Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Tinjauan Ketersediaan Konsentrasi Senyawa Kimia Utama dalam Semen Curah Lobang, Yafia; Botahala, Loth; Mautuka, Zakarias Adrianto
Widya Teknik Vol. 22 No. 1 (2023): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v22i1.4126

Abstract

Semen menjadi salah satu kebutuhan utama manusia sebagai bahan konstruksi dalam pembangunan, baik di bidang perumahan, perhubungan, dan lain-lain. Namun semen dengan kualitas rendah akan berdampak pada kualitas pembangunan fisik suatu bangunan. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi 4 senyawa utama dalam semen terhadap 4 merk semen di kabupaten Alor yang dikodekan dengan c1, c2, c3, dan c4, dengan menggunakan X-RF dan dilanjutkan dengan analisis menggunakan stoikiometri Bogue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi komponen kimia A (Al2O3) tidak ditemukan dalam semen dengan kode semen c1, c2, dan c3, serta konsentrasi komponen kimia  (SO3) tidak ditemukan dalam semen dengan kode semen c1, c2, dan c4. Hasil analisis terhadap sampel c3 dan c4 menunjukkan tidak ditemukannya konsentrasi 2 senyawa utama  dalam sampel semen yakni C2Sdan C3A. Hal ini dapat diduga bahwa semen kehilangan sebagaian senyawa akibat waktu dan jarak distribusi semen dari produsen ke distributor serta akibat situasi dan kondisi dalam lingkungan distributor.
Pemanfaatan Jamu KU-HE-SE Sebagai Penunjang Kesehatan Masyarakat di Desa Manatang, ABAD Selatan, Kabupaten Alor Botahala, Loth; Manimoy, Herianus; Dony, Petrus Mau Tellu
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1340

Abstract

Masyarakat pedesaan umumnya memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi sehingga sering mengabaikan istirahat, pola makan, dan perawatan kesehatan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Salah satu alternatif solusi berbasis kearifan lokal adalah pemanfaatan jamu tradisional KU-HE-SE, yaitu campuran kunyit, jahe, dan serai, yang telah terbukti mengandung senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan, dan nilai gizi yang bermanfaat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pedesaan dalam memanfaatkan jamu KU-HE-SE untuk menunjang kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi pembuatan jamu, serta evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test pengetahuan masyarakat. Data kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan masyarakat dari 56,3% (pre-test) menjadi 85,7% (post-test). Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya memahami manfaat jamu KU-HE-SE, tetapi juga mampu memproduksinya secara mandiri untuk konsumsi harian. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan herbal lokal yang murah, mudah diakses, dan berbasis kearifan lokal.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK UBK PAULUS DALAM PRODUKSI DAN PEMASARAN CAMILAN SEHAT BERBASIS MINYAK KENARI Djasibani, Hemy Ratmas; Botahala, Loth; Molina, Jon Idrison; Maara, Yansie; Laure, Markus; Dakamoly, Adipapa Qrinius
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36340

Abstract

ABSTRAK                                                                        Kenari adalah salah satu potensi sumber daya lokal di Kabupaten Alor. Potensi besar ini dapat dimanfaatkan oleh mitra melalui pengolahannya menjadi minyak, yang kemudian dapat digunakan dalam produk bergizi. Industri rumah tangga sebagai penghasil Camilan sehat dan bergizi, menghadapi tantangan produksi terkait pengunaan kemasan yang sebagian besar terdiri dari kantong plastik, di samping upaya pemasaran yang masih terbatas cakupannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi mitra melalui pelatihan produksi Camilan berbasis minyak kenari dan teknik pengemasan produk, serta pelatihan pembuatan dan penggunaan situs web dalam pemasaran produk. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu UBK Paulus Desa Lendola, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur berjumlah 15 orang. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dan demonstrasi/praktik langsung pembuatan produk Camilan berbasis minyak kenari serta pelatihan desain dan teknik pengemasan modern. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pra-tes dan pasca-tes melalui tanya jawab serta pengamatan untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 69% dan peningkatan keterampilan produksi serta pengemasan sebesar 37,7%. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi ibu-ibu untuk mengembangkan usaha rumah tangga berbasis potensi lokal. Kata kunci: Pemberdayaan; Produksi; Camilan; Pemasaran; Minyak Kenari ABSTRACTWalnuts are a potential local resource in Alor Regency. This significant potential can be utilized by partners by processing them into oil, which can then be used in nutritious products. Home industries, as producers of healthy and nutritious snacks, face production challenges related to the use of packaging, which mostly consists of plastic bags, in addition to limited marketing efforts. This community service activity aims to improve the skills and economic independence of partners through training in walnut oil-based snack production and product packaging techniques, as well as training in creating and using a website for product marketing. The partners in this activity are a group of 15 women from the UBK Paulus Group in Lendola Village, Teluk Mutiara District, Alor Regency, East Nusa Tenggara Province. The implementation method includes counseling and demonstrations/hands-on practice in making walnut oil-based snack products, as well as training in modern packaging design and techniques. Evaluation was carried out using pre- and post-test instruments through questions and answers, and observations to assess improvements in participants' knowledge and skills. The results of the activity showed an average increase in knowledge scores of 69% and an increase in production and packaging skills of 37.7%. This activity succeeded in increasing participants' self-confidence and motivation to develop home businesses based on local potential. Keywords: Empowerment; Production; Snacks; Marketing; Walnut Oil