Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Peran Aktivitas Fisik pada Kelompok Pengajian Siti Khadijah di Rajabasa, Bandar Lampung Maya Ulfah; Nurul 'Afifah Hijami; Andiansyah Andiansyah; Zahara Nurfatihah Z; M. Aditya Permana
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4334

Abstract

Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran, serta menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular. Meskipun demikian, tingkat aktivitas fisik di masyarakat masih rendah, salah satunya akibat keterbatasan pengetahuan mengenai manfaat, jenis, dan prinsip pelaksanaan aktivitas fisik yang aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang peran aktivitas fisik melalui penyuluhan kesehatan pada kelompok pengajian Siti Khadijah di Rajabasa, Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest dan post test. Teknik sampling yang digunakan pada kegiatan ini adalah total sampling. Sebanyak 22 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri dari pengisian pretest, pemberian materi penyuluhan secara ceramah dan diskusi interaktif, serta pengisian post test menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 81,44 pada pretest menjadi 87,20 pada post test dengan selisih 5,76 poin. Distribusi nilai post test juga lebih merata dan terkonsentrasi pada kategori skor lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan berbasis komunitas efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai upaya promotif dan preventif.
WORK FROM ANYWHERE (WFA) PADA IBU PEKERJA : IMPLIKASINYA PADA KESEHATAN MENTAL DAN KEBIJAKAN PERLINDUNGAN SOSIAL (SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW) Nurul 'Afifah Hijami
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56290

Abstract

Transformasi digital dan kebijakan fleksibilitas kerja pascapandemi COVID-19 melahirkan tren Work from Anywhere (WFA) yang memberikan keleluasaan bagi pekerja, termasuk ibu bekerja (working mothers), untuk menyeimbangkan peran profesional dan domestik. Namun, dinamika ini juga menimbulkan tantangan baru terhadap perlindungan sosial dan kesejahteraan kerja, terutama bagi perempuan yang menghadapi beban ganda. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak WFA terhadap kesejahteraan ibu bekerja serta mengevaluasi relevansi dan kesenjangan kebijakan perlindungan sosial yang ada. Penelusuran sistematis dilakukan melalui database PubMed, Scopus, dan Web of Science menggunakan kata kunci: (“working mother” OR “female worker”) AND (“work from home” OR “remote work” OR “work from anywhere”) AND (“social protection” OR “social policy” OR “labor policy”). Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan publikasi 10 tahun terakhir (2015–2025). Sebanyak 36 studi memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas penelitian menunjukkan bahwa WFA berpotensi meningkatkan fleksibilitas waktu dan partisipasi tenaga kerja perempuan, namun juga memperbesar risiko beban kerja ganda, stres psikosial, dan ketidaksetaraan akses terhadap jaminan sosial. Dukungan kebijakan berupa cuti berbayar, asuransi kesehatan, serta perlindungan kerja fleksibel masih terbatas dan tidak merata secara global. WFA dapat menjadi peluang bagi ibu bekerja untuk mencapai keseimbangan kerja–keluarga, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kebijakan perlindungan sosial yang adaptif dan berperspektif gender.
Asesmen Kesiapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Dapur Makan Bergizi Gratis Tahap Pra-Operasional Nurul 'Afifah Hijami; Muhammad Fikri Hijami
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1319

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan fasilitas pengolahan makanan yang tidak hanya mampu menjamin keamanan pangan, tetapi juga mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kesiapan K3 pada tahap pra-operasional penting untuk mengidentifikasi potensi risiko dan memastikan tersedianya sarana pendukung sebelum kegiatan produksi makanan dimulai. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesiapan K3 pada dapur MBG tahap pra-operasional. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional yang dilakukan pada satu dapur MBG sebelum operasional. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen asesmen yang meliputi penilaian kelayakan K3, gap analysis terhadap komponen K3, dan asesmen kesiapan manajemen K3. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk skor, persentase, tabel, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen yang dinilai pada aspek fisik, mekanik dan peralatan, kimia, biologi, ergonomi, kebakaran dan kedaruratan, serta manajemen K3 telah tersedia pada tahap pra-operasional. Hasil gap analysis menunjukkan bahwa komponen struktur dan tata letak, fasilitas sanitasi, serta keselamatan kerja telah tersedia sesuai kriteria penilaian. Selain itu, komponen kebijakan, standar operasional prosedur, pelatihan, alat pelindung diri, dan safety climate juga telah dipersiapkan. Dapat disimpulkan bahwa komponen dasar K3 telah tersedia pada dapur MBG tahap pra-operasional. Evaluasi lanjutan diperlukan setelah dapur beroperasi untuk menilai implementasi K3 dan efektivitas pengendalian risiko kerja.
EVALUASI PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP IMPLEMENTASI DIGITAL JOB SAFETY (JSA) BERBASIS QR CODE PADA PRAKTIKUM LABORATORIUM Nurul 'Afifah Hijami
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.60459

Abstract

Job Safety Analysis (JSA) merupakan metode sistematis untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tindakan pengendalian sebelum pekerjaan dilakukan. Penerapan JSA berbasis Quick Response (QR) Code di laboratorium pendidikan diharapkan meningkatkan aksesibilitas informasi keselamatan, namun evaluasi mengenai persepsi pengguna masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap implementasi JSA berbasis QR Code pada kegiatan praktikum di Laboratorium. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sebanyak 190 mahasiswa yang telah menggunakan JSA berbasis QR Code menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri atas lima pernyataan dengan skala Likert lima poin dan dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rerata dan simpangan baku. Seluruh indikator menunjukkan nilai rerata di atas 4,00. Nilai rerata tertinggi terdapat pada indikator kemudahan memahami isi JSA (4,17 ± 0,765), diikuti kemampuan JSA membantu memahami bahaya (4,15 ± 0,776), kemudahan akses melalui QR Code (4,14 ± 0,774), kesiapan sebelum praktikum (4,12 ± 0,777), dan niat menggunakan kembali JSA (4,12 ± 0,791). Mahasiswa memberikan persepsi positif terhadap implementasi JSA berbasis QR Code. Digital JSA dinilai mudah diakses, mudah dipahami, serta mendukung pemahaman bahaya dan kesiapan sebelum praktikum, sehingga berpotensi menjadi media penyampaian informasi keselamatan di laboratorium pendidikan.
PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, MENTAL HEALTH, AND WORK PRODUCTIVITY AMONG WORKING MOTHERS : A CROSS-SECTIONAL STUDY Nurul 'Afifah Hijami; Prasita Ayu Widyaningtyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61226

Abstract

Ibu yang bekerja menghadapi tantangan unik dalam menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan keluarga, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan produktivitas kerja. Bukti mengenai faktor pelindung bagi populasi ini masih terbatas dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara persepsi dukungan organisasi, tekanan psikologis, dan penurunan produktivitas kerja pada ibu yang bekerja di Indonesia. Dalam studi potong-lintang (cross-sectional) ini, 163 ibu yang bekerja dari berbagai sektor pekerjaan berpartisipasi. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen yang telah divalidasi: Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21; Cronbach's α=0,74), kuesioner Work Productivity and Activity Impairment (WPAI) (Cronbach's α=0,74), dan Skala Perceived Organizational Support (POS) (Cronbach's α=0,70). Uji Shapiro-Wilk mengonfirmasi distribusi data yang tidak normal; oleh karena itu, korelasi Spearman's rho digunakan untuk analisis bivariat. POS menunjukkan korelasi negatif yang signifikan dengan depresi (r=−0,391; P<0,001), kecemasan (r=−0,359; P<0,001), stres (r=−0,285; P<0,001), dan penurunan produktivitas (r=−0,306; P<0,001). Ketiga dimensi kesehatan mental tersebut saling berkorelasi kuat (r=0,683–0,738; P<0,001). Di antara variabel demografis, hanya usia yang berkorelasi signifikan dengan penurunan produktivitas (r=−0,232; P=0,003), sedangkan jumlah anak menunjukkan korelasi positif dengan POS (r=0,157; ​​P=0,045). Persepsi dukungan organisasi memainkan peran pelindung yang signifikan terhadap tekanan psikologis dan penurunan produktivitas kerja pada ibu yang bekerja. Organisasi sebaiknya memprioritaskan peningkatan persepsi dukungan melalui kebijakan keseimbangan kerja-keluarga yang konkret dan praktik kepemimpinan yang suportif.
EFEKTIVITAS JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) BERBASIS DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KESELAMATAN KERJA MAHASISWA DAN MITIGASI DI LABORATORIUM Nurul &#039;Afifah Hijami; Maya Ulfah
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 3 (2026): July - September
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i3.897

Abstract

Latar belakang: Laboratorium pendidikan kedokteran memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menimbulkan risiko kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Menurut World Health Organization (WHO), insiden laboratorium masih terjadi akibat paparan bahaya biologis, kimia, fisik, dan kelemahan prosedur keselamatan sehingga diperlukan penguatan manajemen risiko laboratorium. Salah satu upaya pengendalian risiko adalah penerapan Job Safety Analysis (JSA). Integrasi JSA berbasis QR Code meningkatkan kemudahan akses informasi keselamatan dan pemahaman pengguna terhadap mitigasi risiko kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi Job Safety Analysis berbasis digital terhadap peningkatan pemahaman mitigasi risiko kerja pada pengguna laboratorium pendidikan kedokteran. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest yang melibatkan 190 pengguna laboratorium. Intervensi dilakukan melalui implementasi dan sosialisasi JSA berbasis digital yang diakses menggunakan QR Code sebelum kegiatan praktikum. Tingkat pemahaman diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Rerata skor pemahaman meningkat dari 75% sebelum intervensi menjadi 82% setelah intervensi atau meningkat sebesar 7 poin persentase. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest (Z = -3,872; p < 0,001). Kesimpulan: Implementasi Job Safety Analysis berbasis digital terbukti meningkatkan pemahaman mitigasi risiko kerja dan berpotensi menjadi pendekatan yang praktis serta berbiaya rendah untuk memperkuat manajemen risiko dan budaya keselamatan di laboratorium pendidikan kedokteran
DISTRES PSIKOLOGIS, DUKUNGAN ORGANISASI YANG DIRASAKAN, DAN GANGGUAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA IBU YANG BEKERJA DI INDONESIA: STUDI POTONG LINTANG DESKRIPTIF Nurul &#039;Afifah Hijami
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 3 (2026): July - September
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i3.937

Abstract

Latar Belakang: Ibu yang bekerja menanggung kewajiban ganda sebagai pekerja dan pengasuh utama, yang dapat mengikis kesejahteraan psikologis dan kinerja kerja. Data deskriptif tingkat populasi mengenai fenomena ini dalam angkatan kerja Indonesia masih langka. Metode: Survei potong lintang deskriptif dilakukan terhadap 163 ibu yang bekerja yang direkrut dari berbagai sektor pekerjaan di seluruh Indonesia melalui sampling purposif dan convenience. Tiga instrumen laporan diri tervalidasi diberikan: Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) untuk distres psikologis, kuesioner Work Productivity and Activity Impairment (WPAI) untuk gangguan kerja, dan Perceived Organizational Support (POS) Scale untuk dukungan organisasi yang dirasakan. Data disajikan sebagai distribusi frekuensi, rerata, standar deviasi, dan median. Hasil: Responden memiliki rerata usia 35,55 tahun (SB = 7,67), dengan 96,3% berstatus menikah. Sebagian besar bekerja pada sektor profesional atau spesialis (62,0%) dan memiliki jadwal kerja reguler (85,3%). Rerata skor depresi adalah 4,63 (SB = 6,75), kecemasan 7,42 (SB = 7,63), dan stres 10,90 (SB = 8,85). Rerata skor Perceived Organizational Support adalah 30,94 dari skor maksimum 40 (SB = 6,08), sedangkan rerata gangguan produktivitas kerja sebesar 29,63%. Berdasarkan kategorisasi DASS-21, sebanyak 94,5% responden berada pada kategori depresi normal, 90,8% pada kategori kecemasan normal, dan 83,4% pada kategori stres normal. Kesimpulan: Ibu yang bekerja dalam sampel ini sebagian besar mempertahankan fungsi psikologis dalam rentang normatif, didukung oleh lingkungan organisasi yang kondusif. Namun, sejumlah subkelompok mengalami distres yang signifikan secara klinis dan kehilangan produktivitas yang substansial, menekankan perlunya program kesehatan mental tempat kerja yang proaktif.