Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ISLAMIC CENTER DESIGN IN SEMARANG CITY WITH NEO VERNACULAR ARCHITECTURE APPROACH PERENCANAAN ISLAMIC CENTER DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Pujiono, Muhamad; Sasmito, Adi; Susanti, Anityas Dian
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 1 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i1.148

Abstract

Kota Semarang adalah salah satu kota besar di provinsi Jawa Tengah, jumlah penduduk kota Semarang sekitar 1.544.358 Jiwa dengan pemeluk agama Islam 1.288.502 Jiwa (83,43%) maka agama Islam menjadi agama mayoritas di kota Semarang. Dengan penduduk muslim sebagai mayoritas, maka dibutuhkan satu kawasan yang dapat mengakomodir kegiatan dibidang agama, salah satunya adalah islamic center. Kota Semarang sebenarnya sudah mempunyai kawasan Islamic Center sendiri yaitu di kecamatan Mijen yang saat ini sudah digunakan sebagai tempat transit untuk jemaah haji kota Semarang, sementara di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) lebih ke fungsi peribadatan dan wisata religi. Perencanaan islamic center ini akan lebih menekankan dan berfokus pada fungsi peribadatan, pendidikan dan wisata religi kota semarang, maka dari itu dibutuhkan Islamic Center yang mempunyai fasilitas masjid, aula/ruang pertemuan, asrama haji, tempat manasik haji, klinik, area pendidikan dan area UMKM yang berada di satu lokasi yang saling terintegrasi sehingga memudahkan bagi pengguna. Perencanaan Islamic Center akan menggunakan pendekatan arsitektur neovernakular, konsep arsitektur neovernakular dijadikan pilihan karna didalam perencanaan kawasan ini ingin menampilkan nilai-nilai lokal yang diserap kedalam desain bangunan, penerapan konsep ini diharapkan mampu merepresentasikan kawasan yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya lokal, sehingga kawasan memiliki nilai budaya, tidak terlihat kontras dengan lingkungan sekitar dan bisa dibangun menggunakan material di zaman sekarang.
FUTURISTIC APPLICATION OF ARCHITECTURE ON THE FACADE OF A MIXED USED BUILDING Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Sasmito, Adi; Khoirul Mustofa, M
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3720

Abstract

This study evaluates the application of futuristic architecture on the facades of mix used buildings with a focus on three buildings in Paragon City Semarang, JHL Solitaire Serpong, and Pakuwon Surabaya. Mix used building is a building concept that integrates various functions such as residential, office, and business premises, with the aim of increasing space efficiency. This research uses a qualitative descriptive approach to identify how futuristic architecture is applied to the facades of these buildings. The results show that although there are efforts to apply the concept of futuristic architecture to elements such as doors, windows, walls, and light barriers by paying attention to proportion, rhythm, material, texture, and colour, the application is still limited. Paragon City Semarang, for example, only uses walls and light barriers with slight variations in proportion, while JHL Solitaire Serpong emphasises the use of light barriers that almost cover the entire building facade. Pakuwon Surabaya, on the other hand, features walls and glass windows with a large proportion of area. This research concludes that although the concept of futuristic architecture is trending, its implementation in the context of mixed used building facades is still not optimal, with variations between the three buildings studied.
FUTURISTIC APPLICATION OF ARCHITECTURE ON THE FACADE OF A MIXED USED BUILDING Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Sasmito, Adi; Khoirul Mustofa, M
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3720

Abstract

This study evaluates the application of futuristic architecture on the facades of mix used buildings with a focus on three buildings in Paragon City Semarang, JHL Solitaire Serpong, and Pakuwon Surabaya. Mix used building is a building concept that integrates various functions such as residential, office, and business premises, with the aim of increasing space efficiency. This research uses a qualitative descriptive approach to identify how futuristic architecture is applied to the facades of these buildings. The results show that although there are efforts to apply the concept of futuristic architecture to elements such as doors, windows, walls, and light barriers by paying attention to proportion, rhythm, material, texture, and colour, the application is still limited. Paragon City Semarang, for example, only uses walls and light barriers with slight variations in proportion, while JHL Solitaire Serpong emphasises the use of light barriers that almost cover the entire building facade. Pakuwon Surabaya, on the other hand, features walls and glass windows with a large proportion of area. This research concludes that although the concept of futuristic architecture is trending, its implementation in the context of mixed used building facades is still not optimal, with variations between the three buildings studied.
Penerapan Konsep Aerotropolis pada Pengembangan Bandar Udara: Application of Aerotropolis Concept in Airport Development Mandaka, Mutia; Al Rasyid, Abdul Hafidz; Sasmito, Adi
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.567

Abstract

Aerotropolis memberikan konsep bisnis yang mana tempatnya berlokasi pada kawasan bandar udara. Penerapan aerotropolis juga bisa dijadikan sebagai alat dalam memanfaatkan lahan untuk kegiatan komersil secara bersamaan, agar tidak tertinggal dengan wilayah-wilayah lainnya. Tujuan konsep ini adalah untuk memperoleh manfaat untuk bandar udara tersebut, wilayah yang ada di sekitar bandar udara, ataupun secara skala nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran terkait dengan konsep aerotropolis di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kuala Lumpur International Airport, dan Singapore Changi Airport. Dengan menggunakan metode studi komparatif didapatkan hasil yaitu hanya Kuala Lumpur International Airport dan Singapore Changi Airport yang sangat baik dalam menerapkan konsep aerotropolis. Untuk Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto sendiri masih banyak memiliki kekurangan dan keterbatasan dalam memenuhi prinsip-prinsip aerotropolis seperti prinsip struktur tata ruang wilayah, prinsip tata guna lahan, prinsip peruntukan utama dari fungsi suatu kawasan, prinsip penyediaan kawasan bisnis, serta prinsip konektivitas transportasi.
MALL AND HOTEL BUILDING PLANNING IN SEMARANG CITY WITH A MODERN ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN BANGUNAN MALL DAN HOTEL DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Widyastomo, Sudadi; Sasmito, Adi; Mandaka, Mutiawati
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.95

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota dengan populasi terbanyak ketiga di Indonesia, dengan total jumlah penduduk sekitar 1.700.000 jiwa. Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Semarang memiliki beberapa fasilitas pusat perbelanjaan dan hotel yang cukup lengkap. Mix used building merupakan suatu banguan yang terdiri dari satu atau lebih bangunan yang mempunyai fungsi yang berbeda. Di Semarang sendiri masih sedikit bangunan yang mengadopsi jenis bangunan mix used building. Perlunya perencanaan dan perancangan bangunan mall dan hotel di Semarang diharapkan mampu memberikan alternatif solusi bagi masyarakat Semarang. Arsitektur Modern merupakan konsep arsitektur yang mengedepankan konsep yang memperhatikan perancangan dari segi fungsional dan efisiensi pada bangunan yang akan dirancang, dan bisa mewadahi aktivitas penghuninya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep Arsitektural yang bisa diterapkan pada perancangan bangunan mall dan hotel adalah konsep arsitektural Arsitektur Modern.  Mall dan hotel direncanakan dibangun di Jalan Raya Semarang Boja sebagai salah satu alternatif pengembangan kawasan komersial yang mendukung permukiman sekitarnya. Pendekatan perencanaan ini dimulai dari mencari preseden terkait bangunan mall dan hotel, pendekatan kontekstual dan aspek fungsional. Hasil rancangan berupa perancangan mall dan hotel yang berada dalam satu kawasan dengan tujuan untuk memenuhi semua kebutuhan hidup, bekerja, berbelanja, sekaligus menginap dalam rangka efisiensi waktu dan mobilitas. Dengan desain yang unik dan menggunakan pendekatan arsitektur modern diharapkan mall dan hotel ini dapat menjadi icon dari lansekap Semarang Boja.
DESIGN OF AN ARTS AND CULTURE MUSEUM WITH A MODERN ARCHITECTURAL APPROACH IN THE CITY OF SEMARANG PERANCANGAN MUSEUM SENI DAN BUDAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN DI KOTA SEMARANG Puspitasari, Desthania; Sasmito, Adi; Susanti, Anityas Dian
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.98

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, yang memiliki banyak sekali ragam budaya serta kekayaan seninya. Banyak peninggalan-peninggalan berharga yang harus dirawat serta dilestarikan, seperti peninggalan dari zaman purba, kekayaan budaya, dan lain sebagainya. Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Di Semarang belum ada museum seni dan budaya yang dirancang dengan pendekatan arsitektur modern sehingga perlu kiranya perancangan bangunan museum ini sebagai wadah seni dan budaya yang ada di Jawa Tengah.
OFFICE RENTAL DESIGN IN SEMARANG CITY USING A FUTURISTIC ARCHITECTURE APPROACH PERANCANGAN RENTAL OFFICE DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR FUTURISTIK Huda, Dimas Prasojo Nur; Mandaka, Mutiawati; Sasmito, Adi
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i2.167

Abstract

Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang dengan ekonomi yang tumbuh pesat, telah menarik minat investor lokal dan internasional. Hal ini menciptakan permintaan tinggi untuk ruang kantor, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Sektor perkantoran memerlukan bangunan yang mampu menampung berbagai jenis bisnis, mulai dari start-up hingga perusahaan multinasional. Pasar kantor sewa tidak hanya didominasi oleh perusahaan besar atau korporasi multinasional. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul juga perusahaan start-up, e-commerce.  teknologi, serta perusahaan lokal yang lebih kecil yang turut menyewa ruang kantor. Hal ini mendorong keberagaman dalam tipe ruang kantor, mulai dari gedung perkantoran kelas A (premium) hingga coworking space yang fleksibel dan lebih terjangkau. Semarang merupakan pusat ekonomi dan bisnis di Jawa Tengah, dengan sektor perdagangan, jasa, dan industri yang berkembang pesat. Keberadaan pelabuhan Tanjung Emas dan kawasan industri mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan, sehingga menarik minat investor dan perusahaan dari dalam maupun luar negeri. Kantor sewa menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menjalankan operasinya di Semarang tanpa harus berinvestasi dalam pembangunan kantor sendiri.
DESIGN OF ISLAMIC CENTER AREA WITH MIDDLE EASTERN MODERN ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN KAWASAN ISLAMIC CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN TIMUR TENGAH Abiyyu, Rahmat; Susanti, Anityas Dian; Sasmito, Adi
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i2.171

Abstract

Agama Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, Agama Islam merupakan agama yang memiliki jumlah umat dan populasi terbanyak di wilayah Indonesia, menurut Badan Pusat Statistik Indonesia jumlah umat Islam yang ada di Indonesia lebih dari 245 juta jiwa atau lebih dari 85% penduduk warga Indonesia yang memeluk agama Islam. Kepulauan jawa merupakan kepulauan yang menyumbang jumlah penduduk umat Islam terbesar dari jumlah populasi yang ada di Indonesia, Kota Demak, Kota Kudus dan Kota Pati ketiga daerah tersebut merupakan jumlah umat beragama Islam terbanyak di wilayah Jawa Tengah dari tahun ketahun ajaran Islam terus berkembang di berbagai aspek-aspek pendidikan dan aspek sosial, berangkat penjelasan diatas maka diperlukan suatu kawasan yang bisa mengakomodir Kegiatan atau fungsi utama umat Islam beraktivitas, beribadah, wisata religi dan pendidikan, Islamic Center merupakan kawasan yang sebuah pengembangan dari tempat ibadah  umat Islam yaitu  masjid, masjid hanya bisa mengakomodir satu kegiatan, Islamic Center merupakan kawasan yang tediri dari banguan banguan yang bisa mengakomodir dari berbagai kegiatan   perancangan Islamic Center ini menggunakan konsep arsitektur modern timur tengah, Islamic Center ini akan mengakomodir 3 kegiatan utama yaitu beribadah, menuntut ilmu (pendidikan ) dan wisata religi  perancangan kawasan Islamic Center ini direncanakan dibangun di Jalan Raya Demak Kudus  sebagai salah satu alternatif pengembangan kawasan Islamic Center yang ada di antara dua kota dengan jumlah penduduk agama Islam terbanyak di pulau Jawa.
PENANAMAN CEMARA LAUT DI PANTAI TIRANG UNTUK MITIGASI BENCANA ABRASI PANTAI Subekti, Sri; Sasmito, Adi; Chasanah , Ummi; Soehartono; Baswindro
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 2 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i2.414

Abstract

Pantai Tirang Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Kota Semarang, yang memiliki daya tarik berupa panorama alam Pantai Tirang yang dipenuhi tanaman bakau serta pasir hitam dan gemuruh ombak. Pantai Tirang berada di Kecamatan Tugu yang tepatnya terletak di Kelurahan Tugurejo Kota Semarang. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan melakukan penanaman cemara laut bersama dengan mahasiswa Pecinta Alam Komplid dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Pasir Tirang, partisipasi dalam rangka “Mageri Segoro”, yang menjadi program gerakan lingkungan hidup di Provinsi Jawa Tengah.
Redesain Masjid Raya Baiturrahman Di Semarang Sari, Wulan Nawang; Nuzuluddin, Taufiq Rizza; Sasmito, Adi
Neo Teknika Vol 7, No 2 (2021): Vol 7 No 2 (2021) : Jurnal Neoteknika Volume 7 Nomer 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v7i2.1836

Abstract

Masjid Raya Baiturrahman seperti udara segar di tengah kota yang memiliki kesibukan duniawi seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, hiburan, perdagangan dan jasa. Hal tersebut memberikan penggambaran bahwa di tengah urusan duniawi, manusia juga harus diingatkan tentang hubungan mereka dengan Tuhan. Namun dengan berjalannya waktu serta berkembangan kehidupan pusat kota yang semakin maju, tentu kepentingan dimasa yang akan mendatang dengan kapasitas umat yang bertambah, maka kebutuhan serta fasilitas sarana dan prasarana juga harus bertambah untuk menampung umat beraktivitas dengan baik di dalam masjid tanpa adanya kendala keterbatasan untuk mewadahi kegiatan di dalamnya. Tujuan perencanaan dan perancangan ini untuk untuk memaksimalkan kenyamanan fasilitas Masjid Raya Baiturrahman dalam menunjang hubungan Hablumminallah dan Hablumminannas ditengah-tengah pusat Kota Semarang dengan begitu akan terciptanya pola interaksi masyarakat di Kota Semarang terutama di lingkungan Masjid Raya Semarang untuk menerapkan kebiasaan, kesadaran, serta penyatuan antara kegiatan ibadah dengan kegiatan kehidupan dunia. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pendekatan dari sisi arsitektural seperti aspek konstektual, fungsional dan memperhatikan aspek perilaku serta mencantumkan filosofi yang terkandung untuk Masjid yang memiliki nilai sejarah.Kata Kunci: Redesain Masjid, Masjid Baiturrahman Semarang, Arsitektur Modern Tropis