Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Relationship of Neoadjuvant Taxanes, Anthracyclines, Cyclophosphamide Chemotherapy on Nutritional Status Based on Body Mass Index (BMI) and Albumin Measurements in Locally Advanced Stage Breast Cancer Patients in Bahteramas Hospital Kendari S Limba, Afirah Khairunnisa; Royani, Ida; Muchsin, Achmad Harun; Kamaluddin, Irna Diyana Kartika; Irsandy, Febie
Indonesian Journal of Cancer Vol 18, No 4 (2024): December
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v18i4.1283

Abstract

Background: Breast cancer is a disease caused by cancer cells in breast tissue. The most frequently found is locally advanced. The locally advanced stage refers to stages IIIA, IIIB, and IIIC. Neoadjuvant is the treatment for locally advanced. The Taxane, Anthracycline, and Cyclophosphamide (TAC) is a neoadjuvant chemotherapy regimen that can cause nausea and vomiting resulting in decreased appetite and lack of nutritional intake in patients. This study aims to determine the relationship between neoadjuvant TAC chemotherapy and nutritional status based on measurements of BMI and albumin in breast cancer patients at Bahteramas Kendari Hospital.Method: This study was conducted with a retrospective cross-sectional design. The sampling technique was consecutive sampling using 41 medical records of breast cancer patients from the years 2023 to 2024 in Bahteramas Kendari Hospital.Result: There were significant changes in the nutritional status of patients who received neoadjuvant TAC chemotherapy. Before chemotherapy, the patient’s BMI was found to be in the normal category of 34.1% and decreased to 31.7% after chemotherapy. Likewise, patients with obesity were 34.1% before chemotherapy and changed to 19.5% after chemotherapy. Furthermore, there were significant changes in the patient’s albumin levels. Before chemotherapy, 38 patients had normal albumin levels (92.7%), whereas after chemotherapy only 24 patients had normal albumin levels (58.5%).Conclusion: There was a relationship between TAC neoadjuvant chemotherapy and nutritional status based on BMI and Albumin measurements before and after chemotherapy in patients with locally advanced breast cancer.
KARAKTERISTIK LOW BACK PAIN PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR Rachman, St Magfira; Royani, Ida; Muchsin, Achmad Harun; Rachman, Moch Erwin; Prasatia Sam, Andi Dhedie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34857

Abstract

Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan masalah umum di kalangan tenaga medis khususnya pada perawat. Di Indonesia, prevalensi LBP pada tenaga medis berkisar antara 7,6% dan 37%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik LBP pada perawat di RS Ibnu Sina Makassar, menggunakan metode deskriptif observasional melalui pendekatan cross-sectional dengan 128 perawat sebagai populasi dan 42 perawat sebagai sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti mencakup derajat disabilitas, usia, jenis kelamin, masa kerja, lama kerja dan posisi kerja. Instrumen dalam penelitian ini ialah kuesioner ODI (Oswetry Disability  Index) dan REBA melalui observasi dan dokumentasi posisi kerja perawat. Data dianalisis secara univariat untuk menentukan distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh perawat yang mengalami LBP terbanyak adalah dengan derajat disabilitas sedang, yaitu 18 orang (42,9%). Sebanyak 21 orang (50,0%) berada dalam rentang usia 26-35 tahun, 36 orang (85,7%) adalah perempuan, 26 orang (66,7%) memiliki masa kerja ?10 tahun, 31 orang (68,9%) bekerja ?8 jam/hari, dan 35 orang (83,3%) berada pada posisi kerja dengan risiko rendah. Sehingga kesimpulan dalam penelitian ini diperoleh kejadian LBP pada perawat di RS Ibnu Sina Makassar paling banyak dengan derajat disabilitas sedang, usia 26-35 tahun, perempuan, masa kerja ?10 tahun, lama kerja ?8 jam/hari, dan posisi kerja level risiko rendah.
LITERATURE REVIEW : PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF CYLINDRICAL GRIP TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE Haslinda, Haslinda; Muchsin, Achmad Harun; Akib, Rahmawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47662

Abstract

Latihan ROM (Range of Motion) pada penderita stroke merupakan salah satu teknik untuk mengembalikan sistem pergerakan, dan untuk memulihkan kekuatan otot untuk bergerak kembali memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari. Latihan range of motion (ROM) merupakan bagian dari proses rehabilitasi untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan kekuatan otot. Latihan beberapa kali dalam sehari dan dilakukan pengulangan setiap gerakan agar latihan tersebut dapat optimal di lakukan sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi yang akan menghambat pasien untuk dapat mencapai kemandirian dalam melakukan fungsinya sebagai manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan range of motion cylindrical grip terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Desain penelitian ini adalah Literature Review. Hasil dalam pelaksanaaan penerapan latihan range of motion cylindrical grip dinyatakan mampu meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke yang mengalami kelemahan otot. Dapat disimpulkan bahwa latihan Range Of Motion (Cylindrical Grip) yang dilakukan pada pasien stroke dapat meningkatkan kekuatan otot.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Tin Terhadap Kadar Malondialdehyde Pada Tikus Putih Model Stroke Iskemik Salsabilla, Rifdah; Rachman, Mochammad Erwin; Bakhtiar, Ilma Khaerina Amaliyah; Muchsin, Achmad Harun; Utami, Dian Fahmi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.19522

Abstract

ABSTRACT Oxidative stress has an important role in ischemic stroke. Malondialdehyde (MDA) is a biomarker of oxidative stress. A high MDA concentration indicates an oxidation process in the cell membrane. One plant that is thought to contain high levels of antioxidant compounds is fig leaves. Fig leaves contain flavonoid compounds which are an alternative therapy option to prevent the formation of free radicals, thus potentially improving the symptoms of ischemic stroke. The aim of this study was to analyze the effect of administering fig leaf extract (Ficus Carica L.) on MDA levels in white rats (Rattus norvegicus) ischemic stroke model. The purpose of this study was to analyze the effect of tin leaf extract (Ficus Carica L.) on MDA levels in white rats (Rattus norvegicus) ischemic stroke model. This type of research is true experimental which uses Randomized Pretest Posttest Control Group Design using experimental animals. The results showed that there is an effect of giving tin leaf extract (Ficus Carica L.) on MDA levels in white rats (Rattus norvegicus) ischemic stroke model seen in the decrease in MDA levels after being treated with the best dose to reduce MDA levels is 500 mg / kgBB.  Giving this dose can reduce the highest MDA levels on the 7th day after treatment then increase on the 14th day after treatment. The conclusion of this study is giving tin leaf extract (Ficus carica L.) affects MDA levels in white rats (Rattus norvegicus) ischemic stroke model. The optimal dose to reduce MDA levels is 500 mg/kgBB, with the most significant decrease in MDA levels occurring on day 7 after treatment. These results indicate that tin leaf extract has potential as a therapeutic agent in reducing oxidative stress in ischemic stroke conditions, although the effect is temporary. Keywords: Tin Leaf Extract, Malondialdehyde Levels, White Rats, And Ischemic Stroke.  ABSTRAK Stres oksidatif mempunyai peran penting dalam stroke iskemik. Malondialdehyde (MDA) adalah salah satu biomarker stres oksidatif. Konsentrasi MDA yang tinggi menunjukkan adanya proses oksidasi pada membran sel. Salah satu tanaman yang diduga memiliki kandungan senyawa antioksidan yang tinggi adalah daun tin. Daun tin mengandung senyawa  flavonoid yang menjadi salah satu pilihan terapi alternatif untuk mencegah pembentukan radikal bebas sehingga berpotensi memperbaiki gejala stroke iskemik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun tin (Ficus Carica L.) terhadap kadar MDA pada tikus putih (Rattus norvegicus) model stroke iskemik. Jenis penelitian ini adalah true experimental yang menggunakan rancangan Randomized Pretest Posttest Control Group Design dengan menggunakan hewan coba. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian pemberian pemberian ekstrak daun tin (Ficus Carica L.) terhadap kadar MDA pada tikus putih (Rattus norvegicus) model stroke iskemik yang terlihat pada penurunan kadar MDA setelah diberi perlakuan dengan dosis yang paling baik untuk menurunkan kadar MDA adalah sebesar 500 mg/kgBB.  Pemberian dosis tersebut dapat menurunkan kadar MDA paling tinggi pada hari ke-7 setelah perlakuan kemudian meningkat pada hari ke-14 setelah perlakuan. Pemberian ekstrak daun tin (Ficus carica L.) berpengaruh terhadap kadar MDA pada tikus putih (Rattus norvegicus) model stroke iskemik. Dosis optimal untuk menurunkan kadar MDA adalah 500 mg/kgBB, dengan penurunan kadar MDA paling signifikan terjadi pada hari ke-7 setelah perlakuan. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun tin memiliki potensi sebagai agen terapeutik dalam mengurangi stres oksidatif pada kondisi stroke iskemik, meskipun efeknya bersifat sementara. Kata Kunci: Ekstrak Daun Tin, Kadar Malondialdehyde, Tikus Putih, dan Stroke Iskemik
Impact of Muscle Relaxation on Blood Pressure in Primary Hypertension Patients Sudiang Raya Makassar 2024 Herdiansyah, Muh.; Arifin, Arina Fathiyyah; Muchsin, Achmad Harun; Wahyu, Sri; Arfah, Arni Isnaini
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6985

Abstract

Hypertension is a serious disease that causes serious complications such as stroke, local myocardial necrosis, cardiovascular disorders, and kidney failure. Hypertension is often nicknamed the "Silent Killer" because it has no side effects. Information from the World Wellbeing Association (WHO) in 2015 shows that this figure will increase to 1.5 billion cases in 2025. The 2018 Fundamental Welfare Exploration (Riskesdas) in Indonesia revealed that the prevalence of hypertension in the population aged over 18 years was 658,201 cases. Moderate muscle relaxation exercises are a non-pharmacological measure that can help lower blood pressure. It is hoped that this examination will determine the relationship between muscle relaxation and reduced blood pressure in essential hypertension patients at the Sudiang Raya Makassar Community Welfare Center. The technique used is One Gathering Pretest-Posttest Plan. Information is dissected using the T test Suitable for evaluating differences in blood pressure during testing. The results of the review showed a significant reduction in systolic and diastolic blood pressure after moderate muscle release treatment, with a p value of 0.000 (p<0.05). Systolic and diastolic blood pressure were reduced by 9.31 mmHg and 4.76 mmHg respectively. There is an effect of mild muscle relaxation treatment on reducing blood pressure in essential hypertension patients at the Sudiang Raya Makassar Community Welfare Center.
HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK DI RSUD A. TENRIAWARU BONE TAHUN 2023 Fitriah, Fitriah; Muchsin, Achmad Harun; Ratnawati, Wahida; Basir, Hasmawati; Safitri, Asrini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27236

Abstract

Stroke merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular dan penyebab kematian nomor dua di seluruh dunia. Peningkatan signifikan terhadap jumlah pasien stroke iskemik selama tiga bulan berturut-turut terjadi di rawat jalan di RSUD A. Tenriawaru Bone. Fokus riwayat medis pada pasien dengan stroke iskemik diawali dari pola hidup yang tidak sehat (pola makan, kebiasaan merokok, tingkat stres). Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian stroke iskemik di RSUD A. Tenriawaru Bone tahun 2023. Penelitian ini menggunakan studi analitik dengan metode cross sectional dengan menggunakan data primer yang diambil dari RSUD A. Tenriawaru Bone, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk bivariat dan uji regresi logistik berganda untuk multivariat. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh pola makan yang buruk memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian stroke iskemik dengan risiko 2,7 kali lebih besar dibandingkan yang memiliki pola makan baik, kebiasaan merokok berat memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian stroke iskemik dengan risiko 11,44  kali lebih besar dibandingkan yang tidak merokok, dan tingkat stres parah memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian stroke iskemik dengan risiko 3,26 kali lebih besar dibandingkan yang tidak stres. Terdapat hubungan yang bermakna antara gaya hidup dengan kejadian stroke iskemik di RSUD A. Tenriawaru Bone Tahun 2023.
Pengaruh Lama Penyimpanan Asi Di Freezer Terhadap Kadar Karbohidrat, Protein Dan Lemak Yang Terkandung Dalam Asi Gayatri, Sri Wahyuni; Muchsin, Achmad Harun; Ananda, Fadli; Nurmadilla, Nesyana
Wal'afiat Hospital Journal Vol 3 No 2 (2022): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v3i2.87

Abstract

Latar Belakang: Asi eksklusif adalah air susu ibu yang wajib diberikan atau disusukan pada bayi yang baru lahir sampai bayi menginjak usia 6 bulan. ASI mengandung komposisi nutrisi yang mendukung pertumbuhan bayi yang optimal dan pengembangannya. Selain nutrisi, ASI juga mengandung beberapa protein bioaktif yang dapat berkontribusi untuk pengembangan sistem kekebalan tubuh bayi dan memainkan peran penting dalam efek perlindungan terhadap jenis alergi tertentu, penyakit auto-imun dan gangguan metabolism. Tujuan; Untuk melihat pengaruh lama penyimpanan ASI di freezer terhadap kadar karbohidrat protein, dan lemak yang terkandung dalam ASI. Metode; Literatur Review dengan desan Narative Review Hasil; Dari 6 jurnal yang didapatkan diperoleh bahwa terdapat penurunan kadar karbohidrat, protein dan lemak yang terkandung dalam ASI selama proses penyimpanan di freezer. Kesimpulan; terdapat pengaruh antara lama penyimpanan dengan kadar Karbohidrat, Protein dan Lemak dalam ASI.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Stroke di Dusun Tamala’ba DesaPunaga Kec. Mangarabombang Kab. Takalar Tahun 2023 Haslinda, Haslinda; Arifin, Arina Fathiyyah; Muchsin, Achmad Harun; Rachman, Erwin; Zulfahmidah, Zulfahmidah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 4 No 1 (2023): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v4i1.100

Abstract

Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler yang menjadi penyebab kematian ketiga di dunia, khususnya negara berkembang setelah penyakit jantung koroner dan kanker. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang stroke di Dusun Tamala’ba Desa Punaga Kec. Mangarabombang Kab. Takalar tahun 2023. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode cross-sectional. Analisis data menggunakan uji statistic Chi-Square. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 orang masyarakat Dusun Tamala’ba Desa Punaga Kec. Mangarabombang Kab. Takalar dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Didapatkan responden dengan tingkat pengetahuan baik berdasarkan usia sebanyak 18 orang, pengetahuan cukup 47 orang, pengetahuan rendah 15 orang. Responden dengan tingkat pengetahuan baik berdasarkan Pendidikan sebanyak 18 orang, pengetahuan cukup 47 orang, pengetahuan rendah 45 orang. Responden dengan tingka pengetahuan baik berdasarkan pekerjaan sebanyak 18 orang, pengetahuan cukup 47 orang, pengetahuan rendah 45 orang. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan penyakit stroke berdasarkan pendidikan (p kurang dari 0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan penyakit stroke berdasarkan usia dan pekerjaan (p lebih dari 0,05).
Pengaruh Postur Tubuh Mahasiswa Angkatan 2020 Terhadap Keluhan Low Back Pain Di Fakultas Kedokteran Umi Makiko, Adrian; Muchsin, Achmad Harun; Arifin, Arina Fathiyyah; Gani, Aziz Beru; Surdam, Zulfiyah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 4 No 2 (2023): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v4i2.106

Abstract

Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain adalah nyeri yang dirasakan di antara tulang rusuk bawah (daerah lumbosacral) dan lipatan bokong bawah dengan faktor risiko seperti postur tubuh yang salah, obesitas, jenis kelamin, dan lain – lain. Mahasiswa kedokteran cenderung memiliki tingkat LBP yang tinggi. Tujuan : Untuk mengetahui Bagaimana Pengaruh Postur Tubuh Mahasiswa Angkatan 2020 Terhadap Keluhan Low back pain Di Fakultas Kedokteran UMI. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dan desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan waktu secara cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode simple random sampling. Instrumen yang digunakan dengan menggunakan kuisioner Disabilitas Roland-Morris (RMDQ) dan REBA kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil : Dari penelitian ini ditemukan bahwa postur tubuh tidak berisiko dan berisiko rendah tidak berpengaruh dengan keluhan low back pain. Namun, pada responden dengan postur tubuh berisiko sedang, terdapat keluhan low back pain. Analisis chi-square menunjukkan p-value kurang dari 0,05, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara postur tubuh dan kejadian low back pain pada mahasiswa angkatan 2020 Fakultas Kedokteran UMI. Kesimpulan : Terdapat pengaruh postur tubuh dengan keluhan low back pain, pada mahasiswa Angkatan 2020 Fakultas Kedokteran UMI.
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Tremor Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI Angkatan 2021 Balqis, Nur Huriyah; Muchsin, Achmad Harun; Arifin, Arina Fathiyyah; Jaya, Muhammad Alim; Mulyadi, Farah Ekawati
Wal'afiat Hospital Journal Vol 4 No 2 (2023): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v4i2.108

Abstract

Gangguan kecemasan terjadi ketika hiperaktivitas dari saraf otonom terhadap stres terlalu cepat. Waktu respon itu terjadi, otot tubuh akan bersiap untuk melakukan tindakan yang dapat memicu sensasi gemetar atau tremor. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian tremor pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI angkatan 2021. Penelitian yang dilakukan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional (potong lintang). Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh dari populasi yang akan diteliti dengan menggunakan kuesioner yang akan diisi oleh responden. Pengolahan data menggunakan uji statitstik dengan chi-square. Dari jumlah responden sebanyak 272 orang diperoleh hasil yaitu nilai p-value = 0.000 (kurang dari 0.05). Karena nilai ρ kurang dari α=0.05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian tremor pada mahasiswa kedokteran UMI angkatan 2021. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kejadian tremor pada mahasiswa fakultas kedokteran UMI angkatan 2021.