Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dan Kecemasan dengan Kepatuhan Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara Akili, Nurain Lista; Wulansari, Ika; Salawali, Siti Hajar
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i1.3936

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering didiagnosis dan mengancam jiwa pada wanita. Untuk mengurangi angka kematian pengobatan seperti kemoterapi perlu untuk dilakukan. Keberhasilan pengobatan bergantung pada kepatuhan pasien yang dapat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kecemasan dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di dua rumah sakit yang ada di Provinsi Gorontalo yaitu RSUD. Prof. Dr. Aloei Saboe dan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Sampel pada penelitian ini berjumlah 37 responden yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling dengan kriteria telah menjalani kemoterapi minimal sebanyak 3 siklus berturut-turut . Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale (ZSAS) serta lembar observasi. Uji yang digunakan adalah Chi-square test untuk analisa data dengan hasil yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p-value 0,010) dan kecemasan (p-value 0,004) dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker. Dukungan keluarga yang baik dan kecemasan yang rendah dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani kemoterapi
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kesiapan Remaja Putri dalam Menghadapi Menarche Pomalingo, Irmawati; Wulansari, Ika; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i1.3925

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang terjadi pada remaja putri yang menginjak dewasa yang ditandai dengan luruhnya lapisan dinding bagian dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Ketidaksiapan dalam menghadapi menarche dapat berdampak pada masalah kurangnya kebersihan diri (personal hygiene) sehingga beresiko terjadi infeksi organ reproduksi. Kesiapan menghadapi menarche dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang menarche. Salah satu sumber informasi yang di dapatkan remaja putri yaitu dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72 responden dan jumlah sampel 61 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan p-value = 0,000 ( ? (0,05) dengan nilai korelasi 0,579 yang bermakna terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche di SD Negeri 1 Limboto. Peneliti menyadari penelitian ini masih banyak kekurangan sehingga perlu dikembangkan terutama mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan remaja putri menghadapi menarche.
Hubungan Pernikahan Dini dengan Pola asuh Anak di Kecamatan Limboto Ladjaru, Syifa Aldarina; Wulansari, Ika; Hafar, Cindy Puspita Sari Haji
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i1.3944

Abstract

Dampak pola asuh yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas perkembangan sosial, emosional anak dan bisa mempengaruhi aspek kehidupan anak termasuk pandangan mereka terhadap hubungan dan pernikahan. Anak yang merasa kurang diperhatikan atau tidak puas secara emosional dalam keluarga, mereka akan mencari perhatian dan dukungan di luar rumah yang bisa menyebabkan keputusan untuk melakukan pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pola asuh anak dengan pernikahan dini pada anak di Kecamatan Limboto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 76 responden dan jumlah sampel 64 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan uji alternatif  fisher exact test  (karena terdapat 2 cells dengan expect count5) 0,004 (0,05) yang artinya terdapat Hubungan Pernikahan Dini Dengan Pola Asuh Anak di Kecamatan Limboto. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka peneliti menghadarpkan lebih ditingkatkannya lagi edukasi terkait dampak negative dari pernikahan dini yang dilakukan pada Tingkat desa dan bekerjasama dengan pihak atau instansi Kesehatan
Prolonged Labor Characteristics: A Study in Gorontalo Wulansari, Ika; Yusuf, Nur Ayun; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.786 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.754

Abstract

Prolonged labor is one of the common labor complications. The present work is devoted to exploring the characteristics of prolonged labor in Gorontalo. A total of 58 respondents were involved in this descriptive research. Further, this study relied on a retrospective approach. The result showed that the majority of primigravid women experienced prolonged labor (53.4%, n= 31), most of them were in the risky age group (25.9%, n= 15). The percentage of weak contraction in the prolonged labor cases was 87.9% (n= 51). Regarding the conditions of the newborns, the percentage of abnormal position and malpresentation in the prolonged labor case was 12.1% (n= 7) and 5.2% (n= 3), respectively.  The abnormal weight was 2500 - 4000 grams, 8.6% of them were born in prolonged labor cases (n = 5). Such results confirm the need for the communication, information, education, and motivation approach for women as preventive measures of prolonged labor. This is specifically of importance paramount to those who are in the middle of antenatal care visits. Abstrak: Partus lama merupakan salah satu komplikasi persalinan yang sering terjadi pada ibu bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik kejadian partus lama pada ibu bersalin di Provinsi Gorontalo. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel adalah 58 ibu bersalin.Hasil penelitian didapatkan ibu primigravida mayoritas mengalami partus lama 53,4% (n= 31), ibu bersalin dengan usia beresiko mengalami partus lama 25,9% (n=15), letak janin tidak normal (kurang dari 2 x 10, kurang dari 40) mengalami partus lama 12,1% (n=7), presentasi janin malpresentasi terhadap kejadian partus lama 5,2% (n= 3), ibu bersalin dengan kontraksi yang lemah mengalami partus lama 87,9% (n=51),  dan berat badan bayi lahir abnormal (2500-4000 gram) dengan kejadian partus lama 8,6% (n= 5), Oleh karena itubagi ibu hamil diperlukan komunikasi, informasi, edukasi, dan motivasiterkait pencegahan terhadap persalinan dengan kejadian partus lama, khusunya bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan secara berkala atau Ante Natal Care yang teratur terhadap kehamilannya ke pelayanan kesehatan.
Analysis of Postpartum Depression Incidence in Gorontalo Ismail, Yulistian Husin; Soeli, Yuniar Mansye; Wulansari, Ika
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3539

Abstract

The physiological and psychological processes experienced by mothers in the first week after giving birth affect the mother's mental health and increase the risk of postpartum depression. Mothers who have just given birth usually have symptoms of mild depression which will increase 2-5 days after giving birth and subside within 2 weeks. If detection is not done quickly and treatment is done too late, then depression that was initially mild will develop into postpartum depression. This study aimed to describe postpartum depression in postpartum mothers in Gorontalo. This research uses a quantitative descriptive research design. A total sample of 59 respondents was obtained using total sampling techniques. Data analysis used univariate analysis with the EPDS questionnaire instrument. The results of the study showed that the number of postpartum mothers who did not experience postnatal depression was 32 respondents (54.2%), and those who experienced postnatal depression were 27 respondents (45.8%). These results illustrate that the rate of postpartum depression in postpartum mothers in one of the Gorontalo areas is quite high.
KORBAN ATAU PELAKU SCHOOL BULLYING ? (ARE YOU VICTIMS OR BULLIES?) Susanti, Rahmi; Ifroh, Riza Hayati; Wulansari, Ika
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.643

Abstract

Indonesia saat ini mendapatkan peringkat kedua terbesar setelah Jepang pada kasus bullying atau kekerasan terhadap anak di sekolah. Terdapat 1.051 anak menjadi korban kekerasan di Indonesia dan 70% anak-anak usia 8 - 12 pernah menjadi pelaku kekerasan atau bullying di sekolah. Anak korban bullying cenderung untuk mengalami gejala somatisasi lebih tinggi dibanding dengan anak-anak yang lain. Sakit kepala berulang hingga sulit tidur merupakan contoh-contoh gejala somatisasi yang dapat terjadiMetode survei deskriptif dilaksanakan pada penelitian ini dengan melibatkan 300 anak usia sekolah dasar. Sebanyak 31 butir pernyataan digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan perilaku school bullying pada anak di kecamatan sambutan dan kecamatan samarinda kota. Data yang diperoleh dianalisis secara univariatMayoritas responden berusia 8 – 10 tahun yakni sebesar 242 anak dan sisanya berusia 11 – 14 tahun yakni 58 anak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak lebih cenderung memiliki perilaku sebagai korban bullying yakni berjumlah 154 anak. Pelaku bullying cenderung dilakukan oleh laki laki dibandingkan perempuan yakni sebanyak 66 anak Angka school bullying di kecamatan sambutan cenderung lebih banyak terjadi dibandingkan di kecamatan samarinda kota. Berdasarkan kategori school bullying ditemukan 51,3% anak cenderung sebagai korban bully. Pelaku dan korban bully di sekolah sebaiknya dapat diberikan pemahaman bahwa tindak bully tidak diperkenankan dan dukungan serta kepedulian pada anak yang menjadi korban.Kata kunci : kesehatan mental, pelaku, intimidasi di sekolahIndonesia is currently ranked second largest after japan in the case of bullying or violence against children in school. There are 1.051 children victims of violence in Indonesia and 70% of children aged 8-12 years have been The Bully of violence in schools. Child victims of bullying tend to experience higher symptoms of somatization compare with other children. Reccurent headaches to sleeplessness are examples of possible somatization symptoms.Descriptive survey method was carried out in this study involving 300 school-aged children. 31 statements were used to identify trends in school bullying behavior in the sub-district of Samarinda Kota and Sambutan. The data obtained were analyzed by univariate technique.The majority of respondents aged 8-10 years of 242 children and the rest aged 11-14 years ie 58 children. The results showed that children were more likely to have behaviors as victims of bullying which amounted to 154 children. Bullies tend to be done by boy than girl ie 66 children.The number of school bullying in the sub-district of Sambutan large than Samarinda Kota. Based on the categories school bullying found 51.3% of the children as victims. Bullies and victims in school are given the understanding that bully acts are not allowed and care also support victims. Keywords : Health Mental, Bullies, School BullyingDOI: 10.5281/zenodo.1405375
Penerapan Model Problem-Based Learning (Pbl) Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Integrasi Budaya Lokal untuk Meningkatkan Hasil Belajar Wulansari, Ika; Maharani, Swasti; Laila, Dina Jamil
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17353

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diintegrasikan dengan budaya lokal untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Menggunakan metode kualitatif kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur terkait untuk memahami efektivitas, tantangan, dan strategi implementasi model pembelajaran terpadu ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini berpotensi signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar, keterampilan berpikir tingkat tinggi, pemahaman konseptual, dan apresiasi terhadap budaya lokal. Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti kebutuhan persiapan guru yang matang, keterbatasan sumber daya, dan keseimbangan antara konten lokal dengan standar nasional. Strategi untuk mengoptimalkan penerapan model ini meliputi pengembangan profesional guru, penyesuaian kurikulum, pengembangan materi kontekstual, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi PBL, CTL, dan budaya lokal dapat menjadi katalis untuk transformasi pendidikan yang lebih luas di Indonesia, namun membutuhkan dukungan sistematis dari berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutannya.