Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH HARGA, KUALITAS BUAH DAN LUAS LAHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA MEKAR INDAH: Roni Hidayat, Suroto2, Hermansyah3 Roni Hidayat; Suroto Suroto; Hermansyah Hermansyah
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v5i1.270

Abstract

In Indonesia, oil palm is the main plantation product, this plant has a high economic value and makes a significant contribution to the country's foreign exchange earnings thanks to its main products, namely Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (KPO). This study aims to 1) Analyze the effect of price on the income of oil palm farmers in Mekar Indah Village. 2) Analyze the effect of fruit quality on the income of oil palm farmers in Mekar Indah Village. 3) Analyze the effect of land area on the income of oil palm farmers in Mekar Indah Village. 4) Analyze the effect of price, fruit quality and land area on the income of oil palm farmers in Mekar Indah Village. The method used is a quantitative method using multiple linear regression analysis. The results obtained from this study are that simultaneously the variables of price, fruit quality and land area have a significant effect on the income of oil palm farmers in Mekar Indah Village. While partially the price and land area affect the income of farmers in Mekar Indah Village, while the quality of the land does not affect the income of farmers in Mekar Indah Village. Keywords: Palm Oil, Price, Fruit Quality, Land Area
ANALISIS FAKTOR BAURAN PEMASARAN DAN DISTRIBUSI MEMPENGARUHI PERALIHAN PENJUALAN KOPRA KE PENJUALAN KELAPA BUTIRAN (GELONDONG)(Studi Kasus: Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan): MAISARAH 1, PARISSA SWASTI RN 2, SUROTO 3 Maisarah; Parissa Swasti RN; Suroto
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian AgriHatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/8ff3nv43

Abstract

Analisis Faktor-Faktor Bauran Pemasaran Dan Distribusi Yang Mempengaruhi Beruhah Penjualan Kopra Ke Penjualan Kelapa Gelondong (Butiran) Studi Kasus Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Politeknik Seruyan, 2024.Kelapa merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor bauran pemasaran, yaitu produk, harga, promosi, tempat, serta distribusi, yang mempengaruhi peralihan penjualan kopra ke penjualan kelapa gelondong di Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Metode yang digunakan deskriptif dan kuantitatif, dengan data primer dan sekunder sebagai sumber data. Analisis data menggunakan SPSS dilakukan dengan menggunakan uji instrumen validitas dan reliabilitas serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima variabel yang diteliti, hanya variabel distribusi (X5) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap peralihan penjualan, dengan koefisien sebesar 1.026 dan nilai signifikansi 0.000. Hal ini mengindikasikan bahwa distribusi merupakan faktor utama yang mendorong pengusaha kopra beralih ke penjualan kelapa gelondong. Sementara itu, variabel produk (X1), harga (X2), promosi (X3), dan tempat (X4) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan peralihan tersebut. Temuan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya distribusi dalam strategi pemasaran dan distribusi yang memengaruhi pengambilan keputusan dalam rantai pasokan kelapa di daerah tersebut.   Kata Kunci : Kelapa, Kopra, Produk, Harga, Promosi, Tempat.  
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KELAPA SAWIT SWADAYA (Studi Kasus: Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur): Ratna Rianti1, Suroto2, Hermansyah3 Ratna Rianti; Suroto; Hermansyah
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian AgriHatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/xke1yd30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usahatani perkebunan kelapa sawit swadaya serta untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani perkebunan kelapa sawit swadaya yang ada di Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Metode analisis yang digunakan meliputi matriks IFE dan EFE, strategi generik, dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalama matriks IFE nilai kekuatan sebesar 1,22 sedangkan nilai kelemahan sebesar 1,00 sedangkan untuk matriks EFE nilai peluang sebesar 1,44 dan untuk ancaman sebesar 0,9. Dari hasil matriks IFE (hasil kekuatan di kurang hasil kelemahan) 0,22 dan hasil matriks EFE (hasil peluang di kurang hasil ancaman) 0,45 di temukan titik yang berada di kuadran dua yaitu strategi agresif yang berada dalam sebuah diagram analisis SWOT. Selanjutnya untuk matriks SWOT terdapat berbagai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada dalam usahatani kelapa sawit swadaya serta di tambah dengan berbagai macam strategi yang di buat untuk mengembangan usahatanikelapa sawit swadaya yang ada di Desa Kartika Bhakti tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah potensi usahatani kelapa sawit swadaya masih terbilang baik karena lebih dominan kekuatan yang menonjol di bandingkan kelemahan serta peluang yang dimiliki banyak dari usahatani tersebut adapun ancaman masih bisa di cegah dengan berbagai strategi yang dibuat.   Kata kunci : Starategi Pengembangan, Kelapa Sawit, SWOT  
Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit Di Pt. Sumur Pandanwangi Kartika (Studi Kasus: Area 1 Divisi 1) Siti Halimah; Suroto Suroto; Tirsa Neyatri Bandrang
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 3 No. 2 (2025): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v3i2.1332

Abstract

Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu industri nonmigas yang paling penting dalam menghasilkan devisa. Salah satu perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit adalah PT Sumur Pandanwangi Kartika. Dalam upaya meningkatkan produksi, peran tenaga kerja dalam suatu organisasi sangatlah penting. Peningkatan produktivitas tenaga kerja bisa dipengaruhi oleh banyak faktor seperti umur, lama bekerja, pendidikan, jumlah tanggungan, dan premi.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui “bagaimana faktor umur, lama bekerja, pendidikan, jumlah tanggungan, dan premi secara bersama-sama dan secara individu mempengaruhi produktivitas tenaga kerja di Divisi I Area I PT. Sumur Pandanwangi Kartika.” Studi ini menerapkan data primer dan sekunder berupa kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda, uji F, uji t dengan perangkat lunak SPSS. Temuan studi ini menjabarkan secara simultan faktor umur, pendidikan, jumlah tanggungan dan premi berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen dengan skor signifikansi (0,000 < 0,05).Secara parsial faktor umur dilihat pada thitung -4,091 dan lama bekerja -5,111 yang artinya berpengaruh negatif signifikan sedangkan jumlah tanggungan nilai signifikansi 0,000 dan premi 0,017 yang artinya berpanguruh signifikan. Pendidikan tidak berpengaruh dengan nilai signifikan tidak berpengaruh dilihat dari nilai nilai probablitas 0,079 > 0,05 α.
BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN DALAM EMBER (SISTEM AKUAPONIK) UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILLS PERTANIAN DI MAN NURUZH ZHOLAM, KABUPATEN SERUYAN Muhammad Nazarul Yanis; Suroto S.P., M.MA; Tina Purnamasari; Devy Muja Alhikmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v2i1.59

Abstract

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan di MAN Nuruzh Zholam, Jalan Pematang Anglai RT. 11, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, bertujuan untuk memperkenalkan teknologi budidaya secara akuaponik untuk meningkatkan soft skills pertanian, memberikan pelatihan tentang budidaya ikan dan sayuran dalam ember (budikdamber), pemanfaatan lahan perkarangan agar lebih produktif dan asri, serta dapat menunjang kebutuhan ekonomi. Metode yang dipakai pada program ini adalah pendampingan kepada warga melalui sosialisasi dan pelatihan budidaya ikan dan sayuran dalam ember (sistem akuaponik). Tahapan kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi tentang akuaponik, pelatihan tentang budidaya ikan dan sayuran dalam ember (budikdamber), pelaksanaan kegiatan pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pendampingan kepada masyarakat melalui kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah untuk mengoptimalkan lahan pekarangan yang asri sebagai sumber pangan secara berkelanjutan, meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan, serta pendapatan warga.
PENYULUHAN URBAN FARMING PONDOK PESANTREN NURUDH DHOLAM, DESA PEMATANG PANJANG Suroto *; Muhammad Nazarul Yanis; Tina Purnama Sari; Devi Muja Al Hikmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v2i2.100

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membuka wawasan urban farming kepada anak- anak santri Pondok Pesantren Nurudh Dholam Desa Pematang Panjang Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan. Santri di pesantren berasal dari lingkungan sekitar dan luar kecamatan Seruyan Hilir Timur bahkan dari kabupaten dan Propinsi lain di Kalimantan Tengah. Latar belakang orang tua anak santri sebagai pedagang, PNS dan mayoritasnya petani sehingga menjadikan perlu untuk diberikan salah satu wawasan penting perihal urban farming . Urban farming merupakan teknik pertanian modern yang mudah dilakukan dimana saja dan dengan biaya yang murah. Beberapa jenis urban farming yang popular antara lain hidroponik, aquaponik, vertikultur, budidamber, wall garden. Dengan memahami prinsip- prinsip dalam melaksanakan urban farming akan menjadikan insan yang lebih kreatif dalam memanfaatkan area di sekitarnya yang tidak produktif menjadi lebih produktif dengan menghasilkan berbagai produk pertanian setidaknya untuk membantu skala pemenuhan kebutuhan keluarga sendiri. Oleh karenanya penting untuk diperkenalkan dunia pertanian modern yang simple, praktis dan berbiaya murah untuk dapat dilakukan oleh generasi Z yang inginnya serba instan.. Hasil kegiatan menunjukkan antusisme yang tinggi dari para santri saat mengikuti presentasi paparan tentang urban farming dan terjadi umpan balik yang epik antara pemateri dan para peserta dalam menggali lebih dalam tentang ketertarikan tentang urban farming . Hasil evaluasi peningkatanpengetahuan dan pemahaman santri tentang urban farming sebesar 70% dan diprediksi akan meningkat lagi setelah diberikan pelatihan secara langsung. Para peserta berkeinginan melaksanakan kegiatan urban farming diawali dari lingkungan pesantren sebagai tempat bermukim saat ini.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN SILASE KELOMPOK PETERNAK KAMBING PKK DESA PERSIL RAYA, KECAMATAN SERUYAN HILIR Suroto *; Nor Fadilah; Roni Hidayat
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v3i1.148

Abstract

Tujuan dari Pelatihan pembuatan silase Kelompok PKK Desa Persil Raya untuk menambah pengetahuan dan memberikan solusi permasalahan penyediaan pakan segar bagi ternak kambing. Silase adalah pakan dari hijauan segar yang diawetkan dengan cara fermentasi anaerob dalam kondisi kadar air tinggi (40-70%), sehingga hasilnya bisa disimpan tanpa merusak zat gizi yang ada di dalamnya. Tujuan utama dalam pembuatan silase untuk mengawetkan dan mengurangi kehilangan zat makanan suatu hijauan untuk dimanfaatkan pada musim kemarau. Prinsip dasar pembuatan silase adalah memacu terciptanya kondisi anaerob dan asam dalam waktu yang singkat. Proses pembuatan silase memerlukan bahan tambahan yang sering digunakan yaitu dedak padi dengan tujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan kualitas silase. Metode pendekatan dibagi menjadi tiga tahapan pendekatan yaitu survei, pencananganan dan sosialisasi sekaligus pelatihan pembuatannya. Survei lapangan dilakukan dengan mengamati kondisi lingkungan dan pertanian masyarakat di Desa Persil Raya terkait fenomena yang terjadi dan melakukan wawancara terhadap peternak. Pencanangan dengan melakukan koordinasi terkait permasalahan yang ditemukan dan solusi yang bisa diberikan, dan mengatur waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan. Sosialisasi dan pelatihan pada waktu yang disepakati dengan para peternak. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi tentang silase telah menambah pengetahuan dan pemahaman peternak Kelompok Peternak PKK Desa Persil Raya terkait metode pengawetan pakan yang selama ini belum mereka ketahui dan menjadi solusi permasalahan cara penyediaan pakan ternak dalam kondisi segar. Pelatihan pengawetan pakan hijauan atau silase dengan memanfaatkan ketersediaan rerumputan segar dilingkungan pertanian Desa Persil Raya dengan bahan tambahan aditiv urea dan dedak yang juga sangat mudah mendapatkannya dapat diterima, dipahami dan diadopsi oleh peternak.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI MEDIA HIDROPONIK DI DESA SUNGAI UNDANG Suroto *; Selvi Andriani; Ahsana Nadia Safitri; Futri Nur Adizah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v3i2.165

Abstract

Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat dengan tema “Pemanfaatan Sampah Botol Plastik Sebagai Media Hidroponik di Desa Sungai Undang” dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah botol plastik. Kegiatan ini juga diharapakan dapat membangkitkan ide kreatif dalam pemanfaatan botol plastik menjadi produk yang lebih bermanfaat, salah satunya adalah sebagai pot atau wadah untuk budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Desa Sungai Undang adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir yang memiliki masalah sampah organik dan anorganik. Selain sampah dari lautan sampah organik dan anorganik yang dihasikan warga masyarakatpun menambah daftar panjang permasalahan sampah di Desa Sungai Undang yang pada akhirnya selain menjadikan pemandangan yang kurang sedap juga menjadikan permasalahan serius jika dibiarkan dalam jangka panjang. Apalagi kepedulian lingkungan warga yang masih kurang terhadap permasalahan sampah tersebut semakin memperburuk dampak yang dirasakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari sampah tersebut adalah dengan memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat tentang teknik pengelolaan sampah khususnya anorganik botol bekas menjadi produk yang lebih bermanfaat dengan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan pembuatan hidroponik dari bahan botol bekas. Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak SDN I Sungai Undang kelas V, para remaja dan ibu-ibu di Desa Sungai Undang dengan cara turun langsung ke lapangan untuk target remaja dan ibu-ibu sedangkan anak sekolah SD didatangi langusng di sekolahannya. Antusiasme peserta terlihat dari keingintahuannya khususnya anak- anak SD yang mengikuti sosialisasi dan pelatihan dengan cukup serius. Keseluruhan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah botol plastik menjadi media tanam hidroponik berjalan dengan lancar tanpa kendala.
PELATIHAN PEMBUATAN RAISED BED DAN MEDIA TANAM TANAH SUBUR DI DESA BAUNG KECAMATAN SERUYAN HILIR Suroto Suroto; Zul Erianto Suarja
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 1 Tahun Desember 2024
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v4i1.264

Abstract

Raised bed is a planting method in which the planting area is raised from the surrounding ground level using a frame or container made of wood, stone, metal, or other materials. The main purpose of raised beds is to improve soil drainage, reduce the risk of soil erosion, control weeds, and provide a better growing environment for plants. Baung is one of the villages in Seruyan Hilir sub-district, Seruyan, Central Kalimantan. Baung Village has plain topography with an altitude of <500 meters above sea level with the plain area consisting of lowlands, hilly plains and riverbanks. Baung Village is the right target area for training in making raised beds and fertile soil planting media because the environment, especially its yards, is subject to natural constraints for planting considering the frequent ebb and flow of river water which inundates the people's yards. In utilizing their yard land, the people of Baung Village to become a source of food security for their families are less well managed due to natural constraints, because the community is more focused on working to earn their main income so that the yard land they own does not produce products that can be utilized for consumption needs, so training activities for making raised bed planting media. Then by adding a method for making solid organic fertilizer which is done directly in the raised bed that has been prepared. The PKK women who took part in this activity seemed enthusiastic and played a direct role in the making process, because the materials and tools were simple and easy to obtain, and most of the PKK women were already used to working in the garden, so they did not experience any significant obstacles in its implementation. Keywords: Baung Village, Raised Bed, Organic Fertilizer
Sinergi Pengelolaan Pupuk Kompos dan Budidaya Cabai & Daun Bawang sebagai Program Kuliah Kerja Nyata Berbasis Lingkungan Kampus  : Suroto¹, Riza Sitya Nurrahmah², Suci Wulan Sari³, Okval Ridho Paundra⁴, Novita Salwa Fitria Haris⁵, Fathur Rohman⁶ Riza Sitya Nurrahmah; Suroto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/1csmfg02

Abstract

ABSTRAK Pembersihan lahan sebelum kegiatan budidaya umumnya menghasilkan rumput dan gulma yang jarang dimanfaatkan lebih lanjut, meskipun berpotensi diolah menjadi pupuk kompos. Artikel ini melaporkan pelaksanaan dua program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Politeknik Seruyan yang saling terhubung, yaitu pengolahan rumput dan gulma menjadi pupuk kompos serta budidaya cabai dan daun bawang menggunakan media polybag, yang dilaksanakan di Laboratorium Pengelolaan Agribisnis Perkebunan pada 1 Mei hingga 24 Juli 2026. Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa melalui pendekatan partisipatif, mulai dari pembersihan lahan, fermentasi kompos menggunakan EM4, penyemaian, pemeliharaan, hingga pemindahan bibit ke lahan tanam. Rumput dan gulma yang diperoleh diolah menjadi kompos, lalu diaplikasikan kembali pada lahan yang sama, membentuk siklus pemanfaatan sumber daya yang tertutup. Berbeda dari rencana awal yang mengarahkan kompos untuk dijual, seluruh hasil kompos dialihkan sebagai media tanam. Hasil kegiatan menunjukkan kedua program tercapai 100% secara implementasi; kompos matang dalam waktu kurang dari satu bulan dan mendukung pertumbuhan tanaman hingga menghasilkan bibit layak jual. Penjualan bibit menghasilkan pemasukan Rp 40.000, sementara total biaya program mencapai Rp 260.000, sehingga tercatat selisih rugi sementara Rp 220.000 akibat hasil panen segar yang belum terjual saat pelaporan. Artikel ini menyimpulkan bahwa keterkaitan fungsional antara pengelolaan gulma lahan dan kegiatan budidaya dapat menjadi model pengabdian yang saling menguatkan secara teknis, meskipun keberhasilan implementasi tidak selalu tercermin pada capaian finansial jangka pendek. Kata kunci: pupuk kompos; gulma lahan; budidaya cabai; daun bawang; kuliah kerja nyata; siklus pemanfaatan lahan   ABSTRACT Land clearing prior to cultivation typically yields grass and weeds that are rarely utilized further, despite their potential for conversion into compost. This article reports on two interconnected Community Service Program (KKN) initiatives undertaken by Group 3 of Seruyan Polytechnic: processing grass and weeds into compost and cultivating chili peppers and scallions in polybags. These activities were conducted at the Plantation Agribusiness Management Laboratory from May 1 to July 24, 2026. The project employed a participatory approach involving both lecturers and students, covering stages from land clearing and compost fermentation (using EM4) to seedling propagation, maintenance, and transplanting. The harvested grass and weeds were processed into compost and subsequently applied to the same land, creating a closed-loop resource utilization cycle. Although the initial plan intended for the compost to be sold, the entire output was instead utilized as a growing medium. Results indicate 100% implementation success for both programs; the compost matured in under a month and supported plant growth, yielding marketable seedlings. Seedling sales generated IDR 40,000 in revenue against total program costs of IDR 260,000, resulting in a temporary net loss of IDR 220,000 due to unsold fresh produce at the time of reporting. The article concludes that the functional link between weed management and cultivation activities offers a mutually reinforcing model for community service, even though successful implementation is not always reflected in short-term financial outcomes. Keywords: compost; land weeds; chili cultivation; scallions; community service program; land utilization cycle