Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN PERKAWINAN USIA ANAK (STUDI PADA KABUPATEN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA) Sry Mayunita; Junaid Gazalin; Feramita Hasani Boby
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 2 (2023): social and government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i2.479

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan perkawinan usia anak dengan mengambil studi kasus di Kabupaten Konawe Selatan. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional study dengan sampel penelitian sebanyak 33 infroman yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan terdiri dari informan pemerintah dan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumnetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pencegahan perkawinan usia anak secara keseluruhan berjalan dengan efektif. Hal ini terlihat dari ketercapaian variabel dalam menganalisis implementasi menggunakan teori Edward III, yaitu (1) variabel komunikasi menunjukkan bahwa transmisi, kejelasan, dan konsistensi program telah berjalan secara optimal, meskipun pada transimis kebijakan perlu juga memperhatikan koordinasi dan sosialisasi hingga ke tingkat lapisan masyarakat paling rendah, (2) variabel sumber menunjukkan bahwa sumber daya manusia, informasi dan kewenangan telah terpenuhi, (3) variabel sikap dan disposisi pelaksana menunjukkan bahwa kognisi, arahan, dan respons menunjukkan hasil yang optimal, dan (4) variabel struktur birokrasi juga menunjukkan hasil optimal, karena adanya teknis pelaksaan kebijakan yang dituangkan dalam Rencana Aksi Daerah Pencegahan Perkawinan Usia Anak sebagai wujud pedoman pelaksanaan kebijakan.
Analisis Peran Gerakan KeMuhammadiyahan Dalam Membentuk Identitas Islam di Buton Nofianti Nofianti; Rahmatia Rahmatia; Adefitri Amalia; Nurfiyani Nurfiyani; Fina Astuti; Syahru Ramadhan; Junaid Gazalin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4472

Abstract

Identitas Islam dibentuk oleh Gerakan Muhammadiyah di banyak tempat, termasuk di Buton. Gerakan ini mengubah dunia keagamaan dengan kehadiran dan tindakan. Penelitian ini menyelidiki bagaimana Muhammadiyah membentuk Islam di Buton. Studi ini dilakukan dalam Penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Data dianalisis melalui analisis tematik setelah wawancara menyeluruh dengan sejumlah informan penting, observasi dari mereka yang berpartisipasi, dan pengumpulan dokumen. Gerakan ini telah memainkan peran penting dalam mengkatalisasi pemahaman Islam yang lebih kontekstual dan kontemporer di Buton. Muhammadiyah telah meningkatkan praktik keagamaan dan nilai-nilai masyarakat Buton melalui metode pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya. Gerakan ini di Buton dimulai dengan misionaris yang ingin menyebarkan ajaran Islam sesuai dengan keinginan untuk kebangkitan dan kemajuan umat. Muhammadiyah membantu mengubah pola pikir masyarakat Buton tentang Islam dari sudut pandang yang lebih tradisional menjadi lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman dengan menekankan pada pendidikan dan kemandirian.Namun, peran Gerakan Muhammadiyah juga dikritik dan diperdebatkan. Beberapa orang berpendapat bahwa gerakan ini terlalu modernis dan menghilangkan tradisi dan prinsip lokal. Namun, banyak orang yang mengakui bahwa Muhammadiyah telah meningkatkan kehidupan Buton dan pemahaman Islam. Oleh karena itu, melihat bagaimana Gerakan Muhammadiyah berkontribusi pada pembentukan identitas Islam di Buton menunjukkan betapa kompleksnya dinamika antara modernitas dan tradisi, serta betapa sulitnya membuat identitas keagamaan yang inklusif dan relevan dengan konteks lokal.
Strategi Pemerintah dalam Menanggulangi Pencemaran Sampah di Kecamatan Betoambari Kota Baubau Mawar Melati; Aulia Meiliyana Saddiah; La Hardin; L.M. Fakhry Mizan Rabbani; La Ode Zizi Zaidirabba; Junaid Gazalin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4543

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Strategi Pemerintah Menanggulangi Pencemaran Sampah di kecamatan Betoambari. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara,dan Studi Kepustakaan. Teknik Analisis data penelitian yaitu reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Yang diperoleh kajian rencana penanggulangan pencemaran di kawasan Betoambari adalah: 1). Strategi SO adalah mengubah kendaraan dan pengelolaan sampah (TPA) saat ini menjadi sumber energi, Meningkatkan pengelolaan sampah di pabrik dan toko untuk pendapatan pengguna, Menambah pemasaran dan penjualan pengelolaan sampah misalnya plastik. 2). Proses WO dalam hubungan sosial dan pengelolaan sampah serta manfaat ekonomi, menganalisis di pasar dan industri untuk meningkatkan pendapatan karyawan, mengajak masyarakat untuk program 3R sebelum membuang sampah ke rumah. 3) Rencana ST adalah membentuk masyarakat yang mendukung pengelolaan sampah dan mendirikan bank sampah serta mengadakan pelatihan mendaur ulang sampah plastik dan manfaat ekonomi, mengadakan TPS di semua tingkatan dan memberikan komunikasi pembangunan infrastruktur yang baik, memberikan pelayanan sampah . di setiap negara dengan menciptakan mobil yang sudah tidak terpakai. 4) Strategi WT yaitu menambah TPS dan menempatkan TPS di rumah dengan bekerja keras membangunnya bersama TPS, Mendekatkan masyarakat agar tidak rugi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menangani sampah organik dan biologis.
the The Role of Family Planning Counselor in Preventing Families At Risk of Stunting (Case Study in Saragi Village, Pasarwajo District, Buton Regency) Wa Ode Nurmin; Nastia Nastia; Herman Lawelai; Junaid Gazalin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52192

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has long-term impacts on children's physical growth, cognitive development, quality of life, and future productivity. Efforts to prevent stunting require multi-sectoral interventions, one of which is through optimizing the role of Family Planning (KB) counselors and Posyandu (Integrated Service Post) cadres as key actors at the community level. This study aims to analyze the role of KB counselors in preventing stunting in at-risk families in Saragi Village, Buton Regency, by reviewing the dimensions of education and counseling, family assistance, cross-sector coordination, and program monitoring. The research approach used a qualitative method with in-depth interviews with KB counselors, Posyandu cadres, pregnant women, families of toddlers, and community leaders. The results showed that KB counselors have a significant contribution in increasing family knowledge and awareness regarding the definition of stunting, its causative factors, and its impact on child health. Education was provided through group counseling, IEC, and home visits, which have proven effective in influencing nutritional behavior, parenting patterns, and utilization of health services. In terms of mentoring, extension workers conduct regular visits to monitor the condition of pregnant women and toddlers, detect stunting risks, and provide nutritional and health recommendations tailored to the family's circumstances. Coordination with health workers, village officials, and Posyandu (Integrated Service Post) cadres strengthens the program's effectiveness, although challenges remain, including limited facilities and cross-sectoral workloads. Furthermore, a family's economic situation significantly impacts the ability to provide nutritious food, so extension workers play a role in providing adaptive nutrition management strategies tailored to household capacity. This study concludes that the success of stunting prevention is influenced by the synergy between the active role of family planning extension workers, the support of Posyandu cadres, and the behavior and well-being of families.
PERAN PEMERINTAH KELURAHAN KADOLOMOKO DALAM UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN EKSTRIM DI KOTA BAUBAU Mawar Melati; Farid Yusuf Nur Achmad; Junaid Gazalin
Journal Publicuho Vol. 8 No. 3 (2025): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v8i3.808

Abstract

This study aims to analyse the role of the Kadolomoko Village Government in the effort to eradicate extreme poverty in Baubau City. Extreme poverty remains a major issue despite the implementation of various policies. The research method used is a qualitative approach with a case study, involving interviews with village government officials, community leaders, and beneficiaries of poverty alleviation programs. The results of the study show that although there are positive impacts from economic empowerment programs and social assistance distribution, significant challenges remain, such as data inaccuracy, limited resources, and poor coordination between related institutions. The study concludes that to improve policy effectiveness, improvements in the data system, more comprehensive entrepreneurship training, and better coordination between institutions are needed. Strengthening the budget and village officials' capacity also plays a key role in accelerating extreme poverty alleviation.
Formulasi Kebijakan Berwawasan Budaya: Menakar Relevansi Konstitusi Martabat Tujuh dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah Modern: Penelitian Junaid Gazalin; Ferdiansyah; Aulia; Salfina; Alan Noari; Alisa Zahra; Siti Fahira
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.414

Abstract

Tata kelola pemerintahan daerah modern menuntut penerapan prinsip good governance yang menekankan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, partisipasi masyarakat, dan supremasi hukum. Namun, implementasi tata kelola pemerintahan di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa rendahnya integrasi nilai budaya lokal dalam proses formulasi kebijakan publik. Padahal, kearifan lokal memiliki potensi sebagai sumber etika pemerintahan, legitimasi sosial, dan landasan normatif dalam pembangunan kebijakan daerah. Salah satu sistem nilai budaya yang memiliki relevansi terhadap tata kelola pemerintahan ialah Konstitusi Martabat Tujuh    yang berkembang dalam tradisi Kesultanan Buton. Konstitusi tersebut memuat nilai integritas, moralitas kepemimpinan, etika pemerintahan, serta hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi Konstitusi Martabat Tujuh dalam formulasi kebijakan berwawasan budaya pada tata kelola pemerintahan daerah modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai jurnal nasional dan internasional mengenai Martabat Tujuh, good governance, kearifan lokal, serta kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Konstitusi Martabat Tujuh memiliki relevansi normatif, institusional, sosial-kultural, dan kebijakan terhadap tata kelola pemerintahan daerah modern. Integrasi nilai budaya lokal dalam formulasi kebijakan publik berpotensi memperkuat legitimasi sosial, etika birokrasi, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pengaruh Nilai-Nilai Politik Islam Terhadap Sikap Politik Pemuda Muslim di Kota Baubau Junaid Gazalin; Siti Fahira; Aulia; Alan Noari; Ivarno Adibarta
SETYAKI : Jurnal Studi Keagamaan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/setyaki.v3i4.2382

Abstract

This study examines the influence of Islamic political values ​​on the political attitudes of Muslim youth in Baubau City. Islamic political values ​​are a set of principles derived from Islamic teachings that emphasize justice, deliberation, equal rights, and trustworthiness in social and state life. This study used a qualitative approach with a literature review and descriptive analysis. The findings indicate that internalization of Islamic political values ​​contributes significantly to shaping the political attitudes of Muslim youth—particularly in terms of political participation, democratic orientation, and views on social and political norms. These values ​​also result in more inclusive, tolerant, and active political attitudes in national and state life
Best Practice Kinerja Aparatur dalam Mekanisme Pengelolahan Sampah di Kabupaten Buton junaid Gazalin; La Asiri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 2 No. 1 (2024): November - Februari
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijmst.v2i1.245

Abstract

Permasalahan pengelolaan persampahan menjadi serius di perkotaan akibat kompleksnya permasalahan yang dihadapi. Untuk itu dalam hal pengelolaan persampahan dilaksanakan secara maksimal tentunya harus didukung oleh sistem pengelolaan sampah secara terpadu. Tantangan terbesar bagian sumber daya manusia saat ini karena tuntutan dan perubahan dunia yang membutuhkan talenta terbaik untuk memenangkan persaingan.Untuk itu dibutuhkan cara Best practice (praktik terbaik/talenta manajemen) sebagai suatu cara paling efisien (upaya paling sedikit) dan efektif (hasil terbaik) untuk menyelesaikan suatu tugas, berdasarkan suatu prosedur. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan best practice kinerja aparatur dalam mekanisme pengelolaan sampah. Metode penelitian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif. Teknikpengumpulandata yaitu Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Studi Kepustakaan. TeknikAnalisisdatadalam penelitian yaitu reduksidata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Berdasarkan penilaian kinerja dengan menggunakan parameter kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama dan Kepemimpinan menunjukkan bahwa pelaksanaan kerja setidaknya harus mengacu pada Standar Operasional Pengelolaan yang sudah ditetapkan.
Political Ethics Of The Sultanate Of Buton: Integration Of Sharia And Customary Law In The Leadership System Of Modern Buton Society Junaid Gazalin; La Ode Ardin Talawa; Razzak Aderista; Andre Setyawan; Aulia Aulia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1203

Abstract

This study aims to examine political ethics within the governmental system of the Buton Sultanate, particularly regarding the integration of Islamic law (syara) and customary law (adat) in the leadership system of modern Buton society. This research is motivated by various issues emerging in contemporary political and governmental life, such as the decline of political ethics, the increasing practice of corruption, abuse of power, and the growth of pragmatic politics that prioritize political interests over public welfare. These conditions highlight the importance of revitalizing local wisdom values as a moral foundation for building leadership that is just, ethical, and oriented toward social welfare. This study employs a qualitative method with a library research approach. The research data were obtained from various literary sources, including books, academic journals, historical documents, cultural archives, and previous studies related to the Buton Sultanate, customary law, Islamic law, and the political culture of the Buton community. Data analysis was conducted descriptively and analytically through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the governmental system of the Buton Sultanate possessed a strong foundation of political ethics through the integration of religious values, Islamic law, customary law, and social morality in the administration of governance. This integration is reflected in the philosophy of Sarapatanguna, which consists of the elements of religion (agama), Islamic law (syara), deliberation (bicara), and customary law (sara) as the basis of the socio-political life of the Buton community. Furthermore, the concept of leadership in the Buton political tradition emphasizes morality, spirituality, integrity, and social responsibility, as reflected in the leadership philosophy “Inda-inda mo lipu somanamu syara, inda-inda mo syara somanamu agama,” which places religion and law as the primary foundations of political and governmental life. This study confirms that the political ethical values of the Buton Sultanate remain relevant in modern society and can serve as a source of local wisdom in strengthening political morality, governance, and the development of humane and just leadership in Indonesia, particularly in Southeast Sulawesi.  
Peran Ulama dan Komunitas Islam dalam Pembentukan Budaya Politik Partisipasi di Kota BauBau Junaid Gazalin; Muhamad Kasai Laisouw; Aulia Aulia; Andre Setywan; Rano Rano; Reza ferdiansyah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ulama dan komunitas Islam dalam pembentukan budaya politik partisipatif di Kota Baubau. Budaya politik partisipatif merupakan elemen penting dalam penguatan demokrasi lokal, khususnya pada masyarakat yang memiliki karakter religius yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ulama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan pengurus organisasi Islam, serta didukung oleh observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama dan komunitas Islam memiliki peran strategis dalam membentuk orientasi politik masyarakat melalui internalisasi nilai-nilai etika politik, pendidikan politik berbasis masjid, serta pemberian legitimasi moral terhadap partisipasi politik masyarakat. Namun, efektivitas peran tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, seperti rendahnya literasi politik masyarakat, kuatnya praktik patronase politik, dan lemahnya kaderisasi politik di kalangan generasi muda. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan budaya politik partisipatif di Kota Baubau memerlukan strategi pemberdayaan yang terencana dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas ulama, penguatan fungsi masjid sebagai ruang edukasi politik, serta penguatan kolaborasi antara ulama, komunitas Islam, dan pemerintah daerah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan kajian budaya politik berbasis konteks keagamaan local, politik masyarakat. Namun, efektivitas peran tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, seperti rendahnya literasi politik masyarakat, kuatnya praktik patronase politik, dan lemahnya kaderisasi politik di kalangan generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan budaya politik partisipatif di Kota Baubau memerlukan strategi pemberdayaan yang terencana dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas ulama, penguatan fungsi masjid sebagai ruang edukasi politik, serta penguatan kolaborasi antara ulama, komunitas Islam, dan pemerintah daerah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan kajian budaya politik berbasis konteks keagamaan lokal.