Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisa Strategi Pengembangan Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Widodo, Trenggono Tri; Alamsyah, Nanang
JURNAL INDUSTRI KREATIF (JIK) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Industri Kreatif (JIK)
Publisher : STT Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.191 KB) | DOI: 10.36352/jik.v2i2.123

Abstract

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan lembaga kemahasiswaan yang menjalankan organisasi layaknya sebuah pemerintahan. Oleh sebab itu, perlu adanya strategi? pengembangan organisasi sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui strataegi apa yang tepat untuk strategi pengembangan organisasi BEM. Guna mengatasi permasalah di atas maka perlu diadakan analisa pengembangan yang bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan organisasi,? metode yang digunakan? ialah AHP, matrik IE dan SWOT. Hasil dari analisa data dengan menggunakan metode diatas adalah sebagai berikut:1)Menggandeng manajemen dalam pengembangan organisasi dan pelatihan pelatihan untuk peningkatan kualitas sumber daya mahasiswa 2)Kemampuan berorganisasi terus ditingkatkan untuk menjalin kerja sama dengan Lembaga lain. 3)Membangun link di antara mahasiswa pekerja untuk memperkuat donatur BEM 4)Promosi dan publikasi melalui media terus ditingkatkan 5)Memperbaiki penganggaran kegitan dengan cara memilih dan memilah kegiatan kegitan utama serta meminimalisir opersional yang kurang mendukung. 6)Bendahara dibekali ketarampilan kewira usahaan yang bisa menunjang kegiatan lainnya, sehingga anggaran bisa bertambah 7)Mengelola kegiatan yang menghasilkan dana untuk meningkatkan dana kas 8)Perkuat pengabdian kepada masyarakat dengan melalukan penyuluhan penyuluhan serta gotong royong 9)Tingkat kan kepedulian pada aspek lingkungan dengan bekerja sama dengan elemen elemen yang bersangkutan, 10)Berinovasi dalam merancang kegiatan 11)Ciptakan sebuah kepercayaan baru kepada donatur dengan memberikan penawaran yang menarik untuk dia mempromosikan bentuk profilnya serta berikan kesempatan untuk donatur hadir di kegiatan, 12)Kegiatan dikemas sekreatif mungkin tanpa harus meninggalkan budaya lokal yang menjadi ciri khas.
Analisa Kelayakan Usaha Bebek Petelur di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto Tri Widodo, Trenggono; Alamsyah, Nanang; Andrian, Willy
JURNAL INDUSTRI KREATIF (JIK) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Industri Kreatif (JIK)
Publisher : STT Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jik.v3i2.217

Abstract

Untuk mendirikan usaha bebek petelur di kecamatan Silungkang kota Sawahlunto diperlukan biaya investasi yang besar, disamping itu usaha bebek petelur memiliki resiko yang cukup tinggi. Guna mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan suatu analisa kelayakan usaha bebek petelur yang bertujuan untuk menentukan layak atau tidaknya usaha tersebut didirikan. Metode yang di gunakan untuk aspek finansial yaitu metode Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Average Rate of Return (ARR), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), Break Event Point (BEP). Adapun untuk untuk aspek non financial (aspek hukum,aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek ekonomi sosial dan aspek AMDAL) penilaian yang digunakan adalah skala likert. ?Suatu usaha dinyatakan layak secara finansial jika PP < umur investasi, NPV >0, PI>1, ARR > biaya investasi, IRR> bunga deposito, BEP < Jumlah produksi/harga jual. Kemudian dari aspek non financial usaha dinyatakan layak jika variabel yang diteliti memperoleh nilai skala likert minimal 3 (cukup). Dari pengolahan data didapat hasil? PP = 1 tahun 3 bulan < umur investasi (2 tahun 3 bulan), NPV = RP 68,002,440 > 0, PI = 2,2 > 1, IRR = 81 % > bunga deposito, ARR =? 2,27 dari modal, BEP = lebih kecil dari jumlah produk/harga jual . Kemudian untuk aspek non finansial nilai dari masing-masing variable memperoleh nilai 3 ke atas. Sehingga dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa usaha bebek petelur di kecamatan Silungkang kota Sawahlunto layak untuk didirikan.
Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja Dan Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di PT Telkom Indonesia Cabang Batam Tri Widodo, Trenggono; Alamsyah, Nanang; Utomo, Chandyka Bagus
JURNAL INDUSTRI KREATIF (JIK) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Industri Kreatif (JIK)
Publisher : STT Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.024 KB) | DOI: 10.36352/jik.v2i1.77

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, disiplin kerja dan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini mencakup PT. Telkom Indonesia cabang Kota Batam. Penelitian ini menggunakan data kualitatif yang berasal dari data primer yang telah dikumpulkan. Populasi dalam penelitian ini adalah pihak atasan dan karyawan yang terlibat dalam proses pekerjaan di Telkom Indonesia Kota Batam yang jumlahnya sebanyak 113 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 88 responden setelah menggunakan rumus slovin (2007) dengan teknik random sampling. Dari hasil nilai koefisien menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen (gaya kepemimpinan, disiplin kerja dan pelatihan kerja) adalah 61,9 % yang ditunjukkan oleh nilai R-Square, sisanya 38,1 % dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan, disiplin kerja dan pelatihan kerja secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji test simultan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan, disiplin kerja dan pelatihan kerja secara bersama-sama atau simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada ?PT. Telkom Indonesia cabang Kota Batam.
Pengukuran Kinerja Menggunakan Konsep Balanced Scorecard Pratiwi Hendro Wahyudiono; Nanang Alamsyah; Ansyar Bora
International Journal of Education, Science, Technology, and Engineering Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Lamintang Education and Training Centre, in collaboration with the International Association of Educators, Scientists, Technologists, and Engineers (IA-ESTE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36079/lamintang.ijeste-0201.14

Abstract

Dalam rangka mencapai peningkatan pemasaran dan pendapatan di PT BCV, perusahaan harus melakukan perbaikan dengan melakukan pengukuran kinerja. Model CIPP digunakan untuk menyelesaikan studi ini dengan studi Input dalam bentuk pernyataan perusahaan, strategi perusahaan dan target dan realisasi masing-masing KPI. Penentuan KPI penulis menggunakan metode wawancara kepada setiap kepala bidang dan manager bertugas menentukan KPI yang akan dilakukan pembobotan dengan menggunakan konsep pendukung keputusan yaitu AHP. Perhitungan kinerja KPI dilakukan dengan membandingkan target dan realisasi. Dari 32 strategi yang berikan setiap kepala bidang, hanya 15 yang dipilih oleh manager sebagai KPI. Hasil pembobotan setiap perspektif yaitu pada perspektif pelanggan sebesar 0,5476, perspektif Pembelajaran & Pertumbuhan sebesar 0,2559, perspektif Proses Bisnis Internal sebesar 0,1448 dan perspektif keuangan sebesar 0,0517. Hasil perhitungan skor KPI secara keseluruhan sebesar 0,0517 dan dalam lalu lintas masuk ke dalam katagori warna merah yang berarti kinerja perusahaan TV kabel berada diposisi yang sangat rendah. Saran yang diberikan untuk dilakukan evaluasi yaitu Perspektif Pelanggan dan Perspektif Proses Bisnis Internal. Performance Measurement Using Balanced Scorecard Concept Abstract: In order to achieve increased marketing and revenue in PT BCV, the company must make improvements by measuring the performance. The CIPP model is used to complete this study with Input study in the form of company statement, corporate strategy and target and realization of each KPI. Determination of KPI authors use the interview method to each head of the field and manager in charge of determining the KPI which will be weighted by using the decision support concept that is Analitycal Hierarchy Process (AHP). KPI performance calculation is done by comparing the targets and realization. Of the 32 strategies that give each head of the field, only 15 are selected by the manager as KPI. The weighting result of each perspective is on the customer perspective of 0.5476, Learning & Growth of 0.2559, Internal Business Process of 0.1448 and financial of 0.0517. The calculation results of overall KPI score of 0.5017 in the traffic light into the category of red color which means the performance of cable TV companies are positioned very low. Suggestions given for evaluation are Customer Perspective and Internal Business Process Perspective. Keywords: Balanced Scorecard, Key Performance Indicator, Analitycal Hierarchy Process.
PELATIHAN PEMBUATAN BLACK GARLIC SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL PEMELIHARA KESEHATAN BAGI KELOMPOK PENGAJIAN AL IHSAN, PEDURENAN, TANGERANG Muhamad Alif Razi; Nanang Alamsyah; Fajri Ashfi Rayhan
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2022): Batara Wisnu | Januari - April 2022
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.761 KB) | DOI: 10.53363/bw.v2i1.59

Abstract

Covid-19 pandemic has made a negative impact on the health status of many people in Indonesia. While vaccination is a great tool for decreasing the infection rate and increasing the survival rate, consuming functional foods and vitamins is also beneficial for increasing the body immunity and maintaining a good health. Black garlic is one of the functional foods derived from garlic. Black garlic has many beneficial health effects such as reducing blood pressure and cholesterol, thereby reducing the risk of getting heart disease and stroke. In addition, Black garlic has a good antioxidant compound which can increase the body immunity and reduce oxidative stress. In order to disseminate the health benefits of black garlic, we conduct training on making black garlic to Al Ihsan religious group in Pedurenan, Tangerang City.
PENETAPAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK KOKO KRUNCH DI KOTA BATAM Albertus Laurensius Setyabudhi; Nanang Alamsyah; Yayan Nur Cahyo
Engineering and Technology International Journal Vol 1 No 01 (2019): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.978 KB)

Abstract

Tidak tercapainya target penjualan Produk Nestle Koko Krunch akan mempengaruhi kinerja dan peforma dari PT BIS sebagai distributor tunggal, Beberapa faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya target penjualan adalah Kurangnya Strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan volume penjualan Produk Nestle Koko Krunch. Guna mengatasi permsalahan diatas maka perlu dilakukan suatu Analisa Strategi Pemasaran Produk Nestle Koko Krunch dengan Pendekatan SWOT-AHP (Analytic Herarchy Process) yaitu untuk mencari strategi alternatif yang paling tepat. Berdasarkan analisis internal dan eksternal perusahaan, faktor kunci internal yang merupakan kekuatan utama bagi PT. Bintang Intan Sarana yaitu Fasilitas,Peralatan,Armada dan Kantor dalam Kondisi Baik ( skor : 0.65). Sedangkan kelemahan utama perusahaan yaitu Reward Penjualan dan Mekanisme Kontrol, hal ini disebabkan mekanisme kontrol terhadap reward penjualan belum berjalan dengan efektif. Dari matriks IFE diperoleh total skor rata-rata sebesar 3.07 yang menunjukan perusahaan berada pada kondisi yang kuat. Faktor kunci eksternal yang merupakan peluang utama bagi PT. Bintang Intan Sarana yaitu produk koko krunch memiliki kesempatan untuk berinovasi (skor 0.44) karena citra merk yang baik selama ini di mata konsumen sehingga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memaksimalkan penjualan produk nestle koko krunch. Sedangkan ancaman utama bagi perusahaan yaitu munculnya pesaing (skor : 0.26). Hal ini disebabkan karena batam adalah kota industri dengan mayoritas masyarakatnya pekerja sehingga tuntutan masyarakat terhadap semua kebutuhan yang cepat dan cenderung instan sudah menjadi gaya hidup, Makanan cepat saji adalah salah satu yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat modern saat ini sehingga banyak produk sejenis yang bermunculan.
Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Perhiasan Pada Toko Emas Mutiara Bogor Liexal Fidlie Oey; Nanang Alamsyah
Jurnal Mirai Management Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v7i3.3130

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi analisis kondisi internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman), serta penentuan strategi pemasaran yang tepat pada salah satu toko emas di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Objek pada penelitian adalah Toko Emas Mutiara Bogor. Selanjutnya, mengusulkan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan perhiasan yang dapat diterapkan oleh perusahaan. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif yang dilakukan melalui wawancara dengan pemilik toko. Penelitian dilakukan dengan menganalisis kondisi eksternal dan internal toko yang dinilai dengan menggunakan matriks EFE dan matriks IFE. Selanjutnya, menggunakan analisis matriks SWOT, matriks IE, dan matriks Space untuk perencanaan atau perumuskan strategi. Hasil penelitian menunjukkan melalui tahap matriks EFE, IFE, IE, SWOT, dan Space didapatkan nilai dari matriks IFE=2,66 dan nilai matriks EFE=2,11 yang mengartikan bahwa toko berada di sel V, berarti kedua matriks berada di atas rata-rata sehingga toko memiliki kekuatan internal dan merespon peluang dengan baik. Dengan demikian, strategi pemasaran yang tepat untuk Toko Emas Mutiara Bogor adalah penetrasi pasar dan pengembangan pasar dalam meningkatkan penjualan perhiasan. Keywords: Strategi Pemasaran, Analisis SWOT
IMPLEMENTATION OF ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS & BEST WORST METHOD IN SUPPLIER SELECTION Nanang Alamsyah; Mohammad Rachman Waluyo; Muthia Zenzy Ariani
ZERO: Jurnal Sains, Matematika dan Terapan Vol 6, No 2 (2022): Zero: Jurnal Sains Matematika dan Terapan
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/zero.v6i2.14889

Abstract

The incompatibility of the quality of the goods sent and the delay in delivery resulted in the company suffering losses and creating an unfavourable image in the company consumer's eyes. Both factors can be caused by error in the supplier selection process of raw material. The purpose of this research is to select the best supplier in the procurement process at the largest paper-producing company in Indonesia, which begins with determining the criteria that influence the selection of suppliers. The Analytical Hierarchy Process and the Best Worst Method were used in this study. Based on 4 personnel in the procurement department, 8 criteria were found for selecting suppliers with 3 alternative suppliers. The selected criteria are: Certificate Quality, Defect Rate, Offer Price, Discounts, Delivery Time, Order Fulfilment, Power Respond, and Work History. The offer price is the most important variable with a weight of 29.3%. Supplier A was selected with a score of 66.78%, while Supplier C became the second alternative priority and Supplier B became the third alternative priority.
PENDAMPINGAN PERANCANGAN SISTEM EVALUASI KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU CITRA SAHABAT Nanang Alamsyah; Fajri Ashfi Rayhan; Yulizar Widiatama
Jurnal Pengabdian Ibnu Sina Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.682 KB) | DOI: 10.36352/j-pis.v2i1.488

Abstract

Realisasi visi, misi, tujuan dan sasaran (corporate statement) sebuah institusi pendidikan bergantung kepada seluruh stakeholder. Guru sebagai salah satu stakeholder, memiliki andil besar dalam merealisasikan corporate statement tersebut. Untuk mengoptimalkan capaian corporate statement institusi, maka rencana beban kerja dan pengukuran kinerja guru harus selaras dengan corporate statement institusi pendidikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk membantu merancang sistem evaluasi kinerja guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu Citra Sahabat dalam bentuk pendampingan. Metode yang digunakan mengadopsi kerangka kerja ADDIE (Analyze-Design-Develop-Implementation-Evaluation). Respon Tenaga Kependidikan dan pimpinan sekolah setelah pelaksanaan kegiatan ini sangat positif. Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan pendampingan ini dan berharap semoga selanjutnya akan ada program-program lanjutan peningkatan kualitas SDM melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
Analisis Penerapan Product-Service System (PSS) dalam Mengembangkan Pabrik Tahu XYZ Nanang Alamsyah; Irma Rahmawati
ISOQUANT : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 7, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/iso.v7i2.2083

Abstract

Ditengah arus globalisasi, persaingan semakin ketat terjadi di berbagai industri. Tak terkecuali industri makanan seperti industri pabrik tahu yang merupakan jenis usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pada umumnya, UMKM masih mengusung konsep bisnis tradisional yaitu hanya menjual barang/jasa saja tanpa berkelanjutan. Namun, dengan kemajuan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, model bisnis tradisional perlu beradaptasi, misalnya pabrik tahu yang menggunakan konsep PSS. Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Tahu XYZ yang beralamatkan di Jakarta Timur, DKI Jakarta. Dengan lama penelitian yaitu, kurun waktu tujuh hari. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis data primer yang merujuk pada pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang terjadi. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa dari sembilan kuadran Product-Service System (PSS) hanya tiga kuadran yang layak untuk diterapkan pada Pabrik Tahu XYZ, yaitu Product Lease, Product Renting/sharing, dan Product Pooling. Hal ini memiliki relevansi dengan permasalahan yang dihadapi oleh Pabrik Tahu XYZ, dimana pemanfaatan fasilitas yang kurang optimal berdampak pada kenaikan biaya operasional yang tidak proporsional.Kata Kunci: Sistem Produk Jasa ; Pabrik Tahu