Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Herbal dari Bumbu Dapur untuk Kesehatan Masyarakat di Desa Luba Loth Botahala
Serambi Abdimas Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Serambi Abdimas
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.sa.2023.4.1.7298

Abstract

Abstrak – Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah terinfeksi dari berbagai virus. Bumbu dapur adalah jenis tanaman yang termasuk dalam katergori tumbuhan/tanaman obat/herbal yang memiliki khasiat sebagai obat untuk penyembuhan maupun mencegah berbagai penyakit. Pemanfaatan bumbu dapur sebagai obat/herbal belum banyak dilakukan oleh masyarakat secara khusus masyarakat yang berada di Desa Luba Kecamatan Lembur Kabupaten Alor disebabkan karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatannya untuk peningkatan daya imun. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya mengenal bahan-bahan alami yang dapat dijadikan herbal serta cara pembuatan dan penggunaan bahan dari bumbu dapur tersebut sebagai bahan herbal yang dapat dikonsumsi untuk mempertahankan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit akibat kerja. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini nenunjukkan bahwa masyarakat Desa Luba Kecamatan Lembur Kabupaten Alor-NTT telah memperoleh pengetahuan tentang kandungan dan manfaat dari kunyit, jahe, serai, dan gula merah, serta jeruk nipis untuk kesehatan sekaligus telah memperoleh pengetahuan dan praktik tentang cara pembuatan herbal serta bersama menikmati hasil pembuatan herbal tersebut.
Membranes with Chitosan-Chitosan/Phthalate Matrix and Montmorillonite-Carbon Nanotubes Filler for DMFC Applications Manimoy, Herianus; Botahala, Loth; Mautuka, Zakarias
Jurnal Akta Kimia Indonesia (Indonesia Chimica Acta) Volume 17, No 1: June 2024
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/ica.v17i1.32613

Abstract

Composite membranes consist of matrix and filler. The matrices used are C and CP. Meanwhile, the filler used is MMT-CNT. The aim of this research is to improve the properties and performance of composite membranes by reviewing the effect of adding montmorillonite particle filler as a matrix and MM-Carbon as a filler. The membrane was made using the phase inversion method and solvent evaporation. The physical characterization carried out was FTIR, XRD, and SEM. Meanwhile, for characterization of membrane performance, namely swelling, methanol uptake, ion exchange capacity, methanol permeability, proton conductivity, and TGA. The results of this characterization showed that the optimum membrane was found at C 1.96 - CP 0.09/ MMT-CNT. In this membrane, methanol permeability was found to be 2.64x10-6 cm2/s, proton conductivity was 3.352x10-6 S/cm, selectivity was 1.2714 Ss/cm3, and membrane stability at a temperature of 290°C. So the optimum composition is C 1.96 grams, CP 0.09 grams, and MMT-CNT 0.129 grams.
Pengaruh Penambahan Minyak Kenari (Canarium Vulgare Sp) terhadap Kualitas Kimia Dodol Kulit Pisang Djasibani, Hemy Ratmas; Lobo, Anita T. Dimu; Botahala, Loth; Duka, Febby S.
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n3.8

Abstract

Minyak kenari merupakan salah satu minyak nabati yang memiliki kandungan lemak sebesar 65,15% sehingga dapat digunakan pada industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan proporsi minyak kenari (Canarium vulgare sp) dalam meningkatkan kualitas kimia dodol kulit pisang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (Empat) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan sehingga memperoleh 12 (dua belas) unit percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar air (metode oven vakum), Protein (metode mikro Kjeldahl), kadar abu (metode Tanur), kadar karbohidrat (metode Luff Schoorl), kadar lemak (metode Soxhlet), kadar serat (metode Gravimetri) Hasil penelitian menunjukkan penambahan minyak kenari dalam pembuatan dodol kulit pisang berkontribusi terhadap kadar air, protein, lemak, karbohidrat, serat dan abu. Sedangkan proporsi minyak kenari yang terbaik adalah kadar air 13,67% (perlakuan D), protein 3,65% (perlakuan D), Karbohidrat 71,53% (perlakuan D), lemak 9,50% (perlakuan D), abu 1,11% (perlakuan A), serat 1,10% (perlakuan A).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM MEMBUANG SAMPAH RUMAH TANGGA KECAMATAN MEDAN DELI, KOTA MEDAN Lubis, Suriati; Amran, Rika; Solekha, Umi; Agustina, Linur Ficca; Botahala, Loth
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i4.1407

Abstract

Latar Belakang: Praktik pembuangan sampah yang baik merupakan faktor penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Namun, di Kecamatan Medan Deli, banyak faktor yang memengaruhi perilaku pembuangan sampah, terutama di kalangan warga lanjut usia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembuangan sampah rumah tangga di kalangan lansia di Kecamatan Medan Deli. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel acak terhadap 110 warga lanjut usia di Kecamatan Medan Deli pada bulan November 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,6% responden memiliki sikap positif terhadap pembuangan sampah yang bertanggung jawab. Sebanyak 70,9% responden menyatakan sarana prasarana pembuangan sampah tersedia di rumah mereka. Analisis statistik menunjukkan bahwa sikap (p-value 0,022), sarana prasarana (p-value 0,019), dan pengetahuan (p-value 0,000) secara signifikan mempengaruhi praktik pembuangan sampah. Kesimpulan: Keberadaan sarana prasarana yang memadai adalah faktor utama yang mempengaruhi sikap dan perilaku pembuangan sampah di kalangan lansia. Temuan ini penting untuk merancang kebijakan dan program pendidikan yang mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan di komunitas tersebut.
Identification of JAMU KU-HE-SE as an Alternative Health Supporting Ingredient Botahala, Loth; Djasibani, Hemy Ratmas; Karbeka, Martasiana; Nahak, Maria Hendriana
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.141.9-16

Abstract

Herbal plants have been used since ancient times in traditional medicine and continue to be maintained and preserved in Indonesia. They are called Jm. Each part of an herbal plant has active components in the form of secondary metabolite compounds, ranging from tubers, wood, sap, latex, leaves, flowers, fruits, and seeds that function to maintain life in their environment. Turmeric, ginger, and lemongrass are included in Jm plants, which are very useful in traditional medicine because they have various secondary metabolite compounds. This study aims to obtain an even distribution of secondary metabolite compounds through phytochemical tests, inhibition of free radicals through antioxidant activity tests, and an even distribution of nutrients through proximate analysis in JKHS samples with a certain formula. The results of the phytochemical test showed that JKHS contains several important phytochemical components with the intensity it shows. Phenolic content (++) can provide benefits in protecting body cells from oxidative damage. Saponin (+) has anti-inflammatory properties and has the potential as an antimicrobial agent. In addition, steroids (+) and terpenoids (++), play a role in regulating the body's physiological functions and can support hormonal balance and the immune system and the potential in treating certain diseases. Alkaloid content (+)can affect the nervous system and has analgesic and stimulant properties. JKHS samples also contain carotenoids (+), which protect body cells from free radicals and oxidative damage. With the  value of 4.838 µg / mL of the sample, it shows that JKHS extract has very strong antioxidant potential. Through proximate analysis, it was obtained that the water content (15.38%) reflects the humidity level in JKHS which can affect the stability of product storage, the ash content (6.29%) indicates that JKHS can be a good source of minerals to support health, the crude protein content (3.79%) indicates that JKHS contributes to daily protein intake, especially in regular consumption, the fat content (6.43%) contributes energy and plays an important role in the absorption of fat-soluble vitamins and other bioactive compounds that may be contained in JKHS, the carbohydrate content (81.37%) indicates that the main component of JKHS is carbohydrates, which function as the main source of energy for the body that can support physical activity and daily energy needs, and the fiber content (5.45%) is an important component that helps smooth the digestion process, improves intestinal health, and helps prevent digestive disorders such as constipation, and plays a role in maintaining blood sugar levels and supporting weight management. Overall, the proximate composition of JKHS has good nutritional value, with carbohydrates as the dominant energy source, as well as additional protein, fat, and fiber that support overall health. This combination of formulas makes JKHS have great potential as a Jm drink that can provide various health benefits, especially in protecting the body from oxidative stress, inflammation, and other disease risks, including supporting the regeneration of cells, nerves, and other organs of the body that are weak due to climate, work, or old age.
Effect of Storage Time Duration on the Quality of Immersion Oirom Kepuh Vegetable Material (Sterculia foetida L) on Imaging of Plant Tissue of Shallot Cell Mautuka, Zakarias Adrianto; Manimoy, Herianus; Koly, Faryda Veronica Lamma; Karbeka, Martasiana; Botahala, Loth
Jurnal Kimia Fullerene Vol 10 No 1 (2025): Fullerene Journal Of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v10i1.709

Abstract

The dependence of optical microscopes on one of the consumables, especially at high magnification, so that the imaging results are clearly visible or not blurry, is immersion oil. In an effort to answer this need, a study has been conducted to find an alternative immersion oil by utilizing vegetable oil from the kepuh plant (Sterculia Foetida L) from Alor Regency. This study tested the quality of kepuh seed meat oil from soxhlet extraction and purified using the Deguming, Neutralization, Bleaching, Stearin, Centrifugation methods, and stored in glass bottles, wrapped in aluminum foil, and stored at room temperature (25-280C) from 2016 to 2024 (8 years). The test used three parameters, namely first; comparison of physical and chemical properties parameters, namely density, viscosity, refractive index, acid number and Aperture Value for kepuh oil data in 2016 and 2024, were recorded to have changed, but the imaging photographs still provided the same brightness as standard oil. Second; the GC-MS identification parameters showed that, even though there were 32 peaks in the kepuh oil spectrum, and the nomination of two compounds was identified, namely linoleic acid 34.58%, stearic acid 6.98%, the imaging effect was still clearly visible. Third, a comparison of the imaging results of standard immersion oil and immersion oil from kepuh for oil conditions in 2024 showed imaging results that were not significantly different.
Determination Rice Husk Amorphous Silica In Alor District As An Additive On The Manufacture Of Composite Portland Cement Loth Botahala
Widya Teknik Vol. 19 No. 2 (2020): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v19i2.2103

Abstract

Research on the determination of amorphous silica in Alor rice as an additive in the manufacture of portland composite cement has been carried out. The aim this to determine the concentration of amorphous silica in the form of oxides in rice husk ash with variations in time and combustion temperature. Washed rice husks are heated in an oven at 100 °C for 24 hours. After that rice husk is heated in the furnace with variations in temperature and time. Rice husk ash originating from the furnace combustion is then cooled for 24 hours and smoothed in a blender for 3 minutes, then sifted on the number size 230 sieve and analyzed using X-RD and X-RF. X-RD results showed that the rice husk ash samples were amorphous with the name Chitopentaose caprate (C200H363N5O38). While the results of X-RF at combustion with a temperature of 700 °C and time of 4 hours obtained amorphous silica at 97.50% with a very low CaO concentration of 0.467%.
Study Of Chemical Concentration Of Main Ingredients For Making Portland Composite Cement Loth Botahala; Herianus Manimoy; Yuwinta Erlina Tonu Lema; Eflin Dollu Klaping; M. Tang
Widya Teknik Vol. 20 No. 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v20i1.3020

Abstract

This study aims to determine the concentration of the main raw material compounds of cement making before adding limestone additives and determining the compressive strength and porosity and water absorption of cement before adding limestone additives. The result showed that cement with the concentration of 3CaO.SiO2 = 96,9%; 2CaO.SiO2 = negative; 3CaO.Al2O3 = 4,4%; 4CaO.Al2O3.Fe2O3 = 9.7%. If added limestone additive then it will decrease the adhesiveness and create a very wide pore can make a building becomes fragile. Such concentrated cement can not withstand the reaction of other particles from the air.
Pendampingan Literasi dan Numerasi bagi Peserta Didik di UPTD SD Negeri 1 Bira, Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur Oualeng, Adolfina; Botahala, Loth; Selly, Alboin; Mautang, Hermanto Zakarias; Malihing, Devens Trianus; Palle, Adrial Orians; Sir, Onisius; Mau, Nurhayati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JAMSI - Juli 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1622

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di UPTD SD Negeri 1 Bira menjadi hambatan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik melalui program pendampingan pengajaran dan pelatihan literasi dan numerasi pada kelas 1-VI. Metode yang digunakan meliputi kegiatan belajar aktif, pelatihan public speaking, pengenalan teknologi dasar, serta pengembangan lingkungan belajar seperti pohon literasi dan pojok baca, madding kelas, dan penataan ulang perpustakaan selain itu pembelajaran tambahan di rumah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan membaca dan berhitung, peningkatan kepercayaan diri, serta partisipasi aktif dalam proses belajar. Dampak positif juga dirasakan oleh guru mitra, yang memperoleh penguatan dalam pelaksanaan pembelajaran dan pengembangan sekolah berbasis konservasi kelautan. Pendekatan kolaboratif dan lingkungan belajar yang mendukung, mampu mendorong transformasi pendidikan di sekolah dasar.
Pengaruh Eco-Enzyme Kulit Nanas dan Kulit Jeruk Purut Terhadap Perubahan Nilai pH, TDS, dan COD Limbah Cair Tahu Pibo, Lodia; Koly, Faryda Veronica Lamma; Karbeka, Martasiana; Mautuka, Zakarias Adrianto; Manimoy, Herianus; Botahala, Loth
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i2p127-132

Abstract

Salah satu alternatif dalam pengurangan pencemaran lingkungan akibat adanya limbah cair tahu yaitu penggunaan eco-enzyme sebagai agen bioremediasi. Eco-enzyme merupakan cairan filtrat hasil fermentasi bahan organik, gula molase, dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu dan konsentrasi terbaik eco-enzyme kulit nanas dan kulit jeruk purut dalam meningkatkan nilai pH, serta menurunkan nilai TDS dan COD limbah cair tahu. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan konsentrasi eco-enzyme dan waktu penyimpanan sampel sebagai variabel bebas. Cairan/filtrat eco-enzyme kulit jeruk purut dan kulit nanas yang diperoleh memiliki karakteristik berwarna kuning kecokelatan, beraroma asam segar, memiliki nilai pH 6, TDS 113 mg.L-1, dan COD 2.260 mg.L-1. Limbah cair tahu sebelum perlakuan memiliki nilai pH 6, TDS 1.210 mg.L-1, dan COD 1.340 mg.L-1. Hasil pengamatan menunjukkan terjadi penurunan nilai pH hingga 4 pada sampel limbah cair tahu kontrol tanpa penambahan eco-enzyme setelah 20 hari penyimpanan. Hasil perlakuan penambahan eco-enzyme pada limbah cair tahu menunjukkan bahwa eco-enzyme dengan konsentrasi 10% selama 20 hari penyimpanan dapat meningkatkan nilai pH dari 4 menjadi 6. Eco-enzyme dengan konsentrasi 15% dengan penyimpanan selama 10 hari mampu menurunkan nilai COD dari sampel kontrol dengan COD 2.070 mg.L⁻¹ menjadi 50 mg.L⁻¹. Penambahan eco-enzyme pada penelitian ini tidak menurunkan nilai TDS, namun meningkatkan nilai TDS (untuk penyimpanan 20 hari dari 945 mg.L⁻¹ menjadi 1.220 mg.L⁻¹). Hal ini menunjukkan bahwa eco-enzyme memiliki potensi menurunkan nilai COD dan meningkatkan nilai pH karena memiliki kandungan enzyme yang berperan sebagai biokatalis yang mempercepat dekomposisi limbah cair tahu.