Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TEH HIJAU MENURUNKAN KADAR KOLETEROL TOTAL PADA IBU AKSEPTOR KB DEPOMEDROXYPROGESTERONE ACETATE (DMPA) Fazdria Fazdria
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i4.3028

Abstract

Background: The type of injectable contraception currently widely used is Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) which contains the progestin hormone, a synthetic ingredient of progesterone. The mechanism of action of DMPA as contraception is to prevent ovulation. DMPA will inhibit the secretion of GnRH and Luteinizing hormone (LH) in the preovulatory period, that ovulation will be suppressed at least in the first three months after used. That will be a hypoestrogen condition due to the use of DMPA. Estrogen is a female hormone that has many functions, one of which is as an antioxidant which helps control cholesterol levels. The role of estrogen as an antioxidant is to prevent the oxidation of LDL so that the ability of LDL to penetrate plaque is reduced. Endogenous and exogenous antioxidants are used to reduced free radicals in the body. Either the substances contained in plants and functions as an antioxidant to prevent oxidative stress is polyphenols. Among all types of tea and other plants containing polyphenols, polyphenols from green tea have high bioavailability. Dried green tea leaves contain 36% polyphenols and unfermented green tea contains 80% flavonoids.Purpose: To prove the effect of brewed of green tea on total cholesterol levels in DMPA users in Working Area of Puskesmas Langsa Barat.Methods: The study design was a quasi experimental design with a pretest posttest control group approach. Total cholesterol measurements were done before and after the treatment of green tea for 30 days. The sample consisted of 34 people and divided into two groups, the control group and the green tea brewed group, given orally 3 times a day at a rate of 1 teaspoon (± 2 grams) for one time consumption.Results: There was a difference in the average cholesterol level between the pretest and posttest in the group given green tea with a p-value of 0.015 (p-value <0.05), which means that green tea was able to significantly reduced cholesterol levels in DMPA users.Conclusion: There is a difference in the average cholesterol levels in the control and treatment groups. Consumption of green tea was able to significantly reduced cholesterol levels in the experimental group. Suggested: The results of this study can be used as a reference as an alternative treatment of hypercholeterolmia caused by used of DMPA.Suggestion This research needs to be refined to improve the accuracy of the cholesterol examination results using the POCT (Point of Care Testing) method or the spectrophotometer method considering that the cholesterol examination method used in this study is the strip-test method. Furthermore, it is necessary to control confounding factors such as body weight, diet and physical activity of the respondents Keywords: Green tea, Cholesterol, DMPA, Contraception. ABSTRAK Latar Belakang : Jenis kontrasepsi suntik yang saat ini banyak digunakan adalah Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) yang mengandung hormon progestin yaitu bahan sintestis dari progesteron. Mekanisme kerja DMPA sebagai kontrasepsi adalah dengan mencegah ovulasi. DMPA akan menghambat sekresi GnRH dan Luteinizing hormone (LH) pada masa preovulatorik sehingga ovulasi akan tertekan minimal pada tiga bulan pertama penggunaan.  Sehingga akan terjadi kondisi hipoestrogen akibat pengunaan DMPA. Estrogen merupakan hormon wanita yang memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah sebagai antioksidan yang membantu mengendalikan kadar kolestrol. Peranan estrogen sebagai antioksidan adalah mencegah proses oksidasi LDL sehingga kemampuan LDL untuk menembus plak akan berkurang. Antioksidan endogen dan eksogen digunalan untuk menurunkan radika bebas dalam tubuh. Salah satu zat yang terdapat dalam tanaman dan berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah stress oksidatif adalah polifenol. Diantara semua jenis teh dan tanaman lain yang mengandung polifenol, polifenol dari teh hijau mempunyai kemampuan bioavaibilitas yang tinggi. Daun teh hijau kering mengandung 36% polifenol dan teh hijau yang tidak mengalami fermentasi mengandung 80% flavonoid.Tujuan Penelitian : Membuktikan pengaruh seduhan teh hijau terhadap kadar kolesterol total pada ibu akseptor KB DMPA di Wilayah kerja Langsa BaratMetode Penelitian : Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental design dengan pendekatan pretest posttest control group. Pengukuran total kolesterol dilakukan sebelum dan setelah perlakuan pemberian seduhan teh hijau selama 30 hari.  Sampel berjumlah 34 orang dan dibagi kedalam dua kelompok yaitu kelompok control dan kelompok seduhan teh hijau diberikan secara oral 3 kali sehari dengan takaran 1 sendok teh (± 2 gr) untuk sekali konsumsi.Hasil Penelitian : Terbapat perbedaan rata-rata kadar kolesterol antara pretest dan posttest pada kelompok yang diberi teh hijau dengan p-value 0,015 (p-value <0,05) yang berarti teh hijau mampu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan pada akseptor KB DMPA.Kesimpulan : Ada perbedaan rata-rata kadar kolesterol pada kelompok kontrol dan perlakuan. Konsumsi teh hijau mampu menurunkan kadar kolesterol pada kelompok eksperimen secara signifikan. Disarankan : Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi sebagai pengobatan alternatif hiperkoleterolmia akibat pengguna DMPA.Saran : Penelitian ini perlu disempurnakan untuk meningkatkan keakuratan hasil pemeriksaan kolesterol dengan metode POCT (Point of Care Testing) atau metode spektrofotometer mengingat metode pemeriksaan kolesterol yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode strip-test. Selanjutnya diperlukan untuk mengontrol fakkor perancu seperti berat badan, pola makan dan aktifitas fisik responden Kata Kunci : Teh hijau, Kolesterol, DMPA, Kontrasepsi. 
Pengaruh Konseling Teknik Menyusui terhadap Kejadian Lecet Puting Susu pada Ibu Multipara Henniwati, Henniwati; Fazdria, Fazdria; Harahap, Meliani Sukmadewi; Nurdahliana, Nurdahliana; Alchalidi, Alchalidi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15504

Abstract

ABSTRACT A common problem in breastfeeding is nipple blisters/pain. Due to an error in the breastfeeding technique, the baby does not breastfeed until the areola is present. The impact that occurs if the breastfeeding technique is not correct is that it can cause breast swelling, mastitis/breast abscess, anatomical abnormalities in the nipples such as sinking nipples or flat nipples, nipple blisters and breast milk does not come out optimally. This study aimed to determine the effect of breastfeeding technique counseling on the incidence of nipple blisters. This type of research is quasi-experimental with a posttest control group design. The sample in this study was multiparous postpartum mothers totaling 36 people who were divided into two groups (control and treatment)—data analysis using the Mann-Whitney test. The study results obtained in the control group showed that the mean of 13.31 was lower than that of the treatment group, which was 23.69 and the Sig. 2-tailed obtained 0.001, it can be concluded that the provision of breastfeeding technique counseling affects the incidence of nipple blisters in postpartum women. The conclusion in this study is that providing counseling on breastfeeding techniques has an effect on the incidence of sore nipples in postpartum mothers. It is expected that health workers can always provide counseling on correct breastfeeding techniques to mothers. Keywords: Counseling, Breastfeeding Technique, Nipple Chafing  ABSTRAK Masalah yang sering terjadi dalam proses menyusui adalah puting susu lecet/nyeri. Hal ini disebabkan kesalahan dalam teknik menyusui yaitu bayi tidak menyusui sampai ke areola. Dampak yang terjadi jika teknik menyusui yang tidak benar yaitu dapat menyebabkan payudara bengkak, mastitis/abses payudara, kelainan anatomis pada puting susu seperti puting susu yang tenggelam atau puting susu yang datar, puting susu lecet dan ASI tidak keluar optimal. Tujuan penenlitian untuk mengetahui pengaruh konseling teknik menyusui terhadap kejadian putting lecet. Jenis penelitian ini quasi eksperimen dengan desain posttest control group desain. Sampel pada penelitian ini ibu nifas multipara yang berjumlah 36 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok (control dan perlakuan).Analisa data menggunakan uji mann-whitney test. Hasil penelitian didapat pada kelompok control rerata 13,31 lebih rendah dari pada rerata kelompok perlakuan yaitu 23,69 dan niali Sig. 2-tailed didapat 0,001, maka berate bahwa pemberian konseling tehnik menyusui berpengaruh terjadap kejadian putting lecet pada ibu nifas. Kesimpulan dalam penelitian ini pemberian konseling tehnik menyusui berpengaruh terjadap kejadian putting lecet pada ibu nifas. Diharapkan untuk tenaga kesehatan dapat selalu memberikan konseling tehnik menyusui yang benar kepada ibu.                     Kata Kunci: Konseling, Teknik Menyusui, Puting Lecet
Pelatihan dan Pendampingan Kader Kesehatan tentang Latihan Syukur Berbasis E-Modul dalam Pengendalian Gula Darah Diabetes Raharjo, Setio Budi; Fazdria, Fazdria; Husaini, Muhammad; Sulistiany, Eva; Elfida, Elfida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15523

Abstract

ABSTRAK Ketidaktahuan tentang diabetes melitus tipe 2 (DMT-2) yang terjadi dan keterlambatan merespon terhadap perubahan tubuh akibat DMT-2 dapat menimbulkan dampak yang fatal. Upaya pencegahan sukunder bagi pasien DMT-2 melalui kader kesehatan diperlukan untuk  mengendalikan  dan  mengurangi resiko terjadinya komplikasi akibat DMT-2. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan kader kesehatan tentang latihan syukur dalam pengendalian gula darah diabetes perlu diberikan. Kegiatan pemecahan  masalah dilaksanakan dengan pembuatan modul, pemberian pelatihan dan pendampingan. Hasil  kegiatan  didapatkan  10  orang dengan kategori prediabetes dengan rentang usia 45 sampai 65 tahun. Selain itu, pengetahuan  kader  kesehatan  meningkat  sebesar  58,5  %  dilihat  dari  rata-rata skor pretest 60,2 menjadi rata-rata skor posttest 95,43. Kemampuan latihan syukur pada kader kesehatan dan pasien DMT-2 juga mengalami kemajuan yang semula mereka belum mampu melakukan latihan syukur dan pada akhir kegiatan mereka memiliki insight positif yang didukung dengan hasil akhir pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dengan rata-rata sebesar 154 ml/dl. Pelatihan dan pendampingan kader kesehatan efektif dalam meningkatan pengetahuan dan kemampuan pasien DMT-2 tentang latihan syukur berbasis e-modul dalam pengendalian gula darah diabetes sebagai upaya pencegahan sekunder dan mengurangi risiko komplikasi akibat DMT-2. Kata Kunci: DMT-2, Kader Kesehatan, Pelatihan, Pendampingan  ABSTRACT Ignorance about the occurrence of type 2 diabetes mellitus (DMT-2) and delays in responding to changes in the body due to DMT-2 can have fatal consequences. Secondary prevention efforts for DMT-2 patients through health cadres are needed to control and reduce the risk of complications due to DMT-2. Therefore, training and assistance to health cadres regarding gratitude exercises in controlling diabetes blood sugar needs to be provided. Problem solving activities are carried out by creating modules, providing training and mentoring. The results of the activity showed that there were 10 people in the prediabetes category with an age range of 45 to 65 years. Apart from that, health cadres' knowledge increased by 58.5%, from an average pretest score of 60.2 to an average posttest score of 95.43. The ability to practice gratitude among health cadres and DMT-2 patients also experienced progress from previously not being able to do gratitude exercises and at the end of the activity they had positive insight which was supported by the final results of checking blood sugar levels with an average of 154 ml/dl. Training and mentoring of health cadres is effective in increasing the knowledge and abilities of DMT-2 patients regarding e-module-based gratitude exercises in controlling diabetes blood sugar as a secondary prevention effort and reducing the risk of complications due to DMT-2.  Keywords: DMT-2, Health Cadres, Training, Mentoring
Edukasi “Gen Z-Penting” (Generasi Z-Pencegah Stunting) dengan Media Booklet Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Pada Remaja Putri AS, Emilda; Magfirah, Magfirah; Fazdria, Fazdria; Lina, Lina; Dewi, Silfia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.17901

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, sehingga melalui Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPM) pemerintah menargetkan pada tahun 2025 akan mengurangi 40% jumlah balita pendek. Upaya dalam pencegahan stunting adalah perubahan perilaku masyarakat melalui program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang semuanya berupaya untuk melakukan intervensi dalam perubahan perilaku positif terkait dengan pengetahuan ibu tentang asupan gizi selama hamil, melahirkan dan anak sebelum usia 2 tahun. Sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting dapat dilakukan lebih ringan dan menarik serta tidak membosankan terutama dikalangan remaja. Remaja putri yang nantinya sebagai calon ibu sebagai target indikator utama kelompok sasaran percepatan penurunan stunting. Pemberian edukasi atau pendidikan kesehatan dengan menggunakan booklet sangat efektif digunakan sebagai media informasi tentang upaya pencegahan stunting pada remaja. Meningkatkan pengetahuan pada remaja tentang upaya pencegahan stunting melalui media booklet. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah intervensi edukasi stunting melalui media booklet. Adanya perbedaan nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah remaja putri diberikan edukasi dengan kategori baik yaitu 66,7% menjadi 86,7%. Pemberian edukasi pada remaja dalam upaya pencegahan dini stunting dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan stunting. Remaja putri sebagai calon ibu di masa depan diharapkan memiliki pengetahuan tentang stunting dan upaya pencegahannya. Kata Kunci: Booklet, Education, Stunting  ABSTRACT Efforts to monitor the growth and development of early childhood are primarily the task of the family and community and are assisted by posyandu cadres through posyandu activities. The Posyandu program is carried out in each village by cadres who have been given knowledge and training by health workers to disseminate knowledge about health, especially child growth and development among parents. Generally, posyandu activities include weighing toddlers and providing nutrition, so that the main target of posyandu is more focused on the physical growth stage. Therefore, it is necessary to provide knowledge to the public about early detection of child development, so that preventive measures can be taken to overcome developmental disorders in toddlers. This service activity is to increase the community's knowledge and abilities regarding stimulating the development of children aged 12-18 months as an effort to detect early child growth and development. Service activities are carried out using counseling and training methods followed by roleplay with the target community in Sungai Pauh Village, West Langsa District, Langsa City in August 2023 with a target number of 40 people. there was a difference in knowledge scores between before and after the community was given counseling in the good category, namely 47.5% to 90% and the skills of the participants before and after the community were given training, the majority had good skills at 87.5%. Through this activity, people experience increased knowledge and skills, and it is important for mothers to monitor children's growth and development through stimulation that is appropriate to the child's age development stages. Keywords: Monitoring, Development, Baby, Society
Pengaruh Edukasi Pencegahan Dan Penanganan Diabetes Gestasional Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil As, Emilda; Putri, Isnaini; Fithriany, Fithriany; Fazdria, Fazdria
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v5i2.1160

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Gestasional (GDM) merupakan salah satu gangguan metabolik yang paling sering terjadi pada kehamilan dan berdampak signifikan terhadap kesehatan ibu maupun janin. Pencegahan dan penanganan GDM menjadi fokus utama dalam pelayanan antenatal karena komplikasi yang ditimbulkannya dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan ibu dan anak. Intervensi berbasis edukasi terbukti efektif dalam membantu ibu hamil memahami faktor risiko, strategi pencegahan, serta pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi pencegahan dan penanganan diabetes gestasional terhadap pengetahuan ibu hamil. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment, one group pre-test and post-test. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan diabetes gestasional dan booklet. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: sebelum diberikan edukasi pengetahuan responden rata-rata 11,60 dan setelah dilakukan edukasi pengetahuan responden mayoritas dengan nilai rata-rata 16,77. Uji Wilcoxon didapatkan p-value 0,000. Kesimpulan: Edukasi pencegahan dan penanganan diabetes gestasional berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil.
The effect of topical aloe vera and breast milk on the recovery of cracked nipples Fazdria, Fazdria; Alchalidi, Alchalidi; Kasad, Kasad; Faisal, T. Iskandar
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2173

Abstract

One of the common discomforts during the postpartum period is cracked nipples. If not properly managed, this condition may lead to mastitis. This study aimed to analyze the effect of topical application of aloe vera and breast milk on the healing of cracked nipples. This research employed a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 34 postpartum mothers with cracked nipples at Birem Bayeun Community Health Center. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant effect of aloe vera and breast milk application on the healing of cracked nipples (p = 0.000). It can be concluded that the topical application of aloe vera and breast milk has a significant effect on the recovery of cracked nipples among postpartum mothers.