Claim Missing Document
Check
Articles

INDUCTIVE CHARGING PORTABEL DENGAN PANEL SURYA SEBAGAI PENGISIAN BATERAI HANDPHONE YANG MUDAH DAN PRAKTIS Alfarid; Ni Putu Agustini; M. Ibrahim Ashari; Radimas Putra Muhammad Davi Labib; Zulfikar Zauzi; I Made Wartana; Reza Diharja; Sirojul Hadi; Parama Diptya Widayaka
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v5i2.12158

Abstract

Penggunaan teknologi ponsel tidak dapat dilepaskan dari penggunaan charger. Charger umumnya digunakan membutuhkan energi listrik dari PLN dan generator. Panel surya dapat menjadi solusi sebagai alternatif baru untuk menyediakan sumber energi listrik. Induktif charging yang menggunakan elektromagnetik dalam sistemnya tidak memerlukan kabel saat digunakan. Alat ini menggunakan dua lilitan kumparan, yaitu lilitan primer yang terhubung dengan powerbank, dan lilitan sekunder untuk menerima dan mentransfer tegangan ke beban, dalam hal ini handphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya berfungsi sesuai dengan intensitas sinar matahari. Jika panel surya terkena cahaya matahari yang tidak maksimal atau cuaca berawan, tegangan output yang dihasilkan mengalami penurunan drastis. Baterai powerbank dapat menerima daya dari panel surya dengan baik, sehingga powerbank dapat terisi selama 460 menit dengan tegangan output sebesar 4 volt. Baterai handphone dapat menerima daya dari powerbank dengan rata-rata kenaikan setiap 1% baterai memerlukan waktu 8,5 menit. Sistem pengisian induktif dalam penelitian ini menggunakan panel surya 3 WP dengan sistem pembangkit sinyal gelombang sinus frekuensi 90 kHz dan dua kumparan sebagai sistem transmisi energi berbasis inductive charger.
Kelayakan Finansial Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Di Sanggar Kota Batu, Jawa Timur MULJANTO, WIDODO PUDJI; WIYOGA, BELDA ROSALIE PUTRI; WARTANA, I MADE; SULISTIAWATI, IRRINE BUDI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 4: Published October 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i4.1063

Abstract

ABSTRAKIndonesia masih bergantung pada energi fosil untuk sumber pembangkit listrik. Mengingat, bahan bakar fosil terbatas, upaya melakukan peralihan ke energi terbarukan dan ramah lingkungan semakin digiatkan. Studi kasus penelitian dilakukan di Sanggar Latar di Batu dengan melakukan analisa kelayakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Phikohidro dan Pembangkit Lisrik Tenaga Surya. Analisa yang digunakan untuk melihat layak dan tidaknya proyek dengan menghitung selisih kas masuk dan keluar (NPV), tingkat pengembalian yang diharapkan dari proyek (IRR), serta total manfaat yang diperoleh beserta pengeluaran biaya yang dilakukan. Menggunakan asumsi investasi selama 25 tahun dan suku bunga 6 %, diperoleh besar selisih kas sebesar Rp 86.158.036,-, Tingkat pengembalian (IRR) 47%, dengan total manfaat sebesar (BCR) 4,10. Waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian investasi selama 2,33 tahun artinya pembangunan pembangkit listrik tenaga hybrid dapat direalisasikan.Kata kunci: analisis investasi, kelayakan proyek, pembangkit listrik tenaga hibrid ABSTRACTIndonesia still relies on fossil energy as a power plant. Knowing that fossil fuels are limited, the efforts of new and environmentally friendly energy resources are being intensified. A case study conducted at Sanggar Latar in Batu, using the analysis of the feasability of establishing both a biomass power plant (PLTPh) and a solar power plant (PLST). The analysis that is used to the project on worthy or not with calculating differences of cash in and out (NPV), the level of returning that is hoped from the project (IRR), and the total of benefits received with the expenses that is done. Using investment assumption for 25 years and interest rate 6%, a large differences was obtained with Rp 86.158.036,-, cash, level of return (IRR) 47%, and the benefit total (BCR) 4,10. Time needed for the investment return is 2,33 years that is the development of hybrid power plant can be realized.Keywords: investment analysis, project feasibility, hybrid power plant
TRANSIENT FREQUENCY STABILITY ASSESSMENT OF THE INTERCONNECTED SOUTH SULAWESI POWER NETWORK Efendi, Khorul Fahmi; Lomi, Abraham; Muljanto, Widodo Pudji; Wartana, I Made; Krismanto, Awan Uji
Journal of Sustainable Technology and Applied Science (JSTAS) Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Sustainable Technology and Applied Science, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jstas.v5i2.11736

Abstract

The power system consists of interconnected generation, transmission, and load centres, forming a complex electrical network called a grid. One of the significant challenges in power systems is ensuring stability—the system's ability to return to regular or stable operation (steady state) after experiencing significant disturbances such as generation loss, switching operations, sudden load changes, or faults like short circuits. Transient analysis plays a crucial role in determining the appropriate relay operation scheme, critical disconnection time for circuit breakers, and the transfer capability between systems, all of which must be optimised to maintain stability. This study simulates and analyses the frequency transient stability to assess system reliability during disturbances of the 150 kV South Sulawesi interconnected system. The study also determines the Critical Clearing Time (CCT) necessary to achieve the stable conditions of the interconnected system. The simulation is tested on the South Sulawesi interconnected system. The analysis results show frequency drops of about 0.0397% at GI Bantaeng and 0.0401% at the GI Punagaya bus, PLTU Jeneponto 1, and PLTU Jeneponto 2.
Integrasi PLTS Pada Sistem Distribusi 20 KV Untuk Meningkatkan Profil Tegangan Dan Mereduksi Rugi-Rugi Daya Huda, Muhamad Tri Agus Latifatul Huda; Wartana, I Made; Sulistiawati, Irrine Budi
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 8 No 2 (2024): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya tenaga listrik dihasilkan oleh pembangkit listrik yang jauh dari pusat beban, dan listrik yang dihasilkan diangkut ke pusat beban melalui jaringan transmisi dan distribusi. Jarak yang jauh ini akan mengakibatkan rugi daya, karena pada saat menyalurkan daya dari pembangkit ke konsumen atau pelanggan akan terjadi rugi daya dan drop tegangan. Pada umumnya tenaga listrik dihasilkan oleh pembangkit listrik yang jauh dari pusat beban, dan listrik yang dihasilkan diangkut ke pusat beban melalui jaringan transmisi dan distribusi. Jarak yang jauh ini akan mengakibatkan rugi daya, karena pada saat menyalurkan daya dari pembangkit ke konsumen atau pelanggan akan terjadi rugi daya dan drop tegangan, Oleh karena itu dengan pemasangan PLTS dapat menjadi solusi untuk mengurangi rugi daya dan jatuh tegangan tersebut. Pada sistem distribusi Ampenan diketahui ada beberapa kondisi yang mengalami penurunan tegangan pada bus 31,32,33,34,35,36. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya integrasi agar dapat memperbaiki tegangan yang turun dan meminimalisir rugi-rugi daya. Dari hasil simulasi setelah pemasangan PLTS menghasilkan rugi daya aktif dari 194,4kw menjadi 110,7kw serta meningkatkan tegangan dari nilai terendahnya 0,9477 pu menjadi 0,9843 pu.
ANALISIS PENGARUH “PARTIAL SHADDING” TERHADAP UNJUK KERJA PLTS OFF GRID 400 KWP SISTEM KELISTRIKAN ITN MALANG Hidayat, Rian Arby Hidayat; Krismanto, Awan Uji; Wartana, I Made
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 8 No 2 (2024): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik dunia terus meningkat seiring dengan meningkatnya kemajuan peradaban manusia. Pemanfaatan sumber energi listrik seperti batu bara, bahan bakar minyak, gas alam menghadapi kendala yang semakin besar kendala tersebut adalah sumbernya yang semakin berkurang dan yang lebih penting lagi munculnya persoalan polusi lingkungan hidup yang membahayakan bagi kehidupan umat manusia. sebuah pengendali penjejakan titik maksimum daya (MPPT) untuk sistem pembangkit tenaga surya dimodelkan menggunakan MATLAB Simulink. Model yang dikembangkan dibangun dari modul PV dan pengendali MPPT. Kontribusi dari makalah ini adalah pada pemodelan yang menggunakan algoritma P&O dan FireFly untuk mengetahui hasil daya maksimum yang di akibatkan dari Partial Shading. Model yang dikembangkan ini mengijinkan tegangan output daya, yaitu tegangan keluaran PV, berubah sesuai dengan perubahan siklus kerja, sehingga pada saat terjadi perubahan lingkungan, titik daya maksimum tetap dapat dicapai. Dari hasil percobaan, model yang dikembangkan menghasilkan sifat yang sama dengan model dengan pendekatan rangkaian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dapat mengikuti titik daya maksimum menggunakan algoritma P&O (Perturb dan Observe) dan Firefly. MPPT dengan metode FFA dan P&O menghasilkan riak yang lebih kecil dibandingkan dengan metode P&O saja. Tapi, metode ini menghasilkan error daya yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan metode P&O.Metode FFA dan P&O memiliki waktu konvergen yang lebih Singkat.
Perancangan Sistem Pengereman Regeneratif Pada Mobil Listrik Ignatius Iktinus Widiantoro; Wartana, I Made; Setiawan, Rachmadi
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 8 No 2 (2024): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengereman regeneratif telah menjadi salah satu fitur utama yang mendukung efisiensi energi pada mobil listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi dan kinerja sistem pengereman regeneratif pada mobil listrik. Melalui analisis mendalam terhadap prinsip kerja, desain, dan teknologi yang terlibat, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana sistem pengereman regeneratif dapat memanfaatkan energi kinetik yang terbuang selama pengereman untuk menghasilkan energi listrik tambahan. Selain itu, penelitian ini juga menggali tantangan teknis dan potensi pengembangan masa depan dari sistem pengereman regeneratif dalam konteks mobilitas berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teknologi mobil listrik yang ramah lingkungan dan efisien secara energi.
ANALISA PENERAPAN STATIC VAR COMPENSATOR (SVC) PADA SALURAN TRANSMISI 150KV BALI risky.a.f, Risky; Wartana, I Made; Lomi, Abraham
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 8 No 2 (2024): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran transmisi listrik 150 kV di Bali menghadapi tantangan dalam mengelola fluktuasi tegangan dan kestabilan sistem akibat dari variasi beban yang dinamis. Untuk meningkatkan kualitas daya yang disalurkan, diperlukan solusi yang efektif dalam mengendalikan daya reaktif, yang dapat dilakukan dengan menerapkan Static Var Compensator (SVC). SVC adalah perangkat yang berfungsi untuk mengatur kompensasi daya reaktif secara dinamis sesuai dengan kebutuhan sistem. Dalam konteks saluran transmisi 150 kV di Bali, penerapan SVC dapat memberikan beberapa manfaat signifikan. Pertama, SVC dapat meningkatkan kestabilan tegangan dengan cepat merespon fluktuasi beban yang terjadi secara dinamis. Hal ini sangat penting untuk menjaga tegangan tetap dalam batas yang diizinkan, mengurangi kemungkinan terjadinya lonjakan atau penurunan tegangan yang dapat mempengaruhi kinerja peralatan listrik. Selain itu, SVC juga dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi sistem transmisi dengan mengurangi rugi-rugi daya dan meningkatkan kapasitas transmisi yang tersedia. Dengan mengontrol aliran daya reaktif, SVC memungkinkan sistem untuk mengoperasikan saluran transmisi lebih dekat dengan batas kemampuannya tanpa mengorbankan kualitas daya yang disalurkan.Namun, penerapan SVC tidak datang tanpa tantangan. Beberapa pertimbangan teknis dan ekonomis perlu diperhatikan, seperti biaya investasi awal, pemeliharaan, dan integrasi dengan sistem kontrol yang ada. Selain itu, perencanaan yang cermat dalam menentukan lokasi instalasi SVC juga penting untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung operasi sistem transmisi secara keseluruhan. Studi ini mengevaluasi penerapan SVC pada saluran transmisi 150 kV di Bali dengan menganalisis manfaat yang diharapkan, tantangan yang dihadapi, dan solusi yang diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja sistem. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengambil keputusan dalam industri tenaga listrik untuk mempertimbangkan implementasi SVC sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas dan efisiensi sistem transmisi di Bali. Dari simulasi yang dilakukan dengan memasang pengendali modern tersebut di lokasi terbaik yaitu pada bus GI Ampra dengan kapasitas SVC 50 Mvar berhasil menaikkan dua bus yang mengalami undervoltage yaitu GI Ampra 0,9339 p.u menjadi 1,02 p.u, GI Gnayr 0,9356 menjadi 1,02 p.u.
Pelatihan Pembuatan Wireless Charger Portabel Sebagai Pengembangan Kurikulum dan Peningkatan Kualitas Siswa SMK PGRI 2 Kertosono Putu; Alfarid Hendro Yuwono; I Made Wartana; Eko Nurcahyo; Bima Romadhon Parada Dian Palevi
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jasten.v5i2.12295

Abstract

Teknologi ponsel memerlukan charger, yang biasanya membutuhkan energi PLN. Panel surya, sebagai alternatif baru, dapat membantu menyediakan sumber energi listrik.Fungsi alat ini adalah penggunaan pengisian elektromagnetik dalam sistem yang dapat digunakan tanpa kabel. Sebagai alternatif baru, panel surya dapat membantu menyediakan sumber energi listrik. Ini karena teknologi ponsel biasanya membutuhkan charger, yang membutuhkan energi PLN. Penggunaan pengisian elektromagnetik dalam sistem yang dapat digunakan tanpa kabel adalah subjek penelitian ini. Baterai powerbank dapat menerima daya panel surya dengan baik, sehingga dapat terisi selama 460 menit dengan tegangan output 4 volt dan memerlukan waktu 8,5 menit untuk naik setiap 1%. Panel surya 3 WP digunakan dalam sistem pengisian nirkabel ini, yang menggunakan sistem pembangkit sinyal gelombang sinus frekuensi 90 kHz dan dua kumparan untuk transmisi energi berbasis pengisian nirkabel
ANALYSIS OF THE IMPACT OF CIRATA FLOATING SOLAR POWER PLANT INTEGRATION ON THE VOLTAGE STABILITY OF THE 500 kV JAVA-BALI SYSTEM Abidin, Dimas Zainal; Krismanto, Awan Uji; Wartana, I Made
Journal of Sustainable Technology and Applied Science (JSTAS) Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Sustainable Technology and Applied Science, May 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jstas.v6i1.13488

Abstract

This study analyses the impact of integrating a solar photovoltaic power plant (PLTS) on the voltage stability of the 500 kV Java-Bali transmission system, with a case study on the Cirata Floating Solar Power Plant. With the increasing use of renewable energy, particularly solar PV, it is crucial to understand how the integration of this variable energy source affects the reliability and stability of the power system. The Cirata Floating Solar Power Plant, the largest of its kind in Asia, has a capacity of 145 MW AC or equivalent to 192 MWp. However, integrating the Cirata Floating Solar Plant into the transmission system may potentially affect voltage stability, necessitating an in-depth analysis to assess its impact. The methodology employed in this study includes static voltage analysis through PV curve evaluation and dynamic voltage analysis to determine the system's capability to maintain or restore voltage within permissible stability limits. The study utilises DigSILENT PowerFactory software to simulate system conditions before and after the PLTS integration. The results indicate that the Cirata Floating Solar Plant’s power injection of 192 MWp improves voltage quality and enhances system stability compared to the pre-integration conditions.
An approach for loss minimization and capacity savings in residential microgrid networks in Oman Sreedharan, Sasidharan; Solanki, Parmal Singh; Abdelfatah, Magdy S.; Wartana, I Made
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 39, No 1: July 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v39.i1.pp1-10

Abstract

In this paper, an approach for end-user-based energy saving and loss reduction technique in residential networks has been proposed. The proposed approach is applied to an Oman case study of community microgrid networks by connecting automatically switched capacitors to improve power factor and analyzed for capacity saving and loss minimization. The proposed approach can reduce the cost of electrical bills in the total community microgrid by minimizing losses and the capacity investment cost saving of all equipments in the transmission and distribution line from the generation to the end user. In addition, this study focuses on the healthy conclusion that average kVA capacity could be saved to an extent of 12.22% and in economic terms, approximately USD 3.68 per hour in the microgrid. This proposed technique can be implemented as a model community project for other similar residential community systems.
Co-Authors Abdelfatah, Magdy S. Abidin, Dimas Zainal Abraham Lomi achmad_bashori_kurniawan Ahmad Fauzan Akbar, Fajar Maulana Alfarid Alfarid Hendro Yuwono Alfian Daniel Toding Anang Tri Wibowo Awan Uji Krismanto Bernadus Halik Bima Romadhon Parada Dian Palevi Choirul Saleh Choirul Saleh Choirul Saleh Cholis Setiawan Citra Dewi Megawati Decky Satrio Pamungkas Deva Nur Rifdah Efendi, Khorul Fahmi EKO NURCAHYO Eko Yohanes Setyawan Fransiscus R B N Kabosu Harry Prayogo Herbasuki, Teguh Hidayat, Rian Arby Hidayat Huda, Muhamad Tri Agus Latifatul Huda I Gusti Agung Rai Yuda Wardana I Kadek Rangga Satria Billy I Komang Somawirata Ida Soewarni Ignatius Iktinus Widiantoro Irrine B Sulistiawati Irrine Budi Sulistiawati Jai Govind Singh Lauhil Mahfudz Hayusman Lauhil Mahfudz Hayusman Lauhil Mahfudz Hayusman, Lauhil Mahfudz M. Abd Hamid M. Ibrahim Ashari M. Ibrahim Ashari M. Nurjansyah Dwi Laksono Mahindra Tegar Mimien Mustikawati Mochamad Yajit Albustomi Mohammad Rizal Wijayanto Muljanto, Widodo Pudji Nafi Isbadrianingtyas, Nafi Ni Putu Agustini Ni Putu Agustini Ni Putu Agustini Ni Putu Agustini Palevi, Bima Romadhon Parada Dian Parada Dian Palevi, Bima Romadhon Parama Diptya Widayaka Putu Rachmadi Setiawan Radimas Putra Muhammad Davi Labib Reza Diharja Reza Diharja risky.a.f, Risky Sasidharan Sreedharan Sasidharan Sreedharan Sirojul Hadi Soeparno Djiwo Solanki, Parmal Singh Soleh, Choirul Sreedharan, Sasidharan Taufik Hidayat Taufik Hidayat Taufik Hidayat Teguh Herbasuki Widodo Pudji Muljanto Willy Armando Wabes WIYOGA, BELDA ROSALIE PUTRI Zulfikar Zauzi Zulfikar Zauzi