Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN GIZI MELALUI EDUKASI PENTINGNYA SARAPAN PAGI PADA SISWA SMK NEGERI 3 KOTA BENGKULU Hasan Husin; Emi Kosvianti; Agus Ramon; Iis Suryani
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9443

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sarapan sehat pada siswa SMK Negeri 3 Kota Bengkulu melalui edukasi gizi dan praktik sarapan bersama. Kegiatan ini didasarkan pada tingginya angka remaja yang melewatkan sarapan, yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, stamina, serta risiko gangguan kesehatan jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, pemutaran video edukatif, serta praktik sarapan bersama sebagai bentuk experiential learning. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas X dan XI serta guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai manfaat sarapan bergizi, kemampuan mengidentifikasi menu pagi yang sehat, serta perubahan sikap positif terhadap kebiasaan sarapan sebelum berangkat sekolah. Keterlibatan guru sebagai role model dan dukungan sekolah turut memperkuat internalisasi perilaku makan sehat. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi gizi yang terstruktur, melibatkan pengalaman langsung, dan didukung lingkungan sekolah mampu menjadi strategi efektif dalam membentuk perilaku sarapan sehat pada remaja. Diharapkan program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas belajar siswa.
SOSIALISASI KEPADA ANAK-ANAK TENTANG PENTINGNYA MENABUNG DI USIA DINI DI SD 02 PENDOPO Ateri dendi; Rena Kurnia Ramadhani; Hasan Husin; Tezar Arianto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 5 No. 2 (2025): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v5i2.7122

Abstract

Program berkelanjutan yang melibatkan orang tua dan komunitas untuk membentuk kebiasaan menabung yang baik sejak dini, sehingga anak-anak dapat mempersiapkan masa depan mereka dengan lebih baik. SD 02 Pendopo berlokasi di kelurahan pagat tengah kecamatan pendopo kabupaten empat lawang. Artikel ini mengkaji sosialisasi pentingnya menabung di usia dini bagi siswa di SD 02 Pendopo. Adapun masalah yang dihadapi masih banyak anak anak di SD 02 Pendopo yang belum memahami konsep dasar menabung, termasuk manfaat dan tujuan dari menabung. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang manfaat menabung sebagai dasar pengelolaan keuangan yang baik. Melalui pendekatan edukatif yang interaktif, seperti permainan, cerita, dan diskusi, anak-anak diperkenalkan pada konsep menabung dan cara-cara mengelola uang dengan bijak. Hasil dari kegiatan sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan minat anak-anak terhadap menabung, serta munculnya sikap positif dalam pengelolaan keuangan pribadi. Ditemukan bahwa keterlibatan orang tua dan guru sangat penting dalam mendukung pembelajaran ini. Artikel ini merekomendasikan pengembangan.
Environmental factors associated with the incidence of pulmonary tuberculosis Sakut Putra Hadi Wijaya; Nopia Wati; Emi Kosvianti; Hasan Husin
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 2 (2026): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/1y7x7f56

Abstract

The spread of tuberculosis (TB) is believed to be greatly influenced by environmental variables. Lung disease continues to be a public health problem. The objective of this study is to determine how environmental factors, including ventilation, lighting, housing density, and temperature, are associated with the prevalence of pulmonary TB in Sidomulyo. Using a case-control study paradineed gm, an analytical observational study was conducted. The study sample consisted of 21 individuals with pulmonary TB (cases) and 21 residents without TB (controls). Direct observations of housing conditions and structured questionnaire interviews were used to collect data. Bivariate data were analyzed to assess relationships between variables using the chi-square test. The findings showed a strong association between pulmonary TB (p=0.001) and incidence of lighting and housing density (p=0.000). Neither with home temperature (p=0.520).or ventilation (p=1.000). Based on these findings, public education on the importance of maintaining a healthy home environment, particularly regarding ventilation, lighting, and appropriate housing density, is recommended, in accordance with Ministry of Health guidelines year 2023.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT FILTER IPAL KOMUNAL DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK Nopia Wati; Hasan Husin; Andri Kusuma Wijaya; Agus Ramon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini di latar belakangi oleh limbah botol plastik yang semakin menumpuk. Limbah botol plastik masih dianggap kurang bermanfaat. Padahal limbah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi beraneka ragam bentuk. Dalam proses daur ulang limbah botol plastik diperlukan beberapa proses agar daur ulang limbah botol plastik dapat dimanfaatkan. Sebelum didaur ulang perlu adanya proses pencucian agar kotoran padat maupun kimia yang terkandung pada limbah botol plastik dapat diminimalisir.Permasalahan mitra yaitu masyarakatnya memiliki ekonomi rendah dan sebagian warganya bekerja di tempat pembuangan akhir sampah di Air Sebakul, untuk memenuhi kebutuhan vital mereka sehari-hari menjadi pemulung sampah. Walaupun pekerjaan mereka bergelut dibidang persampahan, tetapi mereka tidak memahami bagaimana cara mengelolah sampah tersebut supaya dapat dijadikan sebagai penambah perekonomian keluarganya. Masyarakat sekitar juga.banyak yang belum mengetahui dampak yang ditimbulkan jika limbah botol plastic ini tidak dikelolah dengan baik. Masyarakat juga belum belum mengetahui bagaimana cara pemanfaatan limbah botol plastic ini sebagai filter untuk IPAL .Pada kegaiatan ini masyarakat diberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pembuatan filter IPAL dengan memanfaatkan limbah botol plastik yang mudh didapatkan oleh masyarakat sekitar. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengelolah sampah plastic botol bekas, dan dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk menambah perekonomian keluarga.Kata Kunci: Pelatihan, Filter IPAL, Botol Plastik
Pelaksanaan Pengawasan Keamanan Pangan dalam Rangka Penerbitan Izin Edar Pirt (Produk Industri Rumah Tangga) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara Wulan Angraini; Via Dariska Ulandari; Eva Oktavidiati; Hasan Husin; Riska Yanuarti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.22082

Abstract

ABSTRACT Distribution licenses for Household Industry Products (PIRT) are issued by the North Bengkulu Regency Health Office, which carries out food safety monitoring. In order to guarantee that food items made by home enterprises are safe for people to eat, food safety oversight is essential. Research techniques used in this project include documentation studies, in-depth interviews, and observations, all part of a descriptive qualitative approach. Policies, resources, procedures, and supervisory outcomes are examined using the CIPP (Context, Input, Process, and Product) assessment paradigm. Inquiry into the North Bengkulu Regency Health Office's Food Safety Supervision Program as It Relates to the Distribution Permitting of Pirt (Household Industry Products). This study use a qualitative descriptive methodology to conduct an evaluation. The purpose of this study is to use the CIPP (Context, Input, Process, and Product) model to define, analyze, and evaluate the North Bengkulu District Health Office's food safety monitoring program for PIRT distribution licenses. Even though it was founded on relevant rules, the study is still facing a number of challenges, including a lack of operating funds, human resources, and food safety training materials for business players. Unfortunately, not all business actors have been able to participate in the Food Safety Extension Training (PKP) program because of restrictions on quotas and distribution medium. To provide thorough and sustainable supervision, it is necessary to enhance education, digitize information, and foster cross-sector synergy, even if more business actors are acquiring PIRT licenses. The goal of this research is to encourage more businesses to take responsibility for managing PIRT permits so that consumers may buy items made by these companies with peace of mind. Referring to national rules like the BPOM Regulation and the Minister of Health Regulation, the policy environment for food safety monitoring has a solid legal and regulatory foundation. At this time, there is insufficient infrastructure, human resources, financial backing, and officer technical knowledge to reach all PIRT business actors to their full potential. Following established protocols, the monitoring process has progressed through notification, document validation, field inspections, technical assistance, and final permit issuance recommendations. Businesses are now more conscious of the need of food safety requirements, and the number of PIRT permits has grown, according to monitoring. Keywords : Supervision, Food Safety, Distribution Permit, PIRT, Health Service, CIPP Evaluation.ABSTRAK Izin edar Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara, yang melaksanakan pemantauan keamanan pangan. Untuk menjamin keamanan pangan yang dihasilkan oleh usaha rumah tangga, pengawasan keamanan pangan sangat penting. Teknik penelitian yang digunakan dalam proyek ini meliputi studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi, yang semuanya merupakan bagian dari pendekatan kualitatif deskriptif. Kebijakan, sumber daya, prosedur, dan hasil pengawasan dikaji menggunakan paradigma penilaian CIPP (Konteks, Input, Proses, dan Produk). Penyelidikan Program Pengawasan Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara Terkait Perizinan Edar PIRt (Produk Industri Rumah Tangga). Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif untuk melakukan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan model CIPP (Konteks, Input, Proses, dan Produk) untuk mendefinisikan, menganalisis, dan mengevaluasi program pemantauan keamanan pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara untuk izin edar PIRT. Meskipun didasarkan pada aturan yang relevan, studi ini masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kurangnya dana operasional, sumber daya manusia, dan materi pelatihan keamanan pangan bagi pelaku usaha. Sayangnya, belum semua pelaku usaha dapat mengikuti program Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) karena keterbatasan kuota dan media distribusi. Untuk memberikan pengawasan yang menyeluruh dan berkelanjutan, diperlukan peningkatan edukasi, digitalisasi informasi, dan sinergi lintas sektor, meskipun semakin banyak pelaku usaha yang telah memperoleh izin PIRT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha agar bertanggung jawab dalam mengelola izin PIRT sehingga konsumen dapat membeli produk-produk yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut dengan tenang. Merujuk pada peraturan nasional seperti Peraturan BPOM dan Peraturan Menteri Kesehatan, lingkungan kebijakan untuk pemantauan keamanan pangan memiliki landasan hukum dan peraturan yang kuat. Saat ini, infrastruktur, sumber daya manusia, dukungan finansial, dan pengetahuan teknis petugas belum memadai untuk menjangkau seluruh pelaku usaha PIRT secara maksimal. Sesuai protokol yang telah ditetapkan, proses pemantauan telah berjalan melalui notifikasi, validasi dokumen, inspeksi lapangan, pendampingan teknis, dan rekomendasi penerbitan izin akhir. Pelaku usaha kini semakin sadar akan pentingnya persyaratan keamanan pangan, dan jumlah izin PIRT telah meningkat, menurut hasil pemantauan. Kata Kunci: Pengawasan, Keamanan Pangan, Izin Edar, PIRT, Dinas Kesehatan, Evaluasi CIPP.