Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS POLA ASUH ANAK DALAM KELUARGA MILENIAL PADA MASYARAKAT MODERN Mustika Dewi, Tarisa; Fauziah, Meli
Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera Vol 23 No 2 (2025): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jkss.v23i1.66679

Abstract

In this practical era, it is easy for people to access the internet anywhere and anytime. This can be done by parents, especially millennials, to access information about good parenting patterns. However, if internet access is not used wisely, the opposite will happen, and bad things will easily occur in the household, both to children and parents. This study aims to examine the types of parenting styles applied by millennial parents to their children, along with the challenges faced and the perceived impact on child development. This study is a qualitative descriptive study that aims to describe the analysis of parenting styles in millennial families in modern society. The results show that millennial parents apply an authoritative parenting style that is good for children because it balances affection and discipline, but children will easily become dependent on various electronic devices such as gadgets. With the application of this authoritative approach, children will become independent, confident individuals who are able to face future challenges well. Keywords: Parenting Style, Millennial Families, Society, Modern.
HARMONISASI KONSEP PSIKOLOGI ISLAM DAN BARAT: SUATU PERBANDINGAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM Hadiansah, Hadiansah; Fauziah, Meli; Musthafa, Izzuddin; Rohendi, Ateng
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 10 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v10i1.8623

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisa potensi harmonisasi konsep psikologi Islam dan Barat dalam konteks implementasi pendidikan islam. Perubahan dinamis dalam dunia pendidikan menuntut pemahaman yang lebih mendalam terhadap aspek psikologis peserta didik, baik dari perspektif islam maupun Barat. Dalam upaya menggabungkan kedua tradisi tersebut, artikel ini mencari keselarsaan konsep-konsep psikologis, menyoroti perbedaan esensial, serta mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam menciptakan pendekatan yang seimbang. Melalui pendekatan kualitatif, artikel ini membahas bagaimana perbedaan pandangan budaya dan agama dapat mempengaruhi proses harmonisasi. Di samping itu, artikel ini memberikan contoh konkret implementasi metode yang mengintegrasikan elemen-elemen psikologi islam dan Barat dalam pembelajaran. Pentingnya harmonisasi ini untuk mencapai pendidikan yang holistik dan seimbang menjadi sorotan utama, dengan fokus pada pengembangan aspek mental, emosional, dan spiritual siswa. Dengan mendalamnya analisis konsep-konsep psikologi kedua tradisi, artikel ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana integrasi harmonis dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Kesimpulan artikel menggarsisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang memadukan nilai-nilai psikologi Islam dan Barat guna mendukung perkembangan individu secara menyeluruh. Implikasi praktis dari harmonisasi ini diharapkan dapat membentuk dasar bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang relevan dan efektif dalam menghadapi dinamika zaman
Problem-Solving Ability in Learning Islamic Education Philosophy Course through IDEAL Stages Amrullah, Amrullah; Fauziah, Meli; Jamaluddin, Aini Syahira; Bustomi, Ahmad
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 6, No 3 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v6i3.19691

Abstract

Islamic education philosophy course cultivates students’ critical thinking skill when they are able to solve problems in learning well. Due to the complexity of the course, students often face some difficulties. The aim of this study is to describe problem-solving ability in learning Islamic Education Philosophy course through IDEAL stages (Identify, Define, Examine, Act, and Look). This study used a quantitative method with a descriptive approach. The data were analysed descriptively using manual mathematic calculation. The results of this study revealed that the IDEAL stages were effectively used for solving problems encountered in learning Islamic Education Philosophy course. From the skill test, 8 students got a score of 100 on the A scale with a percentage of 22% who were able to answer correctly and completely in each IDEAL stage. Besides, there were also 10 students who got a score of 97 on A scale with a percentage of 28% who almost carried out all stages correctly and completely. In addition, there were 7 students who got a score of 94 on the B scale with a percentage of 18% which means incomplete in several stages and there were 14 students who got a score of 91 on the B scale with a percentage of 40% which was still weak in several IDEAL stages.
Spiritual Resilience: Analisis Faktor Yang Meningkatkan Kesejahteraan Mental Ibu Rumah Tangga di Cirebon Fauziah, Meli; Octavia, Vera
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 3 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i3.3350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat spiritual para ibu rumah tangga dan memverifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap ketahanan spiritual di Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni mix method, kombinasi antara metode kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitiannya yaitu para ibu rumah tangga berjumlah 36 orang dengan kategori miskin di Wilayah Kabupaten Cirebon. Data kualitatif diperoleh melalui in-dept interview, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari penyebaran angket yang disusun dengan mengacu pada Spiritual Transcendence Scale dari Piedmont. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata tingkat spiritualitas para ibu rumah tangga tersebut sebesar 4,52 yang berada pada kategori tingkat spiritualitas yang tinggi. Hasil analisis faktor ketahanan spiritualitas menunjukkan bahwa yakin pada kematian sebanyak 94,4 persen, perasaan tenang dan bahagia setelah melakukan ritual ibadah sebanyak 86,1 persen, keyakinan akan kehadiran Tuhan sebanyak 77,8 persen, yakin bahwa Tuhan selalu ada untuk menolong hambaNya sebanyak 77,8 persen, sisanya faktor lain dapat meningkatkan kesejahteraan mental para Ibu rumah tangga. Tingkat ketahanan spiritual yang tinggi terbukti mampu menjadikan mental seorang ibu rumah tangga sejahtera sehingga ketahanan keluarga terjaga. Temuan penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat dan khusunya para penyedia layanan sosial untuk melakukan pendekatan dari aspek spiritual bagi kesehatan mental seseorang.
Analisis Campur Kode Dalam Lirik Lagu “No Where” (Loco Feat.Feby Putri) Aisah, Siti; Fauziah, Meli
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2363

Abstract

Fenomena Campur Kode pada lirik lagu “No Where” (Loco Feat. Feby Putri) sebagai manifestasi bahasa dalam interaksi sosial dan karya seni di era globalisasi dan digitalisasi. Campur kode, didefinisikan sebagai penggunaan kata, frasa, atau komponen linguistik lainnya dari satu bahasa ke bahasa lain untuk memperluas gaya atau keragaman bahasa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji bagaimana bentuk-bentuk Campur Kode, faktor-faktor penyebab terjadinya Campur Kode, serta fungsi dan maknanya dalam lirik lagu berdasarkan teori Interaksionisme Simbolik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan pendekatan analisis teks (studi sosiolinguistik), data dikumpulkan melalui teknik membaca, mendengarkan, dan mencatat lirik lagu, lalu dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 24 elemen campur kode dalam lirik lagu tersebut, yang terbagi dalam bentuk kata (12 kemunculan), klausa (9 kemunculan), dan frasa (3 kemunculan). Faktor-faktor penyebab utamanya meliputi kebutuhan akan ekspresi artistik yang kuat, dampak globalisasi dalam musik (R&B dan hip-hop), identitas dan gaya artistik musisi, serta motif untuk menjangkau pendengar multibahasa. Dari sudut pandang Interaksionisme Simbolik, Campur Kode berfungsi sebagai simbol sosial yang merepresentasikan identitas artistik Loco (Korea) dan Feby Putri (Indonesia), sekaligus menciptakan makna afektif yang lebih mudah dipahami secara luas oleh audiens internasional (melalui Bahasa Inggris), sehingga lirik lagu menjadi medium interaksi sosial yang kompleks dan penuh makna.
EFL LECTURERS' AND STUDENTS' ACADEMIC WRITING EXPERIENCE AND CHALLENGES IN USING AI WRITING TOOLS: A QUALITATIVE STUDY Fauziah, Meli; Edy, Sarwo; Amrullah, Abdul Karim; Nuraini, Jesi; Apriani, Eka
Linguists : Journal of Linguistics and Language Teaching Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ling.v11i2.9666

Abstract

This study investigates the experiences and challenges of lecturers and students in the English Tadris Study Program of IAIN Curup in using AI writing tools for academic work. Using a qualitative approach with purposive sampling, data were collected from one lecturer and ten students through interviews, supported by a preliminary pilot study confirming the integration of AI in academic writing practices. The findings reveal that AI enhances idea development, organization, syntactic accuracy, vocabulary refinement, and writing confidence, functioning as a cognitive accelerator that streamlines the writing process. However, significant challenges emerge, including shallow idea generation, rigid structures, machine-like language, inaccurate citations, limited access to premium AI features, and insufficient prompt literacy. The discussion highlights deeper pedagogical implications, particularly the shifting paradigm from “writing as creation” to “writing as collaboration,” emphasizing the lecturer’s role as mediator of ethical AI use. Psychological transformations also appear, where efficiency leads to dependency, forming a “comfort paradox” that threatens independent thinking and authorial identity. The study concludes with recommendations for institutional AI guidelines, AI literacy integration, equitable access, and pedagogical redesign to balance automation with originality.
Artificial Intelligence in English as a Foreign Language: Opportunities and Challenges Faced by Islamic Tertiary Institutions Vrika, Renggi; Fauziah, Meli
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.8690

Abstract

Artificial Intelligence (AI) has become a disruptive force in the world of education, especially in the context of learning English as a Foreign Language (EFL). This study aims to identify opportunities and challenges in the use of AI-based tools in EFL learning in Islamic Tertiary Institutions. A descriptive qualitative approach was used by involving 30 students and 10 lecturers from various Islamic Tertiary Institutions in Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic techniques. The results of the study show that AI can give instant feedback and can be an academic writing support in general. However, there are challenges in the form of ethical issues, related to academic integrity and over-reliance on AI, institutional readiness, including data security, and limited digital pedagogical training as well. This study concludes that even AI integration has great potential in creating more inclusive and creative language learning in the digital era, it requires clear ethical guidelines, lecturer capacity building, and institutional policies aligned with Islamic educational values.