Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan Aktvitas dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Talking Stick Dengan Berbantuan Media Audio visual di Kelas IV SDN 101/II Muara Bungo Sazia, Ayu; Subhanadri, Subhanadri; Abdulah, Abdulah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.156

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini berangkat dari permasalahan rendahnya aktivitas dan capaian hasil belajar yang ditunjukkan oleh siswa kelas IV SDN 101/II Muara Bungo pada proses pembelajaran IPAS. Permasalahan yang ditemukan meliputi kurangnya partisipasi siswa saat diminta bertanya atau mengemukakan pendapat, siswa kurang memperhatikan pembelajaran, dan hasil belajar yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model pembelajaran Talking Stick yang didukung oleh media pembelajaran audio visual. Metode yang digunakan berupa penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Masing-masing siklus mencakup empat tahapan utama, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi untuk mengevaluasi hasil. Subjek penelitian ini merupakan 31 siswa kelas IV SDN 101/II Muara Bungo yang mengikuti pembelajaran pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, pemberian tes, serta dokumentasi, dengan analisis dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan signifikan di mana kualitas mengajar guru dari 80% (siklus I) mencapai 95% (siklus II), aktivitas belajar siswa dari 76% mencapai 89%, dan hasil belajar siswa dari 61% mencapai 81%. Model pembelajaran Talking Stick terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif aktivitas sekaligus hasil belajar IPAS siswa di kelas IV SDN 101/II Muara Bungo.
Penerapan Metode Global Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II MIS Assu’udiyah Yanti, Murni; Aprizan, Aprizan; Abdulah, Abdulah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.169

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan keterampilan membaca permulaan melalui penerapan metode global pada siswa kelas II MIS Assu’udiyah. Pendekatan ini menitikberatkan pada pengenalan kata secara utuh dan bermakna, bukan melalui proses mengeja huruf per huruf. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart, yang dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, observasi, serta dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan baik pada aspek proses maupun hasil belajar. Pada siklus I, keterlaksanaan pembelajaran mencapai 66,67% (kategori cukup), kemudian meningkat pada siklus II menjadi 95,24% (kategori sangat baik). Hasil observasi juga memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas serta partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dari sisi hasil belajar, persentase ketuntasan meningkat dari 62,5% pada siklus I menjadi 81,25% pada siklus II. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode global terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II MIS Assu’udiyah.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Menggunakan Model Value Clarification Technique (VCT) Pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang Juniati, Endang; Megawati, Megawati; Abdulah, Abdulah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.229

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 Siklus yang terdiri dari 4 Pertemuan, setiap siklus dilaksanakan 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamata dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses dan hasil belajar IPAS di kelas V SDN 296/VI Rantau Panjang.dengan jumlah siswa 16 orang diantaranya 9 siswa laki-laki dan 7 perempuan. Rincian hasil observasi guru pada siklus I dengan rata-rata sebesar 70% dengan kategori cukup baik dan pada siklus II sebesar 85% dengan kategori sangat baik. Hasil observasi siswa pada siklus I dengan Presentase sebesar 46,87 kategori kurang baik, sedangkan pada siklus II sebesar 78,12% kategori baik. Hasil belajar siswa siklus I 60%  dengan kriteria kurang baik dan tidak mencapai KKTP , pada siklus II 78,42% kriteria baik dan mencapai KKTP. Serta di simpulkan bahwa penggunaan model Value Clarification Technique dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDIT Al Akhyar Putri, Fella; Megawati, Megawati; Abdulah, Abdulah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.233

Abstract

This study aims to “determine the effects of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model on the learning interests of fourth-grade IPAS students at SDIT Al Akhyar.  This study used an experimental approach using a one-group pretest-posttest design”.  The research sample consisted of eighteen fourth-graders from class A.  Questionnaires were used to gather information on students' interest in learning both before (pretest) and after (posttest) the intervention.  With pretest scores averaging 75% and posttest scores averaging 82%, the findings demonstrated a considerable rise in students' motivation in studying.  “The null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted when the hypothesis test yielded a significance value (Sig.2-tailed) of 0.001 (p < 0.05)”.  According to this, the TGT cooperative learning model successfully raises students' interest in IPAS, indicating that it has the potential to be used as an alternate teaching strategy, especially for Indonesian economic activity materials.
Kolaborasi Numbered Head Together dan Ular Tangga: Strategi Inovatif Meningkatkan Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Aryana, Fino Risqi; Abdulah, Abdulah; Mufthi, Dhini
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.199

Abstract

Masalah hasil belajar dan proses belajar yang buruk hanya 10 siswa yang memperoleh skor 41,67% pada KKTP menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa “hasil belajar IPAS belum mencapai target 75 poin KKTP sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana pendekatan Numbered Heads Together, dikombinasikan dengan permainan ular tangga, meningkatkan proses dan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SDN 164/II Gapura Suci”. Dua puluh empat anak menjadi subjek penelitian dalam studi tindakan kelas ini. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dan peneliti mengadakan dua pertemuan dalam setiap siklus. Setiap siklus mencakup latihan perencanaan, implementasi tindakan, dan pada akhir siklus, observasi dan refleksi. Berdasarkan temuan, hasil dan proses pembelajaran IPAS kelas IV dapat ditingkatkan dengan menggunakan paradigma Numbered Heads Together bersama dengan permainan ular tangga. 1) Pada siklus II, pengamatan guru meningkat menjadi “76% pada pertemuan I dan 86% pada pertemuan II, dibandingkan dengan 62% dan 71% pada pertemuan I di siklus I. Pada siklus II, pengamatan siswa meningkat menjadi 75% pada pertemuan I dan 88% pada pertemuan II, dibandingkan dengan 63% dan 71% pada siklus I dan II, masing-masing. 2) Hasil belajar IPAS siswa meningkat dari 69,2% pada siklus I menjadi 80,8% pada siklus II”. Kesimpulannya, proses dan hasil belajar IPAS di kelas empat dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan paradigma Numbered Head Together bersama dengan papan ular tangga. 
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN PROGRAM K3 (KEAGAMAAN, KESEHATAN DAN KEPENDIDIKAN) DI DESA RANTAU LANGKAP Wiyoko, Tri; Abdulah, Abdulah; Subhanadri, Subhanadri; Putra, Randi Eka; Hartini, Jusri
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i2.1390

Abstract

Online learning has had a low impact on children's reading interest and literacy in Rantau Langkap Village. Then the lack of sports activities in the afternoon which doesn't do much walking. As well as the problems found in Rantau Langkap Village, namely the medicinal plant garden program (Toga) in the yards of residents' homes. Community service activities are carried out in the village of Rantau Langkap, Tebo Ulu District, Tebo Regency, Jambi Province. The method for implementing this service is using service learning community service activities in March 2023. The results of community service activities show that; Religious activities are carried out by teaching reading the Koran in accordance with recitation and reciting both iqra' and juz amma in early childhood up to elementary school children. Tutoring activities are carried out by helping students in the Rantau Langkap village to have increasing writing, numeracy, and reading skills. In addition, it improves students' intellectual abilities, insight, motivation, and creativity. Health activities that have been carried out by reviving the sports sector so that they maintain health and can strengthen friendships between youth and women in Rantau Langkap Village.