Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Spasial Kejadian Penyakit ISPA Ditinjau Dari Lingkungan Fisik Daerah Permukiman Wilayah Desa Prambontergayang Kabupaten Tuban Herning Setiyani; Tiwi Yuniastuti; Beni Hari Susanto
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6250

Abstract

The distribution of Acute Respiratory Infections (ARI) varies across regions, highlighting the need to consider spatial factors and the physical environment of residential areas, including housing density, ventilation size, and waste management, which critically affect community quality of life. This study aimed to conduct a spatial analysis of ARI incidence in relation to the physical residential environment in Prambontergayang Village, Tuban Regency. A quantitative descriptive design with cross-sectional observation was applied, utilizing spatial modeling through geoprocessing techniques such as buffering, overlay, and Nearest Neighbor Analysis (NNA). The study included all 150 houses in the village, selected using purposive sampling. Data were analyzed using the Contingency Coefficient C test and geoprocessing. Findings indicated a clustered pattern of ARI cases, with 34.0% occurring among adolescents and 58.0% among females. Housing density met health standards in 63.3% of cases, ventilation size in 67.3%, and environmentally friendly household waste management in 56.7%. Significant associations were found between ARI incidence and housing density (p = 0.002), ventilation size (p = 0.000), and waste management (p = 0.000). The study concludes that environmental vulnerabilities related to housing density, ventilation, and waste management contribute to ARI incidence. Promoting clean and healthy living practices, adequate nutrition, environmental hygiene, and indoor air quality is essential for ARI prevention and control.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Petugas Pengolah Limbah Medis Padat di RS.X Kabupaten Jember Yosi Widyasari; Septia Dwi Cahyani; Beni Hari Susanto
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22305

Abstract

ABSTRACTSolid medical waste management is a crucial aspect of maintaining environmental safety and health in healthcare facilities. This study aims to analyze internal and external factors influencing the behavior of waste management staff (cleaning service) in solid medical waste management at Hospital X in Jember Regency. The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The results showed that internal factors, including knowledge, attitudes, and self-efficacy, influence medical waste management behavior. All respondents (100%) had good knowledge and attitudes, but only 21% had high self-efficacy. Meanwhile, among external factors, only infrastructure significantly influenced solid medical waste management behavior, while the role of superiors and work roles did not show a significant relationship (p 0.05). The most dominant factors influencing solid medical waste management behavior were knowledge, attitudes, self-efficacy, and the availability of infrastructure. These findings emphasize the importance of regular outreach, facility support, and capacity building for staff in safe and effective medical waste management.Keywords: Solid Medical Waste, Officer Behavior, Knowledge, Self-Efficacy, Facilities and Infrastructure. ABSTRAK Pengolahan limbah medis padat merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku petugas pengolah limbah (cleaning service) dalam pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit X Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berupa pengetahuan, sikap, dan self efficacy memiliki pengaruh terhadap perilaku pengolahan limbah medis. Seluruh responden memiliki pengetahuan dan sikap yang baik (100%), namun hanya 21% yang memiliki self efficacy yang tinggi. Di sisi lain, dari faktor eksternal, hanya sarana prasarana yang terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pengolahan limbah medis padat, sedangkan peran atasan dan peran kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p 0,05). Faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku pengolahan limbah medis padat adalah pengetahuan, sikap, self efficacy, dan ketersediaan sarana prasarana. Temuan ini menegaskan pentingnya sosialisasi berkala, dukungan fasilitas, dan peningkatan kapasitas petugas dalam pengelolaan limbah medis yang aman dan efektif. Kata Kunci: Limbah Medis Padat, Perilaku Petugas, Pengetahuan, Self Efficacy, Sarana Prasarana. 
Efektivitas Penggunaan Perasan Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius) terhadap Kematian Larva Aedes Aegypti Milla, Maria Asti; Cahyani, Septia Dwi; Susanto, Beni Hari
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.2970

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pengendalian vektor yang berkelanjutan perlu dikembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan insektisida nabati dari tanaman lokal seperti daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perasan daun pandan wangi terhadap kematian larva Aedes aegypti. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan terdiri dari dua konsentrasi perasan (50% dan 75%) serta kontrol negatif. Setiap perlakuan diulangi sebanyak lima kali pengulangan, menggunakan sepuluh ekor larva dalam setiap perlakuan, dan dilakukan pengamatan pada waktu kontak 1, 5, dan 9 jam. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan dengan nilai p = 0,016. Konsentrasi 75% menghasilkan tingkat kematian larva tertinggi dan berada pada subset yang berbeda dengan konsentrasi 50%, menunjukkan bahwa efektivitas meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Efektivitas ini didukung oleh kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang bersifat toksik terhadap larva. Kesimpulan: Perasan daun pandan wangi terbukti efektif sebagai alternatif larvasida nabati terhadap larva Aedes aegypti. Kata kunci: Daun pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius), Insektisida alami, Larva aedes aegypti