Claim Missing Document
Check
Articles

THE DESCRIPTION OF KNOWLEDGE, PERCEPTION, ROLE, ROLE IMPLEMENTATION, EMOTIONAL CONNECTION IN PSYCHOSEXUAL DEVELOPMENT OF CHILDREN AGED 3-5 YEARS IN NEW NORMAL PERIOD AT THE SUBURBAN OF SURABAYA Elly Dwi Masita; Adenia Dwi Ristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i1.883

Abstract

The number of pornography and cybercrime among Indonesian children reaches 4448 cases – children as a perpetrator and victim. Meanwhile, Indonesian children experience 183 cases of rape and sexual abuse, 54 cases of sodomy or pedophilia – children as a perpetrator, 42 cases of sodomy or pedophilia – children as a victim, and 44 cases of abortion. Preliminary study on March 2020 in West Surabaya showed that 6 in 10 children aged 3-5 years faced sexual abuse or harassment and rape by their closest circle. The research aims are to describe the level of knowledge, perception, role implementation, emotional connection between father and child in the accompaniment of psychosexual development of children. This paper combined quantitative and qualitative methodologies with a phenomenological approach. Respondents were father compatible with inclusion criteria – was determined by researchers. This study used total sampling – 112 fathers lived in West Surabaya. The research instruments were questionnaire and observation sheet. Data analysis utilized percentage analysis, data reduction, and data triangulation.Result: There were 64.5% low level of knowledge, 70.5% negative perception, 63.4% father absence in assisting psychosexual development of children, and 69.6% absence of emotional connection.Conclusion: The father’s role in assisting the psychosexual development of children aged 3-5 years can decrease the number of psychosexual disorders in adulthood.Keywords: knowledge, perception, role, role implementation, father, child’s psychosexual
Gadget Use Correlated with Emotional Development in Preschool Children Annif Munjidah; Siti Noer Diana; Yasi Anggasari; Elly Dwi Masita
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i3.ART.p213-220

Abstract

Children who often use gadgets at home have a bad impact, children become unwilling to play outside the house and interact with others to behave aggressively. Nowadays, children's emotional development is a problem that is often conveyed by parents to teachers at school. This study aimed to examine the correlation between gadget use and the emotional development of preschool children at Tunas Jaya Kindergarten, Surabaya. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. From the population of 59, 53 respondents were selected as the sample through a simple random sampling technique. The variables being studied were gadget use and emotional development in which data were collected using a gadget use questionnaire and ASQ: SE-2 questionnaire. Data processing was conducted by editing, scoring, coding, tabulating, processing, and cleaning. Moreover, the data were analyzed using the Spearman Rho Correlation Test in SPSS with a significance level of α = 0.05. The results revealed the high use of gadgets by the majority of the preschool children (96%), while 45.3% experienced emotional development categorized as "refer." The p-value = 0.000 indicated that there was a correlation between gadget use and emotional development in preschool children. This study concluded that there is a relationship between gadget use and the emotional development of preschool children. It is recommended that preschool children should not use gadgets more than 3 times a day and avoid using them daily. so as not to bring negative impacts on them.
Peningkatan Literasi dan Peran Keluarga Dalam Praktek Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Annif Munjidah; Elly Dwi Masita; Uke Maharani Dewi; Hinda Novianti; Lini Delina
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i1.514

Abstract

Selama seribu hari pertama kehidupan, kualitas hidup seseorang akan dipengaruhi oleh nutrisi yang tepat. Malnutrisi adalah akibat dari praktik pemberian makan yang tidak sehat pada anak-anak di masyarakat.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan literasi dan peran keluarga dalam praktek pemberian makan bayi dan anak. Pada bulan Maret-Juni 2024 di Kelurahan Wage Sidoarjo. Sasaran pengabdian masyarakat yaitu seluruh ibu balita dan kader posyandu kelurahan. Analisa data menggunakan Analisa deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat, ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam praktek pemberian makan bayi dan anak
Peningkatan Pertumbuhan Balita Melalui Optimalisasi Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Kader Annif Munjidah; Elly Dwi Masita; Uke Maharani Dewi; Hinda Novianti; Machmudah Machmudah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.650

Abstract

Masalah gizi pada balita seperti wasting dan underweight masih menjadi tantangan serius di Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Kurangnya pengetahuan keluarga, terbatasnya keterampilan kader dalam memberikan konseling ASI dan PMBA, serta belum adanya layanan konsultasi anak memperparah situasi ini. Program pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari roadmap tiga tahun, dengan fokus tahun kedua pada peningkatan kesehatan balita dan kemandirian kader. Kegiatan meliputi pelatihan kader tentang identifikasi status gizi, konseling ASI eksklusif dan PMBA, pengembangan media edukasi, serta pembentukan layanan konsultasi gizi anak. Metode pendekatan berbasis asset-based community development dengan partisipasi aktif keluarga, kader, dan pemangku kepentingan lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, observasi keterampilan kader, dan indikator capaian keberlanjutan. Program ini diharapkan menciptakan kemandirian komunitas dalam memberikanlayanan konsultasi pertumbuhan anak dan meningkatkan akses layanan gizi balita secara berkelanjutan. Seluruh pendaan kegiatan ini dari LPPM Unusa
Budidaya Sumber Pangan Lokal Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Makanan Pendamping Asi di Wage Sidoarjo Hinda Novianti; Annif Munjidah; Elly Dwi Masita; Uke Maharani Dewi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.556

Abstract

Memberikan makanan pendamping ASI dengan menu bergizi seimbang dan variatif serta disukai bayi dan balita merupakan hal yang tidak mudah. Masih ada stigma bahwa yang bergizi harus yang berharga mahal, sehingga masih banyak ibu yang memberikan MP ASI dengan menu monoton yang menyebabkan bayi dan balita sulit makan. Akibatnya masih ada bayi atau balita stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang menu MP ASI dengan bahan dasar pangan lokal agar bayi dan balita mendapatkan MP ASI dengan menu variatif bergizi seimbang dengan harga yang terjangkau. Metode yang dilakukan adalah dengan membagikan bibit waluh kuning lengkap dengan media tanamnya kepada ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita di bawah 2 tahun dan sekaligus memberikan penyuluhan kesehatan secara langsung kepada mereka sekaligus kader di wilayah desa Wage Sidoarjo. Peserta berjumlah 25 orang. Seluruh peserta diberikan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan tentang menu MP ASI rumahan, pretest yang berpengetahuan baik 60%, postest yang berpengetahuan baik 95%. Pemberian bibit waluh dan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ibu dalam menyediakan MP ASI sehingga meningkat pula kesehatan bayi dan balita di desa Wage Sidoarjo.
Penguatan Peran Keluarga dalam Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak melalui Pendekatan Family-Centered Care Annif Munjidah; Elly Dwi Masita; Uke Maharani Dewi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.652

Abstract

Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal masih menjadi salah satu penyebab masalah gizi pada bayi dan balita. Edukasi PMBA selama ini lebih berfokus pada ibu, padahal keberhasilan praktik PMBA juga dipengaruhi oleh keterlibatan ayah dan anggota keluarga lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam praktik PMBA melalui pendekatan Family-Centered Care. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Juli 2026 di Kecamatan Wonokromo, Surabaya, serta dilanjutkan dengan edukasi dan pendampingan masyarakat di Desa Wage, Sidoarjo. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyuluhan interaktif, kelas keluarga, diskusi partisipatif, dan penggunaan Family-Based PMBA Monitoring Tools sebagai media edukasi dan pemantauan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, meningkatnya keterlibatan keluarga dalam edukasi PMBA, serta respons positif kader terhadap media monitoring sebagai sarana pendampingan yang praktis dan berpotensi mendukung keberlanjutan program. Pendekatan berbasis keluarga ini berpotensi memperkuat praktik PMBA dan mendukung pencegahan masalah gizi pada bayi dan balita. Seluruh kegiatan ini didanai oleh Direktorat riset, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat (DRIPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).
The Use of the Maternal and Child Health (KIA) Book as a Medium to Improve Mothers’ Knowledge and Skills in Toddler Development Stimulation: A Community Service in Wage Village, Sidoarjo Uke Maharani Dewi; Hinda Novianti; Annif Munjidah; Elly Dwi Masita; Choirotussanijjah Choirotussanijjah
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.6898

Abstract

The main obstacle in toddler development monitoring is the limited knowledge of mothers regarding stimulation and early detection. Previous community services in several regions generally focused on counseling at posyandu or health facilities. However, these efforts often emphasized knowledge transfer only, without sufficient emphasis on hands-on practice or continuous assistance, resulting in limited impact on mothers’ actual skills. This gap highlights the need for community-based programs that increase knowledge and strengthen practical skills through direct mentoring. This community service was implemented in Wage Village, Sidoarjo Regency, involving 24 mothers of toddlers. The intervention consisted of training sessions using lectures, demonstrations, and guided practice with the Maternal and Child Health (KIA) book as the primary tool. Pre-test and post-test evaluations were conducted using questionnaires on knowledge and skills. The results showed a significant increase, with 83.3% of mothers reaching the high category in knowledge and 91.7% in skills after the training. These findings indicate that practice-based training with intensive assistance effectively empowers mothers. Continuous mentoring at posyandu is recommended for future programs to ensure sustainability and broader community impact.