Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pencegahan Covid-19 Melalui Media Video Belajar 5M di Panti Asuhan Bintang Terampil Kota Bengkulu: Education Covid-19 Prevention Through Video Media Learning 5M at Panti Asuhan Bintang Terampil in Bengkulu Hasan Husin; Bintang Agustina Pratiwi; Oktarianita Oktarianita; Qurrata A’Ayun
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.845 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i1.602

Abstract

Covid-19 cases are increasing day by day. There is still a lack of information regarding health, especially for the prevention of Covid-19. Health education is a step to increase knowledge, especially for school children. Children are a vulnerable group and tend to behave at risk of experiencing health problems, it is known that many children still do not know how to prevent Covid-19. The purpose of the activity is to increase knowledge of Covid-19 prevention through 5M videos at the Bintang Terampil Orphanage. The method used is conducting lectures on the lecture method with the help of power points, through educational and practical videos, as well as discussions about preventing Covid-19. The results of education increased knowledge based on the pre-test and post-test, the level of knowledge of children increased from before and after being given education, namely from 30 children in the orphanage with an average score of 88.73 before and after 99.07. The conclusion of the activity was that there was an increase in the knowledge of orphanage children, about Covid-19 prevention and enthusiasm in following the explanation given. It is hoped that children know, are willing and able to apply the right health protocol.   ABSTRAK Kasus Covid-19 semakin hari meningkat. Masih kurangnya informasi mengenai kesehatan terutama untuk pencegahan Covid-19. Pendidikan kesehatan menjadi langkah untuk meningkatkan pengetahuan, terutama pada anak-anak sekolah. Anak-anak merupakan kelompok rentan dan kecenderungan berperilaku berisiko mengalami permasalahan kesehatan, diketahui bahwa anak-anak masih banyak belum mengetahui pencegahan Covid-19. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan Covid-19 melalui video 5M di Panti Asuhan Bintang Terampil. Metode yang digunakan adalah melakukan penyuluhan metode ceramah dengan bantuan PowerPoint, melalui video edukasi dan praktik, serta diskusi tentang pencegahan Covid-19. Hasil edukasi meningkatnya pengetahuan berdasarkan pre-test dan post-test tingkat pengetahuan anak meningkat dari sebelum dan setelah diberikan edukasi yaitu dari 30 anak yang ada di Panti dengan nilai skor rata-rata sebelum 88.73 dan setelah sebesar 99,07. Kesimpulan dari kegiatan adanya peningkatan pengetahuan anak panti, tentang pencegahan Covid-19 dan antusias dalam mengikuti penjelasan yang diberikan. Diharapkan anak-anak tahu, mau dan mampu menerapkan protokol kesehatan yang tepat.
THE EFFECT OF CAREGIVER MALARIA PREVENTION KNOWLEDGE AND BEHAVIOR ON MALARIA RATES IN TODDLERS Nopia Wati; Agus Ramon; Emma Rachmawati; Al. Asyary Upe; Hasan Husin; M. Amin; Oktarianita Oktarianita
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V8I22020.172-180

Abstract

Background: The morbidity rate for toddlers with malaria in Indonesia had increased from 2013. Bengkulu city is a malaria-endemic area in Indonesia. Caregivers are people who stay with toddlers daily. Purpose: This study intended to identify the correlation between the malaria prevention knowledge and behavior of caregivers and malaria rates among toddlers in Basuki Rahmad Health Center in Bengkulu City. Method: This research was conducted in the Basuki Rahmad Health Center in Bengkulu City from March to April 2018. The research design was cross-sectional. The population size was 1,575 and the sample size was 127. Data were analyzed by descriptive statistics and the chi-squared test. Results: The majority of caregivers were female, with a low educational background, with good knowledge of malaria that was not reflected in their behavior. There was a relationship between knowledge of the signs and symptoms of malaria (p = 0.01), knowledge of malaria prevention practices (p = 0.01), health behaviors (p = 0.01), and use of malaria prevention practices (p = 0.01) and malaria in toddlers. Conclusion: There was a significant correlation between caregiver knowledge of the signs and symptoms of malaria, knowledge of malaria prevention practices, health service use, use of prevention practices, and malaria incidence in toddlers.
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUKOMUKO TAHUN 2017 Nopia Wati; Agus Ramon; Hasan Husin
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 03 (2018): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v13i03.180

Abstract

The hospital is a service station that has a variety of complicated labor problems with various risks of occupational diseases and accidents due to work depending on the type of work, so it is obliged to apply the efforts of Occupational Safety and Health of the Hospital. This research aims at analyzing the Occupational Safety and Health Management System at Mukomuko General Hospital. This research was a qualitative descriptive research with in-depth interview design and observation. Informants in this research were Head of Administration, General Department, Head of Medical Services of Mukomuko General Hospital. The research was conducted on July 4 till August 4, 2017 at Mukomuko General Hospital. The results showed that the commitment and policy of Vocational School Number 3 in Mukomuko General Hospital are already exist in the form, provision of funds, facilities and infrastructure that support the implementation of safety and occupational health has been met. Vocational School Number 3 plan in Mukomuko General Hospital has been running well from risk identification to risk management. In addition, workers were also required to follow the SOP in every work. OSH organization has not been established in Mukomuko General Hospital. Management of safety and occupational health RSUD Muko-Muko were located in one level below the director and included in the field of medical services where the core members were from IPSRS Installation and Kesling Installation, Most of the steps of applying Vocational school number 3 have been running well in hospitals Muko-Muko where the hospital has declared the commitment to conduct health and safety counseling to workers, implementation of OSH programs such as provision of PPE, medical examination, and treat sick workers by providing BPJS services. Although the implementation of monitoring and evaluation has not been implemented. It is hoped that the hospital can do evaluation to safety management system and working health periodically can observe the implemented program that has been formulated.  Keyword: Management, safety, and working health, Mukomuko General Hospital
PERBANDINGAN DEKOMPOSER NASI DAN DEKOMPOSER BONGGOL TERHADAP LAMA PEMBUSUKAN SAMPAH ORGANIK Agus Ramon; Nopia Wati; Hasan Husin; Wiwik Wulandari
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i01.229

Abstract

Menumpuknya sampah organik yang dapat berakibat bagi kesehatan manusia. Sampah organic juga dapat di uraikan denga dekomposer bonggol pisang dan nasi.   Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dekomposer nasi dan dekomposer bonggol pisang terhadap lama waktu pembusukan sampah organik.               Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian dilakukan di Kelurahan Pagar Dewa kota Bengkulu. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat (one way anova).               Hasil penelitian menggambarkan bahwa rata-rata lama pengomposan dengan menggunakan dekomposer bonggol pisang adalah 14 hari (95% CI:13,95-14,64). Pengomposan paling cepat 14 hari dan pengomposan paling lama 15 hari. Dekomposer nasi adalah 11 hari (95% CI:11,49-12,10). Pengomposan paling cepat 11 hari dan pengomposan paling lama 12 hari.Kontrol adalah 17 hari (17,12-17,87). Pengomposan paling cepat 17 hari dan pengomposan paling lama 18 hari.  Ada perbedaan yang signifikan rata-rata lama pembusukan dengan menggunakan dekomposer bonggol pisang dan dekomposer nasi dengan nilai p=0,000. Kata Kunci                            : Dekomposer, nasi. bongggol pisang, pembusukan sampah 
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO Agus Ramon; Hasan Husin; Epjun Saputra
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v14i3.638

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan limbah Di RSUD Kabupaten Mukomuko menunjukan masih terdapat permasalahan terkait pengelolaan limbah. Alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut limbah tidak dalam keadaan tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis padat di RSUD Kabupaten Mukomuko.Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam terhadap 4 informan inti dan 2 informan triangulasi, melakukan observasi pada kegiatan pengelolaan limbah dan dokumentasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di instalasi kesehatan lingkungan RSUD Kabupaten Mukomuko padatanggal 1-16 Agustus 2019.Hasil penelitian menunjukan proses pengelolaan limbah medis padat di RSUD Kabupaten Mukomuko pada tahap minimisasi limbah, pemilahan, pewadahan, pemanfaatan kembali dan daur  ulang, tempat penampungan sementara, pengolahan dan pemusnahan limbah sudah dilakukan sesuai dengan Kepmenkes RI No. 1204 (2004) Sementara pada tahap pengangkut limbah, transportasi yang digunakan tidak sesuai dengan Kepmenkes RI No. 1204 (2004) karena gerobak dorong yang digunakan untuk mengumpulkan limbah dari ruangan ke ruangan dan motor Var yang digunakan untuk mengangkut limbah yang telah terkumpul ke depo sampah tidak dalam keadaan tertutup.Pihak RSUD Kabupaten Mukomuko diharapkan agar dapat melaksanakan kegiatan pengelolaan limbah sesuai dengan Kepmenkes Republik Indonesia No. 1204/MENKES/SK/X/2004 terutama pada kegiatan transportasi pengangkutan limbah. Selain itu, perlu adanya peraturan atau Standar Operasional (SOP) terkait penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) yang ditujukan pada petugas pengelolaan limbah.
HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) TERHADAP KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Hasan Husin; Riska Yanuarti; Mutia Ade Fandini
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i1.743

Abstract

Angka Kasus Demam Berdarah yang terjadi di Puskesmas Sawah Lebar Bengkulu sebanyak 33 Kasus. Untuk mengetahui hubungan perilaku keluarga dalam upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) terhadap keberadaan jentik nyamukdi Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu.  Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian observational analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 orang di wilayah kerja Puskesmas sawah Lebar Kota Bengkulu. Penelitian di lakukan pada tanggal 2-10 Agustus 2019. Hasil penelitian dari 66 orang  responden terdapat 7 orang yang pengetahuan  kurang, 31 orang  pengetahuan cukup dan 28 orang yang pengetahuan baik. Terdapat 18 orang sikap tidak mendukung dan 48 orang sikap Mendukung. Kemudian terdapat 18 orang  tindakan kurang dan 48 orang tindakan baik.  Dari 66 orang Responden 14 orang yang ada jentik nyamuk dan 52 orang yang tidak ada jentik nyamuk. Terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan keluarga dalam upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) terhadap keberadaan jentik nyamuk di  Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Saran untuk pelayanan kesehatan agar dapat mengupayakan pencegahan Demam Berdarah Dengue dengan dapat memberikan edukasi atau pengetahuan kesehatan tentang upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) terhadap keberadaan jentik nyamuk di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu.
B3 MEDICAL WASTE MANAGEMENT ANALYSIS IN RAFFLESIA HOSPITAL, BENGKULU CITY Agus Ramon; Hasan Husin; Ultri Handayani
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i3.1349

Abstract

Sampah medis merupakan berbagai jenis buangan yang dihasilkan rumah sakit dan unit-unit pelayanan kesehatan yang dapat membahayakan dan menimbulkan gangguan kesehataan bagi pengunjung, masyarakat terutama petugas yang menanganinya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengelolaan sampah medis di rumah sakit Rafflesia Kota Bengkulu. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 2 informan inti dan 3 informan triangulasi, melakukan observasi dengan menggunakan lembar cheklis dan dokumentasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di rumah sakit Rafflesia Kota Bengkulu pada 6 Agustus 2020 sampai 22 Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukan pengelolaan sampah medis di rumah sakit Rafflesia Kota Bengkulu belum sepenuhnya mengikuti peraturan dari Permenkes RI nomor 7 tahun 2019. Karena masih ada beberapa syarat yang belum terpenuhi, seperti belum adanya alat eyewash ditempat pewadahan sampah medis di dalam ruangan, troli pengangkut sampah yang tidak berkarat, dan papan tanda larangan masuk ditempat penampungan sementara sampah medis.
Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada Masa New Normal Pandemi COVID-19 Henni Febriawati; Bunga Tiara Kasih; Hasan Husin; Nopia Wati; Bintang Agustina Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i01.1012

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) penting diterapkan masa pandemi, karena salah satu penyebab tingginya penyebaran COVID-19 adalah belum diterapkannya PHBS. Kemenkes mengeluarkan protokol pemicuan STBM di tengah pandemi dalam memasuki era new normal. Kelurahan yang ada di wilayah Puskesmas Pasar Ikan belum tercatat sebagai Kelurahan Stop Buang air besar Sembarangan. Tujuan penelitian ini mengetahui pelaksanaan pemicuan STBM pada masa new normal pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan berjumlah 8 orang yang terdiri dari 2 Sanitarian Dinkes, 2 Sanitarian Puskesmas, 2 staf Kelurahan, 1 Ketua RT dan 1 masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukan pemicuan yang dilakukan meliputi pemetaan sanitasi dan diskusi, bina suasana tidak dilakukan, waktu pemicuan dipersingkat serta penerapan protokol kesehatan saat pemicuan telah diterapkan. Saat pandemi bina suasana akan dilakukan jika diperlukan. Masyarakat dan Tim Pemicu melakukan pembuatan peta sanitasi sederhana. Peta berisi informasi tentang batas dusun, rumah yang mempunyai dan rumah tanpa jamban, jalan, sungai, sumber air, masalah sanitasi yang ada. Dalam peta ditunjukkan/ditandai tempat yang biasanya membuang limbah WC, tempat sampah dan air limbah. Pelaksanaan pemicuan STBM di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu pada masa new normal telah dilaksanakan sesuai dengan Pedoman dari Kemenkes.
Edukasi Pentingnya Memenuhi Standar Inspeksi Sanitasi Sumur Gali Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Bali Kota Bengkulu Nopia Wati; Hasan Husin; Emi Kosvianti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.3551

Abstract

Perancangan ini di latar belakangi oleh hasil temuan inspeksi sanitasi kesehatan lingkungan sumur gali. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada sumur gali di RT 07 Kelurahan Bajak dari 10 sumur gali yang di inspeksi konstruksi sumurnya menggunakan pagar pelindung, dan dari 10 Sampel sumur gali 7 tidak dilengkapi pagar pelindung dan 6 tidak mempunyai penutup sehingga kotoran bisa masuk ke dalam sumur. Padahal sumur yang memenuhi syarat dalam penggunaanya sangatlah penting karena air merupakan sumber utama dalam kehidupan. Permasalahan mitra yaitu masyarakatnya yang belum mengetahui bahwa dalam pembuatan sumur gali ada banyak syarat yang harus dipenuhi untuk memnuhi kategori syarat inspeksi sanitasi lingkungan. Masyarakat yang hampir semua kebutuhan memerlukan air bersih tapi tidak tahu bagaimana pentingnya suatu sanitasi sumur gali, juga banyak dari mereka yang mengesampingkan pemenuhan syarat sumur gali karena beranggapan jika air sudah bersih sudah cukup bagi mereka. Oleh karena itu pada kegaiatan ini masyarakat diberikan sosialisasi dan penyulihan dari rumha ke rumah tentang pentingnya pemenuhan syarat sumur gali yang baik kepada masyarakat sekitar. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola air sebagai sumber kehidupan utama mereka secara baik dan benar.
EVALUASI PENYELENGGARAAN PENANGANAN LIMBAH B3 DI RSUD LAGITA BENGKULU UTARA AHMAD SALIM; AGUS RAMON; HASAN HUSIN; OKTARIANITA OKTARIANITA
Journal of Nursing and Public Health Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v10i1.2366

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 07 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus mengelola lingkungannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penanganan limbah di RSUD Lagita tidak adanya proses identifikasi dan pemilahan kembali limbah. Sumber limbah dihasilkan dari ruangan poli, IGD, laboratorium dan poli gigi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sistem penyelenggaraan penanganan limbah B3 di RSUD Lagita Bengkulu Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu menggambarkan keadaan dari objek yang diteliti. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara dan observasi dengan pedoman wawancara serta lembar observasi. Informan dalam penelitian ini yaitu petugas sanitarian, perawat poli, perawat igd, cleaning service, kepala ruangan igd RSUD Lagita Bengkulu Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 Maret s.d. 26 Maret 2021 di RSUD Lagita Bengkulu Utara. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian di RSUD Lagita Bengkulu Utara menunjukkan ada 2 tahapan di RSUD Lagita yang belum sesuai dengan Permenkes RI No 07 Tahun 2019 yaitu tidak dilakukan identifikasi limbah dan pemilahan kembali limbah di TPS dan ada 7 tahapan yang telah sesuai dengan Permenkes RI No 07 Tahun 2019 yaitu pewadahan limbah, pengurangan dan pemilahan limbah di ruangan sumber, bangunan penyimpanan sementara limbah (TPS), penyimpanan sementara limbah, lama penyimpanan limbah, pengangkutan limbah dan pengolahan limbah. Kesimpulan: Untuk itu diharapkan RSUD Lagita Bengkulu Utara bisa memperbaiki SOP sesuai dengan Permenkes RI No 07 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit untuk meningkatkan kinerja dan kesehatan lingkungan di RSUD Lagita Bengkulu Utara.