Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN STRESS AKADEMIK, KUALITAS TIDUR, DAN KETERATURAN MAKAN TERHADAP KEJADIAN DISPEPSIA FUNGSIONAL PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR Naresha Devani, Putu Ayu Egidea; Rahadianti, Dian; Permana Putra, I Gede Ari; Ruqayyah, Siti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14167

Abstract

Dispepsia termasuk keluhan yang seringkali ditemukan dalam praktik klinis dan dapat dialami oleh semua orang. Kasus dispepsia terbagi menjadi dispepsia yang sifatnya organik dan dispepsia fungsional. Sebagian besar kasus dispepsia merupakan dispepsia fungsional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan stress akademik, kualitas tidur, dan keteraturan makan terhadap kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan menggunakan metodologi observasional analitik kuantitatif. Kuesioner digunakan dalam prosedur pengumpulan data untuk mencapai pengambilan sampel secara keseluruhan. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, total 109 sampel digunakan dalam penyelidikan ini. Pada bulan November 2023, data penelitian dikumpulkan. Kami menggunakan uji chi-square untuk analisis data kami. Nilai p sebesar 0,996 menunjukkan bahwa korelasi antara stres akademik dan dispepsia fungsional tidak signifikan secara statistik. Nilai p sebesar 0,016 menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik antara dispepsia fungsional dan kualitas tidur. Nilai p sebesar 0,293 menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara frekuensi dispepsia fungsional dengan frekuensi makan tidak teratur.  
The Relationship between Hypertension History, Smoking Degree, and Ultraviolet (UV) Exposure to The Incidence of Seniilis Cataracts at Praya Regional General Hospital Paqih, Khaidir Imam; Sri Subekti; Sahrun; Rahadianti, Dian
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v6i1.550

Abstract

Background: Senile cataract is the leading cause of blindness and remains a significant public health problem, particularly among the elderly population. This condition is multifactorial and influenced by various risk factors, including a history of hypertension, smoking intensity, and exposure to ultraviolet (UV) radiation. This study aimed to analyze the association between a history of hypertension, smoking intensity, and ultraviolet (UV) radiation exposure with the occurrence of senile cataract at Praya Regional General Hospital. Methods: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study subjects consisted of patients with senile cataract and non-cataract patients who met the inclusion and exclusion criteria. Data were collected through interviews, questionnaires, and medical records. Statistical analysis was performed using the chi-square test and Fisher's exact test with a significance level of 0.05. Results: The characteristics of the respondents were predominantly female, with 44 individuals (53.7%), and the largest age group was 60–69 years, comprising 39 individuals (47.6%). In terms of occupation, most respondents were farmers, totaling 37 individuals (45.1%), followed by housewives with 30 individuals (36.6%). The analysis showed that a history of hypertension was significantly associated with the occurrence of senile cataract (p = 0.007). Meanwhile, smoking intensity (p = 0.316) and ultraviolet (UV) radiation exposure (p = 1.000) were not significantly associated with the occurrence of senile cataract. Conclusion: A history of hypertension is a risk factor associated with senile cataract, whereas smoking intensity and ultraviolet radiation exposure were not proven to have a significant association. Continuous screening and health education efforts are needed to control modifiable risk factors in order to reduce the incidence of senile cataract.
Hubungan Sikap, Norma Subjektif, dan Kontrol Perilaku yang Dirasakan dengan Niat untuk Melakukan Aktivitas Fisik pada Remaja di SMA Negeri 1 Kota Mataram Salsabila, Shafa Ariyani; Anulus, Ayu; Sahrun, Sahrun; Rahadianti, Dian
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24851

Abstract

ABSTRACT Technological developments contribute to the decline in physical activity in adolescents. WHO reports that 81% of adolescents worldwide are physically inactive, in line with Indonesian data showing that 33.5% of the population aged ≥10 years have low levels of physical activity. In West Nusa Tenggara Province, this figure increases to 41.7%, with Mataram City as the region with the lowest level of physical activity. The Theory of Planned Behavior (TPB) explains that behavioral intentions are influenced by attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. Therefore, SMA Negeri 1 Mataram was chosen as the research location because it is a favorite school in Mataram City with diverse student characteristics. The purpose of this study was to analyze the relationship between attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control with physical activity intentions in adolescents in 310 students of SMA Negeri 1 Mataram City. This study used a Cross-Sectional approach with a Stratified Random Sampling technique. Data were collected using a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using the Fisher Exact test. The results of this study indicate that the majority of respondents (94.20%) had a high intention to engage in physical activity (moderate-heavy category). A positive attitude was significantly associated with intention (PR=11.42; 95%CI=5.09-25.61; p-value 0.001). Conversely, high subjective norms (PR=2.33; 95%CI=0.87-6.20; p-value 0.152) and high behavioral control (PR=1.87; 95%CI=0.69-5.01; p-value 0.207) did not show a statistically significant relationship. Positive attitudes were associated with adolescents' intention to engage in physical activity. Keywords: Theory of Planned Behavior, Intention, Physical Activity, Adolescents.  ABSTRAK Perkembangan teknologi berkontribusi terhadap penurunan aktivitas fisik pada remaja. WHO melaporkan 81% remaja di dunia kurang aktif secara fisik, sejalan dengan data Indonesia yang menunjukkan 33,5% penduduk usia ≥10 tahun memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Di Provinsi NTB angka ini meningkat menjadi 41,7%, dengan Kota Mataram sebagai wilayah dengan tingkat aktivitas fisik terendah. Theory of Planned Behavior (TPB) menjelaskan bahwa niat berperilaku dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Oleh karena itu, SMA Negeri 1 Mataram dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan sekolah favorit di Kota Mataram dengan karakteristik siswa yang beragam. Tujuan dalam penelitian ini untuk Menganalisis hubungan sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan dengan niat aktivitas fisik pada remaja pada 310 siswa SMA Negeri 1 Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross-Sectional dengan teknik Stratifed Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala likert yang telah diuji validitas dan realibilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher Exact.  Hasil dari penelitian ini yaitu mayoritas responden memiliki niat yang tinggi untuk melakukan aktivitas fisik (kategori sedang-berat) (94,20%). Sikap positif terbukti memiliki hubungan signifikan dengan niat (PR= 11,42; 95%CI= 5,09-25,61; p-value 0,001). Sebaliknya, norma subjektif tinggi (PR=2,33; 95%CI= 0,87-6,20; p-value 0,152) dan kontrol perilaku yang tinggi (PR=1,87; 95%CI= 0,69-5,01; p-value 0,207) tidak menunjukkan hubungan signifikan secara statistik. Sikap positif berhubungan dengan niat remaja untuk melakukan aktivitas fisik.   Kata Kunci:  Theory of Planned Behavior, Niat, Aktivitas Fisik, Remaja.
Hubungan Konsumsi Kopi, Riwayat Penggunaan Oains, dan Derajat Merokok dengan Kejadian Dispepsia Fungsional di Puskesmas Selaparang Kota Mataram Fitrah, Nur Hayatul; Utama, Lalu Buly Fatrahady; Rahadianti, Dian; Priyono, Risky Irawan Putra
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24728

Abstract

ABSTRACT Dyspepsia is a prevalent gastrointestinal disorder commonly encountered in clinical practice, presenting with symptoms such as epigastric pain, bloating, abdominal fullness, belching, nausea, and vomiting. In west Nusa Tenggara, the number of dyspepsia cases reported at primary healthcare centers increased substantially from 36,004 cases in 2021 to 56,098 cases in 2022. Various factprs are believed to contribute to the occurrence of functional dyspepsia, including coffee consumption, the use of NSAIDs, and smoking habits; however, findings from previous studies remain inconsistent. This Study aimed to examine the asssociation between coffee consumption, history of non-streoidal anti-inflammatory drug (NSID) use, and smoking degree with the incidence of functional dyspepsia at Selaparang Primary Healthcare Center. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted among 92 patients selected using consecutive sampling. Coffee consumtion and NSAID use were analyzed using the Chi-Square test, while smoking degree was analyzed using the Spearmen Rank correlation test. Statistical significance was set at p0,05. Functional dyspepsia was identified in 68 respondents (73,9%). Coffee consumption was significantly associated with functional (p=0,000; PR=7,43; CI 95%: 2,76-19,9). Smoking degree also showed a significant positive correlation with use and functional dyspepsia (P=0,001; r=0,354). However, No. significant association was found between OAINS use and functional dyspepsia (p=0,411; PR=1,49; CI 95%: 0,40-5,50). Coffee consumption and smoking degree are significantly associated with functional dyspepsia, whereas OAINS use does not show a statistically significant association with functional dyspepsia. Keywords: Functional Dyspepsia, Coffee Consumption, Nsaids, Smoking. ABSTRAK Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang sering dijumpai di klinis dan ditandai oleh gejala nyeri epigastrium, kembung, cepat kenyang, rasa penuh di perut, sering bersendawa serta mual dan muntah.DI Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tahun 2021 dispepsia menjadi penyakit keenam yang paling sering dijumpai di puskesmas, dengan jumlah kasus mencapai 36.004. Angka tersebut mengalami peningkatan pada tahun 2022, yakni menjadi 56.098. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya dispepsia fungsional, antara lain konsumsi kopi, penggunaan OAINS, dan kebiasaan merokok, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan adanya perbedaan temuan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi, riwayat penggunaan OAINS, dan derajat merokok dengan kejadian dispepsia fungsioal di Puskesmas Selaparang. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain analitik observasional. merupakan analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan tehnik Consecutive Sampling pada pasien yang berkunjung ke Puskesmas Selaparang, dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk variabel konsumsi kopi dan riwayat penggunaan OAINS, serta uji Spearman Rank untuk variabel derajat merokok dengan tingkat signifikasi 0,05Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 68 orang mengalami dispepsia fungsional (73,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dengan dispepsia fungsional (p=0,000; PR=7,43; CI 95%: 2,76-19,9). Derajat merokok juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian dispepsia fungsional (p=0,001; r=0,354). Sebaliknya, riwayat penggunaan OAINS tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian dispepsia fungsional (p=0,411; PR=1,49; CI 95%: 0,40-5,50). Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi kopi dan derajat merokok berhubungan signifikan dengan kejadian dispepsia fungsional, sedangkan penggunaan OAINS tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian dispepsia fungsional secara statistik. Kata Kunci: Dispepsia Fungsional, Konsumsi Kopi, OAINS, Merokok.
Hubungan Penggunaan Media Sosial, Jenis Kelamin, dan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying pada Anak Kelas XI SMAN 5 Mataram Nusa Tenggara Barat Nurhafizhah, Nurhafizhah; Rahadianti, Dian; Wijayanti, Lusiana Wahyu Ratna; Muhajir, Alfian
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24831

Abstract

ABSTRACT Bullying is an aggressive behavior carried out repeatedly and is one form of violence that frequently occurs in the school environment, making it a serious concern in the field of education. This phenomenon is a major problem among senior high school adolescents because it has negative impacts on mental, social, and academic health. To determine the relationship between social media use, gender, and peer influence on bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram, West Nusa Tenggara. This study was a quantitative analytical observational study with a cross-sectional design. The study population consisted of all eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram, totaling 445 students. The sample included 95 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires, namely the Adolescent Peer Relations Instrument (APRI) to measure bullying behavior, as well as questionnaires on social media use, gender, and peer influence. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses to determine relationships between research variables. Most respondents were 16 years old (56.84%), male (52.6%), and had parents with elementary school education as the highest educational level (30.53%). Moderate social media use was reported by 49.50% of respondents, low peer influence by 37.9%, and almost all respondents had experienced bullying behavior (52.6%). There is a relationship between social media use, gender, and peer influence with bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram. Keywords: Bullying, Social Media, Gender, Peers.  ABSTRAK Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang kali dan salah satu bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Fenomena ini menjadi masalah serius pada remaja sekolah menengah atas karena berdampak negatif terhadap kesehatan mental, sosial, dan akademik. Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 5 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 5 Mataram sebanyak 445 siswa. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan metode random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, yaitu Adolescent Peer Relations Instrument (APRI) untuk mengukur perilaku bullying, serta kuesioner penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan pengaruh teman sebaya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Responden penelitian sebagian besar berusia 16 tahun (56,84%), berjenis kelamin laki-laki (52,6%), pendidikan orang tua sebagian besar lulusan SD (30,53%), penggunaan media sosial sedang (49,50%), teman sebaya rendah (37,9%), dan perilaku bullying  (52,6%). Terdapat hubungan antara penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 5 Mataram.  Kata Kunci: Bullying, Media Sosial, Jenis Kelamin, Teman Sebaya.