Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Bimbingan Teknis Penyusunan Master Plan Penataan Permukiman Desa Mata Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Kadir, Ishak; Ma’ruf, Annas; Tahir, M. Arzal; Hasan, La Ode Amrul; Aulia, Weko Indira Romanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.152 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v3i2.21424

Abstract

Penataan permukiman Desa Mata Wawatu belum berjalan secara maksimal dan terarah karena belum memiliki pola dan arah kebijakan pengembangan wilayah secara berkelanjutan. Permasalahan umum yang dihadapi masyarakat antara lain: [1] potensi Sumber Daya Alam belum tertata dengan baik karena belum memiliki arah kebijakan pembangunan yang jelas, [2] pengetahuan masyarakat dalam penataan lingkungan permukiman masih kurang. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu: [1] model Participatory Rural Appraisal yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kegiatan, [2] model Participatoty Tecnology Development yang memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai standar berbasis pada ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, [3] model Community Development yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, dan [4] Edukatif. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengabdian ini adalah tahap persiapan, tahap pembekalan, dan pelaksanaan. Hasil kegiatan program kemitraan masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat Desa Mata Wawatu mengalami peningkatan setelah mengikuti bimbingan teknis. Masyarakat telah mampu mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa serta analisisnya secara partisipatif.
Bimbingan Teknis Penyusunan Master Plan Penataan Permukiman Desa Mata Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Kadir, Ishak; Ma’ruf, Annas; Tahir, M. Arzal; Hasan, La Ode Amrul; Aulia, Weko Indira Romanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.152 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v3i2.21425

Abstract

Penataan permukiman Desa Mata Wawatu belum berjalan secara maksimal dan terarah karena belum memiliki pola dan arah kebijakan pengembangan wilayah secara berkelanjutan. Permasalahan umum yang dihadapi masyarakat antara lain: [1] potensi Sumber Daya Alam belum tertata dengan baik karena belum memiliki arah kebijakan pembangunan yang jelas, [2] pengetahuan masyarakat dalam penataan lingkungan permukiman masih kurang. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu: [1] model Participatory Rural Appraisal yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kegiatan, [2] model Participatoty Tecnology Development yang memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai standar berbasis pada ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, [3] model Community Development yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, dan [4] Edukatif. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengabdian ini adalah tahap persiapan, tahap pembekalan, dan pelaksanaan. Hasil kegiatan program kemitraan masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan warga masyarakat Desa Mata Wawatu mengalami peningkatan setelah mengikuti bimbingan teknis. Masyarakat telah mampu mengidentifikasi potensi dan permasalahan desa serta analisisnya secara partisipatif.
Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Kawasan Pulau Labengki Desa Labengki Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara Ma’ruf, Annas; Kadir, Ishak; Tahir, M. Arzal; Umar, Muhammad Zakaria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.995 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v1i1.10084

Abstract

Bagi masyarakat Labengki, tercemarnya laut oleh sampah plastik tentunya akan sangat berdampak tidak hanya terhadap sektor pariwisata namun juga secara langsung dapat berdampak pada pendapatan masyarakat yang pada umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan dengan lingkup pemasaran hasil tangkap ke pemasaran lokal bahkan pemasaran skala internasional. Kondisi di mana keanekaragaman hayati Labengki yang harus berhadapan dengan pencemaran sampah plastik tentunya merupakan hal memprihatinkan yang memerlukan penanganan secepatnya dan sebaik-baiknya. Pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kelembagaan masyarakat tentang pengelolaan sampah khususnya sampah plastik. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengabdian ini adalah tahap persiapan, rekruitmen peserta, tahap pembekalan, dan pelaksanaan. Tahap pelaksanaan terdiri dari tahap pratest, pelatihan penguatan, dan tahap postest. Dari hasil postest diperoleh bahwa persentase pengetahuan bahwa sampah platik membutuhkan ratusan tahun untuk diuraikan oleh alam sekitar 88,2%. Pemahaman dan kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam memisahkan sampah plastik dan ikut dalam program donasi sampah sekitar 94,1%. Pengabdian ini disimpulkan bahwa pengetahuan kelembagaan masyarakat Labengki mengenai pengelolaan sampah khususnya sampah plastik meningkat setelah dilakukan bimbingan teknis.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA DESAIN PERPUSTAKAAN KAMPUS UNIVERSITAS HALU OLEO DI KENDARI Afandi, Muhammad; Nurjannah, Irma; Tahir, Muhammad Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan perpustakaan UHO dilatarbelakangi oleh kebutuhan dan fungsi perpustakaan sebagai prasaranapendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsasehingga keberadaan perpustakaan sangatlah penting dan berdampak besar pada peradaban umat manusia khususnya dibidang pendidikan. Seiring waktu, eksistensi perpustakaan UHO cenderung kurang diminati dan tidak sesuai dengankarakteristik pengguna mayoritas yaitu kaum milineal yang menyukai hal- hal baru, ekspresif, menarik dan berfikiranterbuka. Oleh karena itu senada dengan tema yang diinginkan, maka penulis mengambil pendekatan arsitektur metafora.Penelitian ini ditunjukkan untuk; Pertama, mengolah tapak yang tepat pada perpustakaan UHO dengan pendekatanarsitektur Metafora; Kedua, mengolah kebutuhan ruang yang sama pada perpustakaan UHO; Ketiga, menerapkan prinsipprinsiparsitektur metafora pada perpustakaan UHO. Penelitian ini menggunakan metode grounded theory, sumber dataterdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data terdiri dari teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil desain penelitian ini disimpulkan sebagai berikut; Pertama, gedung perpustakaan UHO menerapkanprinsip- prinsip pemusatan tempat sehingga aksebilitas mudah; Kedua, dalam pengolahan kebutuhan ruang menerapkanprinsip function follow forms yaitu kebutuhan ruang mengikuti bentuk bangunan; Ketiga, esensi arsitektur Metafora danesensi perpustakaan disinergikan sehingga menghasilkan perancangan yang diterapkan pada bentuk dan tampilanbangunan.Kata Kunci : Perpustakaan, Universitas, Arsitektur Metafora, Kendari.ABSTRACTUHO's library planning is motivated by the needs and functions of libraries as infrastructure for education, research,preservation, information, and recreation to increase the intelligence and empowerment of the nation so that the existenceof libraries is very important and has a major impact on human civilization, especially in the field of education. Over time,the existence of UHO libraries tends to be less desirable and does not match the characteristics of the majority users,namely millennials who like new things, are expressive, interesting and open-minded. Therefore, in line with the desiredtheme, the author takes a metaphorical architectural approach. This research is shown to; First, cultivate the rightfootprint in the UHO library with a Metaphor architecture approach; Second, processing the same space requirements inthe UHO library; Third, apply the principles of deconstruction architecture to the UHO library. This research usesgrounded theory method, the data source consists of primary and secondary data. Data collection techniques consist ofobservation, interview, and documentation techniques. Based on the results of this research design, it is concluded asfollows; First, the UHO library building applies the principles of centralization so that accessibility is easy; Second, inprocessing space requirements, the principle of function follow forms is applied, namely the space requirements follow theshape of the building; Third, the essence of Metaphor architecture and the essence of the library are synergized to producedesigns that are applied to the shape of the building.Keywords : Libraries, Universities, Architecture of Metaphor, Kendari
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA KANTOR DPRD KABUPATEN BUTON TENGAH Karim, Abdul Jabal; Santi, Santi; Tahir, M. Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Buton Tengah merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Buton yang dimekarkan pada pertengahan tahun2014. Sebagai daerah otonom baru, pembangunan kantor adalah salah satu prioritas pemerintah, salah satunya adalahkantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang merupakan wadah sebagai penyalur aspirasi masyarakat Kabupaten ButonTengah. Olehnya itu, perlu adanya kantor DPRD yang dapat memenuhi standar dan aturan pemerintah, serta dapatmenampilkan kembali nilai-nilai kebudayaan dalam bentuk rancangan arsitektur yang tampil modern. Rancangan dilakukandengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur.Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain dan maket. Hasil daripenelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaan berada di kecamatan Lakudo desa Matawine, dalam kawasanperkantoran. Dengan penerapan konsep arsitektur Neo-Vernakular, yang menampilkan arsitektur tradisional lokal dengantampilan yang modern. Berdasarkan penerapannya, aspek dari arsitektur Neo-Vernakular yang diterapkan pada kantor iniadalah aspek fisik, yaitu bentuk, ornamen dan material.Kata Kunci: Kantor DPRD, Neo-Vernakular, Kabupaten Buton TengahABSTRACTCentral Buton Regency is the result of the division of Buton Regency which was divided in mid 2014. As a newautonomous region, office development is one of the government's priorities, one of which is the Regional House ofRepresentatives office which is a forum for channeling the aspirations of the people of Central Buton Regency. Therefore, itis necessary to have a DPRD office that can meet government standards and regulations, and can re-present culturalvalues in the form of architectural designs that appear modern. The design was carried out using field data collectionmethods through unstructured interviews and literature studies as well as literature studies. Then proceed with dataanalysis that produces design concepts, designs and mockups. The results of the study concluded that the planning locationis in the Lakudo sub-district, Matawine village, in the office area. With the application of the Neo-Vernacular architecturalconcept, which displays local traditional architecture with a modern look. Based on its application, the aspects ofNeoarchitecture Vernacular that are applied to this office are physical aspects, that is form, ornament and material.Keywords: DPRD Office, Neo-Vernacular, Central Buton Regency
STUDI KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN HUNIAN BUGIS (TIMPALAJA) TRADISIONAL KOTA MAKASSAR (TINJAUAN KENYAMANAN RUANG LUAR BANGUNAN) Muhammad Husni Kotta; Ainussalbi Al Ikhsan; Muhammad Arzal Tahir; Sitti Rosydah
Jurnal Malige Arsitektur Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeberadaan suatu hunian sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor kenyamanan termal pada bangunan huniantradisional Bugis (Timpalaja), menggunakan metode pendekatan kuantitatif atau studi pendekatan pengukuranlapangan. Variabel Kenyamanan termal berdasarkan kenyamaman termal melalui pengukuran temperatur,kelembaban, kecepatan angin, dan radiasi sinar matahari , penentuan kasus penelitian ini melalui penelitianberdasarkan kriteria material atap timpalaja dan kondisi lingkungan di ruang luar bangunan, terutama tumbuhanatau pepohonan (Vegetasi). Data pengukuran digunakan dengan menggunakan alat ukur antara lain: Thermo-Hygrometer, Altimeter, Anenometer, dan radiasi cahaya matahari (suns radiation).Sedangkan pengamatankemampuan pengendalianradiasi sinar matahari dipengaruhi oleh kerapatan dan ketebalan tajukpepohonan.Tujuan dari Penelitian untuk mendapatklan kenyamanan termal bangunan hunian dan lingkunganluar bangunan (Out door thermal). Hasil perekaman dan pengukuran di analisis secara kuantitatif denganmenggunakan standar ASHRAE kenyamanan termal penelitian terdahulu. Hasil penelitian di dinding sisiBangunan Tradisional menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara timpa laja atap bambu dengantimpa laja atap seng, membuktikan pada pagi hari timpa laja atap bambu lebih rendah temperaturnya (0 C) sekitar25,5 0 C, dan siang hari timpalaja atap seng tertinggi 26,5 0 C, Sedangkan di Bangunan tradisional, siang haritimpa laja atap bambu mencapai suhu terendah 30,5 0 C, dan suhu tertinggi timpa laja atap seng, suhu tertinggisekitar 35 0C, namun kelembaban (RH) timpa laja atap bambu tertinggi sekitar 75% dari pada atap timpalajaatap seng terendah 68%, Hasil uji regresi untuk mengetahui variable X1 (faktor pepohonan / tumbuhan) yangberpengaruh terhadap variabel Y1(atap bambu),dan Y2 (atap seng) yaitu suhu udara/ temperatur ( faktor MaterialAtap ) menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan taraf kesalahan 5% ( p < 0,05 ), ternyata suhu udara/temperatur ( material atap ) dan dipengaruhi oleh lingkungan manusia dan pakaian sebesar 50,70 %, sedangkan49,30% dipengaruhi oleh faktor kenyamanan ruang luar (pepohonan / tumbuhan).Kata Kunci : Bangunan tradisional, Bugis, Kenyamanan Termal, Ruang Luar, TimpalajaABSTRACKThe are with property as very effects in factor-factor thermal comport as Bugis Tradisional so haves toapproach kuantitatif methode as nears measurement feasibility out door. Variable thermal comfort as basicthermal comfort, the are measurement Temperature, Humidity,Wind Velocity and suns radiation, The issuesresearch this is measures as basic material sfecification roof timpalaja and environment condition outdoor building, the sfecification of vegetation. The measure of references as have in parameter ad:. Thermo-Hygrometer, Altimeter, Anenometer, and Suns Radiation. Besaids ability measuredradiation as controllingas very-very at nearest and asolid vegetation and thicknes canopy vegetation. The purpose as with to hadscomfort thermal building property and out door building environment out door thermal. The fhinish at recordand measures in analysis be of kuantitatif with had to used standart ASHRAE research termal comfortpradesign. The fhinish research in behind Building Traditional about, and justick the are not all significant atbetween as roof timpalaja bamboo and roof timpalaja zinc, the realisation in day morning at lowtemperature 25,5 0 C, and at day siang the usead roof timpa laja zinc at highs temperature 26,50C, Besaids atday siang in area , uses Building Traditional Timpalaja roof bamboo at low temperature 30,50 C, andtemperature at hights as roof timpalaja zinc at hights temperature 35 0C, and justick the Humidity (RH)timpa laja roof bamboo, tempetatur 78%, besides the Humidity (RH)used timpa laja roof timpalaja zinc, withas lows temperature68%.The testing finaly fhinish as regretionif to realize variable X1 ( vegetation factor) theeffects with variable Y1 (temperature ) are just significant different across signed 5 % ( p < 0,05 ), The justickas effects vegetation factor 50,70%, and besides 49,30 % as effect comport thermal out door.Keyword : Building Tradisional, Bugis, Comfort Thermal, Out Door, Timpalaja
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN DI KAWASAN PERKOTAAN (Studi Kasus: Ketersediaan dan Kebutuhan Sarana Pendidikan Di Kota Kendari) M Arzal Tahir; Nahdatunnisa Nahdatunnisa
Jurnal Malige Arsitektur Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang cukup pesat pada gilirannya meningkatkan permintaan akan prasarana dan sarana penunjang untuk mendukung fungsi permukiman agar aktivitas masyarakatnya berjalan sebagaimana mestiya. Salah satu sarana penunjang yang penting untuk dipenuhi ketersediaanya adalah sarana pendidikan yang memiliki fungsi yang cukup penting dalam menunjang pengembangan kualitas sumber daya manusia sehingga harus disediakan untuk semua daerah permukiman. Secara umum, penyediaan sarana permukiman masih dilakukan berdasarkan ukuran populasi dan ketersediaan ruang, sehingga untuk pengembangan sarana baru menggunakan skala dan analisis kapasitas layanan pada sarana terkait. Penelitian ini dilakukan berdasarkan karakteristik layanan sarana pendidikan formal terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang ada di Kota Kendari. Sehubungan dengan laju pertambahan penduduk yang cukup tinggi sekitar 2,94 % pertahun yang dampaknya pada pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah sebaran sarana pendidikan di Kota Kendari dan menganalisis kebutuhan sarana pendidikan di Kota Kendari hingga tahun 2030. Sehingga diharapkan dapat menjadi arahan kebijakan pendistribusian sarana pendidikan dasar dan menengah (TK, SD, SLTP dan SLTA) yang merata dan menjangkau seluruh wilayah yang ada di Kota Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis proyeksi dengan menggunakan metode aritmatik.  Juga dilakukan simak data untuk evaluasi terhadap penyediaan sarana eksisting dan dilakukan analisis terhadap kecukupan sarana pendidikan berdasarkan standar pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan dan jumlah penduduk pendukung. Hasil penelitian memberikan gambaran eksisting sebaran sarana pendidikan jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas pada seluruh wilayah yang ada di Kota Kendari serta proyeksi kebutuhan sarana pendidikan hingga tahun 2030.
KONSEP EKSISTENSI RUANG BUDAYA PERMUKIMAN PESISIR SULAA DI KOTA BAUBAU Ishak Kadir; M. Arzal Tahir
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.381 KB)

Abstract

ABSTRAKMasyarakat pesisir Sulaa umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan merupakan mata pencaharian utama sejak perkampungan Topa dihuni untuk pertama kalinya. Sulaa juga dikenal sebagai kampung tenunan kain tradisional khas Buton sebagai kegiatan ekonomi yang berbasis budaya. Kehidupan budaya dan spiritual begitu kental dalam kehidupan masyarakatnya, terutama kegiatan yang berhubungan dengan tradisi masyarakat Buton. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan eksistensi ruang budaya dan spiritual masyarakat dalam permukiman pesisir Sulaa sebagai bagian dari entitas dan realitas ruang sosial budaya masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan analisis induktif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep eksistensi ruang budaya dan spiritual di Permukiman Pesisir Sulaa terbangun berdasarkan [i] pemahaman masyarakat bahwa ruang mempunyai nilai keberkahan yang dapat memberikan ketentraman hati, rezeki, kekuatan serta perlindungan bagi kehidupan mereka, [ii] fungsi penting ruang untuk aktivitas spiritual yang memberi kemanfaatan bagi keberlangsungan hidup masyarakat, yaitu keberkahan rezeki yang melimpah, keselamatan dan perlindungan bagi permukiman mereka. Kesadaran budaya dan spiritual menjadi referensi tata ruang dan tata kesadaran masyarakat yang memiliki pola fungsional dan transendental.Kata kunci: eksistensi ruang, budaya, Sulaa
PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN SEKITAR PASAR SENTRAL KOTA BULUKUMBA Nahdatunnisa Nahdatunnisa; M. Arzal Tahir
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.277 KB)

Abstract

Wilayah Kawasan Sekitar Pasar Sentral Kota Bulukumba merupakan bagian kawasan strategis yang telah tumbuh dan berkembang dengan pesat dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya. Meningkatnya jumlah penduduk yang datang untuk bermukim di kawasan tersebut pada gilirannya membutuhkan sarana dan prasarana fisik untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Perkembangan aktifitas pembangunan fisik yang terjadi di kawasan tersebut diikuti dengan adanya tuntutan akan  lahan guna  menampung aktivitas  masyarakat, seperti kebutuhan lahan untuk permukiman, perdagangan dan jasa, transportasi serta fasilitas permukiman lainnya. Sehingga dengan demikian sebagian besar lahan-lahan yang ada di kawasan tersebut yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai areal persawahan telah berubah fungsi menjadi lahan untuk areal terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan pemanfaatan lahan di Kawasan Sekitar Pasar Sentral Kota Bulukumba serta faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan pemanfaatan lahan tersebut. Penelitian dilakukan berdasarkan metode analisis deskriptif kualitatif dan overlay peta sesuai dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa di kawasan sekitar Pasar Sentral Kota Bulukumba telah mengalami pergeseran fungsi lahan yang ditandai dengan perkembangan pembangunan fisik  di sekitar kawasan tersebut, seperti perumahan, pertokoan serta fasilitas lainnya di areal lahan yang sebelumnya merupakan areal persawahan. Pergeseran fungsi ini didorong oleh adanya faktor pertumbuhan penduduk akibat migrasi, sosial ekonomi dan budaya, aspek fisik/keruangan serta adanya kebijakan pemerintah setempat yang mengarahkan perkembangan kota di kawasan tersebut. Kata kunci: Perubahan Pemanfaatan Lahan, Permukiman, Kawasan, Pasar Sentral, Kota
IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN PADA PERUMAHAN SEDERHANA DI PERKOTAAN (Studi Kasus: Perumahan Perumnas Poasia Kota Kendari) M. Arzal Tahir
Jurnal Malige Arsitektur Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurnal Malige Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.55 KB)

Abstract

ABSTRAKKondisi ketersedian sarana dan prasarana pada suatu lingkungan perumahan sederhana di perkotaan secara umum masih dianggap kurang layak. Perumahan Perumnas Poasia merupakan salah satu perumahan sederhana yang cukup padat yang ada di Kota Kendari namun belum didukung dengan sarana prasarana lingkungan yang baik. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk melihat kondisi ketersediaan sarana dan prasarana yang ada di lingkungan perumahan tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi ketersediaan dan persebaran sarana prasarana lingkungan permukiman. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kondisi ketersediaan sarana dan prasarana berdasarkan ketentuan standar perencanaan lingkungan perumahan perkotaan di Perumahan Perumnas Poasia Kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif dan komparatif serta pemetaan spasial. Metode deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi ketersediaan dan kondisi eksisting sarana dan prasarana Perumnas Poasia, sedangkan metode deskriptif komparatif digunakan untuk membandingkan kondisi eksisting sarana prasarana perumahan dengan SNI 03-1733-2004 berdasarkan hasil observasi dan pemetaan spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kondisi ketersediaan dan persebaran dari setiap sarana prasarana lingkungan yang ada di perumahan Perumnas Poasia Kota Kendari.Kata kunci: Permukiman, Perumahan Sederhana, Sarana dan Prasarana, Standar Nasional Indonesia (SNI)