Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH JARAK TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) BOROBUDUR TERHADAP TINGKAT PENCEMARAN LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) PADA AIR SUMUR Indri Lelyna AnaMevia; Beni Hari Susanto; Septia Dwi Cahyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17523

Abstract

Air adalah unsur yang sulit untuk dipisahkan dari kehidupan manusia. Sumber air baku yang berasal dari air tanah rentan terhadap pencemaran yang berasal dari penggunaan pestisida, pupuk dan sampah. Sampah adalah salah satu pencemar yang sering kali menjadi penyebab menurunnya kualitas air. Sampah di kelola dengan berbagai cara salah satunya yaitu ditimbun pada Tempat Penampungan Sementara (TPS). Salah satu fenomena bahwa TPS memberikan kontribusi penting dalam pencemaran lingkungan adalah dengan dihasilkannya lindi (leachate). Air lindi yang masuk ke dalam tanah berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan di sekitar TPS. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jarak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Borobudur terhadap tingkat pencemaran logam berat Kadmium (Cd) pada air sumur. Penelitian ini dilakukan pada 31 Mei 2023 di RW 05 kelurahan Mojolangu. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik mengunakan rancangan  cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 110 sumur, dengan pengambilan sampel sebanyak 16 sumur yang diambil mengunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji pengaruh jarak TPS terhadap tingkat pencemaran logam berat Kadmium pada air sumur mengunakan regresi linier sederhana. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh jarak TPS terhadap tingkat pencemaran logam berat Kadmium pada air sumur dengan nilai (p=0,001). Sehingga dari penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh jarak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Borobudur terhadap tingkat pencemaran logam berat Kadmium (Cd) pada air sumur.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pengolahan Limbah Organik Rumah Tangga Buah dan Sayur Menjadi Eco Enzyme di Cemorokandang Kota Malang Susanto, Beni Hari; Musdad, Anwar; Kristina, Maria; Meilani, Silvia
JURNAL APLIKASI DAN INOVASI IPTEKS "SOLIDITAS" (J-SOLID) Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v7i1.5421

Abstract

Berdasarkan sumber publikasi dari salah satu televisi nasional, menurut Jambeck tahun 2015 dari University of Georgia dikatakan, Indonesia adalah penyumbang sampah terbesar kedua dengan volume 187,2 juta ton/tahun. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2020 menaksir timbunan sampah di Indonesia sebesar 67,8 juta ton. Ekoenzim memiliki manfaat yang berlipat ganda. Dengan memanfaatkan sampah organic sebagai bahan bakunya, kemudia dicampur dengan gula dan air, proses fermentasinya menghasilkan gas O3 (ozon) dan hasil akhirnya adalah cairan pembersih serta pupuk yang ramah. Metode pelaksanaan tahap awal melakukan koordinasi dengan pihak sanitarian puskesmas Gribik, kemudian melakukan penyuluhan, dan evaluasi. Program ini merupakan pemberdayaan masyarakat RW 06 Kelurahan Cemoro Kandang, Kec. Kedung Kandang dengan jumlah peserta 15 orang, tujuan pemanfaatan limbah organik rumah tangga buah dan sayur menjadi EcoEnzyme. Kegiatan sosialisasi di laksanakan di masing-masing RT deengan peserta ibu rumah tangga untuk meberikan informasi mengai pemilahan sampah organik rumah tangga, pelaksanaan pelatihan pengolahan limbah organik rumah tangga mengenai EcoEnzyme, manfaat dan cara pembuatannya EcoEnzyme. Hasil analisis ketercapain sudah di lakukan 100% serta antusian yang luar bisa dari peserta. Dampak penyuluhan bisa mengurangi penumpukan sampah organi rumah tangga. Hasil pengolahan tersebut dapat di manfaatkan sebagai pupuk cair organik. Saran pelatihan yang berkelanjutan terkait pengolahan limbah organi rumah tangga, pemerataan informasi pengolahan limbah oranik rumah tangga ke setiap masyarakat.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN TINGKAT KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA INDUSTRI MAKARONI KABUPATEN MALANG kumaerah, Ratu; Subhi, Misbahul; Susanto, Beni Hari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33629

Abstract

Manusia merupakan salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam sebuah industri. Dengan penerapan ergonomi yang tepat diharapkan akan terjadi proses kerja yang efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE). Kesehatan dan keselamatan kerja harus dilaksanakan dalam dunia kerja dan dunia usaha oleh semua orang yang berada di tempat kerja. Namun, sering terjadi keluhan pada Kesehatan pekerja. Salah satunya adalah nyeri punggung bawah. Karakteristik individu, dan faktor pekerjaan merupakan faktor risiko keluhan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan faktor pekerjaan dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja industri Makaroni di Kabupaten Malang. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik cross-sectional. Sampel sebanyak 40 orang dan diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  kuesioner, lembar observasi, alat tulis dan handphone. Analisis hasil menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan faktor pekerjaan dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah. Hasil penelitian menunjukan karakteristik individu pada umur dengan nilai sig 0.001, indeks masa tubuh (IMT) dengan nilai sig 0,037, dan pendidikan dengan nilai sig 0,043. Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah. Untuk faktor pekerjaan, masa kerja dengan nilai sig 0,023. Hal ini menunjukan  adanya hubungan signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah, sementara lama kerja dengan nilai sig 0,657 tidak menunjukan adanya hubungan signifikan. Disarankan pekerja mendapatkan tambahan jam istirahat  yang cukup serta disediakan tempat duduk yang memiliki sandaran agar keluhan nyeri punggung bawah berkurang.
PENGARUH SARANA AIR BERSIH DAN KUALITAS AIR KIMIA TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X KABUPATEN MALANG Wahyuni, Ike Dian; Susanto, Beni Hari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34046

Abstract

Dermatitis kontak adalah terjadinya peradangan kulit yang diakibatkan oleh pajanan bahan iritan ataupun allergen dari luar tubuh manusia. Data epidemiologi di Indonesia menunjukkan bahwa 97% dari 389 kasus penyakit kulit adalah dermatitis kontak. Data penyakit dermatitis di Puskesmas Poncokusumo, sejak bulan  januari hingga september tahun 2021, penyakit dermatitis kontak menjadi salah satu penyakit yang paling sering terjadi di wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo dengan jumlah kejadian dermatitis kontak sebanyak 123 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Sarana Air Bersih Dan Kualitas Air Kimia Terhadap Kejadian Dermatitis Kontak Di Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan metode survei yang dilakukan dengan melakukan penyebaran kuisioner serta lembar observasi, dan melakukan wawancara kepada responden secara langsung, dengan pendekatan case control. Terdapat pengaruh antara jenis kelamin terhadap kejadian dermatitis kontak dan jenis kelamin perempuan lebih berisiko 9,4 kali lebih besar terkena dermatitis kontak, adanya pengaruh antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak dan personal hygiene kurang baik lebih berisiko 0,3 kali lebih besar terkena dermatitis kontak dan pengaruh antara sarana air bersih tidak memenuhi syarat terhadap kejadian dermatitis kontak sebesar 0,1 kali lebih beresiko. Maka dari itu, perlu diadakan upaya preventif terhadap risiko dermatitis kontak seperti melakukan sosialisasi mengenai personal hygiene di wilayah tersebut.
Analisis Faktor Risiko Personal Hygiene dan Sarana Air Bersih Terhadap Kejadian Dermatitis Kontak di Wilayah Kerja Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang Ilmiyanti, Nika; Susanto, Beni Hari; Sari, Devita
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v6i2.355

Abstract

Dermatitis kontak adalah peradangan kulit yang diakibatkan oleh pajanan bahan iritan ataupun allergen dari luar tubuh manusia. Desa Karangnongko merupakan salah satu desa dengan kasus dermatitis kontak tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Poncoksumo dengan total kasus sebanyak 26 orang pada periode bulan Januari – September 2021. Personal hygiene yang kurang baik dan sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat menjadi penyebab terjadinya dermatitis kontak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara faktor risiko personal hygiene dan sarana air bersih terhadap kejadian dermatitis kontak di wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian dibagi menjadi 2 yaitu kelompok sampel kasus dan kelompok sampel kontrol, dimana masing-masing kelompok berjumlah 26 responden. Available online on: jurnalkesehatan.unisla.ac.id - 2 - Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan uji regresi logistik dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia tidak berpengaruh terhadap kejadian dermatitis kontak. Jenis kelamin berpengaruh terhadap kejadian dermatitis kontak (p=0,013 OR=9,427), personal hygiene berpengaruh terhadap kejadian dermatitis kontak (p=0,037 OR=0,371) dan sarana air bersih berpengaruh terhadap kejadian dermatitis kontak (p=0,015 OR=0,130). Faktor yang paling berisiko terhadap kejadian dermatitis kontak adalah jenis kelamin dengan nilai signifikansi terendah dan nilai odds ratio tertinggi (p=0,013 OR=9,427). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara faktor risiko personal hygiene dan sarana air bersih.
FAKTOR RISIKO ACUTE FATIGUE PADA PENGEMUDI BUS DENGAN VARIABEL FAKTOR INDIVIDU Asmimi, Julia Asmimi; Rupiwardani, Irfany; Susanto, Beni Hari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46035

Abstract

Kelelahan akut (acute fatique) pada pengemudi bus merupakan kondisi yang dapat membahayakan keselamatan kerja dan lalu lintas. Pengemudi yang mengalami kelelahan cenderung memiliki tingkat kewaspadaan dan konsentrasi yang menurun, sehingga berisiko lebih tinggi mengalami kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan akut pada pengemudi bus di PT X 8X. Desain penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional , melibatkan 40 pengemudi aktif sebagai responden yang diambil secara total sampling . Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan Fatigue Assessment Scale (FAS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan akut dengan faktor individu seperti usia (p=0,001), status gizi (p=0,032), riwayat penyakit (p=0,008), dan kebiasaan merokok (p=0,041). Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik individu memainkan peran penting dalam mempengaruhi tingkat kelelahan akut pada pengemudi bus. Konsumen dengan usia lebih tua, status gizi yang kurang baik, riwayat penyakit tertentu, serta kebiasaan merokok khususnya perokok berat cenderung memiliki risiko kelelahan yang lebih tinggi.
EFEKTIVITAS PENURUNAN RESIDU PESTISIDA DENGAN AIR MENGALIR DAN RENDAMAN AIR PANAS PADA BUAH JERUK (CITRUS SINESIS) Susanto, Beni Hari; Cahyani, Septia Dwi; Yuniastuti, Tiwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44656

Abstract

Penggunaan pestisida yang tidak tepat akan menimbulkan dampak negatif seperti residu pestisida pada komoditi pertanian seperti komoditi jenis sayuran, yang dikonsumsi mentah sebagai lalapan. Ini terjadi karena petani menggunakan pestisida yang tidak sesuai dengan petunjuk yang tercantum pada label kemasan. Petani melakukan penyemprotan berkisar antara 3-6 kali dalam satu kali masa tanam sesuai dengan jenis hama penganggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui penurunan residu pestisida yang paling efektif di antara metode penurunan residu pestisida pada buah jeruk (Citrus Sinesis). Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan pendekatan true eksperimental menggunakan desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel pada penelitan ini adalah buah jeruk (Citrus Sinesis). Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Chocran-Q untuk mengetahui hipotesis efektivitas penurunan residu pestisida pada buah jeruk (Citrus Sinesis). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji efektivitas penurunan residu pestisida pada perlakuan merendam dengan air panas mengalami penurunan paling besar yaitu sebesar 95,494%. Nilai hasil uji Chocran-Q pada penurunan residu pestisida adalah 0,046 < 0,05, sehingga terdapat efektivitas penurunan residu pestisida pada buah jeruk (Citrus Sinesis). Sehingga, dapat disimpulkan efektivitas penurunan, residu pestisida yang paling efektif terdapat pada perlakuan perendaman dengan air panas.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Petugas Pengolah Limbah Medis Padat di RS.X Kabupaten Jember Widyasari, Yosi; Cahyani, Septia Dwi; Susanto, Beni Hari
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22305

Abstract

ABSTRACTSolid medical waste management is a crucial aspect of maintaining environmental safety and health in healthcare facilities. This study aims to analyze internal and external factors influencing the behavior of waste management staff (cleaning service) in solid medical waste management at Hospital X in Jember Regency. The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The results showed that internal factors, including knowledge, attitudes, and self-efficacy, influence medical waste management behavior. All respondents (100%) had good knowledge and attitudes, but only 21% had high self-efficacy. Meanwhile, among external factors, only infrastructure significantly influenced solid medical waste management behavior, while the role of superiors and work roles did not show a significant relationship (p > 0.05). The most dominant factors influencing solid medical waste management behavior were knowledge, attitudes, self-efficacy, and the availability of infrastructure. These findings emphasize the importance of regular outreach, facility support, and capacity building for staff in safe and effective medical waste management.Keywords: Solid Medical Waste, Officer Behavior, Knowledge, Self-Efficacy, Facilities and Infrastructure. ABSTRAK Pengolahan limbah medis padat merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku petugas pengolah limbah (cleaning service) dalam pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit X Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berupa pengetahuan, sikap, dan self efficacy memiliki pengaruh terhadap perilaku pengolahan limbah medis. Seluruh responden memiliki pengetahuan dan sikap yang baik (100%), namun hanya 21% yang memiliki self efficacy yang tinggi. Di sisi lain, dari faktor eksternal, hanya sarana prasarana yang terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pengolahan limbah medis padat, sedangkan peran atasan dan peran kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku pengolahan limbah medis padat adalah pengetahuan, sikap, self efficacy, dan ketersediaan sarana prasarana. Temuan ini menegaskan pentingnya sosialisasi berkala, dukungan fasilitas, dan peningkatan kapasitas petugas dalam pengelolaan limbah medis yang aman dan efektif. Kata Kunci: Limbah Medis Padat, Perilaku Petugas, Pengetahuan, Self Efficacy, Sarana Prasarana. 
Increased Thyroid Hormone Levels in Pesticide Sprayer at Agricultural Area Pawitra, Aditya; Diyanah, Khuliyah Candraning; Latif, Mohd Talib; Susanto, Beni Hari; Lusno, Muhammad F D
Kesmas Vol. 17, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesticides used massively in the agricultural sector would cause many poisoning and serious health problems. Organophosphate pesticides have been identified as endocrine-disrupting chemicals. This study aimed to compare thyroid hormone levels between the sprayers chronically exposed to pesticides and the control respondents who had never been exposed to pesticides. This study was an analytical observational with a cross-sectional design. The total number of respondents was 150, 50 as sprayers and 100 as control respondents. The venous blood samples were examined using the Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). The findings significantly showed that the sprayer had a higher level of thyroid-stimulating hormone (TSH) (4.776 ± 1.1166), lower triiodothyronine (T3) (108.822 ± 18.810), and lower thyroxine (T4) (7.808 ± 1.067). Determinant factors among sprayers that significantly correlated to TSH levels was age (p-value = 0.006); work duration (p-value = 0.000); personal protection equipment (PPE) (p-value = 0.045); body position (p-value = 0.014); type of pesticides (p-value = 0.004), correlated with T3 levels was age (p-value = 0.037); body position (p-value = 0.045), correlated with T4 levels was age (p-value = 0.000); PPE (p-value = 0.045). It could be concluded that chronic organophosphate exposure would increase TSH and decrease T3 and T4.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PABRIK MAKARONI X KABUPATEN MALANG Wali, Even Elsandri; DEVITASARI, DEVITASARI; Susanto, Beni Hari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32943

Abstract

Produktivitas kerja karyawan adalah tolak ukur bagi setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya baik dari segi kualitas maupun kuantitas produk. Seperti halnya di persaingan dagang saat ini dimana perusahaan harus mengupayakan mutu dan kesejahteraan karyawan yang menjadi daya saing perusahaan lain. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan pabrik Makaroni X di Kabupaten Malang. Desain penilitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Populasi pada penelitian ini yaitu karyawan di pabrik  Makaroni X Kabupaten Malang dengan jumlah 40 orang. Sampel yang di gunakan yaitu 17 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling dengan menggunakan kuesioner  dan lembar observasi. Analisis data hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi logistik antara variabel lingkungan fisik, lingkungan non fisik, motivasi, pemberdayaan terhadap produktivitas kerja didapatkan hasil sebesar 10.775, yang menunjukan bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah signifikan secara statistik. Hal ini didukung oleh nilai signifikan (Sig). sebesar 0.00, dimana itu jauh lebih kecil dari tingkat signifikan umum 0.05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan fisik, non fisik, pemberdayaan, dan motivasi kerja berpengaruh signifikat terhadap produktivitas kerja karyawan pabrik Makaroni X Kabupaten Malang. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengidentifikasi hubungan langsung dan tidak langsung antara lingkungan fisik, lingkungan non-fisik, pemberdayaan, dan motivasi terhadap produktivitas. Menambahkan studi kasus atau wawancara mendalam dengan karyawan juga bisa memberikan wawasan kualitatif yang lebih baik tentang pengaruh variabel-variabel tersebut dalam konteks yang lebih spesifik.