Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Protection of the Rights and Obligations of Indonesian Migrant Workers in the Informal Sector in Saudi Arabia: A Retrospective Study Using Interpretative Phenomenological Analysis Marwah, Siti; Priyanti, Evi; Kurniansyah, Dadan
Journal of Social Science Utilizing Technology Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jssut.v2i3.1153

Abstract

Background. Indonesian migrant workers in the informal sector in Saudi Arabia face serious challenges related to protecting their rights and obligations. Lack of understanding and implementation of safeguards can pose risks to their working and living conditions. Purpose. This research aims to explore the construction of meaning regarding the protection of the rights and obligations of Indonesian migrant workers in Saudi Arabia. The formulation of the problem is: How do Indonesian migrant workers in the informal sector in Saudi Arabia obtain protection of their rights and obligations from the government? What are the main challenges faced by migrant workers regarding the protection of their rights and obligations? Method. This research uses a retrospective study approach with the Interpretative Phenomenology method. Through phenomenological interviews with five people directly involved in Saudi Arabia's informal sector, data was collected to identify the understanding and implementation of protecting the rights of Indonesian migrant workers. This research is based on governance theory which provides a theoretical framework for understanding how the Indonesian government protects the rights of migrant workers abroad and interacts with international institutions. Results. The results of this research indicate the need to increase awareness, understanding and implementation of effective protection for Indonesian migrant workers in Saudi Arabia's informal sector. Cooperation between the Indonesian government and relevant parties in Saudi Arabia needs to be improved to ensure better protection for the rights and obligations of migrant workers. Conclusion. The output of this research is that every Indonesian migrant worker (PMI) is expected to have an electronic Indonesian migrant worker (E-PMI) to protect the rights and obligations of Indonesian migrant workers (PMI) and ensure their identity is officially recorded. By having E-PMI, migrant workers will have better protection and will be safer when working abroad.
Implementasi Surat Izin Tempat Usaha di Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang Aulia Sari, Rury Eka; Priyanti, Evi; Ramdani, Rachmat
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.227 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3831

Abstract

AbstrakPenelitian Implementasi Surat Izin Tempat Usaha di Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang, dengan rumusan permasalahan Komunikasi dari pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat yang kurang rensponsif dengan dilihat dari Sumber daya dari petugas sarana dan prasarana untuk masyarakat yang akan melakukan pelayanan maupun Disposisi dalam pelaksanaanya Surat Izin Tempat Usaha (SITU), serta Struktur Birokrasi dari prosedur pelayanan yang terlalu berbeli - belit. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif yang dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan. Studi lapangan dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dengan jumlah partisipan sebanyak 5 orang yang ditentukan secara teknik purposive sampling yang terdiri dari 1 Kasubag Trantib, 1 Staff Kecamatan Cilamaya Wetan, serta 3 Orang Masyarakat sekitar tentang SITU. Hasil pembahasan dari Komunikasi yang dilakukan oleh Kecamatan Cilamaya Wetan sudah cukup baik dengan berkoordinasi melalui aparatur desa. Sumber Daya yang ada di Kecamatan Cilamaya Wetan sudah baik walaupun hanya memiliki satu staff dalam pembuatan surat izin tempat usaha. Disposisi dari pelaksanaan surat izin tempat usaha sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tupoksi. Sedangkan, Struktur Birokrasi sudah sesuai Kecamatan Cilamaya Wetan hanya membantu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) untuk tersalurkan program surat izin tempat usaha di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan khususnya. Kata Kunci: Implementasi, Surat Izin Tempat Usaha, Kecamatan, Cilamaya Wetan AbstractResearch on the Implementation of a Business Place Permit at the Cilamaya Wetan District Office, Karawang Regency, with the formulation of the problem of Communication from the implementation of services to the community who are less responsive by looking at the resources of the facilities and infrastructure officers for the community who will perform the service as well as the disposition in the implementation of the Business Place Permit (SITU), as well as the Bureaucratic Structure of service procedures that are too convoluted. Descriptive research method with a qualitative approach which is carried out by literature studies and field studies. The field study was conducted through observation, interviews, documentation, with the number of participants as many as 5 people who were determined by purposive sampling technique consisting of 1 Head of Sub Division of Trantib, 1 Staff of Cilamaya Wetan District, and 3 people from the surrounding community about SITU. The results of the discussion from the communication carried out by the Cilamaya Wetan District are quite good by coordinating through the village apparatus. The existing resources in Cilamaya Wetan District are good even though they only have one staff in making a business place permit. The disposition of the implementation of the place of business permit has gone well and is in accordance with the main tasks and functions. Meanwhile, the Bureaucratic Structure is in accordance with the Cilamaya Wetan District, only helping the One Stop Integrated Service and Investment Service (DPMPSTP) to distribute the business place permit program in the Cilamaya Wetan District in particular.Keywords: Implementation, Business Place Permit, District, Cilamaya Wetan
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KOTAKU GUNA MENGATASI PERMUKIMAN KATEGORI KUMUH DI KABUPATEN BEKASI Yulistika, Windy Endah; Priyanti, Evi
JURNAL DIMENSI Vol 12, No 3 (2023): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2023)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan studi penelitian memiliki tujuan ialah memberikan sebuah analisa mendalam perihal implementasi kebijakan “KOTAKU” dalam mengatasi permukiman kategori kumuh. Penelitian ini memakai metode yang bersifat kualitatif dengan memakai model teori Jan Merse dalam melakukan analisis data. Model Teori Jan Merse menjelaskan implementasi yang baik terdiri atas pengelolaan atas informasi yang dilakukan, isi dalam sebuah kebijakan yang dilakukan, kondisi dukungan dari masyarakat, dan kondisi pembagian atas potensi yang dilakukan. Hasil atas studi penelitian ini yakni penyampaian informasi kurang tersampaikan kepada BKM, padahal telah melaksanaan pendataan mengenai keadaan awal yang berpedoman pada tujuh kriteria permukiman yang berkriteria kumuh. Kemudian, isi kebijakan yang terkandung dalam kegiatan Kotaku seluruhnya mengacu pada pesan Undang – Undang Dasar 1945 bahwa semua individu memiliki haknya dalam hidup yang sejahtera, dan memiliki tempat tinggal yang nyaman. Selanjutnya, dukungan Masyarakat yang terjadi dalam pelaksanaan Program Kotaku masih banyak dalam bentuk kecaman dari Masyarakat sehingga dukungan Masyarakat berkurang. Dan, Pembagian potensi kepada tim pengawas yang bekerja dilapangan kurang baik dan terdapat masalah-masalah yang menjadi komplain masyarakat.
EFEKTIVITAS APLIKASI E-DUKCAPIL DALAM MELAKUKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DESA TEGALWARU KECAMATAN CILAMAYA WETAN KABUPATEN KARAWANG Syadiyah, Halimatus; Priyanti, Evi; Febriantin, Kariena
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i2.4761

Abstract

The E-Dukcapil Karawang application is designed to make it easier for the public to access population administration services quickly, transparently and free of fraudulent charges (extortion). However, its implementation in Tegalwaru Village still faces various challenges. This research aims to measure the effectiveness of the application in providing optimal public services and identify the obstacles faced in community use. Using qualitative methods with a phenomenological approach, this research collects data through interviews, observation and documentation. The research results show that low digital literacy and minimal socialization are the main obstacles, which ultimately open up opportunities for extortion. Apart from that, it is considered that village officials do not fully understand the operation of the E-Dukcapil application, so they are unable to provide adequate assistance to the community. Therefore, it is necessary to increase outreach, intensify training for village officials, and provide technical assistance services to ensure that this application can be utilized optimally.
Effectiveness of the Village Government Organization of Cibarusah City, Cibarusah District, Bekasi Regency Khoirunisa, Efri; Priyanti, Evi; Atthahara, Haura
Journal of Government Insight Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/jgi.v5i1.978

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Cibarusah City Village government organisation reviewed using the theory of effectiveness consisting of aspects of adaptability, productivity, and job satisfaction. Using a qualitative research type with a case study approach and descriptive in nature, data collection was carried out using observation, interview, and documentation techniques, then data analysis was carried out in stages starting from reduction and presentation to verification and drawing conclusions. The results of the study indicate that the effectiveness of the Cibarusah City Village government organisation, seen from the aspects of adaptability, productivity, and job satisfaction, is quite good. It's just that there are still aspects of productivity and job satisfaction that are not perfect. Such as in the productivity aspect, it has not been able to reach a qualified level in terms of its service. As well as in the aspect of job satisfaction that has not reached the level of job satisfaction in the employee incentive indicator. This study can be used as a reference to determine the effectiveness of government organisations implemented by agencies, especially village governments. The discipline of science in this study is the discipline of government with a sub-discussion of village government organisations. The novelty of this study is that it reviews the effectiveness of government organisations implemented by the Cibarusah City Village Government, Cibarusah District, and Bekasi Regency.
INOVASI E-GOVERNMENT PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KARAWANG Fahrani, Anasya Nurlita; Kurniansyah, Dadan; Priyanti, Evi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.338-344

Abstract

Mengingat era sekarang sudah memasuki Revolusi Industri 4.0, yang dimana semua kegiatan manusia diikuti dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, dampak adanya kemajuan teknologi ini memudahkan perkerjaan manusia. Pada hal ini disadari oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Karawang, yang memiliki inovasi dalam e-Government. Kebanyakan inovasi yang kita ketahui hanya dari sistem fingerprint. Sebenarnya telah banyak inovasi yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Karawang, tapi dalam hal ini kami lebih memfokuskan tentang Inovasi e-Absensi (SIAP) dan Inovasi e-Kinerja (PARE). Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem kerja dari aplikasi PARE dan SIAP. Metode penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa adanya inovasi ini menjadi lebih secara objektif, terukur, akuntable, partisipatif dan transparan atas kinerja para ASN di Kabupaten Karawang.Kata kunci: e-Government, reformasi birokrasi
Optimalisasi Tugas dan Fungsi Lembaga Kemasyarakatan Desa Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Desa Muhibullah; Gumilar, Gun Gun; Priyanti, Evi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2011

Abstract

Kemampuan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) sebagai penghubung pemerintah desa dan warga sangat strategis untuk koordinasi, partisipasi, dan penggerak pembangunan, namun praktiknya kerap terhambat oleh lemahnya pemahaman kelembagaan, koordinasi, serta kapasitas sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mendeskripsikan strategi optimalisasi tugas dan fungsi LKD dalam meningkatkan kualitas desa. Pendekatan kualitatif dengan metode naratif digunakan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap perangkat desa, pengurus LKD (RT, RW, PKK, Posyandu, Karang Taruna, LPM), tokoh masyarakat, dan pemuda; data dianalisis dengan model Miles & Huberman. Hasil menunjukkan pendayagunaan LKD masih minim: perancangan aspirasi tidak berjalan sistematis, konsolidasi bertumpu pada rapat minggon dan spontanitas, kolaborasi lintas-lembaga rendah, inovasi program terbatas, publikasi dan branding lembaga belum efektif, serta fasilitas dan pemahaman tugas-fungsi belum memadai. Implikasinya, dampak LKD terhadap pelayanan, pemberdayaan, dan pembangunan desa belum optimal. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas berkelanjutan, tata kelola partisipatif berbasis teknologi, perencanaan program yang terstruktur, dan penyediaan sarana pendukung agar LKD lebih adaptif dan berdaya guna.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI DESA SRIJAYA KECAMATAN TIRTAJAYA KABUPATEN KARAWANG JAWA BARAT Widiyati, Intan; Priyanti, Evi
Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) مجلد 7 عدد 1 (2024): Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) (September 2024)
Publisher : MAP Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jiask.v7i1.246

Abstract

Prinsip pembangunan yang berpusat pada rakyat menegaskan masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat Desa Srijaya dalam pembangunan desa, apakah masyarakat Desa Srijaya ikut aktif berpartisipasi dalam pembangunan atau sebaliknya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Masyarakat Desa Srijaya ikut berpartisipasi dalam pembangunan dengan menghadiri kegiatan musrembang selain itu Pemerintah Desa mengajak masyarakat berpartisipasi sebagai pekerja dalam proses pembangunan turap dan drainase. Dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Desa Sarijaya mengikutsertakan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan yang dilakukan di Desa Srijaya dan masyarakat ikut berpartisipasi.
Akuntabilitas Pemerintah Dan Partisipasi Masyarakat Desa Ciwangi Kabupaten Purwakarta Pada Indeks Ketahanan Sosial Mewujudkan Desa Mandiri Zaenadine*, Maulidia Maryam; Azijah, Dewi Noor; Priyanti, Evi
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26981

Abstract

Pemerintah melalui prakarsa program desa mandiri merupakan upaya nyata untuk mewujudkan pembangunan negara yang menyeluruh dan merata. Untuk mensukseskan cita-cita pemerintah diperlukan aktualisasi yang tepat, pemerintah menitikberatkan pada desa-desa yang mayoritas wilayahnya berada di daerah pinggiran dan terluar serta tidak menjadi fokus pembangunan, hal ini juga tertuang dalam Nawacita Presiden yang menegaskan akan membangun Wilayah Indonesia dimulai dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Perwujudan desa mandiri perlu dikaji kembali bagaimana pencapaian Indeks Pembangunan Desa yang merupakan indekskomposit yang terbagi menjadi indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan lingkungan/ekologi yang akan mengukur capaian desa. Perolehan IDM yang baik di desa Ciwangi yang merupakan desa mandiri oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan dibahas dengan mengkaji bagaimana penerapan prinsip akuntabilitas yang dilakukan oleh pemerintah desa Ciwangi dan partisipasi dari dan oleh masyarakat Ciwangi masyarakat desa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik observasi dan wawancara mendalam. Penelitian ini menghasilkan untuk mewujudkan desa mandiri dan mendapatkan nilai indeks ketahanan sosial yang tinggi, kerjasama aktif dilakukan pemerintah desa dengan masyarakat desa ciwangi dalam berbagai urusan pemerintahan dan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti partisipasi masyarakat dalam musrembangdes dan berani menyampaikan kritik dan saran untuk kemajuan desa dan ditindaklanjuti oleh pemerintah desa dan aparatur mempertanggungjawabkan setiap kebijakan dan program yang dilakukan oleh desa dengan melakukan beberapa inovasi pelayanan publik yang ramah biaya kepada masyarakat, dengan dukungan kawasan desa yang strategis dan masyarakat yang heterogen, namun ada masih terdapat permasalahan dalam pengelolaan bumdes dengan gagalnya beberapa usaha karena kurangnya kompetensi yang ada dan kurangnya komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.komposit yang terbagi menjadi indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan lingkungan/ekologi yang akan mengukur capaian desa. Perolehan IDM yang baik di desa Ciwangi yang merupakan desa mandiri oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan dibahas dengan mengkaji bagaimana penerapan prinsip akuntabilitas yang dilakukan oleh pemerintah desa Ciwangi dan partisipasi dari dan oleh masyarakat Ciwangi masyarakat desa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik observasi dan wawancara mendalam. Penelitian ini menghasilkan untuk mewujudkan desa mandiri dan mendapatkan nilai indeks ketahanan sosial yang tinggi, kerjasama aktif dilakukan pemerintah desa dengan masyarakat desa ciwangi dalam berbagai urusan pemerintahan dan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti partisipasi masyarakat dalam musrembangdes dan berani menyampaikan kritik dan saran untuk kemajuan desa dan ditindaklanjuti oleh pemerintah desa dan aparatur mempertanggungjawabkan setiap kebijakan dan program yang dilakukan oleh desa dengan melakukan beberapa inovasi pelayanan publik yang ramah biaya Available online at https://jim.usk.ac.id/sejarah kepada masyarakat, dengan dukungan kawasan desa yang strategis dan masyarakat yang heterogen, namun ada masih terdapat permasalahan dalam pengelolaan bumdes dengan gagalnya beberapa usaha karena kurangnya kompetensi yang ada dan kurangnya komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Implementasi Program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan dan Perlindungan Anak pada Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kabupaten Bekasi Sandra*, Maharani Ayu; Azijah, Dewy Noor; Priyanti, Evi
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26920

Abstract

Kekerasan pada perempuan yang semakin banyak dalam rumah tangga mendorong pemerintah kemudian membuat program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan dan Perlindungan Anak untuk mencegah dan melindungi korban tindak kekerasan. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program P2TP2A berjalan. Dengan menggunakan metode penelitiaan kualitatif, peneliti akan memaparkan hasil observasi yang telah dilakukan. Meski belum berjalan dengan optimal, P2TP2A telah memberikan rasa aman dan perlindungan kepada para korban tindak kekerasan.