Patient Safety, Staff Nurses, Berani Sehat Program